My Lovely Daddy

My Lovely Daddy
nyonya muda Graham


__ADS_3

Alexa tak menyangka dengan apa yang di lihatnya, dan beruntung tadi dia sempat memotret dokter Aiden.


suster Aliya yang sedang berjaga tidak tau jika temannya itu mengirim pesan.


"baiklah, aku dan Zoey harus ke kantor karena aku ada pekerjaan penting," pamit Saga.


"baiklah terima kasih atas semuanya," kata Fardhan.


"kak Fardhan titip Elsa ya, dan Elsa cepat sembuh agar kita bisa ikut ospek bareng," kata zoey.


"baiklah aku mengerti," jawab Elsa


kini Zoey dan suami pun pergi meninggalkan rumah sakit menuju ke kantor.


di lobi perusahaan, semua orang kaget melihat bos besar mereka datang dengan baju olahraga.


bahkan Zoey setia di samping Saga, terlebih gadis itu makin terlihat cantik.


mereka langsung naik lift khusus dan menuju ke ruangan milik Presdir.


"aku mandi dan berganti baju dulu ya, kamu bisa tidur atau makan apa yang tadi kami beli," kata Saga yang tak ingin istrinya itu bosan.


"baiklah Daddy, aku mengerti," jawab Zoey.


dia pun menerima cemilan yang tadi sempat di beli si Supermarket sebelum sampai ke perusahaan.


Veve juga membawakan minuman untuk Saga dan Zoey, "kak Veve jika mau coklat ambil gih,mumpung aku lagi baik," kata gadis itu tersenyum.


"boleh dong, kebetulan lagi butuh yang manis-manis," kata Veve tersenyum.


asisten Veve pun pamit setelah mendapatkan coklat, zoey masuk kedalam kamar ganti milik Saga, dan pria itu masih sibuk mengancingkan setiap kancing kemejanya.


Zoey pun membantu suaminya itu, "jangan pakai dasi ini, terlalu ramai, coba pakai dasi yang netral injakan sesuai dengan jas Daddy."


"kalau begitu nyonya, tolong pakaikan dasi itu padaku," kata Saga menundukkan tubuhnya.


Zoey pun dengan senang hati membantu suaminya itu, setelah mendapatkan kecupan juga, zoey mengeluarkan sesuatu.


"apa itu sayang?" tanya Saga heran.


"hanya serum untuk menutrisi wajah yang kelamaan kena AC, dan juga pelembab bibir, karena bibir Daddy begitu kering," protes Zoey.

__ADS_1


"baiklah sayang, lakukan apapun yang kamu mau, dan sekarang kamu mandi karena aku harus pergi untuk rapat," pamit Saga


"baiklah aku mengerti," jawab Zoey.


dia juga mandi dan berganti baju dengan baju yang cukup simpel, sebuah gaun selutut berwarna biru langit yang di padukan dengan sepatu heels yang berwarna senada.


tak hanya itu, zoey juga menata rambutnya hingga terlihat begitu cantik di tambah polesan make up tipis dan pewarna bibir yang natural.


setelah itu dia pun keluar dari ruangan Saga, "ah... hampir lupa blazer ku,"


setelah mengenakan blazer, Zoey bergegas ke arah ruang rapat di lantai bawah.


dia membawa iPad miliknya dan bertemu dengan Sean, ya dia adalah orang khusus yang di pilih oleh opa David.


"mari nyonya, kita sudah di tunggu oleh semua direksi di dalam," kata Sean.


asisten Sean mengetuk pintu dan membukakan pintu untuk zoey yang datang dengan penampilan yang sangat anggun dan cantik.


"maaf membuat kalian semua menunggu," kata gadis itu yang kini duduk di kursi milik papa Samuel.


"hei bocah dari mana ini yang berani menduduki kursi milik tuan Samuel," kata pak Laksono.


"maaf aku bodoh belum memperkenalkan diriku, perkenalkan menantu dari tuan Samuel Alexander Graham, Zoey Sahara Graham, dan juga pemilik hotel Graham luxury."


"tuan Laksono kali ini saya maafkan, tapi jika lain kali anda berani bilang istri saya bocah yang tak tau aturan, maka silahkan anda keluar dari ruangan ini," kata Saga dengan tegas.


semua orang pun kaget dan takut, terlebih mereka mengenal bagaimana permainan dan cara kerja Saga.


"maafkan saya nyonya," kata pria itu ketakutan.


"tak masalah, aku paham jika banyak yang belum mengenalku karena aku dan suami memang menikah dengan diam-diam," jawab Zoey.


"dan segera akan mengadakan resepsi, dan sekarang rapat kita mulai," kata Saga.


Zoey sedikit mengerti dengan apa yang di jelaskan, karena dia selama ini belajar bisnis melalui buku.


tapi beberapa kali dia melihat gelagat yang aneh dengan salah satu petinggi di perusahaan.


setelah tiga jam rapat, akhirnya sudah di putuskan jika proyek besar kali ini akan di awasi langsung oleh Saga.


bahkan pria itu memilih tim khusus, dan Zoey akan menjadi pemegang dana investasi terbesar.

__ADS_1


"baiklah kalau semua sudah selesai, saya pamit pergi," kata Zoey berjabat tangan bersama dengan Saga.


"terima kasih nyonya sudah mau datang," kata Saga tersenyum.


zoey pun mengangguk dan segera pergi bersama Sean, "asisten Sean, tolong selidiki pria botak yang duduk di depan mu, sepertinya dia mencurigakan,"


"baik nyonya, kalau begitu saya sekarang pamit dulu," jawab asisten Sean


"baiklah dan tolong hati-hati," jawab Zoey.


sedang kini Zoey melepas blazer miliknya dan kembali menjadi gadis berusia delapan belas tahun.


diapun bergegas masuk kedalam ruang kerja milik Saga, dan memilih untuk membuat mie karena lapar.


Saga yang baru masuk kedalam ruangannya kaget mencium aroma dari makanan yang di buat oleh istrinya.


"sayang, Aiden memintamu untuk makan, makanan sehat," kata Saga yang duduk di mejanya.


"jarang-jarang Daddy, kebetulan di kantormu ada dispenser," jawab Zoey


"kalau begitu aku juga mau, ya setidaknya aku harus makan sebelum rapat selanjutnya," kata Saga yang kini duduk bersama zoey.


"baiklah, tapi aku ingin bertanya pada Daddy, kenapa Daddy ingin sekali merenovasi sebuah bangunan terbengkalai itu, bahkan berani mencari investor besar untuk membantumu, apa tak takut jika proyek itu bisa gagal?" tanya Zoey heran.


"tidak sayang, itu adalah proyek penting, dan saat proyek itu selesai dan di resmikan, aku akan mengatakan kenapa aku ngotot ingin membangun tempat itu," jawab Saga.


"baiklah aku tunggu keberhasilan mu itu ya Daddy," jawab zoey yang memang selalu percaya dengan kemampuan Saga.


keduanya duduk bersama dan makan siang sambil nyemil, Levi masuk ingin mengantarkan makan siang pun kaget.


"wah kalian ternyata makan makanan tak sehat, hentikan dan cepat habiskan, atau aku akan lapor pada Aiden jika dua pasangan yang tengah promil ini tak menurut dengan makan sembarangan," kata pria itu.


"sudah tutup mulut mu, aku akan memberikan sebuah voucher makan malam romantis di restoran Chinese kesukaan kami, gratis," kata Saga.


"berikan dua, jika tidak maaf aku akan langsung menghubungi Aiden sekarang," kata Levi yang bersiap menelpon dokter Aiden .


"baiklah-baiklah aku berikan dua voucher itu, puas bukan sekarang tinggalkan kami, dan segeralah Istirahat," kesal Saga.


"siap bos, permisi nyonya besar," pamit pria itu yang langsung pergi.


Saga pun mengeleng pelan melihat tingkah kedua asistennya itu, "kalian ini tenan tapi juga rekan bisnis ya," puji Zoey.

__ADS_1


"karena kami saling terikat dengan janji lama," jawab Saga


__ADS_2