
semua orang sudah bubar, dan orang tua dari Akita sedang menyalami kedua mantan besannya itu.
"kami berterima kasih atas kedatangan kalian, seandainya nak Aiden juga datang," kata ayah Aliya
"dia datang tadi, tapi sepertinya dia pergi terburu-buru karena ada kondisi darurat," kata papa dari dokter Aiden.
nyatanya dua pria itu menuju ke tanjung perak untuk naik ke atas kapal Feri kecil yang akan membawa mereka naik ke kapal utama.
ternyata mereka pun sudah di tunggu oleh seseorang di atas kapal, itu tenyata tuan Agassi yang menunggu kedua pria itu.
"selamat malam dokter Aiden, aku menunggumu, aku sangat senang saat Janu memberikan kabar jika ingin baik ke kapal ini," kata pria itu.
"tentu, kami hanya sedang tak ada kegiatan, jadi ingin melihat-lihat barang yang anda sediakan, terutama untuk teman ku ini," jawab dokter Aiden.
"tentu, untuk jadi seluruhnya, aku Hanin kalian akan sangat menyukai semua produk kami," kata tuan Agassi.
"Hanz, bawa tuan ini ke ruangan khusus untuk tamu VIP, dan pastikan dia mendapatkan apa yang dia inginkan, dan ingat jangan membuatnya kecewa, dan dokter Aiden mari ikut saya, karena ada yang ingin bertemu anda," kata tuan Agassi dengan sangat lembut.
keduanya pun berpisah, Levi tak mengira jika pria yang selama ini terkenal lebih kejam dari kepala gangster begitu hangat pada temannya itu.
"maaf Hanz, kenapa tuan Agassi begitu baik pada Aiden, aku tau jika dia menyelamatkan putrinya, tapi itu tugasnya sebagai dokter bukan?" tanya Levi.
"tuan, saya juga tak tau tapi sepertinya dia ingin memiliki hubungan yang baik bersama dokter itu," jawab pria kepercayaan dari tuan Agassi.
Levi pun hanya mengangguk saja, dan sudah pasti jika mungkin temannya itu akan setuju.
karena dia pernah dengar dari Saga, jika dokter Aiden sangat senang saat berada di Jepang dan merawat Suzuka dengan sangat baik.
Levi kaget saat melihat ada sebuah pintu kayu mewah yang sangat besar, dan dia Hanz memerintahkan lima penjaga itu membukanya.
saat dia masuk,ternyata ruangan itu sangat luas dan begitu mewah, "sebenarnya sebagian sudah laku di jual, tentu anda tau bisnis bawah yang kami jalankan bukan," kata pria itu melirik Levi.
"tentu, aku tau segalanya, karena kami tang juga mengenal dunia bawah, jadi kira semua tentu mempunyai kemiripan," jawab Levi.
"baiklah, ini adalah beberapa orang yang sudah kami siapkan, dan di jamin barang bagus karena sudah di tes dan di cek secara menyeluruh," kata Hanz
satu persatu mereka di keluarkan dan di pamerkan seperti barang yang di jajar.
__ADS_1
Levi tak menyangka banyak dari mereka berkulit putih, tapi itu bukan seleranya.
"maaf aku tak suka tipe Eropa, aku suka tipe Asia yang mungil dan imut," kata Levi yang meminum wiski yang di sediakan.
"baiklah,Asia tenggara keluarkan," kata Hanz.
Levi terkejut melihat semua itu, dia bahkan tak percaya dengan apa yang di lihatnya, dan dia sudah menemukan satu orang yang sesuai dengan kriterianya.
sedang di ruangan lain, tuan Agassi minum bersama dengan dokter Aiden.
"dokter saya sudah dengar jika anda sudah bercerai dengan istri anda, apa itu benar?" tanya pria itu dengan jelas.
"iya, karena saya tak memiliki kecocokan, ya tentu tuan tau jika saya sibuk dan butuh wanita yang bisa membuat saya nyaman di rumah,bukan malah wanita yang membuat saya kesal," kata dokter Aiden.
"apa anda mau memilih wanita yang ada, setidaknya bisa menjadi penghangat ranjang dokter," kata pria itu.
"tidak perlu tuan, saya tak ingin melakukan hal seperti itu, karena saya ingin menikah saja, untuk serius terlebih usia saya sudah cukup banyak."
"kalau begitu biar saya tunjukkan wanita yang mungkin bisa menjadi wanita idaman anda," kata tuan Agassi.
dia pun meminta seseorang memanggilkan gadis itu, ternyata itu adalah Ino, putri tunggal pria itu.
"tapi saya tak pantas menjadi pasangan dari putri anda," jawab dokter Aiden merasa rendah diri.
"kenapa dokter, saya mencintai anda dari dulu, saat anda datang menjadi dokter yang merawat ku, aku bahkan sempat ingin bunuh diri karena mendengar anda menikah, jadi aku meminta ayah ku untuk melamar mu saat ini," kata Ino.
"tapi kenapa? bukankah banyak pria yang ingin jadi pasangan anda nona?"
"tapi aku tak bisa mencintai mereka, seperti perasaan ku pertama melihat mu, pria yang langsung mencuri hatiku dengan sikap lembut dan ucapan sopan mu," kata gadis itu dengan malu-malu.
"sejujurnya, saya juga perlahan memiliki hati pada nona, tapi saya sadar jika ini tak mungkin terjadi karena saya cuma seorang dokter kecil," jawab dokter Aiden.
"baiklah kalau begitu, besok kita turun dan menepi untuk membicarakan ini semua dengan orang tuamu, apa boleh dokter?" tanya tuan Agassi dengan senang hati.
"tentu tuan Agassi saya akan senang, tapi apa boleh saya mengajak nona jalan-jalan sebentar," kata dokter Aiden.
pria itu mengangguk mempersilahkan, karena dia ingin putrinya itu juga nikmati waktu bersama orang yang di cintainya.
__ADS_1
sedang Ino juga tak mengira cintanya tak bertepuk sebelah tangan, terlebih dia tau jika dokter Aiden juga memiliki perasaan padanya.
berarti selama ini kebersamaan mereka yang terjalin adalah sebuah hal yang memupuk cinta.
"ada apa nona Ino, kenapa kamu terlihat begitu bahagia," tanya dokter Aiden melihat gadis itu.
"aku tak menyangka jika perasaan ku tak bertepuk setengah tangan," jawab gadis itu.
"kalau begitu boleh kita berjalan-jalan sebentar menikmati angin malam. ya anggap saja sebagai awal perkenalan," kata pria itu.
"baiklah dokter Aiden,lagi pula aku dengar bintang malam ini sangat bagus," jawab Ino Mahalini Agassi.
ya gadis itu ada darah Indonesia dari ibunya yang keturunan orang Bali asli.
mereka pun sampai di dek kapal dan angin cukup kencang berhembus, rambut panjang gadis itu terbang tertiup angin.
dokter Aiden memakaikan jaket miliknya agar gadis itu tak kedinginan, "apa hanya itu kamu bisa menyukai ku? alasan mu tadi?" tanya dokter Aiden penasaran.
"tentu saja, memang ada apa lagi, kamu sudah sangat sempurna untukku," kata Ino.
dokter Aiden pun merasa senang dan juga bahagia mendengar perkataan dari gadis itu.
Levi sedang bersenang-senang bersama Hanz di ruangan khusus yang menyediakan hiburan plus plus.
untuk yang tadi sudah di pilih Levi sudah di beri obat penenang dan besok bisa di bawa pulang saat kapal bersandar.
"apa anda sudah ke Eropa, disana pasar sedikit bebas akhir-akhir ini?" kata tuan Hanz.
"benarkah, aku jarang ke sana, terlebih sekarang istri bos juga sedang hamil, jadi kami memilih untuk mencari rekan bisnis yang tak mengharuskan bos pergi jauh," terang Levi.
"ah ya,aku dengar jika tuan besar Saga juga habis mengalami kecelakaan karena saudara dari ayahnya, itu sangat mengerikan saat saudara menyakiti saudara lainnya," kata Hanz.
"ya kamu benar, karena semua keluarga kaya pasti banyak musuh," jawab Levi yang sudah merasa lelah dan sedang duduk sambil menikmati minumannya.
Hanz tersenyum dan memilih duduk juga dan menikmati suasana di ruangan sedikit remang-remang itu.
"hei kalian berdua lanjutkan bernyanyi, jangan hanya tidur seperti orang tak ada gunanya begitu," perintah Hanz.
__ADS_1
"baik tuan," jawab kedua wanita itu yng melanjutkan menghibur kedua pria yang ada di ruangan itu.