My Lovely Daddy

My Lovely Daddy
balasan...


__ADS_3

akhirnya dokter pun mengambil tindakan kuret, dokter Aiden yang mengetahui segalanya pun merasa bersalah karena dirinya tak ada di sana.


Zoey pun masih dalam keadaan kritis, dia masih belum bisa mau membuka matanya sampai saat ini.


mama Naura menunggu menantunya sampai dia sadar, sedang Saga dan papa Samuel memutuskan untuk pulang dan mengubur janin itu.


Saga terus menangis di depan janin miliknya dan Zoey, dia tak tau apa yang nanti harus dia katakan pada istrinya itu.


"sudah Saga," kata papa Samuel.


"tapi pa... janin kami pa, kenapa ada orang yang sejahat ini pa, mereka membunuh janin yang bahkan tak berdosa pa," tangis Saga yang terus merayap di depan pohon yang menjadi makan putranya saat ini.


"kamu sedih juga tak bisa mengembalikan segalanya, lebih baik sekarang kamu bangkit dan cari siapa yang melakukannya," kata papa Samuel.


"ya apa benar, aku harus membalasnya," jawab Saga yang menghapus air matanya.


dia pun bersiap pergi, begitupun Evan, dia meminta mertuanya menjaga istrinya.


Levi sudah menemukan para pelayan yang menyentuh makanan yang di suguhkan pada kedua gadis itu.


beruntung meski do pinggiran kota, disana juga ada CCTV, jadi semua pun sudah jelas terlihat dengan nyata.


Saga dan Evan sampai bersamaan, Evan terlihat begitu marah, pasalnya ini sudah merusak pesta bahagia miliknya dan istri.


"katakan mana pelakunya, biar aku bereskan?" tanya Evan dengan marah.


"tenang tuan, pria itu sudah mengakui semuanya,setelah aku hajar, dan dia mengaku hanya di bayar," jawab Levi yang tak ingin kedua orang itu berlumuran darah.


"ah sialan, siapa yang menyuruhmu," kata Saga yang amat sangat marah melihat pria itu.


"aku juga tak tau tuan, dia mengenakan jaket dan kupluk, tapi dia seorang wanita," jawab pria itu.


"kalau di tanya jawab goblok,jangan cuma muter-muter gak jelas," kara Evan menendang pria itu dengan keras.


bahkan kondisi dari pria itu sudah sangat menghawatirkan, melihat itu beberapa pelayan ketakutan.


mereka hanya pernah mendengar rumor jika keluarga kelima laki-laki itu benar-benar psikopat.


pria yang menaruh racun itu sudah babak belur di tangan ketiganya. "Saga harus mencari wanita itu, dan dia tau siapa yang bisa,"


mereka pun berangkat pergi, Fardhan juga sedang mengejar wanita itu terlebih dahulu.

__ADS_1


Saga berhasil meretas ponsel dari Fardhan dan kini mereka pun saling mengejar.


di desa yang cukup asri, Resta pun terlihat bahagia, sedang tuan Wisnu tak tau jika dia akan menaruh hati seperti ini pada gadis muda itu.


"selamat datang di rumah kita, sekarang kita akan tinggal disini," kata tuan Wisnu.


"kenapa tuan, bukankah perusahaan tuan di kota," tanya Resta yang sebenarnya tak ingin tinggal di desa seperti ini.


"kamu menurut saja, asisten Wang, buat dia mengerti," kata tuan Wisnu.


tanpa di duga sebuah helikopter melintas cukup rendah, dan tuan Wisnu kaget saat melihat lambang helikopter itu.


"mau apa bocah itu kemari?" gumam tuan Wisnu.


Resta tertawa terbahak-bahak, "aku telah meracuni dua gadis mereka, paling sekarang dua datang untuk membunuh kita," kata Resta


"apa??" kaget tuan Wisnu dan asisten Wang


benar saja setelah mendapatkan tempat luas untuk mendarat, Saga dan Evan turun di temani semua anak buahnya.


Saga dan Evan terlihat begitu marah, Resta masih di pegang oleh asisten Wang.


"ada apa Saga?" tanya tuan Wisnu.


"serahkan gadis itu, dan aku tak akan merepotkan mu om," kata Saga dengan dingin.


mobil Fardhan baru sampai, "tolong jangan melukai ayah ku Saga,"


"memang Japan kami bilang ingin melukai ayah mu Fardhan, aku hanya ingin wanita itu, serahkan dia," kata Saga dingin.


"bagaimana melihat keluarga dan orang yang kau cintai mati dan terluka, apa menyenangkan tuan Saga?" kata Resta mengejek pria itu.


Saga menembak kearah Resta dan hanya mengenai lengan gadis itu, "sudah ku katakan siapapun yang berani mengusik istriku dan keluarga ku, hukumannya cuma satu mati..." kata Saga dingin.


"papa susah berikan saja, dia itu sudah terlalu banyak membuat masalah, kamu bisa mencari wanita lain untuk di nikmati," marah Fardhan.


"aku tak mau itu, aku hanya menyukainya," kata tuan Wisnu.


tapi tak terduga sebuah peluru kini sudah menembus kepala dari Resta, "ah maaf tangan ku kebas, dan peluru keluar sendiri," kata Saga.


Evan pun tersenyum melihat wanita itu sudah tak bernyawa, tuan Wisnu marah tapi Fardhan membuatnya pingsan.

__ADS_1


"butuh bantuan?" tanya Saga dingin.


"tidak perlu, aku tau apa yang harus di lakukan sekarang,tapi aku butuh helikopter milik mu," kata pria itu.


"silahkan pakai, aku akan menunggu di sini," kata Saga dengan santai.


Fardhan pergi bersama Levi, dan sebelum naik ke helikopter, Fardhan sudah menghubungi salah satu wanita.


tuan Wisnu sudah satu jam pingsan, Evan berada di dalam, dan para anak buah Saga menguburkan mayat Resta begitu saja.


toh dia bukan malaikat yang akan memperlakukan wanita itu dengan baik.


saat sedang asik merokok di luar, dia mendengar suara teriakan, ternyata tuan Wisnu keluar sambil membawa senjata laras panjang.


"wow... pria tua ini sepertinya ingin menantang ku," gumam Saga dengan santai.


benar saja, senjata itu di arahkan ke tubuh Saga, dan dia akan menarik pelatuknya tapi terhenti karena angin yang terjadi karena helikopter yang hendak turun.


Fardhan pun turun dengan membawa seorang gadis di pundaknya.


sedang Levi memberikan kode jempol dan itu berarti semua beres, "kamu mau apa pa? jika kamu melukai Saga, aku akan membuat gadis itu lenyap sepenuhnya," ancam Fardhan yang menaruh sosok wanita itu di tanah.


melihat Resta yang tak sadarkan diri, tuan Wisnu pun mencium dan memeluk wanita itu.


"ya meski dia sekarang dia seperti orang idiot, setidaknya dia tak akan melupakan mu dan meninggalkan mu di sini, jadi hentikan tingkah gila mu, sekarang kami pulang," kata Fardhan.


Saga pun akan bertanya nanti, mereka pun pergi meninggalkan tuan Wisnu dengan wanita yang belum sadar itu.


asisten Wang di berikan sebuah obat dan meminta pria itu memastikan jika gadis itu harus meminumnya.


jika tidak berarti asisten Wang yang akan dapat masalah besar dari Fardhan.


Fardhan ikut Saga mengunakan helikopter, sedang mobilnya di bawa anak buah Saga.


"kamu dapat dari mana wanita itu?" tanya Saga penasaran.


"hanya seorang wanita pinggir jalan, ya setidaknya ayah ku tak akan bertingkah, selama dia melihat wanita yang dia sukai," jawab Fardhan.


"aku heran padamu, kamu terlihat begitu dingin padanya tapi sebenarnya kamu sangat peduli bukan pada ayah mu," tanya evan memastikan.


"bagaimana pun dia, dia tetap ayah ku," jawab Fardhan.

__ADS_1


__ADS_2