My Lovely Daddy

My Lovely Daddy
hari bertanding


__ADS_3

zoey tak mengira jika Saga sudah pergi hampir dua bulan, pria itu sering mengirimkan pesan tapi selalu lama menjawab.


bukan karena apa, hanya karena perbedaan waktu saja yang membuat mereka sedikit mengalami miskomunikasi.


hari ini sudah dua bulan setelah kejadian buruk itu, semua teman Saga sudah menonton pertandingan Wushu tingkat nasional.


di ruang latihan, semua atlit berkumpul, Zoey nampak pucat dan pelatih pun merasa cemas melihat gadis itu.


"kamu tidak apa-apa zoey, kamu terlihat begitu pucat," tanya guru itu.


"tidak apa-apa master, aku hanya kurang tidur saja, sebaiknya kita mulai bersiap," kata zoey.


mereka pun melakukan tos bersama, pertama adalah seni keindahan terlebih dahulu.


kebetulan yang mewakili adalah Zoey dan Resta, semua penonton pun merasa begitu terpukau.


tapi setelah melakukan hal itu tubuh zoey sedikit kelelahan, dia pun memilih duduk dan minum.


"kamu baik-baik saja, jika kamu tak kuat, kita bisa mundur,"


"tidak master, aku baik, aku yakin," jawab Zoey.


tanpa ada yang tau, dia orang datang dengan jas lengkap dan duduk dengan santai.


"wah.. ku kira kamu tak akan pulang," ledek Evan.


"tau nih, tapi kamu sudah melewatkan zoey dan Resta," kata Fardhan.


"aku tau, jika bukan karena pesawat ku dilarang terbang karena badai pasir, aku tak mungkin telat, jadi diamlah," kesal Saga.


satu persatu murid mulai bertanding, bahkan perwakilan sekolah Fardhan hampir menumbangkan semua musuh mereka.


Zoey tak tau jika ada saga yang menontonnya, dua fokus untuk bertanding.


akhirnya mereka pun sampai di babak final, Resta nampak khawatir, "bisakah kamu berhenti, ya tuhan kenapa kondisiku hari ini aneh juga,"


"kita ke ih baik mundur, jika tidak kita dalam bahaya, kamu tau bukan jika lawan kita kali ini begitu kejam," kata Resta.


"kamu tak percaya dengan kekuatan mu sendiri ya, kasihan," kata Cherry yang duduk bersama mereka.


pasalnya tim cowok sudah tumbang duluan, Zoey merasa tubuhnya makin tak enak.


"ada yang punya madu jahe, aku boleh minta, aku lupa tak buat tadi," kata Zoey.


"aku punya," jawab Fardhan yang melihat semua anak didiknya.


"kalian tak harus melawan mereka, karena sampai babak ini kalian sudah sangat membanggakan, karena aku tak ingin kalian terluka,"

__ADS_1


"tidak om, kami harus buktikan jika kami bisa," jawab Vita yang berdiri.


akhirnya tim mereka keluar, terdengar suara sorak ramai, mereka pun melakukan pertandingan terakhir.


Resta kalah, Cherry menang dan penentuan adalah Zoey, karena mereka melakukan pertarungan Sanda (Sanshou).


Resta kalah KO, sedang Cherry menang karena nilai.


sekarang giliran Zoey yang terlihat begitu siap, tapi Saga berdiri melihat wajah dari putrinya itu.


"dia sedang sakit,", kata Saga


dokter Aiden dan Evan menoleh ke arah Saga, "apa maksudmu Saga?" tanya dokter Aiden.


"zoey sakit, dia terlihat memaksakan dirinya, lihat wajahnya," marah Saga.


akhirnya pertandingan di mulai, terlihat begitu sengit, tapi entah energi dari mana hingga bisa membuat zoey begitu tangguh.


Saga tak bisa lagi melihat, tapi Evan menahannya, dan tak lama lawan Zoey jatuh dan KO.


semua pun bersorak senang, Zoey menang di kelas lima puluh kilo.


tapi saat hakim mengangkat tangannya, gadis itu langsung pingsan.


melihat itu dokter Aiden dan Yim medis bergegas memeriksa kondisi Zoey.


"kita bawa ke rumah sakit!!" teriak dokter Aiden.


Saga pun berlari dan ikut di dalam mobil, dokter Aiden terus mengawasi gadis itu.


tapi tak sengaja Saga melihat bagian bawah Zoey. terlihat ada bekas darah.


"Aiden, Zoey mengeluarkan darah," kata Saga terdiam.


pria itu menoleh dan melihat hal itu, dia pun langsung memeriksa kondisi dari Zoey.


"ngebut Evan, ngebut!!!" teriak dokter Aiden panik.


mereka sampai di rumah sakit, dan Zoey di bawa ke ruang unit gawat darurat.


ada tiga dokter yang mencoba menyelamat gadis itu, saat di lakukan USG.


dokter Aiden terdiam, pasalnya itu adalah keajaiban tapi juga mungkin awal penderitaan hadis ini.


"dokter kita harus bagaimana?"


"tolong sebisa mungkin buat dia bertahan, dan aku akan menanyakan kepada keluarga pasien,"

__ADS_1


Saga langsung menghampiri sosok Aiden yang keluar dari ruang UGD, "bagaimana kondisinya? dia kenapa?" tanya Saga Panik.


"ada berita buruk Saga, aku memberikan dia pilihan padamu,dan keduanya memiliki bahaya masing-masing," kata dokter Aiden.


"apa maksud mu, aku tak mengerti," kata Saga tak tahan.


"Zoey sedang hamil-"


"gugurkan," saut Saga tanpa berpikir panjang.


dia tak bisa melihat zoey hamil dari kesalahan malam itu, dia pun merasa frustasi.


"kamu yakin,kamu bahkan belum mendengar keseluruhan ucapan ku?"


"apa maksudmu?"


"jika kamu memaksa untuk menggugurkan kandungan zoey, kamu sama saja membunuhnya, karena Zoey bisa sulit hamil lagi, dan juga pendarahan karena usianya, dan jika dia mempertahankan kehamilannya, itu juga bisa membuatnya pendarahan sewaktu-waktu, tapi setidaknya jika dia berhasil mempertahankan kehamilannya, kalian sudah punya anak, dan keluarga mu punya penerus, dan zoey tak harus ne derita," kata dokter Aiden.


"gugurkan, aku tak mau bayi itu mengambil zoey dariku," kata Saga tegas dan tak ingin di bantah.


"Saga tolong mengertilah, kita tunggu Zoey sadar dulu dan menanyakan pendapat darinya," kata dokter Aiden.


"aku tidak akan berubah pikiran, buat bayi itu hilang dari dunia ini," kata Saga yang langsung pergi.


🍁🍁🍁🍁🍁🍁


di tempat lain, seorang pria sedang duduk mengenggam tangan seorang wanita yang sudah terlalu lama tidur.


"mama... tolong bangunlah, sebentar lagi dendam kita terbalas, aku sudah bisa menjangkau musuh kita itu, dan dengan mudah aku akan membuatnya mati di depan semua orang," kata pria itu.


dia sebenarnya ingin sekali langsung mendorong gadis itu ketengah jalan, tapi dia tak bisa karena itu terlalu menyenangkan jika langsung mati di tempat.


"aku bahkan rela menyelidiki dirinya dan menghabiskan uang berapa pun, dan aku ingin mama bangun dan menyaksikan satu-satunya keturunan dari jaksa Agung Suprapto mati di tangan ku, seperti ayahnya yang membuat nama harus melihat jasad papa," kata pria itu yang terlihat marah.


jaksa Agung yang tak bisa di suap, membuat orang tuanya yang tak melakukan kesalahan-kesalahan yang di tuntutkan di jatuhi hukuman berat.


bahkan dia ingat bagaimana papanya harus membayar denda yang begitu banyak pada para keluarga korban, padahal itu adalah kesalahan mereka sendiri.


tapi jaksa Agung membuat semua terlihat seperti kelalaian dari perusahaan dalam membangun sebuah bangunan.


hingga pria itu akhirnya frustrasi, pasalnya perlahan perusahaannya bangkrut karena harus membayar denda.


belum lagi dengan banyaknya investasi yang di tarik sepihak dan para rekan bisnis yang meninggalkan pria itu.


membuat pria itu nekat untuk mengakhiri hidupnya meninggalkan semua hutang dan juga luka.


"aku tak Terima jika gadis itu hidup nyaman, sedang aku sengsara..." gumamnya.

__ADS_1


__ADS_2