My Lovely Daddy

My Lovely Daddy
aku kuat kok


__ADS_3

Elna juga di berikan undangan pernikahan dari Cherry dan Evan yang di lakukan secara tertutup di sebuah gereja yang cukup jauh dari kota.


"apa kamu ingin ikut?" tanya mama Naura yang melihat kondisi Elna.


"ah maaf mama, sepertinya aku akan memilih untuk pulang dengan pesawat malam ini atau besok pagi," kata Elna yang tak dalam kondisi baik.


"baiklah terserah dirimu, tapi setidaknya mintalah maaf pada Saga dan Zoey, karena semua kelakuan mu," kata papa Samuel.


"kalau begitu tolong antar aku kesana papa, aku tau jika Saga melihatku sendiri, pasti dia tak mengizinkan aku datang," kata Elna.


"baiklah aku akan mengantar mu, ayo Mama," ajak tuan Samuel.


"baiklah pa," jawab mama Naura.


mereka pun berangkat ke apartemen milik Saga, sesampainya di sana, mereka pun langsung naik ke apartemen itu.


Zoey mendengar bel pintu rumah pun langsung membuka pintu untuk tamu, dia pun menyapa mama Naura dan juga papa Samuel.


tapi dia sempat kaget saat melihat elna, tapi dia pun tetap tersenyum dan mempersilahkan mereka semua masuk.


"mari silahkan masuk ma.. pa.. Daddy sedang bekerja, biar saya panggilkan," kata Zoey dengan ramah.


"iya sayang, aduh kamu makin cantik saja, kenapa harus di sini, padahal mama kemarin membuatkan kue untuk mu, jadi hari ini mama bawa," kata mama Naura.


"terima kasih mama, tunggu biar saya panggilkan Daddy dulu," kata Zoey.


ketiganya pun duduk di ruang tengah karena di apartemen itu meski luas tapi di bagi karena Saga punya ruang gym sendiri.


zoey pun naik ke lantai atas, dia pun langsung duduk di pangkuan suaminya itu.


"siapa yang datang honey, tadi kamu terdengar sangat senang?" tanya Saga mengecup bibir istrinya itu.


"ah itu ada papa dan mama, ayo turun," ajak Zoey dengan suara manja.


"terus jika aku tak mau?" tantang Saga.


"ah kalau begitu nanti malam Daddy tak boleh meminta jatah pada ku dan malam ini Daddy harus tidur di luar," kata Zoey.


"apa? baiklah aku turun tapi nanti aku minta dua kali jatah ya,"kata Saga dengan wajah yang senang.

__ADS_1


"baiklah-baiklah aku mengerti tapi ingat jangan terlalu semangat, jika tidak kasihan baby-nya oke," kata Zoey menaruh tangan Saga di perutnya.


Saga pun mengangguk dan kini mereka pun turun untuk menemui para tamu.


tapi Saga menghentikan langkahnya karena melihat siapa yang datang, "kamu membohongiku, aku tak mau menemuinya," kata Saga marah.


"Daddy ... aku mohon oke, aku ingin sekali melihat semua orang bahagia termasuk membuat hubungan mu dan Tante Elna membaik," kata Zoey.


Saga pun hanya bisa mengikuti permintaan dari istrinya itu, terlebih mereka sudah terlalu lama bertengkar.


zoey meminta Saga duduk di depan ketiganya, "kamu juga duduklah," kata Saga menahan tangan Zoey.


"tunggu dulu Daddy,biarkan aku membuat minum, tak sopan ada keluarga datang tak di suguhkan apapun," kata Zoey.


"mereka bisa mengambil minuman sendiri," kata Saga melirik papa Samuel.


"apa, Daddy berhenti seperti anak kecil,aku cuma ke dapur sebentar oke," kata Zoey yang hampir kesal melihat Saga.


Saga pun terpaksa melepaskan istrinya itu, zoey mengambil jus untuk Semuanya.


mama Naura membantu menantunya itu, sedang saga menatap Naura dingin, "mau apa kamu kesini?"


"sudahlah aku memang marah, tapi aku tetap tak tega jika harus melihat saudara dan keponakan ku harus hidup kesusahan," kata Saga dengan cuek.


Elna pun yang mendengar perkataan dari adiknya itu, langsung datang dan memeluk Saga dengan erat.


"terima kasih Saga... terima kasih," kata Elna senang.


Zoey pun tersenyum melihat suami dan kakak iparnya akhirnya susah berbaikan.


"ayo kita minum jus dan makan kue untuk merayakan ini," kata Zoey.


Elna juga memeluk zoey, "terima kasih adik ipar, dan semoga kalian langgeng ya, maafkan aku yang egois kemarin lalu," kata Elna.


"tentu kakak ipar, aku juga sangat senang bisa mendengar ini dan kita bisa bersama seperti ini," kata zoey.


mereka pun duduk dan makan bersama, keluarga Saga kemudian pulang karena semuanya sudah selesai.


tapi tidak untuk Zoey yang sekarang malah harus menepati janjinya, dua ronde untuk Saga yang sudah tak marah lagi.

__ADS_1


zoey pun sampai terkapar tak berdaya karena suaminya yang begitu kuat dalam hal seperti di atas ranjang ini.


"tidurlah sayang,besok kita harus menghadiri acara pemberkatan, love you..." bisik Saga mengecup kening istrinya itu.


pagi ini saga sudah membuat sarapan untuk dirinya dan Zoey, "sayang ayo sarapan dulu sebelum berangkat,"


Zoey dan Saga sudah mengenakan baju yang kemarin sudah mereka siapkan.


Zoey terlihat begitu cantik, "aduh ini kita beneran harus ikut nih, Daddy masih mengantuk..."


"ayolah sayang, bagaimana pun, ini adalah pesta saudaraku dan juga teman mu," kata Saga.


"tapi kenapa harus jam tujuh pagi gini, terlebih semalam kamu begitu-" kata zoey terbungkam oleh tangan Saga.


"berhenti honey, atau kita mengulanginya lagi tanpa jadi berangkat ke pesta, kamu memilih yang mana?" tanya Saga gemas pada istrinya itu.


"apa??! tidak mau!! ayo berangkat saja, pasti semua orang sudah menunggu kita," kata Zoey yang ketakutan.


Saga tertawa melihat itu, Keduanya pun berangkat, Zoey nampak cantik dengan rambut panjang tergerai tapi ada sedikit rambut yang di ikat dan di beri jepit bunga.


terlebih gadis itu makin terlihat sempurna dengan dress putih dengan paduan brokat.


ya karena dia akan menjadi pendamping pengantin perempuan, bukan apa karena hanya Zoey sahabat dari Cherry.


mobil mereka menuju ke rumah untuk menjemput papa Samuel dan mama Naura.


mereka pun langsung masuk dan kini mobil Saga menuju ke gereja di luar kota.


tak hanya itu, mereka juga sempat membeli bunga untuk pengantin perempuan.


di ruang rias, Cherry terlihat begitu gugup, terlebih ini adalah pernikahan mendadak yang di inginkan oleh kedua keluarga.


tapi Cherry merasa senang karena dia dan Evan akan bisa pergi kemana pun berdua tanpa takut di cemooh orang.


dia juga akan jadi wanita paling bahagia karena memiliki suami yang selalu menerima dirinya.


"ya Tuhan mbak,kamu itu cantik dan muda, kenapa mau menikah dengan pria yang dia pilih satu tahun lebih tua sih, kayak gak ada pria lain saja," kata make up artist yang membantu Cherry bersiap.


"memang kenapa jika lebih tua, dia saling mencintai dan nyaman saat bersama, itu cukup bukan, memang apa lagi yang di inginkan," kata Zoey yang baru datang ke ruangan itu.

__ADS_1


__ADS_2