
Saga pulang ke rumahnya, ternyata sudah ada Evan dan Cherry, "kalian mau apa?"
"kami hanya mengambil baju milik Zoey, dan beberapa hari kedepan dia akan tinggal bersama ku," jawab Cherry.
"tidak boleh minta dia kembali, aku tak mengizinkan dia keluar rumah," kata Saga.
"jangan egois Saga," marah Evan pada sepupunya itu.
"aku egois, ini rumah kami, dia tak perlu sampai harus tinggal di tempat orang lain!!" teriak Saga
"berhenti berteriak pada kekasihku, kamu salah paham jika mengira putrimu yang sengaja melakukan ini, kau bisa tanya pada Levi dan Aiden jika tak percaya," marah Evan mendorong pria itu.
keduanya pun pergi ke rumah sakit, sedang Saga merasa kesal sendiri, "sialan!!!!" teriaknya marah.
di rumah sakit Aiden pun meras senang saat zoey sudah sadar, "om..."
"hai zoey, bagaimana perasaan mu, apa masih ada yang sakit?" tanya Aiden yang langsung memeriksa kondisi gadis itu.
"Daddy...."
"dia di rumah, dia baik-baik saja, untuk sementara kamu di sini ya untuk memulihkan kondisi mu," kata dokter Aiden.
Zoey mengangguk lemah, Cherry datang dan kaget melihat tubuh Zoey yang penuh luka.
bahkan wajah gadis itu bengkak dan pergelangan tangannya juga membiru cukup luas.
"ya Tuhan.... apa dia malam itu kesetanan hingga bisa membuat gadis ini luka separah ini?" lirih Cherry.
"entahlah... tapi obat yang di berikan sahabat kalian itu sangat keras, hingga membuat Saga menggila tanpa bisa mengenali siapapun," jawab dokter Aiden.
tak butuh waktu lama, Levi datang ke tempat Saga,"selamat siang tuan," sapa pria itu tenang.
"jangan formal jika kita di luar perusahaan," kata Saga.
"baik tuan, ada apa anda memanggilku?" jawab Levi.
"sebenarnya apa yang terjadi, kenapa aku bisa memperkosa Zoey, kenapa aku bisa merusaknya!!" bentak Saga.
"itu bukan salah mu Saga, malam itu kami terpengaruh oleh obat yang diberikan oleh Fasya, gadis itu melakukan itu agar kamu bisa menidurinya dan membuat ku menikahinya,dan kamu tau akhirnya," jawab Levi menunjukkan iPad dan seluruh bukti yang di bawanya.
Saga menerima benda itu dan melihat apa yang terjadi, dia pun merasa bodoh saat melihatnya, "kenapa kamu membiarkan dia bersama ku, kamu tau aku bisa membunuhnya," kata Saga dengan lirih.
__ADS_1
"itu permintaannya, dia bilang biarkan aku merawat Daddy, karena dia tak ingin kehilangan mu," jawab Levi.
Saga diam,dia tak mengira jika itu yang di pikiran zoey.
padahal dia tak harus melakukan itu, terlebih dia pernah menyaksikan penyiksaan di depan matanya.
pasti akan sangat menyakitkan bila mengalami hal buruk itu sendiri. Saga hanya bisa merutuki kebodohannya.
"sekarang bagaimana, bagaimana aku bertemu dan menatap wajahnya, putri yang selalu aku sayangi, telah aku rusak sendiri..." kata Saga gusar.
"sudah kita bahas nanti, tapi sebaiknya kita ke rumah sakit, karena Aiden mengatakan Zoey sedang menunggu mu," kata Levi yang baru mendapatkan pesan dari temannya itu.
Saga menoleh kearah sahabatnya itu, "kenapa?"
"luka yang kau berikan hampir merenggutnya, dan jika kami tak menerobos masuk mungkin dia bisa tewas," jawab Levi.
Saga langsung berlari masuk ke mobil asistennya itu, Levi pun juga bergegas masuk dan langsung menuju ke rumah sakit.
Saga nampak begitu panik, terlebih ini semua terjadi karena ulahnya yang melukai putrinya itu.
sesampainya di lobi rumah sakit, dia berlatih ke arah resepsionis, "kamar Zoey Sahara, cepat!!!" bentak Saga.
"VIP lantai tujuh tuan," jawab perawat itu yang takut.
sesampainya di lantai itu saga pun ingin masuk tapi dia menghentikan langkahnya.
hatinya tak siap bertemu dan bertatap muka dengan Zoey, "Daddy..."
"tidak Zoey, dia sedang marah, dia bisa melukaimu lebih parah," kata Evan.
"tidak... Daddy...."
Saga langsung masuk dan mengejutkan semua orang, Levi datang bersama Saga.
"Levi..." geram dokte Aiden.
dia langsung ingin menghadangnya, tapi Saga langsung menyingkirkan pria itu ddngn mudah.
"Daddy..." lirih Zoey.
dia pun langsung memeluk Zoey, "maafkan Daddy sayang... kenapa kamu hingga seperti ini, seharusnya kamu lari bukan malah mendekati Daddy semalam,"
__ADS_1
"aku tak mau... Daddy... terluka..." jawab Zoey dengan lemah.
dokter Aiden menyentuh pundak saga, "aku perlu membicarakan sesuatu dengan mu, ayo ikut aku," sjdk pria itu.
"ada apa?" tanya Saga yang masih nampak terpukul.
"sepertinya kondisi Zoey tak akan bisa seperti dulu," kata dokter Aiden.
"apa maksudmu?"
"organ intimnya terluka parah dan bengkak, belum lagi trauma yang akan dia alami, dan ku takut tak akan pernah ada pria yang bisa menerima dirinya," jawab dokter Aiden.
"kenapa kamu bingung, aku bisa merawatnya sampai aku mati, aku tak butuh siapapun, aku hanya butuh putriku itu, sembuhkan saja dia," jawab Saga.
"baiklah terserah padamu, tapi setelah ini tolong lindungi dia dan jangan membuatnya sedih atau bisa memancing trauma," kata dokter Aiden yang menyembunyikan sesuatu.
Saga mengangguk, dia akan menjaga putrinya butuh dengan segala kekuatannya.
sedang di tempat lain, Fardhan benar-benar di buat tak percaya melihat adegan di depannya.
pasalnya dari semalam mereka tak berhenti, bajakan lima pengawal yang gagah pun menyerah, tapi tenaga gadis itu sangat buas.
"gila... berapa dosis yang di berikan oleh Aiden, sampai membuatnya sekuat ini," gumamnya.
dia mengirimkan link untuk mereka menonton gratis, dan keempat pria itu pun kaget saat melihat video itu.
"hukuman yang menyenangkan bukan," tulis Fardhan.
Saga tak peduli, di pikirannya saat ini hanya ada Zoey, gadis itu harus sembuh dan kembali normal.
Zoey juga tak mau terkapar seperti ini, terlebih du bulan lagi adalah pertandingan Wushu terakhirnya dan setelah itu kelulusan.
di sudah menyiapkan semua rencana untuk masa depannya, dan dia tak mau semuanya hancur, toh ini juga bukan kesalahan Saga.
"tenang Daddy... ini sudah bisa di negara maju, aku anggap aku menyerahkan diriku pada orang yang spesial, jadi Daddy tak perlu merasa bersalah," kata Zoey.
"apa maksudmu, bagaimana pun ini salah, tapi Daddy janji apapun yang kamu minta dari Daddy, pasti akan Daddy tepati dan penuhi, jika tidak aku bisa mati di tangan mu, karena sekarang nyawa Daddy adalah milikmu Zoey," kata Saga dengan yakin.
keduanya belum sadar jika ada sesuatu yang menunggu mereka, dan mungkin menghancurkan hubungan mereka.
terlebih musuh dari Saga dan keluarga Zoey yang lalu, kini mulai bergerak untuk menyingkirkan semu orang yang menghalanginya.
__ADS_1
Karena baginya dendam ini harus terbalas dan tak boleh meninggalkan satu celah pun, mau itu salah maupun tidak, keluarga jaksa jujur itu harus mati seluruhnya.