My Lovely Daddy

My Lovely Daddy
Zoey malang


__ADS_3

Saga langsung membuka laptop lama miliknya yang selalu ada di mobilnya, dan mulai meretas semua jaringan komputer dan satelit untuk mencari putrinya.


dia bahkan tak peduli jika harus menerima hukuman jika terlacak, Evan kaget saat dia keluarkan karena ada hacker lain yang sedang meretas.


Saga segera menemukan letak dari mobil dan juga ponsel yang batu saja mengirim pesan padanya, "kalian semua bodoh dan salah cari musuh,"


Saga membuka bagasi mobilnya dan membuka pelapis karet di sana.


ternyata ada beberapa jenis senjata api yang tersedia, dia pun mengisi semuanya dengan peluru tajam dan tak lupa dia membawa pisau kesayangannya.


"kalian berani menyentuh Zoey ku, maka kalian semua mati," gumam Saga yang langsung menuju ke tempat mereka menyekap zoey.


para pria itu sedang tertawa, karena pasti sekarang Saga sangat ketakutan tak bisa menemukan putrinya itu.


tapi mereka salah, karena Saga bukan pria yang mudah di hadapi, meski dia sendiri.


tak lupa dia memberikan tujuannya pada Levi untuk segera membawa anak buahnya ke tempat itu.


dia pun sampai di sebuah gudang kosong yang sudah cukup lama, dengan santai Saga langsung berjalan masuk.


dia pun menembak semua pria yang ingin menyerangnya, mereka tak sadar jika Saga sudah datang.


"lihatlah, pasti sekarang ayah angkat mu itu sedang sangat pusing karena permintaan tebusan kami, tapi tenang saj jika dia tak mu menebus mu kamu tetap bisa bersenang-senang gadis cantik," kata pria itu.


Zoey pun menoleh karena merasa jijik di sentuh oleh pria itu.


Saga marah besar melihat pria itu berani menyentuh salah satu tubuh Zoey.


dia pun langsung memotong tangan pria itu, "jangan berani menyentuhnya,"


"Saga... kenapa bisa di sini, mana anak buah kita!!" teriak pria itu bingung.


tapi Saga tak membuang waktu, dia langsung membunuh pria itu dengan tembakan di kepala.


dan menyisakan seorang wanita di sampingnya, "ampun bos, aku hanya di minta menyelidiki, aku tak ada kaitannya sama sekali," panik wanita itu.


tapi Saga tak peduli, siapa yang berani menyentuh Zoey berarti harus mati.


Saga membuka ikatan tangan Zoey, dan kedua matanya, tapi pemandangan di depannya membuat gadis itu syok.


pasalnya zoey melihat tubuh Saga penuh darah dan juga beberapa mayat yang terletak di sana.


Zoey yang terlalu lemah pun akhirnya pingsan, Saga langsung membawanya turun.


beruntung gadis itu tak mendapatkan masalah, saat Saga di bawah, semua anak buahnya dan Levi sudah datang.


"maaf Saga, kami telat," kata pria itu.

__ADS_1


"tak masalah, tapi bereskan mereka tanpa jejak, ingat jangan sampai meninggalkan jejak sedikitpun," kata Saga.


"baik bos!!!" jawab semua orang kompak.


"ha-ha-ha ternyata pria itu sangat menyayangi gadis sialan itu, aku makin penasaran untuk segera bertemu dengannya, dan ingin lihat seberapa kuat pria itu bisa melindungi gadis yang seharusnya sudah mati tujuh tahun lalu itu," gumamnya.


dokter Aiden sudah menemukan Zoey, dan asisten khusus yang di pekerjaan juga sudah menganti baju gadis itu.


"jadi bagaimana kondisinya, apa perlu rawat inap lagi?" tanya saga.


"tidak perlu, tapi tolong Saga jangan terus membuatnya sedih, aku tau kamu merasa bersalah, tapi ingat dia juga membutuhkan mu," kata dokter Aiden.


"iya, aku akan menjaganya, terlebih setelah kejadian ini," jawab Saga.


dokter Aiden pun pamit, Saga pun naik dan menemani Zoey tidur, malam itu terlewati dengan baik.


setengah hari di culik sudah membuat Saga gila, bagaimana jika dua benar-benar kehilangan zoey, apa dia bisa bertahan.


keesokan harinya, Zoey membuka mata dan melihat wajah Saga di depannya.


"apa aku mimpi, Daddy..." lirih Zoey menyentuh wajah Saga.


"tenang Zoey, Daddy masih mengantuk," gumam Saga.


Zoey pun tak percaya melihat Saga di depannya, dia pun langsung memeluk pria itu dengan sangat erat.


"Zoey juga merindukan mu Daddy..."


di sekolah ada seorang murid baru, dia adalah murid pindahan dari luar negeri.


"halo Semuanya?"


"halo pak..." jawab semua murid.


"perkenalkan ini adalah murid pindahan dari Australia, sebenarnya dia sudah lulus, tapi karena satu dan lain hal dia harus mengulang jelas, jadi tolong bantuannya," kata guru matematika itu.


"baik pak," jawab semua murid.


Resta yang awalnya malas kini malah semangat, terlebih pria itu sangat tampan dan sesuai dengan kriterianya.


"baiklah Leon, sekarang kamu duduk di kursi paling belakang," perintah guru.


"kenapa tidak di kursi nomor dua dari belakang di samping tembok," tanya murid itu


"ah... itu kursi dari Zoey dia sedang izin, jadi kamu duduk di kursi lain ya," kata guru itu tak mau berbuat masalah.


Leon pun menuju ke area belakang dan tersenyum kearah Resta dan Cherry, tapi respon Cherry begitu ketus.

__ADS_1


"halo Leon, aku Resta, kita bisa berteman baik dan jika butuh sesuatu kamu bis bertanya atau minta tolong padaku," kata gadis itu.


"sudah berhenti bicara, perhatian pria tua di depan sana," kata Cherry memutar kepala Resta kesal.


terlebih menurutnya Leon tak sebaik yang telihat, meski wajahnya dan senyum ya yang mungkin bisa menarik hati tapi tidak dengan dirinya.


Zoey sedang ingin memasak, tapi asistennya meminta gadis itu untuk duduk, "Daddy... apa ini tidak berlebihan?"


"tidak, setelah kejadian kemarin dan kemarin lalu, ini sudah sangat pas," jawab Saga yang baru turun dari lantai atas.


Zoey pun menghela nafas, dia tak mungkin bisa menang melawan Saga, tapi sebenarnya Zoey masih belum nyaman ada orang lain di dekatnya terlebih dia orang baru.


"nona ini sarapannya," kata wanita itu memberikan roti bakar itu.


"makan saja sendiri, aku tak jadi lapar," kata zoey yang langsung meninggalkan tempatnya.


"nona!!!"


Zoey sudah masuk kedalam kamarnya dan membanting pintu kamarnya.


"ya Tuhan gadis ini, sudah kemarikan biar aku membujuknya," kata Saga yang ingin mengambil piring itu.


tapi saat melihat piring itu saga langsung menampar pipi asisten baru itu.


"apa saya melakukan kesalahan tuan?"


"kau bertanya, bukankah sudah aku berikan apa yang boleh dan apa yang tidak boleh zoey makan, dan dia alergi apa, kamu membuat roti isi selai kacang, kami ingin membunuhnya!!!" terima Saga.


"ah maaf tuan, ini kesalahan saya, saya lupa," jawab wanita itu.


"lupa kau bilang, lebih baik sekarang pergi dari hadapan ku, kau di pecat!!" marah Saga.


pria itu pun tak bisa mentolerir lagi, itu adalah hal yang bisa membahayakan bagi Zoey.


Saga pun terpaksa membuat masakan sendiri untuknya dan Zoey.


perlahan Zoey turun dan melihat piring tadi sudah ada di tempat sampah, zoey pun memeluk daddy-nya.


"kamu marah dan tak nyaman Hem..."


"iya Daddy, aku belum terlalu bisa berdekatan dengan orang yang tak aku kenal," jawab Zoey.


"tapi sebentar lagi kamu akan bertanding?"


"mungkin butuh beberapa Minggu agar aku bisa membuat diriku nyaman, dan bisa ikut lomba dua bulan lagi," jawab Zoey.


"tidak sampai honey, hanya tinggal enam Minggu lagi," jawab Saga.

__ADS_1


__ADS_2