My Lovely Daddy

My Lovely Daddy
bertemu Zoey


__ADS_3

pagi itu zoey sudah bersiap untuk berangkat ke sekolah, tapi gadis itu kehilangan kunci mobil yang biasa dia pakai.


"Daddy!!! dimana kunci mobil kesayangan ku!!! aku bisa telat jika tak menemukannya," teriak Zoey.


"hei kenapa berteriak saja, cepat turun mobil mu sudah ku museum kan," jawab Saga dari bawah.


"apa!!!" teriaknya tak terima


Zoey langsung berlari turun dengan kesal, dia pun langsung menghentakkan kakinya dengan kesal.


"apa honey?"


"Daddy itu mobil kesayangan ku, kenapa di museumkan, aku ingin memakainya," kata Zoey.


"tidak bisa, aku sudah menjualnya, sekarang pakai mobil yang ada di garasi," kata Saga dengan enteng.


pria itu juga sudah menyelesaikan semua sarapan yang dia siapkan, "tapi mobil pilihan Daddy mencolok,aku tak suka warna pink,"


"kalau begitu bawa yang merah, itu lebih cocok untukmu," jawab Saga.


"tidak mau," maka zoey yang masih merengek.


"Zoey!"


gadis itu pun terkejut dan langsung duduk di meja makan, dia pun mulai memakan sandwich miliknya.


sedang Saga memijat pangkal hidungnya, "maafkan Daddy, mobilmu sedang di bengkel, tak mungkin Daddy menjual mobil kesayangan mu, hanya saja warnanya sudah sedikit kusam, jadi Daddy meminta om Levi untuk mengecatnya,"


"terima kasih Daddy," jawab Zoey sekilas.


gadis itu sedang kesal, Saga bangkit dan menarik Zoey ke pelukannya, perlahan Zoey terisak lirih.


"maafkan Daddy ya, seharusnya Daddy tak membentak mu," kata Saga dengan suara lemah.


dia sangat merasa bersalah membentak putrinya itu, zoey pun mengangguk dan kemudian pamit ke sekolah.


tak lupa dia juga membawa baju ganti untuk latihan sebelum bertemu dokter Aiden.


sesampainya di sekolah mobil merah itu menarik perhatian semua siswa, karena mobil itu keluaran terbaru dari seri Ferrari.


gadis itu turun dan langsung di rangkul oleh Cherry, "selamat pagi zoey, apa kamu sudah siap berlatih dengan sungguh-sungguh?"


"tentu, karena ini kesempatan terakhir kita untuk mengharumkan nama sekolah," jawab Zoey.


Keduanya pun masuk kelas dan bergabung dengan Fasya dan Resta, zoey merasa ada yang aneh dengan gadis itu.

__ADS_1


"kamu kenapa lesu nona, apa ada yang membuatmu sedih?" tanya Zoey.


"tau tuh jarang banget melihat Fasya sedih," ledek Cherry.


"karena aku baru tau jika aku sudah di jodohkan, dan nanti siang aku akan bertemu keluarga pria itu," jawab Fasya sedih.


"apa??!!"


mereka pun tak percaya dengan apa yang di dengarnya, "sudah ikuti saja,nanti kamu bisa menolaknya jika tidak sesuai."


"bener tuh yang di bilang Cherry, lagi pula ini itu jaman modern, bukan jaman kolot macam situ Nurbaya," kata Resta.


mereka hanya mengangguk saja, akhirnya mereka pun mengikuti pelajaran pertama, kedua dan ketiga.


setelah itu dia pun latihan untuk pertandingan Wushu yang di lakukan se-provinsi membawa nama sekolah.


Zoey berlatih habis-habisan, karena ini adalah mendali terakhirnya untuk sekolah jadi harus bisa menenangkannya.


setelah latihan yang berat, Fasya izin pulang dahulu, sedang zoey dan Cherry sedang mandi baru pulang.


sebuah pesan dari dokter Aiden memberitahu alamat dari restoran yang jadi tempat mereka janjian.


Zoey pun pamit terlebih dahulu dan mengendarai mobil merah miliknya itu.


dan juga putri mereka, Saga yang juga dapat undangan pun mencari ruangan itu.


Saga datang dan kaget melihat tamu yang sudah berkumpul di sana, "ada apa ini?" tanya saga dengan datar.


"tunggu satu orang lagi, baru mama ceritakan," jawab Naura.


Zoey di antar oleh seorang pelayan, dan masuk kedalam ruangan itu, tubuhnya seketika membeku melihat ini.


dokter Aiden bangkit dan menyambut gadis cantik itu, "apa ini om..." tanya Zoey yang sudah dengan air mata yang jatuh membasahi pipinya.


"duduk dulu om akan jelaskan," jawab dokter Aiden.


"aku tanya ada apa!!!" kata Zoey yang memang sudah tau dari keterangan Fasya di sekolah.


"tenang dulu Zoey," kata dokter Aiden menyentuh dan memeluk zoey agar gadis itu tenang.


tapi dokter Aiden lupa jika Zoey memiliki ingatan buruk jika di peluk oleh pria selain saga, "Aiden jangan memeluknya!!" teriak Saga tak menyukai itu.


tiba-tiba kilatan ingatan kembali, Zoet berontak dan dia histeris, "lepaskan tolong jangan menyentuhku... lepaskan... lepaskan!!!" teriak Zoey berontak dan mendorong dokter Aiden hingga terjatuh.


Zoey langsung berlari bersembunyi di bawah meja sambil menunduk ketakutan, "jangan .... mama... ayah...." tangis gadis itu.

__ADS_1


Naura kaget melihat Zoey, bahkan keluarga mereka jadi pusat perhatian karena Zoey.


Saga melepaskan jas miliknya dan menutupi tubuh Zoey yang masih gemetar hebat, dia bahkan memeluknya erat.


"tidak apa-apa Zoey, ini Daddy... Daddy di sini..." panggil Saga lirih.


Zoey sedikit tenang mengenali aroma tubuh Saga, dia pun berhasil membujuk putrinya itu, kemudian dia mengendong Zoey yang masih ketakutan.


"sudah ku katakan berapa kali, jangan mengajak zoey bertemu tanpa aku,terlebih kamu berani menyentuhnya, sekarang ini kau lihat akibatnya, dan aku tau maksud kalian hari ini, ternyata ancaman ku tak kalian anggap ternyata," kata Saga dengan tegas.


"seperti yang aku ucapkan terakhir kali, mulai hari ini aku bukan keluarga Graham lagi karena kalian berdua berani menjodohkan aku dengan gadis itu, dan asal kalian tau dia itu sahabat Zoey dan berkat Zoey juga dia bisa menginjak sekolah internasional sekarang, jika tidak dia akan berakhir di sekolah swasta biasa, karena otak gadis itu tak sepintar yang terlihat," marah Saga.


"Saga jaga sopan santun mu," marah Naura pada putranya.


"jaga sikap anda, berhenti berteriak atau aku akan benar-benar lupa siapa anda," marah Saga yang langsung pergi dari restoran itu.


"sudah aku bilang jangan memaksa, kita kesini bukan untuk ini,sekarang aku kehilangan putraku,cukup selalu egois Naura,cukup!!!" bentak Samuel yang sudah muak juga.


akhirnya pertemuan ini berantakan, Samuel mengejar Putranya itu, dan Saga nampak meneteskan air matanya.


"bawa dia pulang, aku akan mengikutinya dari belakang," kata Samuel yang menepuk bahu dari Saga.


mereka pun menuju ke rumah Saga, sedang di restoran, Naura terduduk lemah.


dia tak mengira jika Saga dan Zoey saling membutuhkan, dan keputusannya untuk mengenal keduanya secara bersamaan telah menjadi bumerang untuknya sendiri.


"jadi bagaimana ini nyonya, putra anda sudah mempermalukan kami seburuk ini," kata tuan Anggara.


"cukup tuan, semua orang juga tau apa yang di ucapkan Saga itu kenyataan, jika bukan karena dia sahabat dari Zoey, mana bisa dia masuk ke sekolah yang di bangun oleh Fardhan dan Evan, tolong sadar diri, putri anda itu tak sebaik yang anda kira," marah dokter Aiden yang tak mau Naura di hina.


"kalau begitu kenapa mengajak kaki datang kesini? bukankah untuk mengatakan jika pertunangan ini akan di lanjutkan," kata nyonya Anggara dengan sombong.


"maaf, kalian di undang untuk membatalkan pertunangan itu, karena kami sudah memiliki calon menantu kami sendiri," jawab Naura yang mengejutkan kedua orang itu.


"sudah Tante, mari kita pergi dan menemui saga, dan aku harus melihat kondisi Zoey," ajak dokter Aiden.


Fasya tak mengira jika pria yang di jodohkan dengannya adalah Saga, pria yang terkenal tak menyukai wanita kecuali Zoey putri angkatnya.


dia pun merasa buruk saat ini, persahabatannya di pertaruhkan, terlebih Zoey selama ini sangat baik terhadapnya.


"dasar gadis bodoh,ternyata selama ini kamu itu tetap gadis tak berguna, masuk ke sekolah elit saja pakai acara ngemis, sudah puas mencoreng wajah ayah mu hah!!!" bentak tuan Anggara.


"sudah pa, semua ini bukan sepenuhnya salah Fasya, papa juga tau bagaimana gosip tentang saga," bela sang ibu.


"tapi setidaknya aku bisa bangga jika memiliki menantu seperti pria itu dengan semua kekayaan dan usaha yang dia miliki,Fasya bisa membantu adik-adiknya," marah tuan Anggara.

__ADS_1


__ADS_2