My Lovely Daddy

My Lovely Daddy
liburan stres semua


__ADS_3

rombongan dari keluarga Graham meninggalkan kota Surabaya pagi itu, di dalam bus Zoey membagikan makanan yang tadi dia bawa.


"kalian di larang makan makanan berminyak loh," kata dokter Aiden.


"untuk hari ini Aiden, tolong berhentilah membahas makanan kami, aku ingin bersenang-senang dengan keluarga kita," kata Saga.


"baiklah, tapi jangan menyesal," kata dokter Aiden yang langsung mengambil cemilan itu.


dokter Aiden sangat menikmati semua kue yang di bawa oleh Zoey, mulai dari semua jenis gorengan dan kue basah yang tadi subuh di beli mama Naura dan Cherry.


"ini kue apa sayang, kok ada kelapanya tapi enak banget loh," kata papa Samuel.


"itu namanya putu ayu dan kamu memang baru pertama kali makan, karena itu tadi kue Cherry," kata nama Naura tersenyum.


"apa!" kaget papa Samuel yang menoleh kearah Cherry.


"sayang kue ku di makan papa .." adu gadis itu ke arah suaminya.


"tidak apa-apa sayang, nanti aku belikan lagi ya sayang, cup cup cup..." kata Evan yang mengusapkan punggung istrinya.


"kamu mau mati," kesal Zoey yang merasakan sentuhan tangan suaminya yang kemana-mana.


"tenang papa, makan saja karena aku kenyang makan pastel buatan menantu kesayangan mu yang besarnya gak umum itu," kata Cherry.


"tunggu dulu, Fardhan dan Elsa mana, ke apa mereka berdua terus diam?" tanya zoey yang baru sadar


"tuh mereka sudah tepat di kursi belakang," kata Saga menunjuk ke kursi belakang yang ternyata kedua orang itu sudah pulas.


"ya Tuhan mereka malah tidur seperti itu, dasar mereka ini benar-benar," kata Zoey.


bus sudah keluar dari kota Surabaya dan sekarang sudah berada di Sidoarjo.


"sebenarnya kita mau ke Pacet Mojokerto atau ke mana sih?" tanya papa Samuel.


"kita akan pergi ke desa Oma ya di sana, kalian pasti tau,sudah jangan protes mulu," kata opa David.


ternyata mereka sampai di sebuah daerah yang tak pernah mereka lihat dan ketahui.


tapi jalanannya persis seperti malang, mereka terus naik turun setelah tiga jam di ajak naik turun dan berkelok bahkan jalanan cukup sempit.

__ADS_1


mereka pun sampai di sebuah tempat yang sangat indah dan juga estetik.


bagaimana tidak, vila itu seperti bangunan kerajaan Majapahit jaman dulu.


dengan banyak ukiran dan juga dinding bata yang di susun sedemikian rupa, air mancur di yang makin menambah suasana asri.


dan pendopo bale yang sangat luas dan juga rumah utama yang begitu megah.


"opa ini adalah vila yang pernah opa bilang dulu," kata Saga tak percaya


"tentu, karena kamu tau opa akan membuat apapun yang opa inginkan," kata opa David.


rumah itu sangat bagus, bahkan mereka seakan berada di kerajaan masa kuno.


bahkan meski begitu parkiran bus juga luas, "terus pembagian kamarnya gimana?"


"iya opa, kenapa di sini banyak rumah-rumah kecil di sini," kata dokter Aiden.


"karena Aiden dan Levi belum punya orang terkasih, kalian tidur di kamar Laksono genjer, Evan dan Cherry tidur di Widuri bale, Saga dan Zoey tidur di Suryono Ageng, dan kalian berdua Fardhan dan Elsa di bale Singosaren, dan kamu ikut papa tidur di rumah Ageng Utomo, kita berkumpul sepuluh menit lagi di pendopo bale," kata opa David membagi semuanya.


"baik opa," jawab semuanya.


sedang supir dan para penjaga vila menurunkan motor dan juga sepeda milik para tuan mereka.


bahkan ranjang pun di buat seperti dipan lama, "ah ... ku kira akan keras, beruntung masih empuk," gumam Saga.


"Daddy jangan tidur dulu, jika Daddy tidur nanti opa marah lagi kalau kita tak berkumpul bersama yang lain," kata zoey.


"kamu gebar honey, kita ke bale utama," ajak Saga.


benar saja saat keluar rumah, mereka hampir bersamaan, dan terlihat Cherry sedang melihat kolam ikan yang ada tepat di depan kamarnya.


bahkan suasana yang terlihat terik tak terasa karena hawa vila itu sangat sejuk.


"ayo kita makan siang dulu," ajak opa David.


"baik opa," jawab mereka semua.


para pelayan di vila itu mulai menyajikan menu makanan yang tersedia.

__ADS_1


saat datang membuat mereka semua tercengang, ada berbagai jenis ikan bakar, dan juga bakaran yang lain juga.


nasi merah yang tersaji dengan tumis bunga pepaya, tumis daun pepaya dan sayur lainnya.


bahkan yang membuat mereka kaget adalah jagung muda yang di suguhkan sebagai lalapan.


"maaf nih ya opa sebelumnya, bukan Saga lancang nih ya, ini kenapa lalapannya serasa aku sapi, ya tuhan ada jagung muda, daun mangga, daun kemangi dan apa ini? kok bentuknya buket ijo begini," kata Saga heran.


"itu namanya terong buket, cara makannya cocok sambel terus gigit," kata Zoey mencontohkan.


"aduh kamu itu kebanyakan protes Saga, sudah cepat makan istrimu saja tak komplain," kata opa David.


"tau nih tinggal makan saja banyak banget omongannya," kata Evan yang sudah di suapi jagung muda.


jadilah mereka semua hati ini makan sayur mentah, di banding yang lain dokter Aiden dan Levi sangat lahap.


"setelah makan, kita ke kandang bebek di sekitar sini, kalian harus menangkap satu bebek untuk makan malam, jika ada yang tak dapat malam ini kalian hanya boleh makan nasi dan sambal," kata opa David.


"tambahan, dan di pastikan jika kalian makan nasi ini pasti akan merasa sedih jika tanpa lauk," tambah Oma Mei.


"siap Oma," jawab semuanya.


"aku juga pa?" tanya papa Samuel yang sebenarnya tak mau repot.


"ya gak papa kalau kamu mau makan sama sambel doang," kata opa David meledek Putranya itu.


setelah kenyang Mereka istirahat sebentar, dan setelah bisa untuk mencari bebek.


mereka pun menuju kandang bebek yang ternyata cukup jauh dan mereka semua harus lewat pematang sawah yang cukup jeblok.


beruntung Zoey, Elsa dan Cherry tak memakai sendal hingga bisa berjalan cukup cepat mengikuti orang kepercayaan opa David.


"ya tiga gadis itu malah duluan, hei... tunggu!!" panggil Saga yang kesulitan.


"hei tuan, jika anak kota jangan coba main ke desa, lihat kami yang gadis serba bisa," jawab Zoey.


"awas kamu sayang, aku akan menghukum mu saat tertangkap," kata Saga yang berlari.


tapi sayang kakinya malah jeblos dan masuk lumpur, melihat itu semua orang pun tertawa.

__ADS_1


sedang saga malah merasa malu karena makin jadi bulan-bulanan ledekan yang lain.


tak mau kotor sendirian, Saga melemparkan lumpur kearah teman-temannya yang lain dan akhirnya mereka pun malah perang lumpur.


__ADS_2