
"gampang lah untuk kesana, aku di sana cuma cek kan jadi tak perlu menginap lama, karena kasihan jika istriku harus terus ikut wara Wiri saat aku bekerja," kata Evan
"baiklah terserah kamu, karena kamu juga harus membereskan satu orang yang mungkin akan sedikit menyulitkan," kata Saga tersenyum penuh arti.
melihat itu Evan menyadari sesuatu jika Saga memiliki tugas penting, itulah kenapa dia menyuruh Evan yang berangkat.
saat Evan dan Saga sedang berbincang, Silvia menunjukkan sesuatu pada suaminya itu, karena penasaran Levi langsung membukanya.
matanya melotot tak percaya, "kamu gak bohong sayang!!" teriaknya kaget.
"hei hei hei... ada apa?" kaget Saga mendengar Levi.
"aku akan jadi ayah juga, istriku hamil, yes!!!" teriak Levi dengan penuh gembira.
"apa? selamat, tapi sedikitlah dewasa jangan sampai anakmu malu punya ayah modelan begini," kata Saga.
"ya gak dong bos, karena aku sangat berwibawa nantinya," kata asisten Levi
Evan pun menemukan punggung istrinya, dia tau jika istrinya biru juga ingin seperti yang lain menjadi seorang ibu, tapi jika tuhan belum berkehendak siapa yang bisa protes.
"boleh aku ikut kamu ke Bandung, sepertinya aku butuh suasana baru sebelum melakukan rencana kita," kata Cherry.
"baiklah sayang, kita akan kesana sekalian liburan, tapi Saga tak boleh memintaku cepat pulang," kata Evan yang tak mau di ganggu saat bekerja terlebih dia membawa istrinya.
"terserah kamu saja, toh kamu juga saah satu pewaris dari perusahaan ini," jawab Saga yang tak mau repot.
"sedang nyonya ini, bagaimana dengan kalian, bukankah ulang tuan Agassi akan segera datang, ah... beliau juga mengundangku tapi aku tak mungkin bisa datang, lihat saja kondisi dari istriku yang tak mungkin aku meninggalkan dia di saat rawan begini," kata Saga melihat istri temannya itu.
"tidak apa-apa kak, sepertinya papa juga tak akan merayakannya di Jepang, karena papa ingin datang ke sini," kata Ino.
"baiklah aku mengerti, nanti tolong kabari biar aku bertemu dengannya dan memberikan hadiah ku Padanya, karena dia adalah rekan bisnis yang paling mudah di tangani," kata Saga.
"karena kak Saga juga orang yang mengerti tentang pasar gelap, itulah kenapa papa sangat nyambung dengan kakak," kata Ino tertawa.
__ADS_1
setelah puas berbincang, mereka pun pamit pulang, dan saga baru bisa puas memeluk istrinya.
"halo twins, kalian baik-baik saja kan di perut mommy... tolong jangan menyulitkan mommy ya," bisik Saga sambil menempelkan kupingnya di perut Zoey.
tiba-tiba dia merasakan tendangan dari bayi di perutnya itu, "hei... jangan bilang kamu ingin jadi pesepak bola ya, kenapa tendangannya begitu terasa," katanya dengan semangat.
"sepertinya itu caranya menyapa, karena dari tadi mereka terus bergerak di dalam saat Daddy bicara," kata Zoey tersenyum.
"baiklah aku mengerti, dan setelah mereka kahir, kamu harus melakukan KB ya, ya dua anak cukup kan," kata Saga melihat istrinya itu.
"tentu, karena aku harus fokus pada mereka jika tidak mungkin bisa saja terjadi masalah nantinya," kata Zoey tersenyum.
"baiklah nyonya, kalau begitu kita akan fokus pada keduanya dulu, tapi aku tak sabar ingin memeluk mereka, pasti akan sangat lucu ya," mata Saga yang sudah membayangkan bagaimana rupa anak-anaknya.
"oh ya mas, tapi kamar bayi di sebelah kamar kita belum di isi apapun, jadi mau kapan untuk mengisinya?" tanya Zoey yang kebetulan ingat tentang kamar bayi.
"ah itu, kita isi cari barangnya sekarang, kebetulan kita harus menunggu untuk barang-barang itu datang setidaknya dua Minggu, dan aku melupakannya karena sibuk dengan semua bisnis ku," kata Saga yang merasa bersalah.
"tak apa-apa, toh itu juga demi kami," kata Zoey.
dan disana mereka akan mencari semua kebutuhan bayi kembar mereka, mulai dari box bayi, stroller baby dan juga baju dan pernak-pernik lainnya.
meski mereka belum tau jenis kelamin dari bayi kembar mereka, tapi tak jadi masalah toh itu bisa di cari warna netral ya.
Zoey memilih tak terlalu banyak, sedang Saga sedikit kalap untuk balon anaknya, "Daddy... tolong jangan berlebihan, jika kita kalap begini bisa-bisa banyak barang yang tidak akan terpakai karena bayi biasanya cepat besar, belum lagi nanti opa Omanya yang ingin membelikan juga, bisa-bisa rumah ini penuh nanti," kata Zoey mengingatkan.
"ah kamu benar, aku jadi ingat kak Elna dulu saat melahirkan," kata Saga yang menghapus beberapa barang yang sudah di masukkan kedalam keranjang.
setelah itu mereka pun duduk bersama, karena tanpa sepengetahuan dari kedua calon orang tua itu.
papa Samuel dan mama Naura ingin mengadakan syukuran jelang kelahiran.
mereka mengundang anak yatim-piatu cukup banyak, untuk meminta doa agar saat persalinan berhasil berjalan normal.
__ADS_1
malam ini Zoey merasa jika punggungnya sedikit sakit, beruntung Saga mau mengusapnya pelan sampai Zoey tidur.
keesokan paginya, Zoey sudah tidak ada di ranjang, dan saga terkejut melihatnya, "sayang... kamu dimana? kenapa kamu menghilang?" panik pria itu.
"aku di kamar mandi, diamlah aku sedang rutinitas pagi," kata Zoey yang menyahuti suaminya itu.
Saga pun menghela nafas panjang,saat menunggu istrinya itu, tiba-tiba ponsel Zoey berdering.
ternyata itu telpon dari Elsa, dia pun merasa aneh melihat wanita itu menelpon istrinya pagi-pagi seperti ini.
"sayang ada telpon dari Elsa? boleh aku menjawabnya?" tanya saga.
"tentu, takutnya ada hal yang penting," kata Zoey yang sekarang sedang mandi.
"iya halo Elsa, maaf zoey sedang di kamar mandi, apa ada sesuatu yang penting? aku akan menyampaikannya pada istriku?" tanya saga dengan penasaran.
"ah kak Saga, maaf menganggu Zoey pagi-pagi seperti ini, aku menerima foto yang membuat perasaan ku kacau, jadi aku ingin meminta saran padanya," kata Elsa.
"boleh kirimkan foto itu pada ponsel zoey," kata Saga.
"tentu kak," jawab Elsa.
dia pun segera mengirimkan foto itu, dan saga ingin rasanya tertawa melihatnya.
meski terlihat Fardhan memeluk seorang wanita, tapi wanita yang di peluknya itu juga cuma wanita aneh musuh kelima pria itu.
"ha-ha-ha tolong jangan sedih, suami mu tak main serong, aku juga mengenal wanita itu, meski dia doyan bergonta-ganti pasangan, kami berlima tak tertarik, dan untuk masakan itu, aku juga sudah tau karena Fardhan kemarin malam menelpon ku dan bilang jika dia habis mengantar wanita itu ke apartemen karena mabuk, dan kamu tau di apartemen wanita itu sudah ada tiga laki-laki, jadi suami mu tak mungkin serong, terlebih kamu harus ingat bagaimana kesetiaannya dulu bersama dengan Wilma," kata Saga tertawa.
"ah aku lega mendengarnya, karena dengan kondisiku sekarang aku jadi mudah untuk negatif thinking," kata Elsa.
"baiklah, tak usah khawatir, terlebih Fardhan itu bukan pria yang mudah tergoda kecuali dia juga menyukai wanita itu," terang Saga.
Zoey yang keluar dari kamar mandi, heran melihat suaminya yang terdengar semangat berbincang dengan Elsa.
__ADS_1
tapi dia tau mungkin ini membicarakan tentang Fardhan yang masih belum pulang meski sudah seminggu di Amerika.