
Zoey sedang duduk di kap mobil yang tak jauh dari rumah mewah itu di temani Evan.
mereka sedang ngemil, sambil melihat puluhan orang itu fi ringkus oleh polisi, bahkan Andreas seperti orang gila yang tertawa sendiri.
sedang untuk Hila juga di bawa oleh interpol karena dia juga terlibat jaringan pengedar narkoba secara internasional.
sedang Fardhan di temani oleh Sean memastikan jika Elsa tak kenapa-kenapa.
"hei ini coklat milikku, jangan asal comot ih..." marah Zoey memukul tangan dari pria itu.
"ya bukan begitu, habis aku kira tak mau, tapi lihatlah Saga tak kalah dengan interpol itu bukan, meski dia lahir di Indonesia, tapi wajahnya memiliki turunan bule bukan," kata Evan.
"bukankah kak Evan juga, dan hampir semua teman kalian juga bule?" tanya Zoey tertawa.
"ya mau gimana lagi, kamu ini memiliki darah keturunan Eropa, tapi kamu terus makan coklat gak takut gemuk?" tanya Evan.
"kamu mau masuk rumah sakit tanya begitu?" tanya zoey kesal.
"gak kok, cuma bercanda, sudahlah jangan di bahas lagi, eh dia datang," kata Evan yang melihat Saga datang ke arah mereka.
Zoey pun tersenyum dan memeluk tubuh suaminya itu, "hei pria tercintaku, lain kali jangan bodoh ya, cukup kali ini saja," kata Zoey mengecup bibir Saga.
"baiklah sayang," jawab pria itu tersenyum dan menurunkan istrinya.
mereka pun berpencar, terlebih mereka ingin ke rumah sakit untuk mengetahui kondisi dari Elsa.
karena dokter Aiden masih di luar negri dan belum pulang, jadi mereka harus mencari dokter lain.
mereka berempat pun sampai di rumah sakit, terlihat Cherry membantu menenangkan Fardhan.
"bagaimana kondisinya? apa dia baik-baik saja?" tanya Zoey.
"dia sedang menjalani operasi, karena ada robekan di bagian intimnya, tapi beruntung tak terjadi apapun padanya," kata Cherry yang berdiri di depan zoey.
"semoga Tuhan melindunginya," kata Saga
"Saga aku minta padaku untuk membuat keduanya mati, aku ingin mereka berdua seperti Wilma, aku tak mau tau," kata Fardhan yang terlihat penuh amarah.
__ADS_1
"pasti karena kamu tak tau siapa yang sudah aku suruh untuk menyusup di sana," kata Saga dengan dingin.
akhirnya dokter keluar dan mengatakan kondisi dari Elsa baik-baik saja.
semua pun bernafas lega, Saga berpelukan dengan Zoey ya semua musuhnya sudah berakhir kini.
keduanya pun pamit pulang karena yang menunggui Elsa adalah Fardhan dan ibunya.
Zoey masih merasa ada yang aneh kenapa mereka terus menghadapi masalah terus menerus seperti ini.
"kamu sedang memikirkan sesuatu sayang?"
"kenapa kita terus menghadapi masalah seperti ini ya Daddy, satu persatu Kuta di terpa masalah, mulai dari pria yang memusuhiku dan sekarang musuh kak Fardhan," kata Zoey.
"ya mau bagaimana lagi, tapi bisakah kita pergi liburan bersama?" tanya Saga melihat istrinya.
"sebenarnya aku mau,tapi dia Minggu lagi ada masa orientasi mahasiswa baru,dan semua di wajibkan ikut," kata Zoey.
"kalau begitu kita tak perlu pergi jauh-jauh, kita ke Lombok atau Australia jika kamu mau, karena aku butuh waktu berdua dengan mu," kata Saga yang sudah mulai sedikit bosan dengan kesibukannya yang terlalu menyita waktu.
"sebenarnya aku ingin ke Lombok atau Bali saja, jadi jika ada masalah kita bisa segera pulang," kata Zoey.
Fardhan duduk sambil menggenggam tangan dari Elsa, "maafkan aku, seharusnya aku menjaga mu bukan malah seperti ini,"
di tempat lain, dokter Aiden baru mendarat di bandara Tokyo Jepang, dia pergi dari rumah setelah bertengkar dengan Aliya.
terlebih istrinya itu telah bersikap kekanak-kanakan dan lancang, jadi dia tak ingin melihat istrinya itu untuk sementara waktu.
"aku harap saat pulang nanti dia menyadari kesalahannya, karena aku lelah melihat sikapnya yang terus seperti anak kecil itu," kata dokter Aiden.
dia pun sudah di jemput sebuah mobil mewah dan langsung menuju ke rumah keluarga Agassi.
dia akan ada seminggu di sana dan merawat putri dari pria yang terkenal sebagai pengusaha sukses itu.
sesampainya di apartemen, zoey dan Saga memilih untuk duduk santai bersama, tapi karena kelelahan Zoey tertidur terlebih dahulu.
Saga pun mengecup kening istrinya itu, dia pun menghentikan dirinya yang punya kebiasaan buruk merokok dan minum.
__ADS_1
dia ingin hidup sehat karena tak ingin mati muda saat istrinya itu masih cantik dan segar.
"apa aku egois saat tak ingin istriku di lihat orang, terlebih dia masih muda dan aku takut banyak pria yang akan mendekatinya," human Saga.
"tidak Saga, berhenti memiliki pemikiran seperti itu, aku yakin jika zoey tak akan seperti itu," kata Saga meyakinkan dirinya.
πππππ
pagi ini Zoey bangun sedikit kesiangan, dan tak mendapat suaminya itu di sampingnya.
"Daddy..." panggil Zoey yang keluar dari kamar pribadinya dan mengikat rambutnya asal.
dia pun keluar kamar tapi dia kaget melihat ada beberapa orang yang ada di apartemen.
"ah maaf..."
Saga hanya menggeleng pelan melihat istrinya itu, "siapa itu, apa wanita panggilan mu?" tanya Firman.
Saga langsung menatap pria itu, "apa maksudmu, dia istriku," katanya dengan marah.
"ayolah bos, mana ada gadis yang benar-benar menyukai kita terlebih gadis muda sekarang, aku sebagai rekan bisnis mu mengingatkan jika wanita seperti ini itu hanya menyukai uang, tapi jika dia sudah selesai dengan mu kamu bisa memberikannya padaku, aku yakin kamu pasti akan lekas bosan," kata Firman.
sebuah vas melayang ke kepala pria itu, "jika kamu sadar cuma seorang rekan bisnis, seharusnya kamu menjaga bicaramu, dia itu istriku, hanya karena kami belum mengadakan pesta pernikahan kamu bisa sembarangan bicara tentangnya, Levi cabut semua Investasi kita, aku tak mau melihat perusahaan pria ini ada, karena mulutnya yang kotor berani menyebut dan mengomentari istriku," kata Saga.
"tunggu dulu tuan, aku hanya bercanda," kata pria itu memohon.
tapi bagi Saga semuanya bukan gurauan, "bawa dia pergi, aku tak ingin melihat wajahnya,"
Saga tak mengira jika keputusan asisten Veve mengajak pria itu datang malah membuatnya geram.
"ini pertama dan terakhir kalinya Veve, karena aku tak ingin melihat atau mendengar seseorang berani berkomentar negatif tentang istriku,"
"maafkan saya tuan, seharusnya saya tak mengajaknya ke tempat ini, karena dia memaksa untuk menemui anda dengan mengatakan hal penting," kata Veve.
"kalau begitu pergilah, aku sedang tidak ingin melihat siapapun, pergi!" bentak Saga yang terlanjur emosi.
Zoey keluar dari kamarnya sudah berganti pakaian dan rapi, "Daddy kenapa marah?"
__ADS_1
"aku kesal pada setiap orang yang menghina mu yang bilang jika hanya demi uang mau dengan ku, aku bukan orang buta yang tak bisa membedakannya," geram Saga.
Zoey hanya tertawa saja. ya bagaimana tidak jika seorang gadis muda mau menikah dengan pria yang lebih dewasa jauh darinya.