
Nathan pun kembali sehabis dari toilet karena moodnya sudah rusak di buat oleh Laura ia meminta izin kepada teman-temannya untuk pulang.
"Gua cabut." pamit Nathan datar langsung meninggalkan Adnan dan Axel, namun tangan Nathan kembali lagi di tahan oleh Laura.
"Than tunggu kamu mau pulang aku ikut ya. " ucap Laura tersenyum manis pada Nathan namun Nathan menghempas tangan Laura yang berani memegang lengannya.
"ogah, lo naik taxi sana." tolak Nathan dan kembali berjalan menuju parkiran, Laura yang tidak pantang menyerah atau bisa di bilnag tidak memiliki urat malu segera mengejar Nathan.
sementara Adnan dan Axel melihat kepergian Nathan dan Laura segera mengikuti mereka dari belakang.
"Nathan tunggu aku. " teriak Laura sambil mengejar langkah Nathan yang cepat.
setelah sampai di parkiran Nathan mulai menyalakan mesin motornya dan meninggalkan cafe namun ia di hadang oleh Laura.
"ngapain Lo di situ, " ucap Nathan Dingin.
"aku pengen ikut sudah lama aku gak ketemu Tante Maya ," rengek Laura membuat Nathan benar-benar pusing di buatnya.
yah Laura dan keluarga Nathan saling mengenal satu sama lain, mama Laura juga sangat ingin menjodohkan Laura dan Nathan namun mama Nathan belum menyetujuinya pada saat itu karena sejak dulu mama Nathan sudah terpikat dengan Naura saat bi Tami membawa Naura di rumah mereka waktu kecil.
"Jangan harap," ucap Nathan datar.
"ayolah Nathan kali ini saja oke," rengek Laura memohon kepada Nathan, Nathan yang melihat Axel dan Adnan segera memanggil kedua sahabatnya.
"Axel bisa Lo bawa nih cewek gak jelas kemanapun dia mau ," tawar Nathan pada Axel.
" gua mah Oga sama cewek gak jelas kaya dia. " tolak Axel enteng langsung meninggalkan Nathan, Laura dan Adnan.
__ADS_1
"Lo Adnan .?" tanya Nathan.
"maaf gua mending antar anak monyet dari pada dia ." ledek Adnan menatap Laura dan sgera pergi meninggalkan Nathan dan Laura menyusul Axel di mobilnya.
"tuh kan Nathan teman-teman Lo pada gak mau anterin gua. " ucap Laura manja membuat Nathan jijik dengan sikap Laura.
" pesan taxi aja, sudah sana pergi hus...hus...hus.." usir Nathan datar, dengan cepat Nathan meninggalkan Laura sendiri di tempat parkiran dengan motor gedenya.
"Awas aja kamu Nathan aku gak akan terima kau berbuat kasar kepada ku seperti ini. " kesal Laura menghentakkan kakinya.
...****************...
Hari sudah gelap Nathan baru tiba di rumahnya karena jalanan yang begitu macet, kemudian Nathan masuk kedalam rumah namun mata maniak Nathan tertuju pada penampilan baru Naura membuat Nathan tidak mengerjapkan matanya melihat pesona kecantikan Naura yang sedang asik bermain catur bersama pak Darwin.
"Cantik." gumam Nathan
Nathan yang kaget dengan kehadiran mama maya yang berada di belakang, langsung malu namun ingat ini adalah Nathan ia hanya memasang wajah datar lalu meninggalkan mama Maya.
"Dasar anak es kutub ," ucap mama Maya lalu pergi bergabung dengan papa Darwin dan Naura yang sedari tadi sedang asik bermain catur.
"wah Naura kamu sangat hebat bisa kalahkan pak Bima. " puji papa Darwin.
"iya nona muda sangat hebat ," imbuh pak Bima menaikan jari jempolnya untuk Naura.
" makasi " jawab Naura malu.
"wah sepertinya lagi asik nih mainnya. " ucap mama Maya yang baru datang.
__ADS_1
"ini loh ma anak mama Naura pinter banget main catur nya. " ucap papa Darwin memuji Naura.
"enggak juga papa juga hebat kok mainnya sama pak Bima, " timpal Naura.
"tapi nona muda lebih hebat " ucap pak Bima menaikan dua jempolnya untuk Naura.
"oh ya pa...ma ada yang ingin Naura beritahu sama papa dan mama." ucap Naura.
"apa sayang" ucap mama Naura mengusap kepala Naura.
"1 bulan lagi ada kompetisi perlombaan antara Sekolah dan Naura terpilih menjadi pemain catur mewakili sekolah apa bisa papa dan mama menontonnya" ucap Naura pelan sebenarnya ia takut meminta hal ini pada mama Maya dan papa Edwan.
"wah yang benar sayang, tentu mama dan papa akan ikut iyakan pa " ucap mama Maya senang.
"iya sayang" ucap papa Edwan.
"makasi ya pa...ma.." ucap Naura tulus memeluk mama Maya dan papa Edwan, Naura sangat bersyukur mempunyai mertua seperti orang tua Naura sendiri.
"oh iya ma sepertinya Nathan juga ikut lomba tapi Naura lupa lomba apa yang Nathan ikuti " ucap Naura.
"oh ya wah kedua anak mama hebat semua " ucap mama Maya.
akhirnya mama Maya, papa Darwin dan Naura mengobrol sangat panjang membuat suasana rumah sangat hangat dengan tingkah Naura yang polos dan sangat ceria.
Nathan yang baru dari kamarnya ikut bergabung ke bawah karena dari atas ia melihat papa dan mamanya tertawa dan ingin ikut bergabung, mereka berempat mengobrol Nathan yang tadinya sangat dingin menjadi hangat dan kadang banyak bicara karena Naura yang selalu mengejeknya.
N & N bersambung....😁😁
__ADS_1