
" Nathan ," ucap wanita itu menatap Nathan dengan wajah yang sangat pucat.
" Sonya, " balas Nathan menatap Sonya dengan sangat tajam.
Sonya terdiam mendapatkan tatapan dari Nathan, seketika Nathan manarik Sonya ke semua orang dan membuka semua kebenaran yang terjadi, Nathan dan sengaja mengarahkan kesalahan kepada Nisa tentang kasus yang Kemarin namun kasus rambut yang di dapat oleh dokter Ilham membuat Nathan belum memercayai Nisa sepenuhnya.
flash back on..
saat Riko sedang berkonsentrasi mencari ke keberadaan Naura, ia mendapatkan hal yang sangat mengejutkan, ia melihat pesan singkat dari ponsel Nathan yang Naura kirimkan padanya, ternyata ponsel Naura di sadap oleh seseorang membuat Riko mencari sumbernya hingga ia tertuju kepada satu orang.
Yah, Sonya Alfinatasya orang yang selama ini berpura-pura berteman dengan Naura untuk mendekatinya agar bisa melukai Naura sesuai dengan keinginan Laura dan mami, ia adalah kartu as milik mereka karena Sonya sangat begitu dekat dengan Naura.
Riko yang tidak mau kecurigaannya terbaca oleh wanita yang bernama Sonya itu, ia menggantikan dengan data Nisa dan akan memberitahukan kepada Nathan terlebih dahulu.
Riko sengaja berteriak untuk mengatakan dia mendapatkan sesuatu agar Nathan bisa mendekat padanya.
" aku mendapatkannya," pekik Riko yang berhasil mengidentifikasi handphone Nathan saat Naura handphone Naura mengirimkan pesan singkat kepadanya.
" apa benar Riko ," ucap Nathan menatap layar komputer milik Riko yang sedang memproses untuk menampilkan orang itu.
mereka semua menatap ke arah komputer milik Riko dengan sangat penasaran ingin melihat wajah orang yang berani menculik Naura.
Proses Sukses.....✓
semua orang di sana begitu kaget saat melihat wajah yang sangat tidak asing, setiap saat ada bersama Naura dan teman Naura sejak SMA membuat Nathan menatap tidak percaya.
" Nisa!" lirih Nathan.
namun saat bersamaan Riko memegang dada Nathan memberikan sebuah kode tangan yang hanya Nathan mengetahui itu, Nathan melirik ke arah Riko membuat Riko menganggukkan kepalanya sambil tersenyum.
" bukan Nisa pelakunya aku sengaja mengubah nya, wanita yang berada di belakang mu dia menyadap handphone Naura dan mengirim pesan kepada mu ," Riko memberikan kode gerakan tangan di dada Nathan membuat Nathan yang mengerti dengan kode yang pernah Riko ajarkan padanya.
Flash back Off....
"Sonya, kenapa kau manarik Sonya seperti itu," ucap Dewi membantu Sonya berdiri.
Nathan menatap Sonya dengan sinis dan menyuruh Riko menjelaskan semuanya membuat orang yang berada di dalam ruangan itu begitu terkejut.
__ADS_1
" Sonya apa kau yang merencanakan semua penculikan Naura,?" tanya Nisa menatap Sonya dengan tidak percaya.
" apa yang kalian bicarakan, aku tidak melakukan apapun," jelas Sonya dengan wajah panik, tergambar dengan jelas raut wajah Sonya yang begitu ketakutan.
" jangan coba membohongi kami Sonya, Laura tertera jelas di ponsel mu, kau menelfonnya dan kami sudah mendengar semua pembicaraan kalian, apa kau lupa Riko adalah Intel terbaik, ia menyadap handphone milik mu secara diam-diam," terang Nathan dengan senyum sinis membuat Sonya tidak bisa mengelak.
" hahahaha, kalian semua bodoh bisa di tipu oleh ku, ya aku yang menculik Naura itu sangat benar atas perintah Laura aku melakukan itu, aku di beri uang banyak dan orang yang membunuh wanita bersama Naura itu adalah Nisa ia bekerja sama dengan Ku," jelas Sonya membuat Nisa yang mendengar penjelasan Sonya begitu kaget kenapa ia tersudutkan seperti ini.
" apa yang kau maksudkan Sonya, jangan kak berkata bohong kepada semua orang, aku tidak pernah membunuh siapapun dan aku juga tidak tau jika kau akan menculik Naura," pekik Nisa membela dirinya namun Nathan tersenyum mendengar ocehan Nisa.
" lalu kau bisa jelaskan kepada kami tentang rambut mu yang di temui di badan mayat itu Nisa ," geram Nathan memandang ke arah Nisa.
" aku bersumpah demi Tuhan, aku tidak tau hal itu, aku juga sangat menyayangi Naura sejak dulu, kenapa kalian tidak memercayai Ku," terang Nisa dengan mata yang berkaca-kaca.
sementara Axel langsung menahan tangan Sonya, seandainya dia bukan seorang wanita entah apa yang terjadi dengan Sonya, mungkin saat ini wajahnya sudah habis di pukuli.
" Dimana Naura sekarang,?" tanya Axel memegang erat tangan Sonya, ia tidak akan membiarkan Sonya kabur dan hidup bebas setelah menyakiti Naura.
" aku tidak akan memberitahukan kepada mu," ujar Sonya dengan senyum devil membuat Nathan sangat geram, Nathan saat marah ia tidak memandang siapapun.
" aku tidak peduli kau seorang wanita karena aku menanggap mu seperti iblis tidak pantas untuk di belas kasihani," tutur Nathan melangkah ingin memukuli wajah Sonya namun Daddy Reno menahan Nathan.
" katakan di mana Axela, jika kau memberitahukan kepada kami, kami tidak akan membawa mu ke kantor polisi'," ujar Daddy Reno.
Sonya berpikir sejenak dengan penawaran yang di ajukan oleh Daddy Reno, ia tidak mau tinggal di dalam jeruji besi yang begitu dingin.
" aku akan memberitahukan kalian di mana Naura, tapi jangan melaporkan ku ke pihak kepolisian," kata Sonya membuat Daddy Reno menganggukkan kepalanya.
" Naura ada di gedung terbengkalai di jalan XY, " ucap Sonya membuat semua kepolisian yang ternyata sudah ada di rumah papa Darwin langsung mengepung Sonya dan sebagian akan mengikuti Nathan dan lain untuk menyelamatkan Naura.
" apa yang kalian lakukan, aku sudah menyatakan sejujurnya, bukankah kalian berjanji tadi ," pekik Sonya membuat Daddy Reno tersenyum sinis menatap wajah Sonya.
" kamu pikir hanya kamu yang bisa berbohong," ucap Daddy Reno dan langsung menyuruh kepolisian untuk segera menangkap Sonya.
" jangan menyentuh ku, dasar kalian semua brengsek," teriak Sonya namun tangan segera di borgol dan di amankan oleh kepolisian, Nathan juga memerintahkan untuk menangkap Nisa membuat Adnan sangat marah.
" aku tidak apa, terimakasih sudah memercayai ku Adnan, aku mencintaimu," ucap Nisa dan segera mengulurkan tangannya di borgol oleh pihak kepolisian dan mengamankannya bersama Sonya.
__ADS_1
" Nisa..., Nisa...! jangan membawa Nisa pergi kemana pun ," ucap Adnan.
" aku akan membebaskannya jika memang Nisa tidak terbukti bersalah ," terang Nathan membuat Adnan hanya bisa menatap kepergian Nisa yang sudah di bawa pergi oleh pihak kepolisian.
mereka pun segera meluncur ke arah gudang terbengkalai yang Sonya katakan kepada mereka, dengan kecepatan penuh Nathan membawa mobil bersama kepolisian yang mengikuti di enakkan Nathan.
" sayang bertahanlah aku akan menjemput mu pulang ," batin Nathan.
...****************...
Sementara Laura sudah sangat kepanikan sejak tadi ia menelfon mami namun tidak mendapatkan jawaban dari Mami membuat Laura sangat geram membanting semua yang ada di hadapannya.
" sial..., apakah mami ingin kabur dari semua rencananya ini," pekik Laura dengan mata yang sudah memerah.
tidak lama kemudian handphone Laura berbunyi panggilan dari mami membuat Laura segera mengangkat telfon nya dengan cepat.
" hallo Mami," ucap Laura.
" segera pergi, aku sudah membelikan tiket untuk mu ke luar negeri tinggallah Selama setahun di sana, aku sudah menyiapkan semuanya,...📞📞" jelas mami di seberang telfon sana membuat Laura mengerti dan segera merapikan bajunya dan ke bandara untuk kabur.
sementara mami membanting ponselnya hingga hancur agar ia tidak bisa di lacak oleh siapapun.
" kenapa Tuhan selalu berpihak kepadanya," gumam mami dengan amarah mengepalkan kedua tangannya dengan kuat.
N & N bersambung...
jangan lupa untuk :
👍 like
💬 komentar
❤️ favorit
🎟️ vote
🥀 berikan hadiah jika kalian menyukai novel ini
__ADS_1