
"ibu jika ingin bertemu wilma, saya bisa mengajak ibu," jawab Fardhan.
"bagaimana bisa nak, dia sudah tak ada di dunia ini?" tanya ibu dari Elsa.
"karena kecintaannya terhadap kak Wilma, pak Fardhan melakukan hal gila bukan?" tanya Elsa.
"bagaimana kamu tau?" tanya Fardhan.
"zoey pernah bilang jika dia tau jika pak Fardhan menyimpan semua hal yang berhubungan dengan kekasihnya, bahkan itu tubuh kekasihnya," kata Elsa.
"ya, aku memang gila bukan, jadi ibu bisa melihat Wilma sekarang," kata Fardhan tersenyum.
ibu dari Elsa melihat putrinya itu, dan Elsa pun mengangguk. Fardhan mungkin selamanya akan mencintai Wilma.
tapi mungkin ini juga hari yang tepat untuk menguburkan kekasihnya itu, terlebih Wilma sudah terlalu lama di peti mati es itu.
mobil pun menuju ke rumah Fardhan dan di sana semua pekerja langsung berlarian menyambut kedatangan dari ketiga orang itu.
"ada apa?" tanya Fardhan yang bisa melihat kepanikan dari semua orang.
"maafkan kami tuan, semua mesin mengalami gagal beroperasi seperti biasa, jadi kami bingung harus melakukan apa," kata pak Din.
"tak masalah pak, saya akan melakukan penghormatan terakhir untuk mama dan Wilma, ayo Bu kita temui putri ibu," kata Fardhan.
Saga yang sedang berada di Korea juga langsung memutuskan pulang saat dia tau jika Fardhan ingin menguburkan jenazah dari Wilma dan mamanya.
karena Saga harus menyerahkan berkas penting pada pria itu, berkas yang selama ini dia tutupi.
"aku belum puas mainnya," bidik Veve pada Zoey.
"sama mbak, tapi kita harus menghormati orang tercintanya om Fardhan bukan, jadi kapan-kapan kita bisa main lagi nanti," kata Zoey yang sebenarnya masih ingin mengunjungi perkebunan strawberry.
bahkan papa Samuel dan mama Naura juga ikut pulang juga. karena mereka ingin tinggal bersama Saga dan Zoey.
Fardhan, Elsa dan ibunya sampai di ruangan super dingin itu, mereka berdua kaget melihat tubuh Wilma yang terlihat utuh di dalam peti kaca.
"mbak Wilma," kata Elsa yang baru pertama kali melihat wanita itu.
"Wilma..." tangis ibu yang sudah bertahun-tahun merindukan putrinya itu.
"kalian bisa melihat semua barang Wilma di ruangan ini, dan saya akan menyiapkan pemakaman mereka karena sudah waktunya saya merelakan semuanya dan maju," kata Fardhan.
Elsa pun ada perasaan senang dan juga sedih, karena ini mungkin akan jadi pertemuan terakhirnya.
__ADS_1
semua teman-teman dari Fardhan datang, bahkan Evan dan Cherry juga datang dari Singapura.
Elsa melihat semua baju dan juga barang-barang Wilma, dan di sana ada buku harian milik kakaknya.
tak hanya itu, ada berbagai surat dan juga buku-buku yang penuh coretan.
Levi datang terlebih dahulu, dia langsung memeluk Fardhan, "ini baik bro, karena kamu berhak bahagia bersama orang yang tepat,"
"iya terima kasih," jawab Fardhan.
"maaf pak Fardhan, ini ada beberapa buku yang seharusnya bapak lihat," kata Elsa membawa semua buku yang dia temukan.
"tidak usah, aku sudah tak ingin melihatnya lagi," jawab Fardhan.
"tapi tolong lihatlah, agar anda tak terluka saat mengetahui isi tentangnya, dan aku yakin anda akan bisa merasa lebih lega saat tau yang sesungguhnya," kata Elsa memohon.
dia pun akhirnya mengiyakan permintaan dari Elsa, dia pun mulai membaca buku diary milik Wilma.
tanggal 08 Agustus..
aku mengantarkan kekasihku ke bandara, boleh aku sebut begitukan, ya meski kami tak ada kesepakatan untuk berpacaran, tapi aku yakin jika hubungan kami ini serius.
tanggal 18 Agustus.
tak hanya itu aku juga akan memberikannya pada adik perempuan ku, tapi aku malah menyaksikan sahabatku dan ayah kekasihku bersama.
aku harus bagaimana, aku tak mungkin menyakiti kak Saga dan juga kak Fardhan
tanggal 11 September.
hari ini aku memilih berpura-pura untuk tak ada di rumah, karena Hila terus mengajakku untuk menemui kekasih kayanya.
tapi sebenarnya aku tau sebenarnya apa yang dia lakukan dan aku takut jika dia membuatku seperti dirinya.
tanggal 02 Oktober
hari dimana kekasihku ulang tahun,karena dia tak bersama ku, aku berharap dia bahagia dan sukses atas segala yang dia impikan.
love you kak Fardhan...
Fardhan pun menghapus air matanya, "dia menyimpan semuanya sendiri?" gumamnya.
"kak tolong lanjutkan di buku harian satu tahun terakhir sebelum dia tiada," mohon Elsa.
__ADS_1
Fardhan pun kembali melihat tulisan tangan dari kekasihnya itu.
tanggal 07 Maret..
hari ini adalah pesta ulang tahun dari Hila, dan kak Saga sangat memanjakan sahabatku itu.
aku memilih diam di pojokan bukan tak menyukai pesta ini atau cemburu pada kebahagiaan temanku, tapi aku kasihan pada pria yang begitu baik itu.
tanggal 25 Maret.
untuk pertama kalinya aku masuk ke sebuah diskotik,dan itupun Hila yang mengajakku.
dia bahkan mengenalkan ku pada beberapa pria temannya yang aku tak tau mereka itu siapa?
tanggal 04 April.
aku merasa aneh dengan sikap Jak Saga yang berubah padaku, dan kak Levi bilang jangan di ambil hati.
tapi sikap kak Saga sangat dingin dan seakan tak suka jika aku bersama Hila.
tanggal 7 Juni.
hari ini aku dibajak Hila untuk ke pesta ulang tahun temannya, dan semoga besok tak terjadi apa-apa padaku...
"Hila!!" teriak Fardhan yang makin yakin jika semua ini rencana Hila.
"tenang Fardhan, kita bereskan dulu pemakaman ini, kemudian baru kami bisa mencari wanita ular itu," kata Levi menahan tubuh Fardhan yang ingin pergi karena kemarahannya.
"tunggu Fardhan, kamu tau jika sekarang Hila bukan orang sembarangan," kata Levi.
"tapi kamu salah Levi, dia cuma wanita gila uang, dan ini semua bukti yang bisa membuatnya masuk kedalam penjara," terang Saga yang baru datang.
Zoey kaget melihat Elsa di rumah Fardhan, "Elsa?"
"halo Zoey, maaf aku kesini untuk kakakku," kata Elsa dengan suara serak
"apa, jadi kamu adik dari Wilma, bahkan dia sering bilang jika ingin menyekolahkan mu di SMA yang sama dengannya," kata Saga.
"dia memang kakak yang baik, meski aku belum mengenalnya dulu, dia tetap menyayangiku dan ibu, meski begitu ibu bilang jika kak Wilma selalu mengirimkan hadiah pada adik tirinya ini..." kata Elsa sesenggukan.
Zoey yang melihat pun langsung berlari dan memeluk dan menenangkan Elsa.
"sudah Elsa, sekarang kamu tak boleh sedih, kamu harus bangkit dan membuat wanita yang membuat kakak mu mati itu bertanggung jawab," kata Zoey.
__ADS_1
"dan sepertinya aku punya ide gila yang mungkin akan membuat kita menemukan bukti, tapi itu dengan resiko besar," kata Saga yang menunjukkan sebuah berkas yang dia bawa.