My Lovely Daddy

My Lovely Daddy
iri semuanya


__ADS_3

Fardhan menunjukkan video yang di kirimkan pada mereka oleh Levi, "lihatlah sayang, pria brengsek ini sedang menikmati liburannya di desa istrinya," katanya sambil mengecup bahu dari Elsa.


"ah ludruk ini sangat terkenal,bahkan ada yang bilang jika bayarannya tak murah loh," kata Elsa yang mengecup bibir suaminya itu.


"benarkah, wah... aku lupa jika kamu juga pernah tinggal di desa, pasti menyenangkan ya tinggal disana," kata Fardhan.


"sangat menyenangkan, dan sangat tenang tapi mulut tetangganya beh... bikin orang emosi, karena mereka seperti tidak punya penyaring," kata Elsa yang tidur di dada suaminya.


"ah... sayang kamu menggoda ku, bagaimana jika kita ke tempat mu, aku ingin merasakan jadi dirimu tinggal di desa," kata Fardhan.


"aku peringatkan ya sayang itu tak akan semenarik yang kamu bayangkan, tapi boleh saja, kebetulan aku juga merindukan ibu, dan dia bilang kemarin menemukan seseorang yang bisa membuatnya nyaman, sepertinya ibu juga harus menikah agar bisa bahagia, terlebih dia sudah terlalu lama sendiri," kata Elsa.


"tapi bukankah kalian sudah lama tinggal di kota, memang masih punya rumah di desa?" tanya Fardhan.


"lihat saja nanti, tapi sebelum itu aku ingin kamu membuatku berteriak kesenangan malam ini," kata Elsa dengan gaya menggoda.


"tentu nyonya, aku akan membuatmu lemas," kata Fardhan yang langsung menyerang istrinya.


dan malam itu mereka habiskan dengan sangat buas, bahkan Fardhan pun tak memberi ampun istrinya itu.


Levi pun mengajak istrinya pulang karena Vivi sudah mengantuk dan Dandi sudah tidur.


mereka pun pulang dan Levi mengendong adik iparnya itu di punggung belakang.


Levi sedikit kaget karena harus melewati setiap kali orang, jika tidak dia bisa saja menginjak kaki orang.


setelah bisa keluar, mereka pun bergegas pulang, "Silvia... sepertinya aku sangat lapar, kita beli sesuatu yuk?"


"lebih baik kita pulang, nanti kita makan di rumah, karena mas akan kelelahan saat beli di luar," kata Silvia.


"baiklah.." jawab Levi.


mereka pun segera pulang, sesampainya di rumah Levi menidurkan kedua adik istrinya itu.

__ADS_1


sedang Silvia membuatkan mie instan tiga bungkus dan mengireng nugget ayam juga.


setelah itu, Silvia membawa makanan ke kamar tidur, Levi sedang menonton film di layar proyektor yang portabel.


"mas nonton apa?" tanya Silvia.


"nonton film yang harus kamu pelajari juga, dan gunakan ini," kata Levi.


mereka awalnya menonton dengan santai karena itu adalah film biasa, tapi sayangnya Silvia belum tau jika film itu sangat waw di belakang.


mereka pun makan berdua, dan Levi yang kelaparan tanpa sadar habis cukup banyak.


setelah selesai, Silvia pergi ke dapur dan Levi menpause film itu menunggu istrinya.


setelah kembali, Silvia pun di tarik untuk melanjutkan menonton. dan wanita itu terkejut saat melihat apa yang mereka tonton.


Levi mengunci pintu kamar, dan gadis itu tau jika suaminya itu meminta haknya saat itu.


selama menonton film, tangan dari Levi tak mau berhenti, dan malam ini mereka pun melakukannya dengan sangat hebat.


bahkan mereka berdua tak tidur karena Levi tak ingin istirahat sedikitpun.


keesokan harinya, keduanya masih tidur saat pembangunan di mulai, pasalnya keduanya kelelahan, tapi ibu Arti sudah menyiapkan semuanya.


bahkan warga kampung pun kaget melihat begitu banyak orang yang membangun rumah keluarga itu.


bahkan ada puluhan truk yang datang mengantarkan bahan bangunan, tak hanya itu bahkan ada bahan yang di pesan dari pabrik, jadi pekerjaan makin cepat.


Silvia bangun dari tidurnya dan memunguti bajunya yang sudah berserakan di lantai dan segera memakainya.


dia pun bergegas menuju ke kamar mandi untuk membersihkan dirinya, Levi juga bangun karena mendengar suara ponselnya berdering.


dia langsung mengangkat telpon itu, "iya halo ada apa bos?" suara Levi yang masih sangat serak.

__ADS_1


"kamu baru bangun tidur, ini sudah jam sepuluh pagi, cepat bangun dan kirim semua dokumen yang di butuhkan untuk rapat dengan perusahaan Shiddiq grup,"


"ah maaf bos, aku kelelahan karena semalam, aku akan mengirimkannya sebentar lagi bos, memang mau buat rapat jam berapa, kalau tidak salah bukannya seharusnya rapat itu masih lusa," jaya Levi yang mengambil laptopnya dan mulai mencari dokumen yang di maksud.


"ya karena kemarin kami menghadiri pesta, dan perusahaan itu sangat senang, jadi mereka ingin bekerja sama dengan perusahaan kita secepatnya," kata Saga.


"baiklah bos, aku sudah mengirimkan semua dokumen yang di butuhkan untuk rapat lewat email mu," kata Levi.


"baiklah terima kasih, dan lanjutkan saja kegiatan mu," kata Saga yang langsung mematikan telponnya.


"dasar bos aneh, emm... sepertinya aku juga harus bangun dan mandi karena sudah terlalu siang, dan harus mengawasi pembangunan rumah," gumamnya mengambil celana pendeknya.


dia pun melihat istrinya yang sedang memasak sesuatu, "kamu sudah bangun dari tadi?" tanya levi memeluknya.


"mas malu... aku juga baru bangun dan kesiangan juga, sudah mas mandi gih," kata Silvia.


"baiklah, kamu tak mau mandi lagi?" tawar Levi yang ingin mengulanginya lagi.


"tidak mau, sudah pergi sana," kata Silvia.


Levi pun bergegas masuk dan mulai membersihkan dirinya, selesai mandi dia pun ke kamar berganti baju dan baru sarapan bersama istrinya.


Levi langsung menuju ke area pembangunan rumah, dia pun nampak senang melihat progres dari pembangunan rumah itu.


"maaf mas... jika jalan terus di lewati truk-truk besar begini nanti bisa tidak, terus warga protes tadi," kata pak RT


"maaf apa yang anda maksud dengan jalan rusak, jalan di desa ini sudah rusak, memang kalian mau minta ganti rugi karena jalan sudah rusak pada saya, kemarin mobil saya baret karena seseorang, ada yang mau ganti rugi, lumayan loh perbaikannya bisa menghabiskan lima puluh juta, bagaimana? kalian ini jangan mengada-ada ya, jalan sudah rusak dari awal minta ganti rugi," kesal Levi dengan panjang lebar.


"tapi apa ada bukti siapa yang membaretkan mobil anda?" tanya pak RT.


"tentu pak, mobil saya di lengkapi camera jadi jika saya mau,daya sudah membawa pria itu ke kantor polisi karena tak ingin ganti rugi, dan saya tau pria itu juga bukan yang merasa terganggu dengan mobil-mobil truk ini," kata Levi tanpa gentar sedikitpun.


akhirnya mereka memutuskan untuk melihat rekaman itu, dan ternyata benar apa yang di katakan oleh Levi.

__ADS_1


pak RT pun merasa bodoh sudah bisa di hasut oleh pria paling menyebalkan di desa itu.


akhirnya pak RT pun memilih ulang dan menegurnya, dan meminta dia mengantikan semua biaya perbaikan mobil Levi yang cukup parah kerusakannya.


__ADS_2