
pekerjaan berjalan sangat baik, Elsa juga sudah sembuh dan mulai bisa beraktifitas kembali.
pagi ini Zoey dan Cherry sedang berolahraga di gym yang ada di apartemen.
karena kedua suami mereka sudah berangkat pergi dari pagi, tapi saat di treadmill.
sebuah telpon dari Elsa masuk, zoey pun segera mengangkatnya, "iya teman ada apa?"
"bisakah kita bertemu, aku ingin mengajak kalian jalan-jalan santai," kata Elsa.
"tentu, kita berangkat dua jam lagi dan ketemu di plaza Surabaya tiga oke," jawab zoey.
"baiklah, sampai bertemu disana," jawab Elsa menutup telponnya.
"ada apa zoey?" tanya Cherry penasaran.
"kita di ajak nge-mall bareng Elsa, aku atur nanti jam satu siang, sekarang aku ingin berenang setelah berolahraga seperti ini," kata zoey.
"baiklah, kalau begitu setelah berenang kita bersiap-siap" jawab Cherry.
keduanya pun berenang terlebih dahulu, setelah setengah jam mereka berdua pun bersiap-siap.
"jadi bawa mobil siapa?" tanya Zoey.
"bawa mobilku saja, ya meski mobil gede tapi enak, apalagi kalau di bawa naik gunung," kata Cherry tertawa.
mereka berdua pun naik mobil jenis Pajero sport limited edition, "gila ini mobilmu, kenapa begitu maskulin," kaget Zoey.
"ya habis aku dan suami tak menyukai mobil jenis sedan,kami suka mobil-mobil besar seperti ini," jawab Cherry.
"ya terserah saja,sekarang ayo berangkat," kata Zoey.
mereka pun langsung menuju ke tempat janjian, ternyata mereka sampai lima belas menit lebih awal.
setelah masuk mereka memilih membeli minuman ternyata Elsa juga baru datang dan beli minuman yang sama.
"ya elah... ini kita janjian jam berapa eh malah udah ngumpul,ya wes sekarang arep kemana dulu?" tanya Cherry.
"sepertinya ayo kita keliling dulu, aku ingin main di Timezone," jawab Zoey.
__ADS_1
"oke kita main," jawab mereka semua.
mereka pun benar-benar menikmati kehidupan, setelah dari Timezone,mereka memutuskan makan dulu setelah itu baru menonton film.
Saga yang mencoba menelpon istrinya itu merasa heran karena zoey begitu sulit di hubungi.
"ya Tuhan sayang, kamu kemana sih,kok gak di angkat telponnya," gumam pria itu.
"tau nih istriku juga, sepertinya mereka sedang bersama," jawab Evan yang juga tak bisa menelpon Cherry.
"bukan hanya kalian, tapi Elsa juga sepertinya, lihat bahkan ponselnya di matikan, tapi tadi pagi dia bilang ingin jalan-jalan jadi aku tak perlu khawatir," kata Fardhan.
"ciye.. udah mulai bucin,kamu benar-benar gak bisa move on a, sampai sekarang pun memilih mendekati adiknya Wilma?" ledek Evan.
"bukan begitu, tapi bagiku dia itu adalah gadis yang menyapu menguatkan nyaman, jadi aku senang bersama dan dekat dengannya itu saja," jawab Fardhan ngeles.
"terserah kamu, asal kamu menyukai gadis Yanga masih sendiri," kata Saga yang tak mau ambil pusing.
ketiga gadis itu sedang berteriak sambil berpegangan tangan, pasalnya merek bertiga sedang menonton film horor.
setelah film habis mereka pun keluar dari bioskop, tanpa di duga Zoey lari ke area toilet karena mual melihat darah dan adegan sadis di film tadi.
"baiklah, aku akan menunggu Zoey disini," jawab Elsa.
Zoey pun selesai dan mereka pun keluar dari toilet, tenyata Elsa juga sudah selesai menelpon.
"jadi suamiku bilang apa?"
"dia hanya tanya, apa aku keluar bersama kalian, karena mereka berempat juga sedang ada di luar," jawab Cherry.
"sudahlah, sekarang ayo kita lanjut berburu make up atau baju, terutama Elsa yang harus mulai bisa memadupadankan fashion karena kita sudah dewasa sekarang," kata Zoey.
"baiklah aku akan ikut pergi bersama kalian," jawab Elsa.
mereka pun menuju butik, sedang di restoran itu, Levi datang sedikit telat karena baru selesai menanggani beberapa anak buahnya yang membuat orang naik darah.
tak lama mereka kumpul dan makanan datang, Saga bisa melihat ada sosok suster Aliya, Alexa dan Fatima seta satu orang gadis lain yang juga berjilbab.
"wah sepertinya istri dari teman kita sedang merencanakan sesuatu, lihatlah dia mengajak semua gengnya," kata Saga menunjuk dengan pandangan mata.
__ADS_1
mereka bertiga pun menoleh dan tersenyum meremehkan, "memang apa yang bisa di lakukan oleh putri manja dari keluarga yang hampir bangkrut, terlebih musuhnya adalah Aiden, pria yang terlihat paling tenang tapi paling tidak bisa melepaskan mangsanya," jawab Levi.
"ya kira tinggal lihat apa yang bisa Levi lakukan pada istrinya itu jika bertingkah," kata Fardhan.
"ya kamu benar karena kita akan mendapatkan tontonan yang menarik tentunya," jawab Fardhan.
〰️〰️〰️〰️〰️〰️〰️
"apa yang kamu katakan Alexa, aku tau suamiku di Jepang sedang melakukan pekerjaannya sebagai dokter, kenapa kamu bilang dia sedang berselingkuh, apa buktinya?" tanya suster Aliya tak percaya.
"ini lihat sendiri, aku bertemu dengannya saat di jalan, tapi saat aku ingin mendekat dan menyapanya, dia malah menghilang begitu saja dan aku tak bisa menemukannya lagi," kata Alexa.
"apa benar seperti ini, apa mungkin itu sebabnya dia sulit aku hubungi akhir-akhir ini," katanya dengan sedih.
"jangan sedih dulu Aliya, mungkin suamimu itu memang benar-benar sibuk, dia kan dokter terkenal dan hebat, jadi kamu tak boleh berprasangka buruk," kata Fatima membujuknya
"ya kamu benar, dia tak akan berani melakukan apapun saat dia berani menghianati ku, aku akan mengadu pada mertuaku," jawab suster Aliya.
"itu yang akan membuat suamimu membenci mu," lirih Salwa.
"diam Salwa," kata Fatima.
suster Aliya mencoba menelpon suaminya lagi kali ini dan benar saja ponselnya tak aktif.
"ya kali Aliya kamu nelpon suamimu jam segini, kamu tak tau di Jepang Jan berapa, jadi jangan konyol, lebih baik tunggu dia pulang dan tanya baik-baik itu lebih mudah," kata Salwa memberikan saran.
"itu benar, jangan membuat suamimu makin membencimu sekarang," kata Alexa.
"baik kalau kalian bicara begitu, lebih baik sekarang ayo makan dulu, aku sudah terlalu lapar," kata suster Aliya.
saat keempat wanita itu sedang makan, tiga gadis yang tak di sukai suster Aliya datang.
bahkan Zoey saja tak mengira jika suster yang dulu begitu baik ternyata punya sifat dengki yang begitu besar.
"lihatlah dua nyonya besar dan satu babunya datang, cih... ingin sekali aku membuat mereka bertiga agar tak bertingkah sombong lagi," kata suster Aliya.
"tunggu dulu, memang kenapa sih Aliya,kamu begitu membenci ketiganya, padahal mereka tak melakukan apapun padamu bukan?" tanya Fatima heran.
"hei di dalam pertemanan suamiku, mereka berdua seperti parasit tai tidak, selain mereka istri dari teman suamiku, mereka seperti tak menyukai orang ading yang baru bergabung," jawab Aliya.
__ADS_1