Nathan & Naura

Nathan & Naura
N & N part 71


__ADS_3

Sesampainya di gedung terbengkalai di jalan XY Nathan dan yang lain segera mencari Naura di setiap gedung di sana yang lumayan begitu banyak, Nathan berlari mencari Naura sambil meneriakkan namanya.


" Naura..., Naura ," teriak Nathan sambil berlari di dalam gedung mencari keberadaan Naura namun mereka belum menemukannya sama sekali.


Nathan dan yang lain segera keluar dari gedung dengan hasil tidak menemukan Naura sama sekali.


" apa Sonya menipu kita ,?" tanya Axel melirik ke arah Nathan, Daddy Reno dan Adnan, sementara Dewi dan Theo tidak ikut karena harus menemani Mommy Sarah di rumah.


" sepertinya tidak, " jawab Daddy Reno


" tinggal satu gedung yang belum kita periksa, " ucap Nathan sambil menunjuk ke arah gedung yang paling tinggi dan paling belakang, membuat mereka semua berjalan ke arah gedung itu.


sesampainya di sana semua sudut gedung itu mereka telusuri hingga terdengar suara tawa orang membuat mereka berjalan pelan mengarah ke sumber suara itu.


" hahahaha kau kalah, aku sedari tadi menang, raja makan bidaknya," ucap seseorang yang Nathan lihat begitu besar dan 2 lainnya bertumbuh kecil namun tampang mereka sangat menyeramkan.


Nathan berbalik menghadap ke arah polisi yang berad di belakangnya dengan cepat polisi segera keluar dan menodongkan pistol ke arah 3 preman itu membuat mereka langsung mengangkat tangannya.


" jangan bergerak kami dari kepolisian, angkat tangan kalian ke atas ," pekik seorang polisi lalu menyuruh team lainnya untuk segera memborgol para preman itu.


namun saat kepolisian mendekat ke arah 3 preman tadi juga langsung mengeluarkan senjata mereka sambil tertawa.


" kalian pikir hanya kalian yang mempunyai senjata, kami juga memilikinya," ucap seorang preman tadi dengan porsi tubuh yang begitu besar sambil tertawa dengan kedua orang temannya.


namun begitu terkejutnya mereka saat bidikan senjata dengan cepat menjatuhkan pistol mereka.


yah, Riko si Intel terbaik dan penembak yang sangat di andalkan, ia ikut serta sejak tadi untuk mencari keberadaan Naura.


" borgol mereka ," pinta Riko, dengan cepat mereka langsung memborgol ketiga preman itu.


setelahnya Nathan segera masuk ke dalam ruangan yang di jaga oleh tiga preman tadi, ruangan yang begitu gelap dan sangat pengap, hanya cahaya redup yang masuk dari celah jendela yang kecil berada di paling atas ringan itu.


hingga pandangan mata Nathan tertuju pada tubuh Naura yang sudah terbaring lemah dan tak berdaya, membuat Nathan segera berlari ke arah Naura.


" Naura .., Naura...," ucap Nathan mengangkat tubuh Naura dan memukul pipinya dengan pelan.

__ADS_1


namun alangkah terkejutnya Nathan saat melihat aliran darah begitu banyak mengalir dari tubuh Naura membuat pikiran kemana-mana.


Nathan langsung menggendong tubuh Naura yahh sudah sangat banyak mengeluarkan darah hingga darah Naura berpindah ke baju Nathan.


Daddy Reno dan Axel yang melihat Naura dengan kondisi seperti itu menghampiri Nathan.


" apa yang terjadi ,?" tanya Axel.


" aku tidak tau, tapi kita harus membawa Naura segera ke ruang sakit ," balas Nathan dengan langkahnya yang besar memompang tubuh Naura dengan kuat dan segera membawanya ke rumah sakit.


sepanjang perjalanan Nathan tidak berhenti memegang tangan Naura di pangkuannya sambil mengecup beberapa kali wajah Naura yang sudah begitu pucat dan bibirnya yang begitu kering membuat penampilan Naura sangatlah berantakan.


" aku datang sayang, aku datang menjemput mu pulang ," gumam Nathan sambil terus mengelus kepala Naura.


sementara Daddy Reno yang menyetir membawa mobil begitu balap secara membabi buta untuk segera membawa putri tercintanya ke rumah sakit.


tidak menunggu waktu yang lama, mereka sudah sampai di rumah sakit, Nathan menggendong tubuh Naura dan segera membawanya masuk ke rumah sakit.


untung saja Nathan sudah menghubungi dokter Ilham terlebih dahulu, membuat dokter Ilham mengubungi dokter Kelly untuk membantu dirinya mengecek kondisi janin Naura.


Naura segera di masukan ke dalam ruangan IGD membuat Nathan harus terpaksa terpisah dari istrinya dan menunggunya di luar.


Nathan yang mendengar hal itu bak di sambar petir, anak yang selama ini ia inginkan harus pergi begitu saja dan kondisi Naura pun sangat kritis


" apakah anak ku tidak bisa di selamatkan dokter Ilham ?," tanya Nathan dengan lirih, matanya kini sudah mulai berkaca-kaca, menatap dokter Ilham.


" maafkan kami Nathan, sepertinya anak mu tidak bisa kami selamatkan dan pendarahan yang di alami Naura itu akibat janinnya yang mungkin mengalami benturan yang begitu keras ," jelas dokter Ilham membuat Nathan terdiam menatap ke arah pintu IGD dengan air mata yang mulai meniti membasahi pipi Nathan.


" tapi istri saya bisa kan dokter Ilham selamatkan,?" tanya Nathan dengan suara yang bergetar masih setia menatap pintu IGD yang tertutup dengan baik.


" itu kami akan usahakan Nathan semua kita berserah diri kepada sang pemilik nyawa ," ucap dokter Ilham memukul pundak Nathan untuk menguatkannya.


" kamu harus kuat agar istri mu bisa kuat Nathan ," ujar Daddy Reno sambil mengusap air matanya yang terjatuh di sudut mata Daddy Reno.


" maafkan aku Daddy, aku gagal menjadi ayah dan suami yang baik ," lirih Nathan air mata kini membasahi pipinya dengan mudah membuat Daddy Reno tidak tega melihat Nathan, sejak di perjalanan tadi Daddy Reno melihat Nathan yang begitu kahwatir dengan keadaan Naura.

__ADS_1


sebesar itu cinta Nathan kepada Naura yang mungkin tidak akan bisa di ungkapkan dengan sebuah kiasan kata cinta.


Daddy Reno memeluk Nathan dan menguatkan Nathan.


" kamu sudah menjadi ayah yang terbaik dan suami yang terbaik untuk Axela, jangan menyalahkan semua kejadian ini kepada dirimu," terang Daddy Reno memeluk erat Nathan yang sudah menumpahkan tangisannya di pelukan Daddy Reno.


sementara Axel melihat Nathan mungkin posisinya yang paling terpukul harus kehilangan darah dagingnya sendiri.


" ya Tuhan berikanlah keajaiban kedua kalinya kepada Axela, kau pernah sekali memberikan keajaiban kepadanya dan aku mohon ya Tuhan berikanlah sekali lagi keajaiban kepada Axela untuk hidup," batin Axel.


******


Di tempat lain mami membanting semua barang-barang nya menatap sebuah cermin besar dan menghempaskan cermin itu dengan pot hingga pecah dan berserakan di lantai.


" matilah kau Axela, jangan berani untuk hidup kedua kalinya, aku sudah sangat berusaha untuk menyingkirkan mu, tapi kenapa Tuhan selalu memberikan keselamatan kepada mu ," pekik mami dengan sangat murka wajah mama kini dengan penuhi dengan aliran darah.


ia memandang foto Axela saat kecil yang sedang tersenyum bersama Axel, mendekati foto itu dan segera membanting nya dengan keras.


" Mati kau Axela..., jika Tuhan berpihak pada mu maka aku akan selalu membunuh mu secara berulang-ulang sampai Tuhan akan capeh dan berpindah pihak pada ku ," lirih wanita itu memandang foto Naura yang berada di lantai.


****


sementara di bandara tepatnya di dalam sebuah pesawat yang akan melakukan penerbangan, Laura sudah duduk manis memandang ke arah luar jendela, ia tersenyum dengan lebat karena sudah berhasil kabur dan tidak akan di penjara seperti Sonya.


" terimakasih mami, setelah setahun aku akan kembali dan membantu mami untuk membunuh Naura jika dia masih hidup ," gumam Laura dan pesawat yang ia tumpangi segera lepas landas meninggalkan negara metropolitan menuju ke negara Paman Sam.


N & N bersambung...


jangan lupa untuk,:


👍 like


💬 komentar


❤️ favorit

__ADS_1


🎟️ Vote


🥀 berikan hadiah jika kalian menyukai novel ini


__ADS_2