
dari lantai atas, seorang wanita melihat semua yang di lakukan oleh Saga, entah kenapa dia merasa kesal.
terlebih melihat senyum zoey, "dia memang tidak pantas untuk Saga yang begitu sukses, dia hanya seorang bocah, bagaimana menurut mu nay?" tanya wanita itu pada temannya itu.
"kenapa kamu mengurusinya, mereka bahagia itu sudah benar, bahkan kamu tak akan bahagia dengan merebut cinta yang bukan untuk mu, jadi pikirkan itu baik-baik," jawab wanita tomboi itu.
Casandra pun mencebikkan bibirnya mendengar jawaban dari sahabat dan juga kepala tim lapangan.
"maaf ... apa saya terlalu telat?" tanya Saga yang terlihat begitu tampan dengan tubuh tegap atletis.
"tidak masalah, aku melihat anda tadi," kata Casandra dengan senyum.
"ya, anda begitu mencintai gadis itu, bahkan anda tak mempertimbangkan kondisi di sekitar anda," kata Nay.
"ya anda benar, tapi kita di sini tidak untuk membahas itu, jadi kita bahas pekerjaan saja, itu yang hanya di lakukan dan di luar itu aku tak ingin membahasnya mengerti," kata Saga dingin.
"tentu, aku tak suka bicara omong kosong, ayo kita mulai saja," kata Nay.
sedang Casandra merasa sangat sulit untuk mendekati sosok Saga, padahal dia sudah jatuh cinta pada pria itu.
terlebih saat Elna menunjukkan foto-foto Saga yang begitu seksi dan mempesona, tapi dia tau segalanya.
tentang Zoey dan hubungan mereka juga, tapi dia tak keberatan jadi istri kedua toh yang dia inginkan harus selalu dia dapatkan.
Saga terus mendengarkan Nay yang menjelaskan, dan dia pun menyetujuinya.
"baiklah, jika ada sesuatu anda bisa meminta pendapat dengan asisten saya, sekarang kamu permisi," kata Saga yang langsung berdiri.
"tunggu tuan Saga, sebaiknya anda makan dulu bersama kami, setidaknya itu baik untuk Keja sama ini," tahan Casandra memegang tangan Saga.
dia pun menghempas tangan wanita itu dari tangannya, "jika kerja sama ini tergantung makan siang seperti ini, lebih baik tsk usah, karena kami hanya ingin bekerja sama dengan orang-orang yang profesional, jadi permisi," kata Saga dengan dingin.
Levi pun tersenyum mengejek ke arah Casandra, "nona... tanpa kamu ketahui kami bukan orang yang bisa jamu tipu, terlebih tuan sangat ketat dalam menerima ajakan bisnis, dan anda nona Nay, sayang bakat terbaik seperti anda harus terjebak dengan wanita seperti ini, sayang sekali..." kata Levi yang kini sudah mengikuti bos-nya itu turun.
mereka berdua saling pandang, Casandra pun melihat ke arah bawah.
di bawah sana, Zoey bahkan bisa memeluk Saga dan pria itu merangkulnya dengan sangat hangat.
terlihat Saga membisikkan sesuatu, zoey pun menoleh ke arah atas dan mengacungkan jari tengah ke arah Casandra.
__ADS_1
"sialan gadis itu berani menghina ku," marah Casandra melihat Zoey.
"itu pantas, Karena kamu yang seharusnya tak boleh hadir di hubungan mereka yang sudah sangat baik dan bahagia," kata Nay.
"kamu ini dukung siapa sih!!" marahnya.
"aku dukung yang benar," kata Nay yang memilih turun dan pergi.
tenyata Saga memilih bergabung dengan teman-teman Zoey, "pasangan yang serasi dan penuh cinta," gumam Nay sebelum pergi.
Saga pun makan bersama zoey dan semua teman istrinya itu, terlebih lusa mereka semua akan ujian negara, jadi hari ini mereka semua bersenang-senang.
Saga yang mentraktir karena sikapnya tadi, anggap saja permintaan maaf dari mereka.
Fardhan sekarang sedang menunggu Resti yang menjemputnya.
"maaf tuan tampan, menunggu lama?" tanya Resti.
"tidak, karena aku juga baru keluar dari kantor ku, sekarang ayo kita pergi, tapi sebelum itu kita ke restoran bakmie di sekitar gang Flamboyan ya," perintah Fardhan.
"siap bos," Jawab Resti
tapi beruntung tempat makan itu tak terlalu ramai, jadi mereka masuk tanpa harus menunggu lama.
Fardhan menarik Resti dan mengajaknya untuk makan bersama, ya bagaimana pun tak baik jika dia makan sendiri.
"bos kenapa aku di tarik juga, aku tak punya uang nih," kata resti.
"sudah duduk saja, toh aku yang mengajakmu masuk ke sini, aku ingin makan di tempat ini tapi aku tak mau sendirian," jelas Fardhan
"baiklah, kalau begitu boleh aku pesen yang ukuran cukup besar, karena aku memang sedikit lapar,"
Fardhan pun tersenyum, tapi yang tak terduga malah ada sosok ayahnya yang datang bersama Resta.
Resti yang melihat pun cuek, untung tadi jaket ojolnya sempat dia lepas, jadi setidaknya dia tak mempermalukan Fardhan.
"halo anakku, kamu makan di tempat ini juga?" kata tuan Wisnu.
"memang kenapa, masalah buat papa, orang ini juga bukan milik papa," jawab Fardhan ketus.
__ADS_1
"hei santai saja, dan kenapa wanita urakan ini bersama mu, dia itu tak pantas untukmu," kata tuan Wisnu melihat sosok Resti.
"apa? coba papa ulangi, tak pantas, jika aku bersama Resti tak pantas, terus papa apa tak tau diri, masak pacaran bersama gadis yang seharusnya jadi cucu mu," marah Fardhan tak habis pikir.
"dasar anak kurang ajar, dia itu memang kekasihku, sedang dia itu cuma wanita yang pernah bekerja di model majalah dewasa kamu tau," kata tuan Wisnu menunjuk ke arah Resti.
"sudah hentikan," terbaik Resti mengebrak meja.
"memang kenapa jika aku pernah bekerja di sana, aku cuma model anda marah Karena aku tak ingin melayani mu seperti adikku, cukup tun sebentar lagi Anda mati, sudah bau tanah kebanyakan tingkah, inget tuhan dan segeralah tobat, dan untuk mu Resta, semoga kamu tak jadi pelacur setelah dia membuang mu," kata Resti yang langsung pergi dari tempat itu.
"hei Resti tunggu!!" panggil Fardhan yang juga ikut pergi.
"tuan bakminya," panggil pemilik warung yang sudah membungkus mie yang di pesan Fardhan.
beruntung jadi mereka bisa makan dimana pun, Resti mengendarai motornya ke sebuah perumahan sederhana yang terlihat sepi.
Fardhan bingung melihat tempat ini, "kamu mau mengajakku kemana Resti?" bidik Fardhan yang dari tadi di bonceng wanita itu.
"ya Tuhan kaget!!!" teriak Resti yang baru ingat jika ada Fardhan di belakangnya.
"hehehe... habis aku mau bicara kamu serius sekali dari tadi, ya sudah aku diam saja, rumah ini milik mu?" tanya Fardhan saat motor Resti berhenti di sebuah rumah.
"ah iya, ayo masuk dulu, tapi maaf tak ada perabotan di dalam," kata Resti yang mengajak pria itu.
Fardhan tak mengira jika Saga menghancurkan seseorang bisa sampai seperti ini.
"kamu kan dulu model terkenal, setidaknya kamu punya uang atau apartemen bukan, kenapa kamu bisa jatuh Samapi sejauh ini," tanya Fardhan.
"itu sih maunya bung, tapi bagaimana pun tak mudah loh bertahan di industri model tanpa gaya hidup mewah, itulah kenapa saat aku jatuh aku seperti ini, terlebih semua harta di sita karena untuk mengganti rugi kerugian negara karena papa, ya setidaknya kini aku bisa berlindung dari panas dan hujan sih," kata Resti.
"gadis yang bijak, sudah ini makan dulu, nih bakmi udah jalan-jalan dari tadi," kata Fardhan.
dia tak mengira jika kedua saudara ini memiliki sifat dan karakter yang berbeda.
Resti yang terlihat garang, Suak mengumpat, bahkan berkat kasar malah memiliki sifat yang sangat baik di baliknya.
sedang Resta yang terlihat lugu, penurut dan terlihat tak begitu sempurna sebagai gadis baik.
nyatanya malah memiliki sifat yang kebalikan dari imagenya, bahkan dia memilih jalur ekspres demi mendapatkan uang dan tak hidup melarat.
__ADS_1