
kondisi Saga sudah mulai stabil dan dia sudah mulai bisa melihat siapa yang menjengguk dirinya.
tapi hanya satu nama yang terus terucap yaitu zoey, Saga tak berhenti bertanya dimana gadis itu.
karena zoey adalah hidup Saga, "zoey... mana..." lirihnya saat melihat mana Naura yang masuk untuk melihat kondisinya.
"kamu sembuh dulu ya saga, Zoey kan punya luka tembak di kakinya, jadi dia juga tak bisa jalan.." tangis mama Naura yang berbohong.
"jangan ... bohong ...."
"maafkan kami nak..." kata mama Naura yang langsung lari keluar dari ruang ICU.
Saga pun meneteskan air matanya, dia tak ingin kehilangan zoey, terlebih beberapa bulan ini.
beberapa bulan ini, sikapnya sangat menjengkelkan, bahkan dia terus saja melukai wanita itu tanpa henti.
dan sekarang saat dia ingin memperbaiki segalanya, tapi semua ini terjadi.
"zoey..."
mama Naura pun memeluk papa Samuel, "aku tak sanggup melihat Saga pa, dia terus memanggil zoey..."
"mama tenang ya... biar kita jelaskan perlahan, Aiden dan para dokter juga sedang berusaha untuk membuat zoey sadar ma," kata papa Samuel menenangkan istrinya itu.
mama Naura mengangguk, dia pun kini terus meminta doa para seluruh panti asuhan, bukan apa karena zoey adalah segalanya bagi putra mereka.
dokter Aiden berada di ruangan kamar zoey, dia pun merasa sedih melihat kondisi dari gadis itu.
"zoey.... sadarlah, Saga mencariku, kamu tau dia seperti apa saat kamu tak disisinya," bisik dokter Aiden.
perlahan gadis itu membuka matanya, dokter Aiden pun merasa senang dan langsung memanggil tim dokter.
semua pun bersyukur atas hal itu, "Daddy...."
"iya dia di ruangan sebelah, kami pilih dulu baru kita ke tempat Saga," kata dokter Aiden.
__ADS_1
dia pun meras bersyukur karena akhirnya gadis ini sadar setelah semua kerja keras mereka.
sedang Fardhan dan Levi berada di rumah sakit untuk mencari orang tua yang di simpan oleh pria ingusan itu.
atau lebih tepatnya musuh dari keluarga agung Suprapto yang membuat zoey dan Saga celaka sampai sejauh ini.
mereka berdua pun menghampiri dokter yang bertanggung jawab, "kamu mau menunjukkan kami atau tidak? atau aku perlu memanggil Aiden untuk membuat mu di pecat secara tak terhormat dan mengambil segalanya milikmu," ancam Levi.
"baik tuan Levi saya antar, lagi pula wanita itu sebenarnya sudah harus direlakan karena dia sudah mengalami pembusukan jaringan perlahan," kata dokter itu ketakutan.
mereka pun menuju ke area ruang VIP, Fardhan tak menyangka jika pria seperti bocah itu rela membayar mahal untuk mayat.
"tak usah punya pandangan heran begitu, bagi sesama penyuka penyimpan mayat," gerutu Levi pada sahabatnya itu.
"tutup mulutmu, dia bukan mayat, dia hanya tertidur Levi, dia hanya tertidur," kata Fardhan.
"susah ngomong dengan orang setengah waras begini," kata Levi mengeleng pelan.
"jika aku sepenuhnya waras, aku tak mungkin mau berteman dengan kalian bertiga, karena kalian juga sama gilanya dengan ku," kata Fardhan.
mereka pun masuk dan melihat seorang wanita yang terbaring di ranjang rumah sakit.
Levi memiliki perasaan akrab pada wanita itu, tapi dia menepisnya. "dokter lakukan kremasi padanya, tuan Saga yang akan membayarnya,"
"tapi tuan Levi, kita harus memiliki persetujuan dari keluarganya," kata dokter itu.
"anaknya sudah mati semalam, kamu mau bertanya pada mayat ya silahkan, toh sekarang pria itu juga sudah di kremasi," kata Levi dengan santai.
"kalau begitu tolong isi ini dan sebagai formalitas saja," kata dokter memberikan formulir pernyataan pada Levi.
pria itu tangan tangan tanpa beban, dan setelah itu dokter meminta para suster mencabut semua alat bantu hidup wanita itu.
setelah itu Levi dan Fardhan pergi untuk menjenguk Saga, ternyata Levi dapat pesan dari Resta.
"wohoho... gadis sialan ini masih berani menelpon ku ternyata," gumamnya melihat nama Resta di layar ponselnya.
__ADS_1
"ah abaikan saja, gadis itu ternyata busuk juga sama seperti Fasya, kadang kala aku heran, Cherry yang dulu musuh dari Zoey, bisa jadi teman karib gadis itu, sedang dua gadis yang di anggap baik malah menusuk temannya sendiri," kata Fardhan.
"kamu terlalu polos atau bodoh, Cherry menjadi teman karena dia tulis, bahkan saat Zoey alergi dia orang pertama yang menolongnya, sedang dua gadis itu, memiliki pikiran picik untuk menjatuhkan zoey, kamu tak lihat bagaimana Zoey bisa unggul di semua bidang yang dia sukai, tapi mulut Resta tak bisa di jaga, dia membocorkan tentang segalanya hingga Zoey di diskualifikasi dari pertandingan terakhir, kamu kira aku tak menyelidiki semuanya," kata Levi dengan berapi-api.
Fardhan pun tertawa, dia tak mengira jika Levi begitu royal pada Saga dan Zoey.
tapi dia sadar, karena dulu saat di dunia ini semua menunjuk dan mencemooh Levi, hanya saga yang memberikan ukuran tangan.
dan itulah kenapa Levi begitu setia dan tak pernah berfikir untuk menghianati pria itu.
"baiklah sekarang ayo temui bos besar itu," ajak Fardhan.
mereka baru juga mau masuk tapi kaget melihat Saga yang berusaha untuk bangun.
tapi Levi dan Fardhan langsung menahan tubuh Saga, dan langsung memanggil tim dokter.
dokter Aiden datang dan memberikan obat penenang, dia pun merasa lega karena bisa saja pria itu mengalami luka robekan baru di bekas luka operasi.
"untunglah kalian menahannya, jika tidak dia pasti bisa terluka lebih parah," kata dokter Aiden.
"Sudah tau jika pria ini itu gila, kenapa tidak memberikan penjagaan suster atau perawat untuk mengawasi pria ini," kata Fardhan yang hampir kena serangan jantung melihat tingkah Saga.
"ah aku sudah memberikan itu, tapi sepertinya mereka sedang istirahat, dan kalian berdua kesini?"
"untuk membereskan segalanya, sudah dua sudah kena obat bius, sekarang ayo kita ngobrol-ngobrol, dan sepertinya aku mau minta resep obat lagi, karena tubuhku terlalu sering kelelahan,"kata Levi.
"kamu itu tak butuh obat, tapi butuh tidur, sudah berapa lama kamu tak tidur dan terus berusaha agar tetap terjaga dengan minum obat, kamu bisa mati sewaktu-waktu," marah dokter Aiden.
"cih... buat apa punya temen dokter hebat tapi tak bisa menyembuhkan ku," kata Levi.
"pria gila, aku ini dokter bukan Tuhan bodoh, sudah lebih baik kamu konsultasi dengan dokter psikologi dan lakukan terapi seperti Zoey, agar bisa melupakan semuanya, sudah berapa tahun hal itu terjadi," kata dokter Aiden.
"sepertinya bukan hanya aku tapi kamu dan terutama Fardhan juga harus melakukannya, dia yang lebih gila dariku," kata Levi tak Terima.
"setidaknya dua masih mau tidur meski otaknya bermasalah," kata dokter Aiden tertawa.
__ADS_1
"hei kalian berdua ingin jatuh miskin karena menghinaku, sudahlah aku tak perduli dengan ocehan kalian itu," kata Fardhan kesal.