
tadi Zoey baru juga ingin pura-pura tidur, tapi para penjahat itu menyerang dan langsung menarik Zoey dengan kasar.
Zoey sempat melawan, tapi dia kena pukul di bagian wajahnya, dan dia memutuskan untuk mengikuti para pria itu.
meski dia di Jambak dengan kasar, tapi dia bertahan untuk tidak membuat mereka marah.
zoey hanya takut jika mereka akan memukul bagian perut Zoey, bagaimana pun dia harus melindungi anaknya.
setelah tangan, mulutnya di ikat, Zoey pun di bawa ke sebuah kawasan yang cukup gelap.
bahkan tak ada mobil yang lewat satu pun di sana, ternyata dia di bawa kebangunan terbengkalai.
dia memsng tak di bius seperti permintaan dari bos para penjahat itu.
tak butuh waktu lama, rombongan mereka sudah di sambut oleh begitu banyak orang.
Zoey pun mulai menangis, dia takut jika perutnya kenapa-kenapa, pasalnya ini anak pertamanya dengan Saga.
"papa Samuel, tolong jangan kecewakan aku.." batin Zoey.
dia pun di bawa ke lantai dua, dan dia di dorong hingga tersungkur, Leon tersenyum melihat Zoey yang menangis.
"lihatlah, tadi kamu begitu sombong, sekarang kemana perginya kesombongan mu itu?" kata Leon melepaskan ikatan mulut Zoey
'kamu pengecut, kenapa kamu menculik ku, aku bahkan tak mengenal mu," marah Zoey.
"kamu yakin, tapi sayangnya, aku membenci orang tua mu, hingga aku harus mengirimkan dirimu ke neraka untuk menemui mereka," kata Leon yang menginjak tangan Zoey.
"argh...." teriak gadis itu kesakitan.
Leon pun menyukai suara teriakan gadis ini, bahkan baginya seperti alunan musik yang indah.
Fardhan sudah di tempatnya untuk mengincar pria itu, sedang papa Samuel dan Saga sudah siap menyelamatkan Zoey.
Fathan pun membuka jalan untuk kedua pria itu, tak lama satu persatu para pria itu mati.l tertembak.
Saga dan papa Samuel berlari ke lantai dua dan langsung berhadapan dengan pria itu.
"wah ku kira siapa musuh ku, ternyata cuma bocah ingusan," kata Saga melihat sosok Leon.
"wah... tak ku sangka kalian sudah datang begitu cepat, ternyata gadis ini benar-benar berharga untuk mu ya," kata Leon menantang Saga.
dia menembak kaki Zoey,
__ADS_1
gadis itu pun langsung berteriak kesakitan, "berhenti melakukannya, aku akan membunuhmu!"
"buktikan, pengawal semuanya serang mereka!" perintah Leon.
tapi tak ada satu orang pun yang datang, dan hanya mereka yang masih hidup di lantai itu.
"kau kira aku tak menyiapkan semuanya, kau salah kami sering mengalami ini dari kami kecil, jadi kita mulai," kata Saga memukul pria itu hingga terpental.
Fardhan membunuh satu persatu pengawal itu. sedang papa Samuel sudah mencoba membuka ikatan zoey.
tapi seseorang memukulnya dengan bambu yang ada di tempat itu. papa Samuel memeluk tubuh zoey untuk melindungi gadis calon menantunya itu.
"kau cari mati ternyata,"marah pria itu yang langsung mencekik leher pria itu.
dan langsung menghajar para pengawal yang mulai berdatangan lagi.
meski sudah termasuk berumur, tapi pria itu masih kuat bertarung dengan tangan kosong.
Saga menghajar Leon habis-habisan, dan saat pria itu terpojok, Saga mengambil kepala dari Leon dan langsung memukulkan pria itu ke tembok yang ada paku cor di sana hingga tewas.
semua pun mundur melihat bos mereka mati, tapi sayang saat mereka sedang Keos dengan pertarungan.
Zoey sudah di tahan oleh tuan Anggara, "hei Sagara... kalian bisa membunuhnya, aku juga akan membunuh gadis ini, karena dia keluarga ku hancur," kata pria itu.
"tidak... aku masih ingin membunuhnya," kata pria itu.
saat semua sedang sibuk di atas, Fardhan melihat seseorang yang datang, "wah... sepertinya nyonya besar, si penjinak dua singa sudah datang," gumamnya.
mama Naura datang dan langsung memukul tuan Anggara dengan balok kayu.
Zoey terdorong ke arah besi beton, dan Saga memeluknya, jadi tubuhnya yang tertusuk besi itu.
"Daddy..." kata Zoey.
Fardhan langsung membunuh Anggara saat itu juga, mama Naura pun menenangkan Zoey.
"cepat ambil alat pemotong besi, dan segera larikan saga ke rumah sakit," perintah papa Samuel.
akhirnya para pengawal memotong besi itu dan melarikan Saga ke rumah sakit.
"tenang zoey, Saga pria kuat..." tangis mama Naura.
"aku tidak mau kehilangan Daddy... mama tolong...." kata Zoey yang juga pingsan.
__ADS_1
sesampainya di rumah sakit, Zoey dan Saga langsung di sambut oleh tim dokter.
dokter Aiden tak menyangka jika luka Saga begitu parah, sedang zoey juga kritis.
dokter Aiden sudah menyiapkan tim dokter bedah terbaiknya untuk menangani Saga.
zoey yang punya luka tembak di kakinya yang terus mengeluarkan darah, terlebih luka syok yang mungkin bisa membahayakan kandungannya.
mereka semua pun melakukan operasi pada keduanya, bahkan zoey juga masih di ruang ICU.
sedang saga harus berjuang melawan lukanya, karena besok itu menembus hati Saga.
dan belum lagi besi itu juga melukai organ lain, dokter pun berjuang keras untuk menyelamatkan pria itu.
dan setelah lima jam operasi berjalan, akhirnya nyawa Saga bisa terselamatkan.
tapi pria itu harus berada di ruang pemulihan pasca operasi sampai kondisinya benar-benar membaik.
dokter Aiden keluar untuk menemui kedua orang tua itu, ternyata Fardhan dan Levi juga sudah datang.
tak lama Evan juga datang dengan buru-buru, "bagaimana kondisinya?" tanya mereka kompak.
"Zoey mengalami syok berat tapi lukanya tak parah, tapi kandungannya sangat lemah, hingga dia harus berada di ICU dulu, dan untuk Saga dua puluh empat jam kedepan adalah masa kritisnya, jadi aku mohon terus berdoa karena hanya keajaiban yang bisa memberikan mukjizat untuk kesembuhannya," kata dokter Aiden.
mama Naura dan papa Samuel pun kaget, "seharusnya aku tak perlu memiliki ide ini, jika tidak kondisi mereka berdua tak mungkin akan menjadi seburuk ini," katanya sedih.
"sudah om, mungkin ini adalah takdir untuk menguji cinta mereka, sekarang lebih baik kita berdoa saja untuk kesembuhan ketiganya," kata Evan.
"ya kamu benar Evan," kata papa Samuel.
tak lama matahari bersinar, mereka pun sudah melewati malam paling kelam.
mereka pun menyebar dan menghampiri sebanyak mungkin gereja dan juga panti asuhan untuk minta doa.
sedang kondisi Zoey benar-benar lemah, tekanan darah juga tak bisa turun.
sedang perlahan Saga mulai sadar, meski hanya bisa membuka mata, itu terjadi saat sore hari.
dokter Aiden pun merasa senang dan memanggil tim dokter untuk melihat kondisi pria itu.
"zoey...." panggilnya lirih.
"kamu harus sembuh dulu, dia ada di kamar ICU, dia sedang menunggu mu," kata dokter Aiden.
__ADS_1
"zoey...." kata Saga lagi.