
Saga langsung mengajak Zoey untuk kembali ke hotel, ya selama beberapa hari di negara indah itu.
mereka akan menginap di hotel yang dekat dengan pusat keramaian, "sebelum ke hotel bisakah kita lihat jalanan di Seoul saat malam?" mohon Zoey.
"bilang saja jika kamu ingin melihat para penjual makanan, dasar kamu tukang makan," kata Saga mengacak rambut istrinya itu.
"Daddy memang yang terbaik dalam mengenali isi hatiku," kata Zoey tersenyum memeluk Saga.
"baiklah pak Kim, Sekarang kita ke pusat jajanan saja, Veve bangun kamu ini ada di Korea malah tidur," tegur Saga.
"capek bos, besok kita ada acara juga pukul satu jadi aku mau istirahat," jawab Veve.
"mbak Veve gak mau ikut makan?" tanya zoey.
"makan? mau dong," saut wanita itu langsung bangun.
"sudah cocok kalian, dua wanita doyan makan ini," kata Saga.
"hei tuan, aku makan juga tak akan membuatmu bangkrut," kata Zoey dengan kesal.
Saga pun tertawa mendengar ucapan dari istrinya itu, mereka semua pun turun dan berkeliling di sekitar pasar itu.
Zoey pun merasa sedang ada di drama Korea, dia benar-benar kalap, tapi ibu Kim juga memberitahukan beberapa makanan yang baik untuk tubuh.
"aku ingin ini tapi di kirim ke Indonesia, ya kami sedang program hamil, apa bisa ibu Kim?" tanya zoey.
"tentu nyonya, nanti biar aku paketkan, apa ini akan di tagih dengan kartu tuan besar?" tanya ibu Kim.
"jangan, pakai kartuku, ini juga sudah internasional," jawab Zoey.
dia pun membeli beberapa minuman dan juga ginseng untuk kesehatan, dan juga beberapa minuman dan oleh-oleh.
Saga sedang memilih minuman dengan pak Kim, sedang Veve sibuk dengan beberapa camilan.
"nyonya besar kemarilah, ayo kita makan," ajak wanita itu.
Bu Kim pun di tarik Zoey untuk makan-makanan street food yang berbagai macam dan jenis.
__ADS_1
hari makin malam, mereka pun memutuskan untuk pulang karena besok Saga masih ada acara lain.
sesampainya hotel mereka segera mandi dan kemudian tidur, karena sudah sangat lelah.
"sayang besok mama akan menemanimu saat aku sibuk, belanja saja sepuasnya dengan mama," kata Saga.
"baiklah sayangku, tapi tolong jangan menggangguku ya besok oke," kata zoey memperingatkan suaminya.
"baiklah sayang ku," jawab Saga yang kini tidur memeluk istrinya itu.
Hila sudah menemukan semua informasi yang dia inginkan, mulai dari perusahaan hingga tempat nongkrong dari Saga.
"baiklah besok aku akan menemui mu, aku jamin kamu pasti akan kembali padaku," gumamnya.
keesokan harinya, Hila sudah sampai di perusahaan besar milik Saga.
dia pun masuk dan menemui resepsionis, "aku ingin bertemu dengan pak Saga, apa bisa?" tanya wanita itu dengan masih tersenyum.
"maaf kalau boleh tau, apa anda sudah membuat janji? karena tak bisa sembarang orang menemui bos besar," jawab kedua resepsionis.
"apa, kalian ingin menghinaku, asal kalian tau, jika Saga tau jika kalian memperlakukan ku seperti ini akan ku jamin kalian akan di pecat saat tau," kata Hila.
mendengar panggilan itu levi menoleh, "aduh kamu lagi, kamu tak tau malu atau apa sih, kalian semua lain kali kalau melihat dia langsung usir, mengerti," kata asisten Levi.
"hei kamu itu cuma asistennya, kenapa bisa mengusirku,kamu gila hah!" marah Hila.
"kamu yang tak tau malu, dasar perempuan bodoh, Saga sudah menikah dan kamu ingin masuk kedalam rumah tangga mereka, kamu tak akan bisa, terlebih istri Saga bukan orang biasa,kamu juga tau itu bukan," kata Levi ingin sekali tertawa.
Hila pun memilih pergi,dia benar-benar tak bisa menemui Saga dan malah harus mendengar ocehan dari levi.
Evan sedang menunggu istrinya melakukan operasi, karena pilihan terakhir dari dokter adalah tindakan.
setelah Cherry mengiyakan, wanita itu pun melakukan prosedur operasi itu, dan setelah itu akan beristirahat selama satu tahun.
baru mereka akan melakukan bayi tabung, karena Evan sudah menyiapkan semua untuk istrimu itu.
sedang di tempat Farhan, pria itu masih melihat dan memilih beberapa guru yang akan di rekrut untuk tahun ajaran baru.
__ADS_1
ternyata Fatima kembali mengirimkan lamaran untuk menjadi guru di sekolah miliknya.
tapi kalo ini gadis itu terlihat wajah Fatima yang sangat cantik, hingga bisa membuat Fardhan berdecak kagum.
"ah gadis ini benar-benar melar di sekolah ini, sudahlah aku akan ke perusahaan ku saja,", gumamnya yang ingin pergi.
tapi dia malah di tahan oleh seseorang, "ada apa lagi Elsa?" tanya Fardhan kesal.
"bapak ini kenapa sih, aku datang hanya ingin memberikan makan siang," jawab Elsa.
"ah terimakasih... aku malah membentak mu, kok kamu ada di sekolah bukannya nyari tempat kuliah yang bagus," kata Fardhan.
"bapak lupa ya, jika aku ini hanya seorang putri penjaga kantin di sekolah ini, sudah bisa sekolah disini saja sudah sangat bersyukur, lagi pula bisnis online makanan Frozen ku juga sudah berjalan baik kok," jelas Elsa.
"ya sudah kita bicara di dalam saja," ajak Fardhan.
Elsa pun masuk dan duduk di ruang mewah itu, sudah hampir seminggu ini dia terus mengirim makan siang untuk pria itu.
"meski kamu sudah jadi pengusahaan online yang sukses, tapi kamu juga harus tetap belajar, terlebih kamu akan jadi pendidikan pertama bagi putra mu, atau mau aku yang Carikan universitas yang bagus, dan aku yakin jika kamu bisa mendapatkan beasiswa full," kata Fardhan yang mulai makan.
"aku tak tau malu sekali ya pak, dari awal sekolah sampai sekarang terus merepotkan mu," kata Elsa.
"sebenarnya Elsa, kami malah berterima kasih padamu, setidaknya aku dan saga bisa mengawasi anak-anak berkat kamu, terutama pria itu begitu protektif pada istrinya," kata Fardhan.
"iya pak, sejujurnya jika sebagai gadis, pasti akan timbul rasa cemburu melihat Zoey yang begitu beruntung bisa bersama pria sehebat tuan Saga, tapi jika mereka tau apa yang di alami gadis itu, pasti semua akan merasa iba, tapi zoey tak pernah menunjukkannya, lihat saja pada Cherry yang dulu terus menjadi musuh bebuyutan dari zoey, tapi setelah mereka SMP mereka teman baik, tapi gadis yang menemani Zoey dari SD malah menjadi musuh gadis itu," terang Elsa.
"tunggu dulu, bagaimana kamu tau cerita itu?" heran Fardhan.
"aku meski terlihat tak berteman dengan Zoey atau Cherry, tapi yang sebenarnya aku sering jadi tempat curhat mereka berdua, meski dilakukan saat salah satu dari mereka tak datang ke sekolah," jawab Elsa tersenyum.
"wah... aku tak menyangka jika kamu begitu pintar, dan masakan mu ini enak, benar bukan," kata Fardhan.
"terima kasih pak, anda begitu peka dengan rasa ya," kata Elsa.
"pasti dong, aku memang bisa merasakan jika cara memasaknya berbeda, tapi rasanya tetap nomor satu," jawab Fardhan.
"tapi sayang anda tak peka terhadap perasaan ku, apa perhatian yang aku tunjukkan selama ini kurang, dasar pria tua," batin Elsa mengumpat pria yang sedang makan itu.
__ADS_1
Fardhan tersedak, dan Elsa panik membukakan minum, Fardhan tersenyum melihat Elsa yang begitu lucu saat melihatnya seperti itu.