
sore itu, Saga dan Evan juga pulang ke rumah utama bersama, Saga terlihat sedikit marah saat memasuki rumah.
"kalian sudah pulang, hei kenapa dengan wajah mu itu saga? sepertinya kamu habis melihat sesuatu yang menyebalkan," tanya mama Naura pada putranya itu.
"bagaimana tidak menyebalkan, ada berita tentang opa dan istriku, bahkan di judul berita online itu menyebut istriku adalah sugar baby dari opa, tapi aku sudah membereskan perusahaan mereka," kata Saga yang menjawab dengan tegasq
"apa? satu kesalahan karyawan kamu menghancurkan perusahaannya?" kaget ona Mei.
"itu bukan hanya kesalahannya melainkan itu kecerobohan, Karena mengiring publik pada berita bohong, apa hanya karena aku belum melakukan pesta resepsi,bahkan Zoey sampai saat ini belum diakui?" tanya saga.
"seharusnya semua orang sudah tau, karena kemarin papa juga sudah memberikan konverensi pers dan menjelaskan siapa Zoey itu," jawab mana Naura.
"berarti perusahaan berita itu yang bodoh," saut Evan yang tersenyum geli.
pasalnya perusahaan itu salah pilih musuh karena Saga adalah orang yang tak mudah di ganggu.
"baiklah aku ingin ke kamar dulu, kalian lanjutkan pembicaraannya," kata Saga yang menuju ke kamar.
sedang Evan memilih duduk bersama mama Naura, "lihat ma, putra mu itu sama menyebalkan seperti papanya,"
"dan kamu juga sama menjengkelkan seperti papa mu, sudah kenapa malah duduk di samping istriku, dasar bocah tengik," marah papa Samuel.
"sabar papa, jangan suka marah, ingat darah tinggi, oh ya memang kenapa sih kalau aku main sama mama, memang aku ini bukan putramu ya?" tanya Evan.
"tutup mulutmu, bagaimana pun kau juga putra ku, oh ya aku ingin tau apa tadi ada berita tentang opa, karena tadi sempat ada karyawan yang menemukan berita itu dan sebelum hilang dua sempat meng-capture tadi? ini beritanya?" tanya papa Samuel.
dia pun menunjukkan berita itu, "iya pa, dan dengan kekuatan super, putra mu Saga sudah menghancurkan perusahaan itu dengan sekali perintah, hebat gak?" kata Evan dengan muka songgong.
"apa maksud mu dia menghancurkan sebuah perusahaan itu,aduh kalian bisa membelinya dan membuat perusahaan baru dengan itu," kata papa Samuel.
"itu benar pa, memang itu yang di lakukan oleh Saga, dan tak sepenuhnya dia menghancurkan perusahaan dengan kata lain dia telah menjadi pemilik perusahaan itu, dan yang pasti hancur itu adalah wartawan yang berani mencari dan membuat berita itu," kata Evan.
Samuel pun lupa cara kerja kedua laki-laki itu, "sudahlah aku pamit dulu ya Oma, dan mama karena tubuh ku sangat lengket," kata Evan yang bergegas masuk kedalam rumah.
"tak terasa mereka semua sudah besar, terutama putra mu ya ma," kata papa Samuel yang merangkul mama Naura.
"hei dia juga putramu pa," jawab mama Naura.
saat Saga masuk kedalam kamar, ternyata Zoey sedang tidur, padahal masih jam enam petang.
__ADS_1
"mbak kamu bisa keluar, apa istriku sudah tidur kamar?" tanya Saga.
"iya tuan, sepertinya nyonya muda begitu kelelahan setelah jalan-jalan tadi, apa tuan butuh sesuatu?"tanya mbak seh yang sudah ikut keluarga itu dari lama.
"tidak perlu mbak, tapi boleh juga tolong buatkan sip hangat saat makan malam nanti, biar aku membangunkan istriku," kata Saga yang mempersilahkan pelayan itu pergi.
saya mendekat kearah zoey dan mengusap lembut pipi gadis itu, "sayang bangun yuk, kamu terus tidur seperti ini tak baik loh," kata Saga dengan lembut.
"iya Daddy, uh... sudah lama pulangnya? maaf aku terlalu mengantuk tadi," jawab Zoey yang membuka matanya.
"aku baru pulang, sekarang ayo mandi karena sebentar lagi pasti opa manggil untuk makan malam," jawab Saga
"iya Daddy," jawab zoey yang bangun dari ranjang.
Saga pun menarik istrinya itu hingga jatuh di kursi roda miliknya dan kini membawanya ke kamar mandi.
Zoey memeluk erat suaminya itu, karena dia sangat bahagia memiliki suami seperti Saga yang begitu mencintainya.
setelah mandi, Zoey mengambilkan baju untuk suaminya, dan makan ini mereka memakai baju santai.
sebuah ketukan terdengar zoey pun bergegas membuka pintu, "iya bik seh, ada apa?" tanya Zoey.
"iya bik, oh ya tolong bereskan dan ganti sprei milik kami ya," perintah Saga.
"baik tuan saya mengerti," jawab wanita itu.
keduanya pun berjalan bersama untuk menuju ke area meja makan, ternyata belum sepenuhnya datang.
"mana Evan, Cherry? dia tak ikut makan?" tanya Saga.
"masih di luar kak, tadi katanya mau membeli sesuatu," jawab Cherry.
tak lama pria itu muncul dan datang membawa beberapa cemilan, "apa kak Evan bawa coklat?" tanya Zoey ceria.
"tentu, ini coklat yang sangat enak, kamu mau, kebetulan tadi aku beli banyak?" tawar Evan.
"apa boleh Daddy, Cherry?"
"tentu, aku juga tak mungkin menghabiskan semua coklat sebanyak ini sendiri," jawab Cherry.
__ADS_1
"sudah-sudah makan coklatnya bisa nanti, sekarang kita makan malam dulu, dan ingat tata cara makan di keluarga kita," kata papa Samuel.
"baik pa," jawab kedua gadis itu.
akhirnya setelah makan malam, semua pun duduk bersama untuk membahas tentang pesta.
Zoey melihat kearah Cherry, "seharusnya kita sebaiknya membuat pesta seperti apa? aku bingung mau memilih tema," kata Zoey.
"tadi ona minta tema Indonesia," kata Cherry.
"jangan lebih baik kita buat pesta taman saja, dan sekalian kita buat acara resepsi untuk semua rekan bisnis," usul Saga.
"baiklah, atur saja yang kalian mau, tapi Oma tidak ingin pesta itu berjalan lama karena Oma tak suka hal seperti itu," kata Oma Mei mewanti-wanti semua cucunya itu.
"tenang Oma, aku sudah menghubungi EO untuk membuat pesta itu sukses, karena aku tak mau istriku kelelahan, oh ya Evan apa kamu sudah dapat pesan dari dokter Aiden?" tanya saga.
"pria itu, belum ada pesan sedikitpun tuh," jawab Evan.
hari ini dokter Aiden dan Levi sedang berada di sebuah pemakaman.
ya mereka mengikuti pemakaman dari Aliya yang di lakukan secara sederhana, bahkan jika bukan orang tuanya pun.
dokter Aiden tak ingin datang ke pemakan wanita seperti Aliya itu, "setelah ini mau kemana bro?"
"entahlah, aku juga bingung, atau Kuta pesta di tempat Fardhan,lumayan loh melepaskan penat di otak, ya aku merasa hidupku sedikit membosankan akhir-akhir ini," kata dokter Aiden.
"aku juga, bukan karena apa terasa seperti itu, karena aku kehilangan wanita yang biasa aku goda jadilah sekarang hidupku hampa," jelas Levi juga.
"aduh kenapa kita berdua saja yang belum mendapatkan wanita saat ketiga teman kita bahagia bersama pasangan mereka?" kata dokter Aiden.
"aku sih tak terkejut, terlebih mereka bertiga doyan sama bocah, tapi sepertinya Setu juga jika kita punya wanita yang muda dan seksi ya," kata Levi membayangkan.
"kalau begitu ayo ikut ke pasar bawah, kamu bisa membeli wanita manapun yang kamu suka, dan di jamin kualitas bagus, dan jika tidak original kamu bisa mengembalikannya," kata dokter Aiden.
"kamu kita barang dagangan ya," kesal Levi.
"kamu di kasih tau kok gak percaya, itu semua benar, kebetulan aku di beri dia tiket yang belum aku gunakan, lumayan tau," kata dokter Aiden menunjukkan kedua undangan itu.
"wah boleh tuh, lumayan untuk menghabiskan uang juga, kuat berangkat lah," ajak Levi.
__ADS_1