
Cherry mendorong Daffa saat melihat kedua orang itu sudah pergi, "jangan pernah berani melakukannya lagi, dasar pria gila!!"
dia pun bergegas turun dan segera masuk kedalam jelas untuk mengikuti pelajaran terakhir.
Cherry masih tak habis pikir apa yang di rencanakan oleh Resta dan guru itu.
"ah perduli setan dia mau melakukan apa, sekarang aku harus pulang untuk bertemu Zoey," gumamnya.
mobil Honda Ayla itu pun melesat maju tapi sebuah motor menghalangi jalannya.
"ya Tuhan pria ini lagi!!!" marah Cherry
dia pun melihat dari mobil dan langsung marah, "hei!!! kalau mau mati jangan di depan mobilku!!!" teriaknya dengan keras
"tidak kok, aku hanya ingin bertanya, boleh aku ikut dengan ku,aku bosan di rumah," kata Daffa dengan senyumannya.
"tidak boleh, terakhir kali aku mengizinkan, pria itu mencelakai zoey dan om Saga, kamu mau minggir atau tidak, terserah, aku akan menabrak mu," marah Cherry yang langsung masuk kedalam mobil dan langsung pergi.
Daffa tak mengira ada kejadian itu, dan dia menoleh ternyata ada Resta di belakangnya.
"mau ikut bersama ku?" tawar Daffa.
"tak perlu, aku tak butuh," jawab Resta sombong.
"aih... aih... meski sudah miskin kamu tetap sombong ya, padahal kamu sudah tak sederajat dengan ku, jadi jangan pernah bicara sombong seperti itu," ejek Daffa.
pemuda itu pun pergi dengan motor sport mewah miliknya, sedang Resta tak percaya dengan apa yang dia lihat.
Daffa yang dulu selalu mengejar Fasya,kini bahkan menghinanya di depan semua murid di sekolah.
"ini semua terjadi karena Zoey, sudah lihat saja, aku akan membuat mu merasakan pembalasan ku," gumam Resta marah.
mobil yang di kendarai oleh Cherry berhenti di sebuah minimarket untuk membeli beberapa cemilan dan Frozen food kesukaan temannya itu.
"permisi... apa ini kelapa ini baik untuk ibu hamil?" tanya Cherry yang menegang sebuah puding kelapa yang baru di lihatnya.
"tentu kak, itu sangat bagus karena terbuat dari kelapa muda segar," jawab penjaga supermarket itu.
"baiklah ambil dua, dan sepertinya cukup,"
dia pun bergegas ke kasir, seorang kasir melihat sosok dari Cherry yang berseragam SMA,tapi belanjaannya cukup banyak.
setelah menghitung seluruhnya, Cherry mengeluarkan kartu debit milik Evan yang di berikan padanya.
"mas sekalian aku ambil cash tiga juta," kata Cherry.
"baik kak," jawab kasir itu.
__ADS_1
"maaf kak kalau boleh tanya, kakak sekolah di sekolah internasional yang di jln Juanda ya," tanya seorang kasir yang mengenali seragam sekolah itu.
"iya mbak, memang kenapa?" tanya Cherry merasa heran.
"tidak kak,hanya memastikan, karena kartu kakak ini prioritas dan jarang orang biasa bisa memilikinya," jawab kasir itu tersenyum.
"owh itu, itu kartu milik kekasih ku kok, aku punya kartu sendiri tapi dari pada kartu itu tak terpakai kan sayang, jadi sudah mbak hitungnya?" tanya Cherry.
"terima kasih kak," kata wanita itu memberikan uang dan struk belanja," Cherry pun langsung bergegas pergi.
pertanyaan seperti itu tak aneh baginya karena memang gadis SMA sepertinya tak mungkin punya kartu prioritas hitam.
"huh... hanya gara-gara kartu saja mereka kepo,"kesalnya.
kini mobilnya menuju ke rumah milik Saga, dan bertepatan saat menunjukkan identitasnya, ada mobil Levi di belakangnya.
"hei biarkan dia masuk, dia tamu nyonya muda Graham!" teriak Levi dari kaca mobilnya.
Cherry tersenyum dan melambaikan tangan melajukan mobilnya, begitupun dengan Levi.
mereka pun beriringan menuju ke rumah mewah itu, dan saat sampai terlihat Zoey sudah berdiri di luar rumah.
"Zoey..." teriak Cherry dengan senang dan langsung berpelukan.
"aku juga mau dong di peluk," kata Levi yang turun setelah Cherry.
zoey dan Cherry pun tertawa bahagia, "sedih tau di sekolah aku sendirian, kamu sih tidak kembali ke sekolah,"
"tenang besok aku kembali ke sekolah, karena Daddy juga mulai bekerja, lagi pula om Aiden juga sudah mengizinkan aku," kata Zoey.
"bagus kalau begitu," kata Cherry.
"ya sudah ayo masuk, aku sudah menyiapkan sesuatu untuk mu," ajak Zoey.
"tunggu dulu, aku tadi juga beli sesuatu untuk mu," kata Cherry berlari mengambil belanjaannya yang super banyak.
"wah kamu habis borong isi supermarket,sudah ayo masuk dulu, panas ini," ajak Zoey.
mereka pun masuk, ternyata makan siang sudah siap di meja, "selamat siang semuanya," sapa Cherry sopan.
"siang Cherry,ayo ikut makan dulu," panggil mama Naura.
mereka pun makan siang bersama, Cherry pun merasa senang, karena zoey membuatkan ayam tepung kesukaannya.
"hei jangan seperti anak kecil, makan sayurnya juga, Daddy juga," mata Zoey yang mengingatkan kedua orang di sampingnya.
"aduh melihat Zoey seperti ini, kenapa dia sudah pantas jadi ibu ya, begitu perhatian," kata mama Naura.
__ADS_1
"bukan perhatian Oma, tapi maksa ini mah, dia mah ngalahin mama ku di rumah," jawab Cherry.
"sudah makan saja, kamu itu selalu cerewet kalau di suruh makan sayur," kesal Zoey.
saya pun makan saja dari pada urusannya panjang, saat semua sedang makan dengan santai.
papa Samuel mengatakan hal mengejutkan, "hari ini Elna dan Ben mendarat di bandara Juanda, dan dia ingin bertemu dengan mu Saga,"
"tapi sayangnya aku tak mau," jawab Saga dingin dan kemudian langsung berdiri dan pergi.
"Daddy tunggu..." Tahan Zoey.
"berhenti zoey, habiskan makanan mu dan Levi, setelah makan langsung naik ke ruangan ku," kata Saga yang tak ingin di hentikan sedikitpun.
Zoey pun tak bisa bicara apapun, Levi segera menyelesaikan makannya, dan bergegas untuk pergi ke atas.
"aku sudah selesai, aku tunggu di perpustakaan ya zoey, permisi Oma .. Opa..." pamit Cherry yang merasa tak nyaman.
Zoey pun meneruskan makan, mama Naura pun mencubit papa Samuel yang membuat suasana rumah jadi tegang.
"Zoey apa mama buatkan susu juga nak," tanya mama Naura
"tidak usah ma, aku sudah kenyang, nanti biar aku buat sendiri, kalau begitu aku pamit permisi..." jawab Zoey.
"papa lihat, suasananya berubah, kenapa harus memanggil Elna kesini, papa tau putrimu itu tak pernah bisa mengendalikan emosinya," marah mama Naura
"tapi mereka itu saudara ma, kita tak bisa terus membiarkan mereka bertengkar dan perang dingin seperti ini," marah papa Samuel.
"tapi siapa yang memulainya, kenapa harus terus Saga yang terluka, cukup mama tak mau lagi melihat Saga dan Zoey terluka, minta doa kembali atau aku akan membawa keduanya pergi menjauh tanpa papa tau kemana kami akan pergi," ancam mama Naura.
papa Samuel pun mengacak rambutnya, kenapa keluarganya seperti ini saat dirinya mulai berusia senja.
dia tau jika kondisi Saga dan Zoey belum siap menerima kedatangan dari Elna, tapi jika terus seperti ini dia tak akan pernah bisa tenang.
Ben mendapatkan pesan dari papa mertuanya, "jadi kita langsung ke rumah Saga?" tanya Elna.
"tidak bisa sayang, Saga masih tak ingin menemui mu, sepertinya dia benar-benar marah," kata Ben.
"aku tak peduli,aku ingin menemuinya, dia hampir mati kemarin, dan mereka baru saja memberitahu semuanya itu kemarin pada kita," marah Elna.
"aku tau kamu cemas, tapi ingat dia tak bisa menerima kita setelah kejadian terakhir kali, jadi tolong mengertilah Elna, semua tak bisa berjalan sesuai keinginan mu terus menerus," kata Ben membujuk istrinya itu.
"kalian ini kenapa sih, aku hanya ingin berbaikan dengan adikku, tapi kenapa terus di halangi seperti ini," marah Elna.
"aku tak menghalanginya sayang, tapi aku mohon mengertilah," kata Ben.
tapi Elna tetap keras kepala, "semua ini pasti karena hasutan dari gadis itu, dia yang tak ingin aku bertemu Saga adikku," kata Elna.
__ADS_1
"cukup Elna!!! jangan menyalahkan orang lain karena kesalahan mu sendiri, ingat semua ini karena ulah mu sendiri, jika jamu tak bisa untuk di atur, lebih baik kembalilah ke Amerika biar aku bekerja di sini dengan tenang!" bentak Ben yang sudah kehilangan kesabarannya.