
"oke papa terharu, sekarang kapan kalian akan menikah?" suara papa Samuel mengejutkan keduanya.
"apa? tapi aku masih tujuh belas tahun, apa bisa?" tanya Zoey
"tentu nak, kami bisa mengaturnya," kata mama Naura tersenyum.
"tapi aku mungkin tak pantas untuk Daddy, di terlalu baik terlebih dia seorang pengusaha yang hebat," kata Zoey yang sadar diri.
"sudahlah kalian berdua istirahat dulu, dan kita bisa membahasnya lain kali," jawab Saga.
dia tak mengira kedua orang tuanya datang, dan itu bisa menghancurkan semua rencananya.
Resta yang tau tentang rencana pesta pernikahan itu ikut senang, bahkan tanpa sadar dia memberitahu pada seseorang yang seharusnya tak tau hal ini.
Zoey malam ini berkumpul bersama seluruh teman-temannya, bahkan mereka khusus berkumpul di sebuah restoran khusus desert.
zoey datang paling belakang, dia di temani Saga dan beberapa pengawal, tapi Zoey sedikit kaget melihat ada sosok Leon yang berada di sana.
"maaf telat, tadi kami harus menyambut kedatangan orang tua Daddy dulu, aku kangen kalian, dan dia?" tanya zoey menunjuk Leon.
"ah ... itu kami bersama sekarang, dia kekasih ku, lihat aku bisa punya kan," kata Resta dengan bahagia.
"aku tak tau namaku, tapi kamu murid pindahan itu bukan?" tanya Zoey.
"ya, namaku Leon, sayang setelah aku masuk kedalam sekolah, kamu kemudian cuti," kata pria itu.
"aku homeschooling, karena banyak kejadian buruk yang menimpa ku belakangan ini," jawab Zoey.
"ya, bahkan sampai Evan tak tidur untuk membuat sesuatu, ya tuhan pria itu sampai punya lingkaran hitam di sekitar matanya," kata Cherry kesal.
"maaf ya Cherry, Daddy memang terlalu posesif, kamu tau sendiri berapa bodyguard yang harus ikut saat kita keluar kemarin," kata Zoey tersenyum ceria.
"apa? ih... curang sekali kalian ini, masak jalan-jalan gak mengajakku," kata Resta kesal.
"apa! kamu mau mati ngomong seperti itu, hei dasar gadis lemot, kamu sendiri yang bilang jika kamu ada janji dan bilang aku tak mengajak mu, ya!!! aku akan membungkam mulut mu," marah Cherry.
semua pengunjung melihat meja zoey dan teman-temannya, "sudah Cherry, kamu membuat malu, lihat semua orang menatap kita," bisik Zoey.
__ADS_1
"kekasih mu amazing ya," kata Saga pada Evan.
"kamu baru tau, dia itu sangat baik," kata Evan yang menikmati kopi miliknya.
beberapa wanita terus melihat meja Saga, Evan dan juga Levi, pasalnya tiga pria tampan itu sedang ngobrol dengan tenang.
benar-benar perilaku yang bertolak belakang dengan ketiga wanita itu, "sudah cepat pesan makan," bujuk Zoey.
Leon memanggil pelayan restoran, terlihat jika pria di depan mereka itu mengenakan semua barang mewah.
bahkan jam tangan yang di pakai pria itu bisa berharga ratusan juta, bagaimana bisa seorang anak SMA mengenakan pakaian dan barang mahal.
"Leon kalau boleh tau orang tua mu itu memiliki pekerjaan apa?" tanya Zoey.
"dia hanya memiliki beberapa bisnis restoran dan juga memiliki perusahaan hiburan, dan juga memiliki beberapa unit apartment mewah," terang Leon.
"aku tak mengira, meski kamu anak angkat tapi begitu di manjakan ya," kata Cherry dengan tenang.
"Cherry itu tak sopan, kenapa bilang begitu," marah Resta.
Leon terus menahan amarahnya, sekarang ingin sekali rasanya dia merobek mulut wanita busuk di sampingnya itu.
"kenapa Leon, omongan ku salah?" tanya Cherry tersenyum manis
"tidak kok kamu benar, aku memang hanya seorang anak angkat, sudahlah aku memang di manjakan oleh orang tuaku," kata Leon.
"ah... makanannya sudah datang, sudah tak perlu di bahas sekarang makan dulu saja," kata zoey.
"aduh bumil satu ini tak sabaran ya," kata Resta yang bicara tanpa sadar.
"Resta!!!" bentak Cherry.
Zoey pun langsung kehilangan moodnya, "apa Zoey hamil?" tanya Leon dengan suara cukup keras, yang makin memperkeruh suasana.
para pengunjung mulai berbisik-bisik melihat Zoey, "aduh anak zaman sekarang, masih kecil sudah pergaulan bebas, sekarang hamil, pasti malu tuh orang tuanya," kata seorang pengunjung.
Saga langsung berdiri mendengar perkataan itu, dia tak mengira jika ini akan tejadi, itulah kenapa dia tak mengizinkan zoey keluar rumah.
__ADS_1
"Zoey ayo kita pulang," kata Saga yang tak mau zoey di permalukan.
"tunggu Daddy, kamu tanya kan apa aku hamil atau tidak, jawabannya adalah perduli setan dengan mu, kamu itu Hany pacar dari Resta jangan mencampuri urusan ku lebih dari seharusnya, dan untuk mu Resta tolong jika ingin bertemu aku jangan membawanya, karena aku tak suka dan nyaman bersamanya, ingat hari ini kita hanya ingin bertemu cuma bertiga, bukan dengan pria yang bahkan baru saja kamu kenal," kata Zoey yang bangkit dari kursinya.
"kamu berubah Zoey," kata Resta tak terima.
"yang berubah itu bukan aku tapi kamu, apa kamu pernah menjenguk ku di rumah seperti halnya Cherry, ah sudahlah, aku lelah... dan untuk mu Leon Jan pernah ikut campur urusan ku," kata Zoey yang langsung pergi dengn Saga.
"hei bukankah itu Sagara Alexander Graham, wah pengusahaan muda itu, dan itu adalah kekasihnya,wah... sepertinya pria muda itu salah memilih musuh, pasti besok akan ada berita perusahaan bangkrut lagi," kata seorang pengunjung.
"kau lihat Resta, sudah ku katakan jangan meminta pria mu duduk bersama kami, dan jika sampai di melakukan apapun pada kami, kamu dan keluarga mu adalah orang pertama yang juga akan ikut terkena imbasnya," kata Cherry yang juga langsung mengandeng Evan.
"wah gila... itu adalah putri pengusaha sukses itu loh yang pacarnya juga seorang pengusaha real estate terkenal, Evan Yohanes," kata pengunjung lain.
"wah... anak jaman sekarang mainnya sama pengusaha kaya semua,"
Resta tak mengira jika hari ini dia di buang seperti Fasya, "sekarang aku tau rasanya, maaf Fasya pernah meragukan mu,"
sedang Leon merasa marah dan jengkel, usahanya beberapa bulan ini berakhir sia-sia karena gadis bodoh yang dia dekati.
"susah Leon ayo pulang, tak perlu kita di sini, lagi pula zoey juga akan di buang juga oleh om Saga, karena aku dapat kabar jika dia akan menikah dengan seorang wanita blasteran Inggris dan identitasnya masih di sembunyikan," kata Resta.
"apa? bukankah dia akan menikahi Zoey kata mu," tanya Leon bingung.
"bukan... kata Cherry yang akan menikahi zoey itu kak Levi, ah... tak tau lah aku pusing, yang pasti tak usah di pikirkan lagi aku sangat kesal sekarang," jawab Resta.
"aku membenci mereka semua, dan akan ku pastikan mereka akan mendapatkan ganjaran yang setimpal," kata Resta.
"memang apa yang ingin kamu lakukan?" tanya Leon penasaran.
"ikuti saja sayang permainannya, pasti mengasikkan," jawab Resta.
dia pun menuju ke rumahnya, dan di mengetahui hotel mana tempat pesta itu akan di adakan.
tentu mereka akan melakukan sesuatu yang akan menambah meriah pesta itu nantinya.
"kau membuang ku bukan, maka aku akan tunjukkan apa yang bisa aku lakukan, dan ku pastikan juga, kalian tak bisa menyentuh orang tuaku," kata Resta yang tersenyum jahat.
__ADS_1