My Lovely Daddy

My Lovely Daddy
malam yang semakin sempurna


__ADS_3

pesta yang semakin meriah, bahkan pesta terus berlanjut sampai pukul dua belas malam.


tapi kali ini semuanya di minta untuk keluar dan menuju halaman hotel, ternyata sudah ada sebuah kursi yang di siapkan.


semua orang pun duduk bersama, kini Fardhan dan dokter Aiden berdiri di depan semua orang.


asisten Levi juga tak ingin kalah, Saga juga tak masalah saat teman-temannya itu saling dukung dalam kebahagiaan masing-masing.


ketiga pria itu berdiri membawa buket bunga yang sudah di siapkan, seorang asisten wanita memanggil Elsa, Ino dan juga Silvia.


"sekarang di depan semua orang, aku ingin melamar mu ini," kata dokter Aiden.


"ya aku terima," jawab gadis itu dengan senang hati.


"seharusnya pernikahan menjadi hal yang membahagiakan, maaf tak memberikan pesta yang selayaknya, tapi terima kasih sudah membawa ku keluar dari hidup ku yang kelam, dan semoga kamu mau bersamaku hingga tua dan maut memisahkan," kata Fardhan yang juga berlutut sambil mengulurkan bunga.


"pasti, terima kasih suamiku," jawab Elsa bahagia.


kedua orang itu sudah berpelukan dengan pasangan masing-masing, kini giliran Levi.


"aku tak tau mau bicara apa, tapi yang jelas aku menyukai mu dari pertama aku melihat mu, kita belum punya kisah kita sendiri,semoga kamu mau menulis cerita cinta kita sampai nafas tak lagi di raga," kata Levi mengulurkan tangannya yang berisi sebuah cincin berlian


"ini sungguhan, aku tak mimpi?" tanya Silvia tak percaya.


"tidak, aku mencintaimu,jadi maukah hidup bersama ku?" tanya asisten Levi lagi.


"iya aku mau,"jawab Silvia dengan sangat bahagia.


mereka pun berpelukan, dan papa Samuel merasa bahagia melihat kelima pemuda itu sudah tak tersesat lagi.


"selamat atas pasangan barunya," kata papa Samuel membuat semua orang tersenyum.


tak lama pesta kembang api pun di mulai, semua takjub melihat kemeriahan dari acara pesta itu.


semua pun memilih beristirahat di kamar yang sudah di sediakan, Saga juga merasa hidupnya makin sempurna karena sebentar lagi dia akan jadi seorang ayah.


"halo baby... apa kalian sudah tidur ya, mulai sekarang kalian tidak boleh nakal ya di perut mommy," bisik Saga.


"sudah Daddy, apa kamu tidak lelah, kemarilah aku ingin memelukmu," kata Zoey mengulurkan tangannya.


"baiklah sayang, kemarilah," kata Saga yang langsung tidur bersama istrinya itu.


sedang di kamar sebelah, Evan dan Cherry sedang berpesta sendiri di dalam kamar.


ya mereka melakukan hal gila dengan mempraktekkan semua gaya saat bercinta.


terlebih mereka tak ingin di ganggu siapapun. jadi malam ini mereka bebas sebebas-bebasnya.

__ADS_1


pagi pun menjelang, semua sudah keluar dari kamar masing-masing untuk sarapan.


Zoey melihat leher dari Cherry yang ada bekas merah yang lupa tak di beri foundation.


"kalian sepertinya semalaman habis lembur ya, sampai bekasnya lupa gak di tutup," goda gadis itu.


"benarkah, ih ... kamu bohong saja," kata Elsa.


"bukan kamu, tapi Cherry, lihat lehernya," kata zoey lagi.


"ah... sepertinya ada yang terlewat, maaf seperti aku tadi buru-buru biar bisa ketemu, eh malah kayak gini," kata Cherry kesal.


"mau memakai milikku, kebetulan aku akan pulang karena suamiku sibuk, lain kali boleh kita bertemu, aku ingin sekali mengenal kalian lebih dekat lagi," kata Silvia.


"tentu, kita kan memang akan sering bertemu, terlebih kak Levi itu adalah asisten suamiku, jadi jangan bosan saat nanti kita bertemu ya," kata Zoey dengan antusias


"terima kasih, aku juga dong, suami kita satu perusahaan," kata Cherry menambahkan.


"baiklah para nyonya dan sayang,ayo kita pulang, karena kita harus pergi," ajak asisten Levi.


"kata Daddy, kak Levi mau libur seminggu, memang mau kemana?" tanya Zoey penasaran.


"yang pasti kamu tak perlu tau, karena ini rahasia," jawab asisten Levi yang mengajak istrinya itu pergi.


"mereka hanya pergi honeymoon sayang," saut Saga yang ada di meja sebelah.


"tidak Cherry,aku harus istirahat dan membuat kondisiku stabil agar siap untuk hamil lagi, jadi kami menunda dan akan pergi saat baby moon nantinya," terang Elsa.


"semoga cepat di kabulkan doanya, dan Cherry juga akan segera terbang ke Singapura untuk mulai melakukan inseminasi buatan atau bayi tabung kan?" tanya zoey


"iya, mungkin lusa," jawab Cherry yang susah tak sabar.


Saga tak suka saat kedua asistennya itu pergi, tapi bagaimana dia menahan orang yang berobat,


"kamu yakin bisa baik-baik saja saat kami pergi bersama seperti ini," tanya Evan khawatir.


"tenanglah, aku ada asisten Sean yang akan membantuku, jadi kalian bisa menikmati waktu kalian, lagi pula asisten Levi cuma seminggu," jawab Saga.


Evan pun kini yakin untuk pergi, karna dia dan Cherry sudah menyiapkan diri setelah beberapa bulan ini.


siang itu, semuanya pun menuju ke rumah masing-masing, dokter Aiden juga harus segera ke rumah sakit.


Zoey kini akan memegang dus hotel tapi untuk sementara di berikan pada Saga untuk pengawasan.


karena dia sudah harus istirahat total, karena jika tidak maka Saga akan marah.


Levi belum memberitahu istrinya itu mereka akan pergi kemana, pasalnya pria itu ingin memberikan kejutan hebat untuk istrinya.

__ADS_1


"ini kita mau kemana? kenapa tidak sampai-sampai?"tanya Silvia


"lebih baik kamu tidur dulu, pasti lelah bukan nanti akan ku bangunkan saat kita sampai," kata Levi yang fokus menyetir mobilnya.


Silvia menurut, kebetulan dia juga sangat mengantuk karna semalam pesta sangat meriah hingga dia rek sempat untuk duduk karena terus di ajak Levi berkeliling menyapa tamu.


Levi akan memberikan kejutan pada istrinya itu, pasalnya dia tak bilang jika akan mengunjungi desa kelahiran istrinya itu.


setelah berkendara selama tiga jam, mobil pun berhenti untuk isi bahan bakar.


Silvia terbangun dari tidurnya, "kita sudah sampai?"


"sebentar lagi, kita masih di pom bensin karna mobilku kehabisan bahan bakar," kata Levi.


"baiklah, kalau begitu aku ke toilet ya," pamit Silvia.


"tunggu sebentar, sudah hampir selesai isi bahan bakar, kita ke toilet bersama, karena aku juga ingin kesana," kata Levi menahan istrinya itu.


tangki mobil sudah penuh, kini mereka pun ke toilet, Levi keluar dan melihat istrinya itu membeli jajanan pentol yang ada di sekitar SPBU.


"aku juga mau dong," kata Levi.


"ini aku belinya banyak, nanti aku suapi mas yang menyetir, ayo sebelum tambah siang, nanti mas kelelahan," kata Silvia menarik tangan suaminya itu.


"baiklah sayang, sekarang lakukan?"


Silvia pun menyuapi Levi, dan mereka masuk mobil untuk berangkat ke tempat tujuan.


Silvia sepertinya belum sadar tujuan mereka, dia hanya fokus pada Levi yang terus minta di suapi.


akhirnya mobil pun berbelok ke sebuah perkampungan, dan Silvia kaget saat melihat suasana di sana.


"tuan ini..." katanya tak percaya.


"selamat datang di kampung mu, kita datang untuk berkunjung ke rumah mertua ku," kata Levi.


"tuan sungguhan ini, tuan ingin benar-benar ingin menemui mereka?" tanya Silvia memastikan.


"tentu, karena aku ingin menjadi keluarga yang di akui oleh semua keluarga istriku ini," kata Levi.


tapi mobil mereka malah terhalang sebuah mesin perontok padi yang tengah beroperasi di tengah jalan.


"kamu punya jalan lain yang muat mobil?" tanya Levi yang tak ingin menunggu lama.


"kita putar balik, lewat sekitar masjid saja," jawab gadis itu.


akhirnya mereka pun mundur dan putar balik, sedang warga desa heran melihat mobil bagus yang masuk kampung seperti itu.

__ADS_1


__ADS_2