Nathan & Naura

Nathan & Naura
N & N part 100


__ADS_3

Kebahagiaan terpancar di raut wajah papa Darwin dan mama Maya saat menggendong cucu pertama mereka. Nathan menatap haru ke arah kedua orangtuanya, lelaki itu mengenggam erat tangan Naura yang sudah tersadar dari tidurnya.


" Terimakasih," ucap Nathan.


Naura hanya membalas dengan senyum indahnya. Wanita itu juga sangat bahagia, kini keluarga kecil mereka bertambah lengkap dengan kehadiran si kembar.


Felix yang sedari tadi memeluk Axel meminta untuk melihat adik twins nya, saat Felix melihat sepertinya anak lelaki itu sangat bahagia karena kini ada temannya yang bisa di ajak main.


Daddy Reno yang sudah berada di kota Paris saat mendengar Naura melahirkan. Rasa bahagia bercampur aduk di dalam hatinya saat melihat cucu pertamanya.


" Dinda lihat lah, jika kamu masih hidup kamu pasti akan bahagia melihat anak Axela!, Mereka berdua begitu menggemaskan," batin Daddy Reno, sudut mata lelaki itu sedikit mengeluarkan air mata dengan cepat Daddy Reno menghapusnya.


Adnan, Nisa dan Dewi melihat bayi Natha dan Naura begitu sangat menggemaskan, wajah baby twins memang sangat mirip Nathan. Nisa dengan hati-hati mengambil satu bayi Naura untuk di gendong.


" Wah lucu sekali," ucap Nisa saat bayi twins sudah berada dalam gendongannya.


Adnan yang melihat Nisa mengendong tubuh bayi Naura, mendekat ke arah Nisa dan memeluk pinggang wanita itu.


" Apa kamu mau satu!, Kita bisa membuatnya sayang ," ujar Adnan tentu mendapatkan tatapan tajam dari Nisa, apa lelaki itu tidak malu saat ini bukan hanya mereka berdua di dalam ruangan itu takut ada juga keluarga besar Nathan dan Naura.


Adnan yang mendapatkan tatapan Nisa sangat paham dan langsung melepaskan pelukannya, lelaki itu menatap ke arah lain agar bisa terhindar dari tatapan Nisa yang begitu menakutkan.


Keluarga yang minat bisa dan Adnan tertawa melihat tingkah pasangan yang begitu lucu.


"Kalian berdua sudah menyiapkan nama untuk dua jagoan kalian ?," Tanya Axel kepada Naura dan Nathan.


Nathan tersenyum menatap ke arah Naura, Naura mengangguk kepalanya membuat Nathan segera menjawab pertanyaan Axel.


" Kamu sudah menyiapkannya," jawab Nathan.


" Siapa namanya?," tanya mama Maya.


" Zahran dan Zayyan yang artinya lelaki yang rupawan seperti ayahnya," terang Nathan.


" Rupawan, tapi jangan mengikuti sifat dingin ayah mu ya nak," balas mama Maya mengecoh ke arah cucunya yang sudah berada kembali dalam gendongannya.


Semua tertawa mendengar mama Maya mengatai anakannya sendiri sebagai pria yang begitu dingin.


" Suami dingin Naura ," ujar Naura, mendengar hal itu Nathan berbalik melirik ke arah istrinya.


" Hanya kamu yang bisa membuat lelaki dingin ini bisa berubah seperti ini ," Nathan mencium sekilas pipi Naura tanpa malu yang tentu saja dengan cepat Adnan dan Axel menutup mata pasangan mereka.

__ADS_1


" Apa kamu bisa melakukannya di tempat lain," protes Axel.


" Irih Lo, sono kawin ," ucap Nathan santai, yah Axel hanya terdiam memutar matanya mendegar jawaban Nathan yang begitu sangat santai.


****


4 bulan telah berlalu, kini Naura sudah sangat sibuk mengurus baby twins dan keperluan Felix, dunia Naura seakan berubah seratus delapan puluh derajat dari biasanya.


Seperti pagi hari ini, Felix yang mungkin merasa cemburu jika Naura hanya memerhatikan baby twins. Banyak hal yang yang Felix perbuat untuk membuat Naura memerhatikan dirinya.


" Felix, gak boleh kaya gitu! Nanti kamu jatuh, sayang ," ujar Naura, wanita itu mengacak pinggangnya saat melihat Felix baik turun tangga rumah mereka sambil berlari.


Namun, Felix tidak mau mendengar. Anak kecil itu hanya tertawa sambil terus berlari di atas tangga.


Bug.....


Suara dari arah tangga yang membuat Naura berbalik saat memberikan makan kepada baby twins. Naura menjatuhkan makanan Beby twins berlari ke arah Felix yang sudah tergeletak di lantai sambil meringis memegang lututnya.


" Ya Allah sayang, kamu tidak apa-apa?," Naura menggendong tubuh Felix.


" Hiks..hiks..! Bubu Atit," Felix menangis di pelukan Naura.


" Bunda sudah bilang tadi jangan lari-lari kan Felix jadi jatuh ," ucap Naura.


" Ada apa sayang ?," Tanya mama Maya.


" Felix tadi lari-lari di tangga, Naura sudah melarangnya tapi Felix tidak mendengar tuh jadi jatuh dianya," terang Naura sambil mengobati luka Felix di bagian lututnya.


" Ya udah kamu urus Felix dan mama urus si baby twins. Nanti Nathan datang kamu antar Felix ke rumah sakit memastikan tidak ada tulang Felix yang patah ya sayang ," ujar mama Maya. Naura mengangguk mengerti, wanita itu juga mengirimkan pesan kepada Nathan untuk membawa Felix ke rumah sakit setelah jam pulang kantor.


Satu jam sudah berlalu baby twins dan Felix tertidur dengan nyenyak, sejenak Naura merasakan adanya kedamaian dari ke aktifah anak-anaknya.


Namun, saat Naura hendak merebahkan badannya, Nathan tiba-tiba datang mendorong pintu begitu kuat, penampilannya juga terlihat berantakan, wajah lelaki itu sangat terlihat cemas.


" Nathan ," Naura menaikan jari telunjuknya ke bibir mengisyaratkan agar tidak berisik membangun'ketiga malaikat kecil mereka.


Naura mendekat ke arah Nathan, menarik suaminya ke arah balkon kamar mereka.


" Ada apa, kenapa wajah mu terlihat begitu cemas ?," Tanya Naura.


" Kau mengirimkan pesan padaku untuk membawa Felix ke rumah sakit! Setelah membaca pesan mu aku segera pulang," jelas Nathan.

__ADS_1


Mendegar penjelasan Nathan, Naura tertawa kecil. Sungguh, pria sedingin Natha bisa seoerhatian itu kepada Felix walau Felix bukan darah dagingnya.


" Felix hanya terjatuh dari tangga, tidak terlalu parah. Hanya mama menyatakan untuk membawanya ke rumah sakit untuk mengecek kondisi Felix baik-baik saja ," terang Naura.


Nathan sedikit lega mendengar penjelasan Naura dan menyetujui Sarah dari mama Maya untuk membawa Felix ke rumah sakit.


****


Naura, Nathan dan Felix sudah pulang dari rumah sakit. Tidak ada hal yang buruk terjadi pada Felix, untung saja memang saat anak itu jatuh tangganya berada di bagian bawah jadi tidak akan parah bila terjatuh.


Malam harinya seperti biasa Naura sangat sibuk, mengurus semua anaknya sampai ia lupa jam menunjuk pukul sebelas malam si baby twins baru tertidur begitu pula Felix.


Badan Naura begitu terasa pegal, wanita itu segera masuk ke dala kamar setelah menidurkan anaknya. Mereka berada di dalam kamar mama Maya, atas permintaan mama Maya untuk membawa cucunya tidur bersamanya.


Namun, sat wanita itu baru masuk ke dalam kamar, seseorang menariknya dengan begitu ganas. Mencium setiap inci bibir Naura. Tidak membiarkan wanita itu bernafas.


Yah Nathan, sang pelaku yang tiba-tiba mencium Naura, sepertinya lelaki itu sedang kerasukan arwah mesum pasalnya kini pakaian Naura sudah robek hingga memperlihatkan dada Naura yang masih di tutupi oleh bra.


Natha melepaskan ciumannya menjatuhkan kepalanya di pundak Naura. Nafasnya benar-benar sudah tak terkontrol. Sudah hampir 4 bukan Natha menahan hasratnya untuk tidak menyentuh Naura karena melihat Naura begitu sibuk dengan anak mereka.


Namun, semampu apa Natha bertahan, pertahanannya hancur seketika saat melihat Evan dan Carloine di kantor selalu berciuman yang menggairahkan.


" Maafkan aku," bisik Nathan di telinga Naura.


" Tidak, aku sadar diri sudah tidak melayani selama 4 bulan. Malam ini kau bisa menyentuh ku sepuasnya sayang ," ucap Naura.


Wanita itu menyerang Natha deluan hingga Nathan yang memang notabenenya sudah ingin meluapkan hasratnya mendorong tubuh Naura di atas ranjang.


Permainan yang begitu panas, Nathan tidak membiarkan Naura beristirahat. ******* Naura sungguh membuat Nathan semakin menggila dan sangat buas.


Suara surgawi yang saling bersautan dalam kenikmatan tiada tara yang di rasakan oleh nathan dan Naura. Malam yang emnajdi saksi bisu penyatuna cinta mereka setelah empat bulan Nathan harus menahan hasratnya.


N & N bersambung....


Jangan lupa untuk:


👍 Like


💬 Komen


❤️ Favorit

__ADS_1


🎟️ Vote


🥀☕ Berikan hadiah jika kalian menyukai novel ini


__ADS_2