
2 Minggu pun telah berlalu hubungan antara Nathan dan Naura tidak ada perkembangan apapun di antara mereka entah kapan cinta mereka akan mekar seperti bunga yang sakura begitu indah.
di sekolahan Naura seperti biasa tidak mengenal Nathan begitu pula Nathan, namun saat di rumah Nathan akan memerintah Naura seperti pembantu kadang Nathan juga mengerjai Naura yang membuat Naura semakin kesel.
Malam harinya Naura mempunyai tugas matematika, ia sangat kesulitan untuk mengerjakan karena sebenarnya Naura tidak terlalu pintar dalam hal belajar ia juga hanya mendapatkan ranking yang lumayan tidak terlalu rendah dan juga tinggi.
Naura pun berinisiatif untuk meminta bantuan pada Nathan namun ia bingung cara ngomong ke Nathan harus gimana.
"kalau aku minta tolong sama manusia es kutub itu pasti dia akan minta syarat yang aneh-aneh," gumam Naura berbicara sendiri sambil mondar-mandir dalam kamarnya memikirkan cara meminta bantuan dengan Nathan.
akhirnya Naura pun pasrah dengan syarat aneh dari Nathan asal tugasnya bisa selesai dari pada harus kena ngomel guru matematika nya besok, Naura pun mengetuk pintu makar Nathan.
tok....
tok...
tok....
Nathan pun membuka kamarnya dan melihat Naura membawa buku, Nathan menatap Naura dengan menaikan satu alisnya dengan mukanya yang datar.
"dasar manusia es kutub tuh muka datar amat kaya jalan trotoar" batin Naura
"ada urusan apa kamu datang ke kamar ku,? " tanya Nathan datar sambil bersandar di pintu kamarnya.
"aku bisa minta tolong gak, " pinta Naura menunduk.
"minta tolong apa,?" tanya Nathan.
"mina tolong bantuin aku kerjakan tugas, kamu kan pintar. " ucap Naura menutup matanya sambil menunjukan buku pelajarannya.
Nathan yang mendengar permintaan dari Naura entah mengapa ide jahil Nathan datang langsung begitu saja untuk mengerjai Naura.
"baiklah aku akan membantu mu." jelas Nathan.
"serius, " balas Naura semangat.
__ADS_1
"tapi kamu tau kan tidak ada yang gratis, " ujar Nathan menatap ke arah Naura.
"baiklah, aku tau kamu akan memberikan syarat lagi tapi jangan yang aneh " ujar Naura.
"yah tergantung," balas Nathan datar lalu kembali menutup kamarnya.
Naura yang melihat hal itu mengetuk pintu kamar Nathan kembali, lalu Nathan membuka kamarnya.
"apa lagi.?" tanya Nathan datar.
"tugas ku besok di kumpulkan dan harus di kerjakan malam ini " desak Naura kepada Nathan.
"aku tau " balas Nathan singkat.
"terus kenapa kamu masuk dalam kamar,? " tanya Naura menatap kearah Nathan.
"aku mau mandi dulu atau kamu mau ikut mandi juga sama aku hmm, " jelas Nathan menatap Naura dengan senyum jahil yang membuat Naura merinding melihatnya.
Naura pun malu dengan ucapan Nathan langsung cepat menggeleng kepalanya dan segera kabur dari kamar Nathan menuju ke kamarnya.
"dasar aneh, " ucap Nathan menutup kembali pintu kamarnya.
"ah dasar Nathan mesum " batin Naura.
...****************...
Di ruang keluarga Nathan sedang membantu Naura mengerjakan tugas sekolahnya, sambil menerangkan soal matematika kepada Naura, namun otak Naura yang lumayan sempit itu hanya menggaruk kepalanya karena tidak mengerti dengan penjelasan Nathan.
Natha yang melihat Naura seperti itu hanya bisa menarik napasnya dengan kasar lalu menjintak kepala Naura berapa kali agar otaknya bisa berguna.
"apa kamu mengerti dengan penjelasan ku tadi,?" tanya Nathan.
"enggak sama sekali enggak ada yang tersangkut," balas Naura jujur.
Nathan yang menadapat jawaban seperti itu hanya bisa menarik nafasnya dengan kasar.
__ADS_1
"aku akan menjelaskan ulang perhatikan dengan baik ," pinta Nathan datar.
Nathan pun mulai menjelaskan ulang namun Naura bukannya mengamati penjelasan dari Nathan ia memilih tertidur mendengar Nathan menjelaskan seperti itu seakan mendengarkan Nathan sedang membacakan ia dongeng.
" ya ampun dari tadi gua menjelaskan panjang lebar malah di tinggal molor ," decak Nathan kesal menatap Naura.
Nathan pun menggoyangkan badan Naura tapi tak ada respon dari Naura, kemudian ia melihat jam dinding rumahnya ternyata waktu sudah menunjukkan pukul sebelas malam pantas saja Naura sudah tertidur saat mendengar penjelasan Nathan.
Nathan pun langsung menggendong tubuh mungil Naura membawanya kedalam kamar, menaruh badan Naura di atas ranjang dengan pelan agar sang empu pemilik badan tidak terbangun.
"cantik, " ucapan itu yang berhasil lolos dari mulut Nathan, ia mengelus wajah Naura begitu mulus dan bersih.
namun dengan cepat Nathan menjauh dari Naura, ia tidak ingin ke terjadi suatu hal yang tidak di inginkan kemudian Nathan segera keluar dari kamar Naura dan segera masuk ke dalam kamarnya.
sementara mama Maya dan pala Darwin yang melihat Nathan yang baru keluar dari kamar Naura menjadi senyam-senyum.
"akhirnya anak kita terlihat norma ya pa," ucap mama Maya.
"emang anak kita terlihat gak normal ya ma,? " tanya papa Darwin
"ia, papa kan lihat sendiri wajah datar yang di buat Nathan " ledek mama Maya meniru gaya Nathan.
"anak kamu loh ma, " ucap pak Darwin.
"anak kamu tuh pa," ucap mama sewot langsung meninggalkan pak Darwin segera masuk dalam kamar, pak Darwin pun langsung di menyusul mama Maya ke dalam kamar.
N & N bersambung...😂😂
jangan lupa
👍 like
💬 komentar
❤️ favorit
__ADS_1
🎟️ vote
🥀 berikan hadiah jika kalian menyukai novel ini