My Lovely Daddy

My Lovely Daddy
bekerja di rumah.


__ADS_3

Saga sudah sibuk dengan berkas-berkasnya yang tadi di bawakan oleh Levi.


sedang Zoey memilih turun untuk membaca buku, dia menyukai buku tentang ekonomi dan terap belajar untuk mempersiapkan diri untuk ujian.


mama Naura memilih duduk bersama Zoey untuk memperhatikan dan mengajari gadis itu.


Evan datang dengan beberapa berkas di tangannya, "selamat pagi menjelang siang ma, apa aku boleh bertemu Saga?" sapa Evan yang mencium pipi mama Naura.


"pria busuk ini datang lagi, kenapa kamu mencium pipi mama mu hah," marah papa Samuel yang baru selesai berolahraga.


Evan hanya tersenyum, "maaf deh Papa, aku hanya menyapa mama saja,nyonya muda boleh aku bertemu suamimu?"


"tentu om, silahkan naik, Daddy ada di dalam ruang kerja di kanan tangga," jawab Zoey.


"uh... panggilan itu tak bisa di ganti, aku merasa tua di panggil om," kata Evan dengan muka menyebalkan.


"sudah masuk saja kamu kebanyakan bicara," kesal papa Samuel.


tak butuh waktu lama, dia pun langsung bergegas menuju ke ruang kerja Saga.


sesampainya di atas, Evan mengetuk pintu sebelum masuk. "aku sudah membawakan berkas yang kami inginkan,"


"terima kasih Evan, dan bagaimana tentang kasus keluarga Resta, pastikan mereka benar-benar hancur, karena berani bersinggungan dengan ku," kata Saga yang terdengar dingin.


"sudah beres, mereka yak bisa mengelak lagi, dan kedua putrinya juga sudah merasakan apa yang menjadi balasannya," kata Evan.


"bagus, kalau begitu tolong pertahankan, dan ingat untuk terus meningkatkan keamanan, terlebih aku belum bisa ke kantor,"


"ya kamu harus istirahat dulu, oh ya bukan depan itu ujian Nasional untuk SMA, apa kami sudah memikirkan cara untuk Zoey ikut ujian," tanya pria itu.


"tentu dia ikut seperti murid yang lainnya, terlebih zoey bilang sudah rindu suasana sekolah, dan untuk masalah kehamilannya, aku tak keberatan roh aku pemilik saham terbesar di sana," kata Saga.


"baiklah, kalau begitu aku akan memperingatkan Fardhan untuk menyiapkan semuanya, Karena nyonya besar akan sangat butuh perlindungan," kata Evan yang di angguki oleh Saga yang tetap sibuk.


"iya terima kasih, jika sudah selesai kamu busa, pergi, terlebih aku masih banyak pekerjaan,dan nanti minta Levi datang untuk mengambil semua berkas yang sudah aku tanda tangani,"


"kemarikan biar aku bawa sekalian," kata Evan menawarkan dirinya.


"tidak bisa Evan, karena beberapa berkas harus langsung di berikan pada rekan bisnis, dan lagi para rekan bisnis itu taunya adalah Levi, jadi dari pada kamu kenapa-kenapa atau bahkan lebih buruk sampai di usir," kata Saga yang tak ingin saudaranya itu di hina.

__ADS_1


" baiklah kalau begitu, aku akan menyampaikan pesan mu, kalau begitu aku pamit dulu," kata Evan.


Saga mengangguk melihat saudara dan juga orang kepercayaannya itu pergi.


Zoey pun naik ke atas dan melihat jika Saga sudah sendirian, "apa om Evan sudah pulang, aku membuatkan makanan ringan dan jus untuk kalian berdua,"


"sudah sayang, kemarilah lebih baik temani suamimu ini untuk bekerja ya, aku sangat ingin kamu duduk diam di sampingku," kata Saga yang tersenyum manja ke arah zoey.


"apa sih Daddy, berhentilah membuat ku malu, lebih baik makan cemilannya dan juga jus buahnya," kata Zoey yang masih malu-malu.


"kamu mau ke mana? Lebih baik temani aku disini ya sayang," mohon Saga pada istrinya itu.


"ah itu, aku sudah membuat janji dengan Cherry untuk belajar bersama, ya aku tak mau nilai ku turun karena kurang belajar, sudah ya Daddy, nanti kalau selesai tinggal turun ke bawah," kata gadis itu yang sudah berlari meninggalkan Saga.


dia pun hanya bisa tersenyum melihat tingkah dari Zoey yang begitu menggemaskan, "aku mungkin tak akan bisa hidup sendiri, jika kamu pergi, Tuhan... tolong jadikan kami sebagai pasangan yang saling hidup melengkapi sampai akhir hayat, karena bagiku Zoey adalah nafas hidupku," gumam Saga.


dia pun melanjutkan pekerjaannya, dan mencicipi rasa jus itu yang sangat enak.


zoey turun dan bergegas untuk memasak, karena dia ingin menyiapkan cemilan untuk Cherry.


sedangkan di sekolah, Resta terus menerus melamun dan menjauhi Cherry.


dia juga sangat marah karena kejadian itu, karena bukan hanya zoey yang hampir terluka, tapi Saga hampir saja mati.


sebab itulah Evan sempat marah hingga membuat dia pusing, karena bagi Evan, Saga adalah satu-satunya saudara dan temannya saat dulu dia tak sendirian.


itulah kenapa mungkin Evan bisa gila jika sesuatu terjadi pada pria itu.


"eh Cher, kami udah gak saja sih Resta, anak koruptor itu, aku dengar sekarang dia sangat miskin ya," tanya Laila, salah satu teman kelas mereka.


"wah gila sih lingkungan pertemanan mu, yang satu gila karena ketahuan merayu guru dan oran tuanya juga korupsi, yang Resta anak koruptor dan juga germo, dan Zoey gadis itu bahkan hamil di luar nikah, wah... jangan-jangan kamu juga gak semakin yang terlihat ya," kata Vina.


"tutup mulutmu, setidaknya aku bukan gadis yang keluar masuk hotel dengan om-om, kau kira aku tak tau jika sebenarnya kamu itu sana saja, jadi jangan sok alim kamu mengerti," marah Cherry.


"tak ada bukti sayang, jadi ucapan mu bisa di bilang fitnah tau," ejek Laila.


"kata siapa, kalian hanya tak tau hotel yang baru saja kalian kunjungi itu hotel siapa, sebentar lagi paling kalian akan di keluarkan dari sekolah," ejek Cherry.


"memang hotel itu milik keluarga Graham, mereka tak mungkin membocorkan identitas pelanggannya bukan," kata Vina menantang.

__ADS_1


"kamu yakin, sayangnya, itu hotel milik zoey, dan hotel itu memiliki satu peraturan tersembunyi, yaitu menolak semua tamu yang mengenakan seragam sekolah kita, dan kalian berdua sudah dalam daftar hitam, cih..." kata Cherry yang langsung pergi.


benar saja, keduanya dapat panggilan dari ruang kepala sekolah dan BK.


ternyata mereka di jelaskan keluarkan dari sekolah karena terbukti melakukan open BO.


dan yang lebih parah mereka masih mengenakan seragam sekolah, Cherry naik ke lantai atap gedung.


dia mengambil rokok di tempat tersembunyi miliknya, dia pun menikmati waktunya sendiri.


dia berdiri sambil melihat semua siswa di bawah, "kenapa sekolah terasa sepi, karena semuanya di rumah sedang gadis bodoh itu sekarang menjadi terkucilkan karena sikapnya sendiri," gumam Cherry.


"cantik boleh minta rokoknya?" tanya seorang pria yang terlihat sedikit urakan.


"ambil saja, toh itu juga mau habis, kamu anak baru?" tanya Cherry.


"bukan aku juga kelas tiga, aku hanya sering bolos saja, kamu Cherry kan yang biasanya bergabung dengan geng gadis-gadis paling cantik, tapi sekarang aku tak melihat mereka?" tanya pemuda itu.


"oh aku ingat kamu, kamu Daffa mantan ketua OSIS yang terkenal preman itu, ya geng itu bubar sekarang tinggal aku, sedang bagaimana cara mu bisa masuk kesini?" tanya Cherry.


"aku mengunakan kunci yang ku ambil dari satpam, habis pelajaran sangat membosankan, dan belum lagi semua try out itu," kata pemuda itu.


keduanya pun hanya merokok bersama, saat akan pergi mereka mendengar suara yang tak asing.


reflek Daffa menarik tubuh Cherry untuk bersembunyi, ternyata mereka melihat ada guru kesenian yang berjalan bersama dengan salah seorang murid.


ternyata itu adalah Resta, terlihat gadis itu seperti sedang memohon sesuatu, "aku mohon pak, bantu aku karena aku membutuhkan itu segera,"


"aku tidak bisa memberimu sebanyak itu, tapi aku mungkin bisa mengenalkan mu pada seseorang yang mau memberimu kesempatan meminjamkan uang itu," kata guru kesenian itu.


"benarkah, kalau bisa setelah pulang sekolah, karena aku sangat membutuhkannya pak," kata Resta.


"baiklah-baiklah aku mengerti,tapi ingat janjimu itu ya, dan jangan menyeret ku dalam masalah mu jika kamu ketahuan,"


"siap lak aku tak akan melakukannya," kata Resta senang.


mereka pun kemudian turun, Cherry tak mengira jika ada hubungan apa antara Resta dan guru itu.


kenapa gadis itu tak belajar dari kejadian Fasya, dan kini apa dia juga melakukannya.

__ADS_1


__ADS_2