
Evan pun sedang duduk bersama dengan Cherry di tangga darurat, bukan apa dia tak ingin Cherry sedih lagi.
dia mendapat pesan jika Saga memanggilnya untuk ke kantornya, "kita naik yuk, Saga memanggilku," ajak Evan.
Cherry mengangguk, dan Evan memberikan kupluk miliknya, "untuk apa?"
"untuk menutupi wajahnya yang bengkak," kata Evan tersenyum.
Cherry pun mengikuti kekasihnya itu sambil terus menunduk malu, pasalnya Levi sudah mengadu tentang kejadian barusan.
selama menuju ke ruangan Saga, Cherry terus menutup wajahnya dari pandangan para karyawan perusahaan.
Evan pun terus merangkul kekasihnya itu, "mereka semua kenapa, tak pernah melihat orang," geramnya.
saat sampai di ruangan Saga, Evan melihat Levi dan asistennya Bimasena, "kenapa kalian malah di sini, aku menyuruh kalian untuk berobat dan biar aku yang menanggungnya, dan kenapa malah melaporkan ke Saga, kalian ingin mengujiku?" tanya Evan tanpa bisa meredam amarahnya.
"tenang Evan, sebenarnya ada apa?" tanya Saga.
"itu urusanku dengan kekasihku, tapi bimasena aku bertanya apa kamu yang menyebarkan berita tentang ku dan Cherry, hingga membuat satu perusahaan mencibirnya?"
"pertanyaan apa itu Evan," tanya Saga.
"ya,di perusahaan ini sedang ada berita yang membuat Cherry dan Zoey menjadi bahan cemoohan, mereka mengatakan jika kedua gadis ini hanya mengejar
kekayaan kita, jadi lebih baik kau jawab atau kamu tau bagaimana kami bermain," kata Evan dingin
tanpa di duga, Saga langsung melempar vas bunga itu ke arah kepala Bimasena dan langsung membuat pria itu terluka parah.
"itu hanya peringatan, sudah ku katakan berkali-kali berhenti mencari dan mencampuri urusan pribadiku, dan sekarang kamu berani mencari masalah dengan menghina istriku," marah Saga.
"tenang bos, sebentar lagi Veve dan tim HRD akan datang bersama tujuh orang yang menjadi penyebar gosip itu," kata Levi.
"dan kamu hampir membuatku gila karena berani membuat kekasihku marah seperti tadi, karena aku tak menyukai jika kekasihku ini marah," kata Evan.
"maaf deh, dan Cherry tolong maafkan aku," kata Levi.
Cherry mengangguk, sebenarnya tadi di restoran, Levi mendekati dirinya untuk memberitahu sesuatu.
__ADS_1
"ada kabar burung tentang mu dan nyonya, aku butuh bantuan mu untuk meluruskan segalanya, apa kamu mau membantuku?" tanya Levi.
"tentu saja, tapi bagaimana caranya, aku tak mengerti apa yang harus di lakukan?" tanya gadis itu.
Levi pun memberitahu rencananya, awalnya Cherry tak yakin, tapi ini demi mengetahui rumor itu dan siapa musuh yang ingin menghancurkan citra dari Saga dan Evan.
asisten Veve sudah masuk membawa ke tujuh orang yang di curigai terlebih setelah Evan meretas akun mereka.
"ada apa ini bos?" tanya mereka yang kaget melihat kondisi Bimasena.
"rak usah banyak bicara, kalian di bayar berapa, hingga berani membuat nama istriku dan kekasih dari Evan hancur, dan siapa dia? dan jika kalian tak mau bicara, maka aku akan membuat hidup kalian persis di neraka," ancam Saga.
"maafkan kami bos, kami hanya di suruh tapi saya tak tau siapa yang menyuruh, karena dia hanya mengirimkan pesan lewat email saja, dan setelah itu mentransfer uangnya langsung," jawab salah satu wanita itu
"Veve... masukkan nama mereka semua ke daftar blacklist, dan jangan biarkan mereka mendapatkan pekerjaan yang layak, karena aku tak ingin mereka bersenang-senang di atas fitnah yang mereka berikan," kata Saga memberikan perintah.
"baik bos, saya mengerti," jawab Veve.
"apa? tolong jangan tuan, aku punya keluarga yang harus aku nafkahi, aku akan beritahu dia adalah mbak Elna yang tak senang dengan pernikahan anda," jelas satu cari mereka.
"baik tuan," jawab mereka semua.
Evan dan saga langsung pergi untuk menuntut balas kepada Elna, karena orang itu sudah keterlaluan kali ini.
terlebih dia berani membayar anak buah Saga untuk menghancurkan nama baik dari wanita yang dia cintai.
Zoey yang mendengar suara gaduh pun keluar, ternyata Saga sudah berlari turun ke lantai satu bersama Evan.
"Daddy..." panggil Zoey yang baru selesai dari kamar mandi.
"Zoey kita harus mengikuti mereka berdua, karena mereka bisa bertindak gila, terlebih kak Evan dan kak Saga sedang marah dan mencari kak Elna," kata Cherry.
"ayo kita ikuti," kata zoey yang kini sedikit berlari demi mengejar keduanya.
mereka pun masuk ke dalam mobil dan tentara saat sampai di rumah itu, ternyata mereka sedikit telat.
mobil keduanya susah tak ada, tapi Cherry bisa melacak ponsel dari Evan yang berjalan cukup cepat.
__ADS_1
tapi mereka malah menuju ke rumah lama keluarga Graham, mereka pun tak menyia-nyiakan hal itu.
"semoga mereka berdua tak terpancing emosi," kata zoey
"itu tak mungkin, tapi yang aku khawatirkan adalah Saga, dia sering bertindak di luar akal manusia sehat, Zoey dan hanya dirimu yang bisa mengendalikan monster yang di sebut Sagara itu," kata Levi yang menyetir untuk kedua orang gadis itu.
"kalau begitu cepatlah," kata zoey panik.
mobil Evan di rumah lama keluarga Graham, ternyata semua keluarga sedang kumpul di rumah itu.
termasuk orang tua dari Evan yang sengaja datang dari luar negeri, "lihatlah, kita tak perlu memanggil mereka,mereka sendiri yang datang,"
"apa maksudmu kak Elna?" tanya Evan yang masih bersikap sopan.
"kalian datang pasti ingin menerima lamaran ini bukan, Evan ini datang dari Belanda, dia adalah keluarga baik dan juga rekan bisnis dari ayah mu," kata Elna.
"kenapa tidak meminta ayah yang menikahi wanita itu, aku bukan bayi yang harus menuruti semua keinginan kalian, aku bahkan tak pernah merepotkan ayah ku, jadi Hannan harap kamu bisa memerintahkan aku," kata Evan menantang Elna.
"wah sepertinya kamu juga sudah memiliki bakat membangkang seperti Saga, aku tak kaget juga," ledek Elna
"hentikan omong kosong mu Elna, kenapa kamu terus memaksa kami, kamu bukan orang yang membesarkan kamu, jadi apa urusan mu dalam hidup kami," saut Saga.
"memangnya dua gadis tak berguna itu bisa memberikan apa pada kalian, hingga kalian bisa sampai seperti kerbau di cocok hidungnya begini!" marah elna.
"itu hujan urusan mu, apa kamu pernah menanyakannya juga, bagaimana kamu bisa menyukai pria tua dulu, yang bahkan masih memiliki hubungan dengan kita, sekarang kamu bersikap seperti orang yang suci, hei... tindakan mu lebih buruk dari kami, jadi jangan berusaha mengajari kami," kata Saga menantang.
"Sagara Alexander Graham!!! kau kurang ajar!!" teriak elna
"berhenti berteriak pada Suamiku!!! kau tak berhak meneriakinya!!!" kata Zoey yang berjalan ke depan Elna
"dasar bocah,mau apa kamu?" kata Elna tak suka.
"aku memang hanya seorang siswi SMA, tapi jangan lupa nyonya sekarang aku istri dari Sagara Alexander Graham, jika suamiku bisa membawa nama keluarga ini makin terkenal, sedang anda yang hanya seorang ibu rumah tangga jangan pernah berani menujuk ke arahnya, terlebih suamimu saja masih butuh bantuannya bukan, jadi seharusnya anda lebih hormat padanya," kata Zoey menantang Elna.
"owh.... gadis ini mau menantang ku," kata Elna ingin menampar Zoey.
tapi tangan itu di tangkap oleh Zoey, " jangan pernah berani mengangkat tangan mu lagi padaku, om Ben, jika kamu tak bisa mengajari istrimu, biar papa Sam yang mengajarinya, karena dari tadi anda hanya diam tak mengatakan apapun, apa anda malu karena ucapan ku benar, perusahaan mu sedang di mbang kebangkrutan," kata Zoey yang tersenyum smirk.
__ADS_1