My Lovely Daddy

My Lovely Daddy
wanita milik Levi


__ADS_3

rombongan tuan Agassi dan dokter Aiden baru merapat di pelabuhan terdekat.


mereka pun langsung menuju ke rumah dokter Aiden karena pria itu tak ingin tamu istimewanya menginap di hotel.


sedang untuk Levi, dia juga langsung pulang membawa hadiah dari Hanz dan tuan Agassi.


"kamu di telpon Saha tidak? soalnya aku mendapat panggilan beruntun dari Saga dan Fardhan," Kata dokter Aiden pada Levi.


"gak kok, sepertinya ada yang sakit, coba telpon balik dan aku akan pulang dulu ya," kata asisten Levi yang pamit duluan.


"baik lah, hati-hati di jalan bro," kata dokter Aiden yang melihat temannya itu pergi.


tak butuh waktu lama, rombongan dokter Aiden juga pergi. tapi selama perjalanan dokter Aiden terus mencoba menghubungi Fardhan.


beruntung pria itu langsung menjawabnya, "iya halo, ada apa Aiden?"


"hei seharusnya aku yang bertanya padamu, sebenarnya ada apa kamu menelpon ku, apa ada masalah yang mendesak atau apa?" tanya dokter Aiden yang memang sedang tak berada di tempat.


"ah masalah itu, semalam Elsa kesakitan dan aku bawa ke rumah sakit milikmu, ternyata jamu tak ada, tapi tak apa-apa dia sudah di tangani oleh dokter Hasan," Jawab Fardhan.


"apa? kalau di tangani dokter Hasan berarti dia sedang hamil?" kaget dokter Aiden mendengarnya.


"iya, dia hamil anggur dan harus kuret, tapi dokter Hasan sudah mengatakan jika kondisinya baik jadi kami tak perlu khawatir yang berlebihan," jawab Fardhan.


"ya Tuhan, maaf semalam aku dan Levi sedang berada di tempat yang memang sulit si tak, tapi syukurlah jika kondisinya baik, nanti aku ada jadwal praktek sore, jadi aku akan menjengguknya," kata dokter Aiden.


"baiklah terima kasih," jawab Fardhan yang menutup teleponnya.


dia pun menghela nafas, sedang Elsa heran melihat Fardhan, "ada apa kak?"


"tadi itu Aiden telpon, dia minta maaf karena dia tak tau jika kamu di rumah sakit, dan nanti dia akan datang menjengguk mu," kata Fardhan mengecup kening dari gadis itu.


"halo... maaf kami masih di sini loh main sosor sosor Mulu, nikahin dulu deh mestinya," kata Zoey dan Cherry yang sedang asik duduk di ruangan itu.


"kalian kenapa tak ikut pulang sih dengan suami-suami kalian," kata Fardhan kesal di buatnya

__ADS_1


"memang kenapa, orang kami mau main kok, sensi amat sih om-om satu ini," kata Cherry yang sedang fokus dengan ponselnya.


"ya Tuhan ku, aku tidak bisa menghadapi dua nyonya besar ini, bisa pusing kepala ku," kata Fardhan yang menyerah.


"wah... kenapa pria seperti om kok menyerah, memang kami melakukan apa, ih... dasar aneh," kata Zoey.


"sudah ya kalian tunggu disini, aku mau ke bar dan perusahaan sebentar untuk mengambil berkas, titip Elsa dan ingat jangan melakukan hal yang tidak-tidak," kata Fardhan memberikan wejangan.


"memang om pikir aku ini super woman apa, aku sedang hamil jadi tak mungkin melakukan hal gila tau," kata Zoey.


"baiklah, tapi kamu dan saga itu sama, sama-sama aneh dan gila," kesal Fardhan sebelum pergi.


"dasar pria tua aneh," kesal Zoey mendengar ucapan dari Fardhan.


Zoey memerintahkan salah satu orangnya untuk mengikuti pria itu,karena dia tak percaya dengan ketiganya.


pasalnya Saga, Evan dan Fardhan sering membuat mereka jantungan hanya demi Surprise.


jadi mulai sekarang Zoey lebih mengatur untuk orang-orangnya ada di sekitar ketiga pria itu.


"hah... kenapa tiba-tiba sih, dasar kamu ini jangan bilang ini aku lagi ngidam," kata Cherry yang kesal.


"habis aku bosan di sini, ayo keluar yuk, sebentar aku tanya dokter dulu apa Elsa boleh di ajak ke taman depan rumah sakit," kata Zoey yang langsung pergi.


"lihat nyonya besar ini, dia sekarang lebih berani menghadapi orang dari pada dulu," kata Cherry.


"ya wajar dia kemarin baru saja menghadapinya hal berat di hidupnya dan memaksanya menjadi dewasa, dan sekarang inilah yang sesungguhnya, nyonya muda Graham yang sesungguhnya, tapi bukankah kamu juga mrnikahi cucu keluarga itu?" tanya Elsa pada Cherry.


"benar, tapi suamiku tak ingin terikat, jadi dia tak mengunakan nama keluarganya," jawab Cherry.


"loh kenapa, bukankah bagaimana pun kalian juga keluarga itu?" bingung Elsa.


"tidak seperti yang kami pikirkan, kami tetap keluarga inti dari Graham, tapi hanya tidak mengenakan nama saja, dan suamiku juga memiliki beberapa usaha dibawah naungan keluarga Graham, dan ada banyak masalah yang hanya di ketahui keluarga inti jadi maaf," kata Cherry.


"begitu ya, ya sudah kalau begitu yang terjadi, tapi dari cerita yang pernah aku dengar dari kak Fardhan, jika kak Saga juga tak ingin jadi pewaris keluarga itu karena satu dan lain hal," kata Elsa.

__ADS_1


"itu benar, jadi tak usah membahas keluarga itu karena tak akan ada habisnya," kata Zoey yang datang bersama dari perawat.


"iya deh maaf, kita lupakan keluarga itu, sekarang ayo kita keluar," kata Cherry.


"jadi boleh keluar?" tanya Elsa yang tak mengira jika temannya itu benar-benar mendapatkan izin.


Zoey mengangguk dan mereka pun mengajak Elsa keluar untuk menghirup udara segar.


saat di depan rumah sakit, terlihat cukup sepi karena tak begitu banyak orang di sana.


"suster, sebenarnya ini boleh bawa makanan tidak sih saat di taman begini?" tanya Zoey.


"khusus anda bertiga boleh, karena itu kata dokter Aiden," jawab perawat itu.


"he-he-he kenapa kami di istimewa kan, padahal kami loh sama seperti yang lain," kata Cherry melihat suster itu dengan tajam.


"ha-ha-ha sudahlah jangan menganggu mereka, ya aku tau karena kami adalah istri dari teman dokter, tapi lain kali jangan bilang begitu karena itu tak akan baik untuk citra rumah sakit," kata Zoey.


"iya nyonya maaf," kata suster itu


dia tak mengira jika ketiga orang yang terlihat begitu elegan ternyata orang yang cukup ramah.


Cherry mengeluarkan coklat dari dalam tasnya,"ini makan deh sapi pada diam-diam Bae," kata gadis itu.


mereka menikmati setiap apa yang merasa miliki sekarang, Zoey pun sering merasa lelah karena kandungannya juga sudah terlihat, setelah puas duduk-duduk santai.


mereka pun memilih pulang kembali ke ruang rawat milik Elsa, karena Surabaya cukup panas.


"rasanya pingin makan es campur ya," kata Elsa yang di dorong suster menuju ke lantai miliknya.


"iya nih nyonya sepertinya akan enak ya," kata suster itu.


"wah koplak semua, mana ada es campur di rumah sakit, tapi boleh deh aku pesan lewat ojek online ya," kata Cherry.


boleh dong, aku juga mau es juga," kata Zoey.

__ADS_1


__ADS_2