My Lovely Daddy

My Lovely Daddy
gadis itu.


__ADS_3

mobil Fardhan pun sampai di rumah sakit milik dokter Aiden, dan itu adalah salah satu rumah sakit swasta terbaik di kota itu.


"pasien miskin tak boleh masuk," kata seorang perawat yang melihat petugas ambulans.


"siapa yang berani melarangnya masuk, saat pemilik rumah sakit ini yang meminta dua di rawat di sini,besok lebih baik kamu tak perlu datang lagi," perintah Fardhan.


suster itu diam, dia tak mengira jika Fardhan yang menjadi sahabat akrab dari dokter Aiden dan tuan Sagara yang memang petinggi di rumah sakit itu.


pasien pun segera di bawa ke ruang UGD untuk melakukan prosedur penanganan.


gadis itu tak mengira jika hari ini dia bisa bertemu dengan dua tokoh besar.


bahkan mereka begitu peduli dengan warga miskin, kepala suster menghampiri Fardhan yang berani memecat seorang suster padahal dia tak memiliki kuasa apapun di rumah sakit ini.


"ada apa nyonya, kamu ingin marah, silahkan... tapi sebelum itu aku ingatkan jika suamimu pasti lebih memilih ku daripada dirimu," kata Fardhan mengancam Aliya.


"aku tak peduli, karena di rumah sakit ini semua pasien dan petugas memiliki prosedur yang harus di taati," kata kepala suster Aliya yang menantang Fardhan.


"baiklah jika rumah sakit ini tak menerima pasien miskin, benar begitu dokter Aiden yang terhormat," kata Fardhan tersenyum menyeringai.


kepala suster Aliya pun terjebak, dia pun menoleh dan kaget melihat jika suaminya sudah ada di belakangnya.


bahkan pria itu terlihat marah, "siapapun bisa berobat di rumah sakit ini, siapa yang bilang hanya orang kaya, karena bagi kami keselamatan pasien adalah nomor satu, dan suster yang menolak pasien beri dia pesangon dan besok tak perlu datang, dan untuk mu suster kepala, kamu ambil surat peringatan di ruangan ku," kata dokter Aiden dengan dingin.


semua yang mendengar tak percaya karena dokter Aiden bisa melakukan itu terlebih Aliya adalah istrinya.


Fardhan pun menertawakan gadis itu,karena dia baru masuk kedalam pertemanan mereka jadi dia belum tau bagaimana mereka bermain.


sedang untuk Cherry dan Zoey, kasus mereka berbeda, dan keduanya sudah seperti adik sendiri.


"kamu sudah lihat, kami memang terkenal kejam di kalangan atas, tapi yang sesungguhnya semua itu tak sepenuhnya benar," kata Fardhan.


Fatima terus melihat kearah pria itu, dia pun mulai mengerti jika kita sebagai manusia tak boleh melihat orang dari harta atau penampilannya.


tapi dari baik tidaknya orang itu, tak butuh waktu lama, dokter Aiden pun menemui Fatdhan dan juga Fatima.

__ADS_1


"ibu yang kalian bawa kondisinya memang tak baik tapi tak sampai harus rawat inap, tapi bisakah kalian pastikan dia bisa makan dan asupan gizinya terpenuhi, karena dia kekurangan gizi dan untuk luka,aku sudah memberikan obat yang bisa menyembuhkan luka itu agar ibu itu bisa berdiri lagi," kata dokter Aiden.


"baiklah terima kasih," jawab Fardhan mengambil resep obat itu.


mereka pun mengajak ibu itu pulang, "terima kasih ya mas, saya tau pasti tadi sangat mahal ya," kata ibu itu.


"tidak kok Bu, saya tak membayar sepeserpun karena itu sudah di tanggung pemilik rumah sakit, oh ya sebelum pulang, sebaiknya kita membeli beberapa kebutuhan dasar untuk di rumah, ingat kata dokter jika ibu dan anak-anak harus sehat dengan makan-makanan bergizi," kata Fardhan.


"ya Allah mas... saya tak ingin merepotkan anda lagi, saya malu mas.."


"tidak apa-apa Bu, sekarang kalian berdua tunggu di sini, biar kami yang belanja di dalam, ayo anak-anak," ajak Fardhan.


Saga dan Zoey sedang duduk sambil membaca buku berdua, keduanya bahkan saling memberikan kecupan di bibir.


"Daddy mesum... tangannya..." kata Zoey memukul tangan pria tercintanya itu.


sedang Saga hanya tertawa saja, "habis Aiden keterlaluan, masak aku harus puasa selama tiga bulan," gerutunya.


"apa? kata mama tak harus libur selama itu?" kata Zoey kaget.


"sepertinya karena kejadian di malam itu, jadi om Aiden menyuruh Daddy puasa selama tiga bulan," kata Zoey.


"ya malam itu juga kita tak melakukannya cuma sekali," kata Saga enteng.


"apa? jadi Daddy ingat malam itu kita melakukannya beberapa kali?" tanya Zoey tak percaya.


"ya ingat dong, terlebih aku merasa tak bisa berhenti, setelah merasakan kenikmat-" kata Saga terhenti karena tangan Zoey membekap mulut pria itu.


"berhenti mengingatnya dan membicarakannya," kata Zoey yang malu.


sedang saga melepaskan tangan gadis itu dan mengecup pipi Zoey, dan kemudian Saga mengendong istrinya itu.


"mau di bawa kemana?" tanya Zoey yang memeluk leher suaminya itu.


Saga tersenyum jahil dan langsung melompat ke kolam renang bersama dengan Zoey.

__ADS_1


"Daddy!!" teriak Zoey kaget karena mereka langsung basah.


Saga langsung memeluk istrinya itu, bukan apa, karena Saga adalah orang paling jahil dan sering suka menggoda istrinya itu.


keduanya kini memilih bermesraan di dalam kolam renang, setelah puas keduanya pun naik dan segera berganti baju.


setelah membeli sembako, Fardhan juga sudah mengantar mereka ke rumah, bahkan ibu tadi juga sudah mulai bisa berjalan meski masih lemah.


"baiklah ibu, saya pamit pulang dulu, jika butuh sesuatu anda bisa menghubungi nomor ini," kata Fardhan.


"terima kasih tuan dan nona," kata ibu itu.


mereka berdua pun pamit pulang, tapi Fatima tak ingin di antarkan oleh Fardhan.


jadi mereka pun berpisah di sana, Fatima terus teringat ucapan dari Fardhan.


jika bukan dari nilai atau kepribadiannya yang menjadi pertimbangan.


tapi karena dia menggunakan cadar saja, sedang Fardhan pun hanya tersenyum sekilas toh dia tak akan bertemu lagi dengan gadis itu.


tak butuh waktu lama dia sampai di rumah mewah milik keluarganya, rumah yang sebagian besar berwarna emas itu memiliki banyak pelayan.


sekarang dia tinggal sendiri di rumah itu, karena ayahnya sudah pergi dengan wanita yang dia inginkan.


"anda sudah datang tuan muda, apa ingin di buatkan sesuatu?" tanya kepala pelayan di rumah Fardhan


"tak perlu pak, nanti kalau lapar, aku akan mengatakannya padamu," terang Fardhan yang langsung menuju ke lantai dua yang khusus lantai miliknya.


dia pun memilih mandi kemudian membuka laporan yang tadi sempat terbengkalai.


dia pun sangat serius, karena sekarang segalanya tergantung dirinya.


dia pun mendapatkan pesan dari Levi, di dalam pesan itu Levi mengajak Fardhan untuk bertemu dan minum nanti malam.


"ah sepertinya aku butuh istirahat makan ini, boleh juga sih," kata Fardhan yang mengiyakan.

__ADS_1


terlebih mereka sudah lama tak berkumpul bersama, tapi kali ini hanya murni minum di bar.


__ADS_2