
Elsa datang membawa kopi untuk Fardhan, "boleh aku bicara dan meminta sesuatu pada mu pak?"
"duduklah Elsa, sudah ku katakan panggil aku kakak, kamu bisa minta apapun padaku saat ini," kata Fardhan yang mengiyakan tanpa berpikiran apapun.
"bisakah aku menjadi milik mu malam ini, sebelum aku menjadi wanita yang gila besok, setidaknya aku tak akan menyesal setelah ini," mohon Elsa.
"kamu jangan gila Elsa, meski aku terkenal suka berpesta dengan keempat pria itu, tapi aku tak pernah menyentuh para wanita yang aku bawa, karena aku tak bisa melupakan kakak mu,"
Elsa pun hanya tersenyum sekilas, "kalau begitu anggap aku sebagai kak Wilma malam ini, aku tak keberatan, tapi tolong setuju ya kak..." mohonnya.
Fardhan pun langsung berdiri dan bergegas meninggalkan Elsa yang masih terduduk di depan kursi itu, "aku tak akan pernah menganggap mu sama lagi Elsa jika kamu memaksa ku melakukannya, hubungan kita mungkin akan renggang setelah ini,"
Elsa pun hanya bisa menangis, dia tau jika pilihan ini akan menghancurkannya, tapi ini demi semua yang telah Wilma alami karena ketidakadilan.
Hila sedang berpesta malam ini, dia merasa sangat bebas, telebih dia sudah tak terikat dengan pria tua yang hampir mati itu.
tapi sebuah pesan mengejutkan dirinya, "aih... siapa yang berani menganggu pesta nyonya besar ini," kata Hila yang langsung menjawab telpon itu.
"halo Hila.." sapa suara bariton yang begitu dia rindukan karena uang pria itu.
"wah tuan besar, ada apa menelpon ku, apa kamu merindukan ku atau kamu ingin mencari mangsa baru?" tanya Hila dengan tawanya.
"tentu, aku butuh wanita baru, tak perlu yang masih bersegel, asalkan dia masih muda dan bisa... ya Taulah bagaimana cara aku bermain," kata pria itu ambigu.
"baiklah aku mengerti tuan besar, aku akan mencarikan yang baru, tapi beri aku waktu dua hari," kata Hila.
"baiklah aku mengerti," jawab pria itu sebelum mematikan telponnya.
"yey... tuan besar sudah meminta, aku akan segera dapat uang besar, dan kali ini aku tak mau memberikan harga yang murah, karena sangat sulit mencari gadis sesuai seleranya," gumam Hila.
dia pun menghela nafas, dia harus kembali menerjuni pekerjaan lamanya setelah pria yang selama ini jadi tambang emasnya sudah tak berguna.
dia memang sering mencari pria lain untuk menjadi mangsanya, tapi selalu sulit karena jarang ada pria yang bisa hidup dengan gaya hidupnya yang begitu hedon.
Zoey sedang duduk sambil membaca buku saat Saga langsung mengecup pipinya, "apa Daddy? ih... kenapa cium-cium sih,"
__ADS_1
Saga pun terus mendekatkan dirinya pada istrinya, "memang tidak boleh ya, aku hanya ingin mencium istriku..."
"bukan tidak boleh Daddy, tapi tangan mu nakal, pasti Daddy tak tahan lagi ya, hayo..." ledek Zoey yang kini sudah di tindih oleh Saga.
"sudah tau, tak peduli dengan Aiden, aku tak tahan kalau harus menunggu beberapa bulan, apa kamu keberatan sayang?" tanyanya dengan suara serak dengan tatapan memohon.
"tentu saja tidak, aku juga tidak sabar sebenarnya, tapi aku takut saat ingin memintanya terlebih dahulu padamu," bisik Zoey.
me dengar itu, Saga langsung semangat empat lima dan menikmati malam panas bersama zoey.
bahkan dia mengeluarkan semuanya di dalam, dan berharap semoga akan menjadi anak yang di harapkan lagi.
Fatdhan sedang minum, saat dia merasakan sebuah tangan yang halus memeluknya dari belakang.
aroma parfum dari kekasihnya yang lama tak pernah dia cium aromanya.
"kamu benar-benar ingin melakukannya, kamu sudah bisa menerima konsekuensinya?" tanya Fardhan dingin.
"tolong kak..."
bahkan gadis itu di akui Fardhan lebih cantik dari Wilma, dengan mata besar dan berwarna coklat gelap.
Fardhan pun menyentuh wajah Elsa dan mengusap pipi gadis itu dengan lembut.
Elsa pun memejamkan matanya menikmati setiap belaian dari pria yang sudah mencuri hatinya tiga tahun ini.
Fardhan menyentuh bibir merah muda yang begitu tipis itu, dan langsung mengecupnya.
Elsa pun membalas semua perlakuan dari Fardhan, hingga dia pun terbawa suasana malam itu.
Elsa pun di bawa ke ranjang yang berada di tengah kamar, Fardhan pun memperlakukan wanita itu dengan sangat lembut.
malam panjang mereka baru saja di mulai, Elsa pun tak keberatan jika dia akan mati setelah melakukan balas dendam itu.
karena baginya bisa menjadi milik Fardhan adalah kebahagiaan yang sesungguhnya dia impikan.
__ADS_1
Fardhan pun memeluk tubuh gadis itu yang sudah tak berdaya di sampingnya.
Fardhan pun mengecup kening Elsa, baru kali ini dia bisa menyentuh hingga menikmati malam panas tanpa terganggu, bahkan tidak ada bayangan sari Wilma mantan kekasihnya.
dan bukan Wilma yang sedang dia peluk, tapi Elsa gadis yang sudah tiga tahun ini menjadi gadis yang sering mengantarkan makan siang ke kantornya.
"aku tak akan membiarkan mu terluka, itu janjiku," gumam Fardhan.
keesokan harinya, zoey sedang memasak, tak hanya membuat sarapan untuknya dan juga saga, dia juga sedang membuat kue untuk kedua temannya.
ya hari ini mereka akan mencari tempat kuliah bersama, dan Elsa menyempatkan diri untuk ikut karena malamnya dia harus mulai melakukan rencana besar itu
"sayang apa sarapannya siap, atau aku harus makan makanan pembuka ini dulu?" tanya Saga yang mulai nakal lagi.
"jangan mulai lagi Daddy, aku takut ada yang datang, karena apartemen milik kak Evan di bawah," kata Zoey yang terus bertahan.
ternyata benar, bel pintu berbunyi, Saga pun melepaskan pelukannya dari tubuh istrinya.
"siapa sih pagi-pagi menganggu, tak ada kerjaan sama sekali ya," marah Saga.
dia pun bergegas membuka pintu, tenyata benar itu adalah Evan, dia datang dengan senyum menjengkelkan miliknya.
"mau apa kemari?" tanya Saga dengan ketus.
"sabar bro, aku cuma mau ambil sarapan, soalnya tadi saudara iparku yang cantik itu menelpon istriku dan bilang jika aku di suruh ambil sarapan," kata Evan dengan wajah tengil.
"kau kira rumahku catering hah," kesal Saga yang membiarkan pria itu masuk.
tenyata Zoey sudah menyiapkan satu kotak cukup besar sarapan untuk Evan dan Cherry.
"kak Evan sudah datang, ini adalah sarapan untuk kalian ya, maaf aku hanya bisa membuat sandwich isi daging dan sandwich sayur, oh ya ada rolade dan juga nugget juga," kata Zoey yang memberikan kotak itu.
"wah... beruntungnya kami tinggal dekat begini, karena Cherry masih lemah setelah operasi, jadi nanti tolong jaga dia ya kakak ipar, bagaimana pun dia masih dalam masa pemulihan," kata Evan.
"iya kak Evan, tenang saja aku akan menjaganya," kata zoey.
__ADS_1