
Saga pun mengajak zoey ke perusahaan bersama dengan Cherry, ya gadis itu ingin menemui Evan.
tapi Saga lupa tak memberikan peringatan pada Cherry, "Levi tolong kejar Cherry, takutnya Evan sedang melakukan hal gila di ruangan IT,"
"siap bos," jawab Levi yang langsung menghampiri Cherry.
"memang kak Evan melakukan apa?" tanya zoey penasaran.
"melakukan hal biasa di lakukan pria dan seorang wanita, ah ... melihatmu memakai seragam malah membuatku berpikiran yang tidak-tidak," kata Saga menutup matanya dengan telapak tangannya dan mulai berjalan masuk kedalam ruangannya.
"apa sih Daddy, mikirin apa?" kata Zoey yang mengikuti Saga dan membuat pria itu gemas sendiri.
Veve bangkit saat melihat Saga, tapi dia tak mengira jika zoey akan ikut ke kantor.
"selamat sore tuan dan nyonya," sapa Veve.
"sore kak, kenapa wajahnya tegang gitu?" tanya zoey melihat Veve yang sedikit gemetar.
"maaf tuan, ada tamu yang menunggu di dalam ruangan, dia adalah nona Belinda," kata Veve.
Zoey pun terdiam, "Daddy aku pulang ya, permisi..."
saat zoey ingin pergi, Saga menahan tangan istrinya itu, "tidak temani aku, dan tak perlu kamu pergi seperti itu, karena kisah ku dan dia sudah selesai, dan untuk mu Veve, kamu berani melanggar aturan ku," marah Saga.
"maaf tuan, tapi nona Belinda yang memaksa masuk ke ruangan anda, saya sudah menghentikannya tapi dia kekeh dan merangsek masuk," jelas Veve.
"baiklah tapi lain kali jangan di ulangi," kata Saga yang menarik zoey masuk kedalam ruangan itu.
ternyata benar, seorang wanita dengan bentuk tubuh seksi yang sedang berdiri sambil melihat ke luar ruangan.
"mau apa kesini, kita sudah tak ada kerja sama?" ketus Saga.
"halo sayang, kenapa kamu begitu ketus padaku, padahal aku kesini itu demi kamu loh," kata Belinda berbalik badan dan kaget melihat Saga yang mengenggam tangan Zoey.
"wah gadis cantik kecilmu sudah dewasa ya, kemarilah sayang bir aku melihat mu," panggil Belinda.
"tidak mau om," jawab Zoey yang ketakutan.
pasalnya dulu dia pernah memergoki Belinda saat di kamar mandi.
"apa? kamu memanggilku om, ya tuhan zoey cantik... apa ada pria secantik diriku, sudah sayang kemarilah aku ingin melihat pertumbuhan mu," panggil Belinda.
"menjauh dari Zoey, atau aku akan memotong tongkat kayu milik mu itu," ancam Saga.
"sayangnya udah aku potong jadi sekarang tak takut lagi tuh," saut Belinda.
__ADS_1
Zoey malah langsung memeluk Saga, "Daddy... kenapa semua teman mu aneh semua sih," bisiknya.
"maaf pergaulan Daddy dulu memang banyak orang gila seperti ini," kata Saga yang menahan tawanya.
Belinda mencebikkan bibirnya mendengar pertanyaan dari Zoey, "memang kamu pernah lihat gimana?"
"itu penampilan yang sangat cantik dan menawan, tapi sayang kalau pipis berdiri, itupun pintunya gak di tutup," kata Zoey yang masih trauma melihatnya.
"ih kamu nih bikin ilfill, udah ah, aku kesini ingin mengajak mu menjadi sponsor ku untuk pagelaran fashion di Dubai, mau tidak, karena kamu punya nama besar di sana," kata Belinda dengan elegan.
"boleh saja, tapi apa yang akan aku dapatkan dari kerjasama itu?" tanya Saga.
"yang pasti sih banyak, soalnya aku ingin membuat namaku terkenal seantero dunia, dan perusahaan mu pasti juga ikut terjebak, tenang saja aku ini desainer yang memiliki reputasi baik loh," kata Belinda lagi.
"kenapa kamu begitu serius, sudahlah aku tau hal itu gebar, baiklah aku akan menjadi sponsor terbesar mu, tapi ada beberapa nama model yang tak boleh kamu gunakan, mau tidak?" tawar saga.
"tentu saja boleh,tolong kasih tau aku siapa saja mereka,"
Saga pun menuju meja miliknya dan mulai menekan telpon, "Veve, tolong bawakan nama-nama model yang kita blacklist, dan berikan pada Miss Belinda," kata Saga.
"baik tuan," jawab Veve.
sedang Zoey duduk di kursi milik Saga, dia bahkan terlihat begitu tegas.
"hei gadis muda kenapa kamu berlagak begitu?" tegur Belinda.
Belinda tak percaya melihatnya, zoey terlihat berbeda bahkan tatapan mata uang biasanya berupa kini terlihat begitu arogan.
"kamu meniru siapa sih?" tanya Saga gemas.
"Daddy dong," jawab Zoey dengan suara yang ceria.
"hancur sudah imagenya, tapi kamu menang persis seperti Saga, mempunyai karakteristik Yang kuat, aku suka itu," kata Belinda.
sedang Levi tengah berada di keributan keluarga antara Evan dan Cherry.
pasalnya, tadi saat mereka sampai di ruang tim IT, Evan sedang memeluk seorang anak buahnya.
jika wanita Cherry tak akan murka, tapi masalahnya yang di peluk Evan itu seorang pria.
"aku marah, kamu membuatku jijik, kenapa harus meluk pria itu, memang ini tim gak ada yang wanita apa!!" teriak Cherry memukuli Evan.
"memang aku boleh meluk wanita lain," tanya Evan iseng.
mendengar pertanyaan itu, bukan mereda, Cherry malah makin menjadi.
__ADS_1
dia menendang pantat Evan hingga tersungkur, bahkan Levi yang ingin memisahkan mereka malah terkena tamparan Cherry.
Levi pun terjatuh karena tamparan Cherry, dia pun merasa pipinya sangat panas.
"ya Tuhan, kamu ini wanita atau monster sih!!" teriak Levi kesal.
Cherry langsung menatap Levi marah, "kamu memanggilku apa? coba ulangi!!" marah Zoey.
"sudah sayang, dia hanya bercanda, aku akan jelaskan ya, tadi dia itu hampir kepleset dan aku menolongnya, aku juga tak sengaja memeluknya," jelas Evan.
"gak mau dengar," kata Cherry kesal.
Levi tak mengira Evan yang hampir memiliki sifat-sifat seperti Saga, bisa seperti anjing penurut di depan Cherry.
"sayang..." panggil Evan.
"au ah gelap!" kata Cherry yang berbalik badan dan ingin pergi.
tapi dia malah menabrak seorang pria yang terlihat begitu dingin.
dia adalah asisten Evan di tim IT, dari tadi dia diam, tapi dia tak suka sifat ke manja dari Cherry.
"kamu mau apa?" tanya Cherry dengan marah.
"minta maaf," katanya dengan dingin.
mendengar itu Cherry tersenyum mengejek pria itu, tanpa di duga gadis itu langsung menendang bagian paling intim milik pria itu.
"aku bilang minggir, kamu tuli!!" kata zoey yang pergi begitu saja.
"wah gila, Bimasena bisa kalah sama cewek kecil begitu," kata salah satu pria yang ada di ruangan itu.
"masih kita juga bisa kalah goblok, ya kali di pukul anu-mu kami masih gak kesakitan, bisa-bisa mandul," jawab pria yang lain.
"aduh Bima maaf ya, nanti ke rumah sakit periksa ya, biar biayanya aku yang tanggung, maaf dia memang begitu kalau marah," kata Evan yang sudah mengikuti Cherry.
ternyata Wanita itu berada di tangga darurat dan ingin merokok, tapi dari belakang Evan langsung memeluknya.
"kamu kenapa bisa semarah ini sih sayang, kan aku sudah jelasin tadi?" bisik Evan yang membalik tubuh kekasihnya itu.
ternyata Cherry sedang menangis, melihat itu Evan langsung memeluk wanitanya dengan erat.
"apa aku begitu tak tau malu ya, aku gadis buruk ya, kenapa mereka bilang jika aku hanya mencintai uang mu, aku hanya mempermainkan mu, kenapa aku salah ya mencintai mu, apa perbedaan kita ini tak bisa di hilangkan, aku ingin berada di sisimu selamanya," kata Cherry.
"mereka selalu seperti itu, jangan di masukkan ke dalam hati, karena mereka tak tau hubungan kita ya sayang, maafkan aku...." kata Evan.
__ADS_1
Cherry pun memeluk erat tubuh Evan, dia masih sesenggukan karena dia tidak bisa membungkam mulut setiap orang.
tapi dia hanya bisa menutup telinga, tapi jika terjadi terus-menerus dua pun bisa lelah.