
Kini sudah seminggu lebih mommy Sarah menjalani hukumannya di balik jeruji besi selama 30 tahun yang tentu selalu di temani oleh Daddy Reno dan Axel yang berkunjung untuk menghibur mommy Sarah.
Keberangkatan Naura dan Nathan juga sudah di persiapkan. Mereka berdua akan tinggal di luar negeri selama waktu yang tidak di tentukan.
Senjha yang mulai terlihat sangat di nikmati Naura dari tempat duduk di sebuah taman. Sebelum besok berangkat ke luar negeri Naura meminta Nathan untuk membawanya keliling kota metropolitan.
Naura menaruh kepalanya di atas pundak Nathan sambil menikmati senjha sore yang dengan panorama taman yang begitu indah.
" apa kau bahagia kita sudah keliling kota metropolitan sejak pagi tadi ?," tanya Nathan.
" sangat senang apalagi berdua dengan mu! kita seperti pasangan muda yang lagi kasmaran," balas Naura dengan seluas senyumnya.
" apa kamu sedih kita akan tinggal di luar negeri?," tanya Nathan yang sebenernya sangat tau istrinya masih belum bisa meninggalkan ibu kota dan berpindah ke Negera lain.
" aku hanya takut! di sana kita memulai kehidupan baru, aku tidak bisa menyesuaikan diri dan mungkin parahnya aku tidak bisa bergaul dengan siapapun," jelas Naura.
" jangan di pikirkan, semuanya kita jalani bersama! aku yakin setelah di sana kamu memiliki banyak teman dan bisa menyesuaikan hidup di sana. masalah bahasa Inggris mu nanti aku bisa ajarin ," terang Nathan mengusap kepala Naura.
mendengar penuturan Nathan Naura mengangkat kepalanya dari bahu Nathan dan menatap Nathan.
" aku masih tidak percaya dengan ajaran mu! apa kau ingat waktu SMA aku meminta mu untuk membantu mengerjakan ujian bahasa Inggris tapi kau memberikan jawaban yang salah ," seru Naura membuat Nathan tertawa dengan kejadian waktu SMA saat Nathan memiliki ide konyol untuk itu.
" hahahaha, aku mengingat jelas dengan itu sayang! maafkan aku, tapi jujur ide itu muncul saja begitu saat kau meminta ku mengerjakan ujian mu ," jelas Nathan dengan tawa kecil membuat Naura kesal memukul dada Nathan dengan pelan.
" kau memang tega!," ujar Naura.
" maafkan aku sayang! Tapi kali ini aku akan mengerjakan mu dengan baik dan benar, " ucap Nathan menarik hidung Naura.
" yakin nih ?" tanya Naura.
" iya sayang ku," balas Nathan.
" baiklah! " ucap Naura.
Nathan menarik Naura masuk ke dalaman dekapannya dan akhirnya sore itu mereka menikmati senjha berdua tanpa ada gangguan apapun. canda dan tawa menghiasi wajah mereka.
****
malam harinya Nathan dan Naura segera pulang ke rumah. mereka berdua di sambut dengan sangat ramai oleh teman-teman mereka.
" Naura!," panggil Nisa berlari memeluk sahabatnya itu dengan sangat erat.
" Nisa!," Naura membalas pelukan Nisa.
" apa kamu harus pergi, aku tidak memiliki teman seperti mu nanti ," ucap Nisa membuat Naura tersenyum mendengar ocehan Nisa.
__ADS_1
" kamu masih memiliki Adnan untuk di jadikan teman, ada Dewi dan ada kak Theo juga bukan ," jelas Naura melepaskan pelukannya dari Nisa.
" tapi..., tapi enggak seru enggak ada kamu Naura! kenapa Nathan tega sih membawa mu pergi ," gerutu Nisa memanyunkan bibirnya
" nanti kalau kamu merindukan Naura tinggal beri tau Adnan pasti dia akan mengantar mu di Paris ," jelas Nathan.
" aku sudah memberitahukan Nisa seperti itu tapi dia tidak mau dengar ," balas Adnan.
Naura hanya tersenyum mendengar perkataan Nisa. Ia juga sangat bersyukur saat SMA hanya Nisa yang mau menjadi temannya dan menghias kisah bersama Nisa dengan indah.
" aku akan sangat merindukan mu Nisa saat aku tiba di sana! ," ucap Naura.
" jadi kau tidak akan merindukan ku ," ujar Dewi menghampiri Nisa dan Naura.
" aku juga akan merindukan mu Dewi! ," balas Naura tersenyum manis memeluk sahabatnya yang satu itu dan mungkin akan menjadi Kaka iparnya nanti.
" kamu enak jika merindukan Naura tinggal lihat tuh muka Axel, wajah mereka sangat mirip tinggal kamu pasangan tuh wig di kepala Axel," jelas Nisa sambil tertawa membuat yang lain ikut tertawa.
malam itu mereka menghabiskan waktu bersama, gelak tawa menghiasi rumah pak Darwin begitu indah membuat Naura melupakan kepergiannya besok.
keesokan paginya Naura dan Nathan sudah di bandara yang tentu di temani oleh mama Maya, papa Darwin,Axel dan Daddy Reno.
pelukan Naura ke mama Maya sangat erat seakan tidak ingin melepaskannya.
" ma Naura akan sangat merindukan mama di sana! mama ke sana ya kalau Naura kangen sama mama ," ujar Naura.
setelah memeluk mama Maya, Naura memeluk Daddy Reno kemudian berpindah ke pelukan Axel Kakanya walau mereka berdua berbeda rahim namun mereka terbilang saudara kandung karena memiliki satu ayah bukan?.
" jaga diri di sana, jangan tebar pesona kecantikan mu kalau tidak Nathan akan gila melihat kamu bersama lelaki lain!. " ucap Axel tertawa kecil sambil melihat wajah Nathan.
" ih kaka Axel seharusnya aku yang harus waspada, kegantengan Nathan selalu menjadi pusat perhatian orang contohnya seperti sekarang ini lihat!." jelas Naura membuat semua tertawa.
" yah baiklah! aku akan bermain ke sana," ucap Axel mengusap kepala Naura dengan lembut.
" janji!," Naura menaikan satu jarinya membuat Axel membalas menaikan satu jarinya.
" janji," ucap Axel.
pengumuman penerbangan pesawat yang akan di tumpangi Nathan dan Naura akan segera berangkat.
Naura sangat sedih melambaikan tangannya saat sudah masuk ke dalam membuat Nathan mengusap kepala istrinya.
" ada aku di samping mu! kita akan menjalani kehidupan kita berdua ," ucap Nathan mencium pipi Naura.
Naura menganggukkan kepalanya dengan pelan sambil memeluk erat tubuh Nathan sampai masuk ke dalam pesawat.
__ADS_1
Di dalam pesawat Naura tiada henti menggenggam tangan Nathan dengan sangat erat dan bersandar di pundak Nathan.
" aku mencintaimu Nathan! " ucap Naura.
" aku lebih mencintai," balas nathan mendekatkan wajahnya ke arah wajah Naura dan mencium bibir Naura dengan sangat lembut ********** dengan nikmat.
hingga penerbangan pesawat yang di tumpangi Nathan dan Naura lemas landas menuju ke kota Paris sebagai awal kehidupan mereka yang mungkin akan mengukir kisah kehidupan mereka ke lebih dewasa.
...****************...
Penerbang yang hampir memakan waktu 16 jam 15 menit, kini Nathan dan Naura benar-benar sudah sampai ke negeri menara Eiffel itu.
pemandangan kota pada saat tengah malam begitu indah, hiasan lampu jalanan hingga rumah-rumah dan gedung pencakar langit sangat terang.
Nathan dan Naura sampai di sebuah rumah di kawasan komplek. rumah yang sangat sederhana namun terkesan begitu mewah dengan berbagai macam perabotan dalam rumah itu.
" apa kita akan tinggal di sini ?," tanya Naura.
" yah sayang kita akan tinggal di sini! apa kau suka ?," tanya Nathan kembali.
" sangat suka! kau selalu mengetahui apa yang aku sukai Nathan! terimakasih," ucap Naura memeluk Nathan.
" kalau begitu ayo kita beristirahat! di sini sudah tengah malam! kamu juga pasti sangat capeh saat perjalanan tadi ," Nathan segera membawa masuk kopernya di lantai atas yang tentu di ikuti oleh Naura di belakang Nathan.
sesampainya di dalam kamar Nathan dan Naura segera beristirahat di tempat tidur yang lumayan berukuran king size itu.
Naura yang selalu tidur dalam dekapan Nathan langsung terlelap dengan cepat begitu pula Nathan tertidur dengan cepat mungkin keduanya kelelahan saat di perjalanan.
N & N bersambung...
jangan lupa untuk :
👍 like
💬 komen
❤️ favorit
🎟️ vote
🥀,☕ Berikan hadiah jika kalian menyukai novel ini
catatan:
kehidupan mereka saat tinggal di sini akan semakin di uji loh jadi siap-siap untuk menahan emosi kalian ya 🤭🤭🤭 hanya sekedar info Leona belum di apa-apain sama author loh 🤭🤭
__ADS_1
penasaran yuk terus baca kisah Nathan dan Naura. 😉😉😉 Kawal sampai Tamat ya 😘😘.