
Zoey dan Saga baru sampai di rumah, dia merasa begitu lelah setelah bermain basket.
dia langsung berganti baju di kamar mandi di bawah, dan gadis itu langsung masuk kedalam kolam renang.
"Zoey... kamu belum mandi!!" teriak Saga.
"sudah tadi saat selesai bertanding, sekarang aku mau berenang kemudian baru tidur," jawab gadis itu kembali menyelam.
Saga pun melakukan hal yang sama, kini dia pun melompat ke kolam dan langsung menangkap tubuh putrinya itu.
"Daddy!!!" teriak Zoey yang di angkat oleh Saga.
dia pun memeluk tubuh Saga dengan erat, pasalnya dia takut jatuh.
"Daddy jangan begini, kamu tau jika sekarang aku sudah besar, aku sudah tujuh belas tahun," kata Zoey tak terima.
"memang kenapa, bagiku kamu tetap putri kecilku yang tak tergantikan," kata Saga.
Zoey pun kesal dan mendorong saga, keduanya pun berenang berkejaran.
setelah lelah, zoey memutuskan berhenti, ia memang sudah mulai dewasa dan bentuk tubuhnya juga sudah begitu sempurna, tapi Saga seperti tak terpengaruh sedikitpun.
dia selalu saja kesal jika berhadapan dengan Saga, terlebih pria itu memang selalu membuatnya marah karena dia yang tak pernah di anggap dewasa oleh Saga.
saat sudah di atas Zoey mendengar ponsel Saga berdering, "Daddy ponselnya berdering nih, mau di angkat sendiri atau aku yang angkat?"
Saga pun naik ke pinggir kolam dan menarik Zoey ke pelukannya, dan mengambil ponselnya.
Saga mencium pipi zoey begitu saja, tak terima Zoey membalas dengan mencium pipi Saga juga.
"kamu tak mau kalah ya," kata Saga.
"Daddy bikin emosi Mulu, bye..." kesal zoey.
Saga heran karena itu adalah panggilan dari rumah sakit, "iya Aiden ada apa? apa aku lupa jadwal cek up ku atau apa? hingga membuat dokter yang super sibuk ini menghubungiku?" tanya Saga.
"tidak,aku hanya memintamu untuk datang, karena ada seseorang yang ingin bertemu dengan mu," kata dokter Aiden.
"baiklah, satu jam lagi aku kesana," jawab Saga.
"baiklah," jawab Aiden yang menutup telponnya.
__ADS_1
Zoey sudah selesai mandi dan turun dengan memakai baju cukup santai, "Daddy mau kemana aku ikut!!" teriak Zoey yang langsung melompat ke punggung Saga.
"ya Tuhan zoey, tubuh mu makin berat, kamu makan apa sih?" kata Saga menggoda putrinya itu.
"apa bobot tubuhku ini cuma lima puluh kilo tak naik lagi, karena aku harus bertanding sebentar lagi, dan tinggi ku seratus enam puluh lima Daddy, jadi mana mungkin aku berat ih..." kata zoey.
"bercanda honey, sudah ayo ikut," ajak Saga yang tidak pernah bisa bilang tidak pada putrinya itu.
mereka pun menuju ke rumah sakit, tak lupa Zoey membeli kue untuk dokter Aiden.
saat sampai di rumah sakit, mereka pun langsung menemui dokter Aiden, zoey selalu senang menemui pria itu.
"halo om Aiden, apa Daddy harus melakukan pemeriksaan lagi?"
"tidak cantik, hanya saja teman lama kami ingin betemu dengan Daddy mu," jawab pria itu.
"siapa sih, bikin penasaran saja," kata Zoey.
"ya sudah ayo kita lihat dia, tapi nanti kalian lebih baik pakai baju pelindung ya, karena takutnya ada sesuatu," kata dokter Aiden yang mengajak mereka berdua ke ruang ICU.
saat akan masuk, mereka bertiga memakai baju khusus, ternyata mereka masuk ke ruangan khusus yang di sediakan.
ada seorang pria terbaik tak berdaya di ranjang rumah sakit, pria itu sudah sangat kurus dan kondisinya sangat memprihatinkan.
"dia adalah-"
"mantan kekasih Daddy, Ryan..." kata Saga lirih.
Zoey terkejut melihat kondisi pria itu, entahlah mengetahui langsung membuatnya syok sejenak, "apa, Daddy kamu seorang ***..." lirihnya
"iya," jawab Saga sekilas
Zoey pun pergi dari ruangan itu, tapi Saga merasa iba dengan pria itu, "dia kenapa?" tanya Saga.
"dia menderita HIV dan Aids, belum lagi dia terkena kanker usus besar, dan kondisinya sudah sangat parah," jawab dokter Aiden
"berapa lama lagi usianya? dan bagaimana bisa dia mengusap semua itu?" tanya saga tak percaya.
"dia terlalu bebas bergonta-ganti pasangan, dan bermain dengan sembarang orang, dan untuk kanker karena gaya hidupnya yang tak sehat, dan sepertinya usianya tak lama lagi," kata Aiden.
"baiklah aku mengerti, tolong jaga dia dan lakukan pengobatan sebaik mungkin ya," kata Saga.
__ADS_1
"pasti ..." jawab dokter Aiden.
sedang Zoey di luar masih tak mengira jika selama ini yang dia dengar itu benar, apa yang di bicarakan semua orang jika Daddy-nya itu tak menyukai lawan jenis, itulah kenapa Saga tak pernah merasa apapun meski Zoey memakai baju yang sangat minim, pasti hanya memarahinya karena tak pakai baju yang pantas.
Saga dan dokter Aiden keluar dan melihat gadis itu duduk termenung, "kamu kenapa Zoey," tanya saga
"aku tak kenapa-kenapa, sudah ayo ke ruangan om Aiden, aku ingin makan kue tadi," kata Zoey.
"baiklah aku mengerti, ayo ..." ajak dokter Aiden.
"tunggu dulu, bukankah kamu akan bertanding Wushu, jadi kamu harus menjaga bobot tubuh mu bukan?" tanya saga heran.
"masih sebulan ini," jawab Zoey.
Saga pun pasrah mengikuti putrinya itu, sebenarnya Zoey kesal saja saat tau jika Saga tak memiliki kesukaan sedikit pun padanya.
malam ini orang tua dari Saga pulang dari Amerika, tapi tidak dengan kedua saudara dari Saga.
terlebih dokter Aiden melarangnya karena Saga belum bisa bertemu dengan Elna dan Nabila.
terlebih setelah mereka bertengkar hebat, terlebih Nabila yang memang tak menyukai gadis yang di angkat oleh Saga itu.
"siapa yang menjemput kita? apa Aiden?" tanya Samuel pada istrinya.
"tentu saja tidak, dia sedang berada di rumah sakit bersama dengan Saga dan putrinya Zoey, yang menjemput kita adalah-"
"om... Tante..." panggil pria itu bersama seorang gadis cantik.
"Evan!" kata Naura melambai ke arah keponakannya itu.
mereka pun langsung langsung saling menyapa, Naira juga sangat terbuka dengan kekasih eban itu.
"ini siapa? bagaimana bisa seorang Evan bisa menyukai gadis semuda ini?" tanya Naura.
"saya Cherry Tante, saya juga tak mengerti kenapa bisa menyukai pria ini, tapi aku sangat beruntung karena pria ini sangat menyayangiku," kata Cherry tersenyum.
"dia itu sahabat dari putri angkat Saga, dan kalian harus lihat perkembangan gadis itu. dan pasti om akan sangat menyukainya, aku jamin itu," kata Evan
"baiklah aku sudah tak sabar ingin melihatnya," kata Samuel.
mereka pun menuju ke rumah keluarga Graham, mereka memang sengaja menyembunyikan semuanya dari Saga tentang kepulangan orang tua Saga.
__ADS_1
karena Naura dan Samuel ingin mencari wanita dan membuat Saga memiliki keturunan dengan apapun caranya.
terlebih usia satu pria itu sudah sangat lama dan mulai berumur terlalu matang.