My Lovely Daddy

My Lovely Daddy
dua saudara ini


__ADS_3

tuan Wisnu pun meminta supir lain membawa mobil baru ke sebuah restoran.


sebab Resti harus berganti baju karena dia tak ingin di temani oleh wanita kucel seperti penampilan dia sekarang.


"maaf tuan, yang jadi simpanan anda itu Resta, kenapa aku juga harus ganti baju demi menyenangkan Anda," kata Resti tak suka.


"karena aku tak mau berjalan dengan wanita buruk seperti penampilan mu sekarang," kata tuan Wisnu.


"aku tidak berniat jadi pelacur untuk mu, Resta mana handphone mu menarikan, aku akan mentransfer uang milik ku, dan ingat untuk setiap bulan mentransfer jika tidak, kau selesai dengan ku," kata Resti yang merebut ponsel adiknya itu.


Resti memang lebih punya harga diri tinggi di banding Resta, dan dia meski bekerja sebagai model majalah dewasa.


dia terkenal sadis pada orang yang ingin melecehkannya, itulah kenapa gadis itu tetap bisa bertahan dengan kondisinya.


Resta pun tak mengira jika kakaknya itu hanya butuh uang dan tak peduli dengan dirinya.


"kalian kembar? kenapa dua begitu urakan aslinya?" tanya tuan Wisnu.


"karena dia selalu lebih tahan banting di banding diriku yang memang dari kecil sakit-sakitan, itulah kenapa, dia selalu jadi begitu mandiri dan aku yang seperti ini," kata Resta.


tuan Wisnu pun mengangguk, resto pun pergi dan menuju ke rumah kontrakannya itu, dia pun memilih mencari rumah sederhana di pinggiran kota.


setidaknya dia tak akan pusing di kejar oleh ibu kos, terlebih dia tadi mengambil tujuh ratus juta milik Resta.


itu adalah uang kompensasi untuk kejatuhannya, "maaf ya adik kecilku, kamu bisa hidup sebagai benalu di pria kaya tua itu, tapi aku tak bisa jadi seperti mu, jadi aku mengambil uang mu saja lebih enak, he-he-he," gumamnya.


dia pun menemukan rumah sederhana yang cocok dengan kemampuannya, "saya ingin melihat surat-suratnya, dan kita perlu saksi pak RT untuk jual beli ini," kata Resti.


"baiklah nona, sesuai keinginan mu," jawab wanita itu.


rumah itu dekat dengan pemakaman di perumahan yang masih sangat jarang penduduknya, tapi itu tak masalah bagi Resti toh dia hanya perlu rumah untuk bermalam.


bahkan dia juga bisa membeli motor dari uang Resta, ya kini dia hidup sedikit nyaman, dan dengan senang hati akan menampung adiknya itu saat sudah di buang.


Zoey sudah selesai kelas, tapi dia harus mengikuti beberapa kelas tambahan bersama Daffa dan beberapa murid lain.


Saga yang belum mendapatkan pesan dari Zoey, memutuskan untuk menghubungi Fardhan.

__ADS_1


"halo bro, kenapa ini Zoey belum menghubungiku untuk minta jemput?"tanya saga dari sebrang telpon.


"ah iya, sepertinya dia lupa tidak bilang padamu, jika dia harus mengejar ketertinggalan pelajaran dengan mengikuti kelas tambahan," kata Fardhan menjawab pertanyaan Saga.


"oh begitu, kira-kira pulang jam berapa?" tanya Saga khawatir.


"jam lima biasanya, aku juga mengawasinya kok, tenang saja jika perlu aku akan mengantar dia sampai rumah," kata Fardhan yang tak ingin terjadi sesuatu lagi pada gadis itu seperti yang terakhir kalinya.


"tak perlu, aku akan menjemputnya, dan tolong buat dia menungguku sebentar karena aku juga sudah selesai bekerja," kata Saga.


"baiklah aku akan menemaninya di sekolah," jawab Fardhan sebelum mematikan ponselnya.


Saga pun langsung keluar dari perusahaan, Veve sempat memberikan beberapa pekerjaan pada bosnya itu.


dia pun mengarahkan mobilnya menuju ke sekolah istrinya itu, dan tak lupa dia membelikan ayam goreng tepung kesukaan dari Zoey.


mobil mewah itu pun sampai di sekolah, ternyata belum selesai kelas.


ya karena masih jam lima sore kurang lima menit, "hei tuan besar kamu terlalu khawatir, mereka masih di dalam kelas,"


"biarkan saja, mau ayam gak, lumayan beli banyak nih, aku lagi pingin soalnya?" tanya Saga.


mereka pun duduk bersama, sedang di tempat kelas tambahan, semua siswa sudah pusing karena dua pelajaran yang di ajarkan sangat memusingkan.


karena itu adalah pelajaran bahasa Indonesia dan juga matematika, Daffa pun serasa mau mati.


sedang Zoey terlihat berwarna kaki menguap karena mengantuk, karena pelajaran bahasa Indonesia.


bagi semua murid bahasa Indonesia lebih sulit di banding bahas Inggris yang memang lebih sering di gunakan di sekolah itu.


"pak boleh pulang gak sih, aku lelah mendengar anda mendongeng dari tadi," kata Daffa mengangkat tangannya.


"baiklah silahkan boleh pulang, karena sudah jam pulang juga, besok tolong kumpulkan semua tugas yang saya berikan, mengerti bukan," kata guru bahasa itu


"baik pak," jawab seluruhnya.


Zoey melihat ponselnya yang penuh dengan pesan dan juga miscall dari Saga.

__ADS_1


"ah... aku lupa tak memberikan kabar pada Daddy," gumam Zoey.


"hei kenapa masih di sini, ayo pulang atau mau aku antar?" tawar Daffa.


"tak perlu, sepertinya sudah di jemput," kata Zoey yang berjalan keluar kelas.


dan gebar saja, dia melihat Saga dan Fardhan sedang makan berdua, "apa dia pengawal mu? tapi sosoknya nampak tak asing?"


"kamu gila ya, itu adalah Daddy ku teman dan sahabat pak Fardhan, sudahlah aku kesana dulu, bye Daffa," kata Zoey.


dia pun langsung memeluk Saga erat, "wah bawa ayam, aku juga mau..."


"cuci tangan dulu, oh ya Fardhan kamu tau tentang ayah mu, tadi aku tak sengaja melihatnya di restoran dengan dua gadis muda, sepertinya itu adalah Resta dan saudaranya," kata Saga.


"aku benar-benar tak peduli pada pria itu, dia terlalu terang-terangan menunjukkan jika dia suka daun muda, padahal aku merasa sebagai anak malu dengan tingkah pria itu," kata Fardhan.


Zoey duduk di samping Saga sambil fokus makan ayam, "ya sabar saja, tinggal doakan, semoga pria itu cepat sadar karena umurnya mungkin tak lama lagi,"


"kamu menyumpahi ayah ku mati, bagaimana pun dia, dia tetap ayah ku meski menjengkelkan," kesal Fardhan.


"sudahlah, aku pamit, kamu pergi duluan,"


Saga membukakan pintu untuk Zoey dan gadis itu masuk kemudian mereka berdua meninggalkan sekolah.


sedang Fardhan menghela nafas panjang, dia tau jika bukan keharusannya menjaga zoey.


tapi dia tak ingin Saga merasakan apa yang dia rasakan, kehilangan kekasih yang sangat dia cintai.


Saga dan Zoey pun menuju ke apartemen lama milik mereka, zoey sebenarnya bingung kenapa mereka tak pulang saja.


"Daddy...."


"sudah sayang, selama mereka tak pulang dan terus di sini mengganggu ku,aku tak akan mau pulang," kata Saga dendam dingin


"baiklah-baiklah aku mengerti, tapi di apartemen ini tak ada baju, maupun bahan makanan..."


"tenang, tadi aku sudah menyuruh asisten Veve untuk mengisi dengan keperluan kita, jadi beberapa hari ini akan aman, dan besok kita bisa belanja berdua sayang, seperti pasangan yang lain," kata Saga.

__ADS_1


Zoey pun akan ikut saja, toh anggap saja itu sebagai kencan mereka yang lain dari orang pada lain.


__ADS_2