
Gedung aula yang sudah mulai dipenuhi oleh beberapa tamu undangan berserta keluarga besar dari kedua mempelai pengantin.
Axel terlihat begitu tampan dengan jas akad yang melekat pada tubuhnya, warna putih dengan berbagai manik yang begitu indah melekat dengan sempurna.
Wajah tegang dan kaku seperti kanebo terpampang dengan jelas pada raut wajah Axel, lelaki itu duduk dengan dengan perasaan yang begitu tak beraturan.
Naura dan Nathan berserta teman dan keluarga lainnya duduk di bangku yang sudah di sediakan menatap Axel dari jarak yang tak begitu jauh.
Acara demi rangkaian acara telah di lakukan, kini pengucapan ikrar janji suci akan di ucapkan oleh pak penghulu dan akan di ikuti oleh Axel.
Ayah Dewi yang sudah duduk di hadapan Axel, menyerahkan Dewi kepada Axel untuk membahagiakan putri satu-satunya itu.
Semua para tamu terdiam saat ayah Dewi mengucapkan mantra ikatan cinta yang akan membuat Axel dan Dewi menjadi pasangan yang halal di mata Tuhan.
Suara Axel yang begitu tegas mengucapkan ikrar janji itu bergema di seluruh ruangan hingga kata sah dari pada tamu undangan terucap.
Seketika wajah Axel menjadi bahagia, wajah yang kaku seperti kanebo berubah menjadi senyuman tampan. Dewi yang datang dari arah pintu lainnya terlihat begitu menawan.
Axel menatap Dewi tanpa berkedip, melihat istrinya berjalan mendekat ke arahnya dengan begitu anggun bak bidadari tanpa sayap yang turun dari surga. Dewi tersenyum simpul saat melihat Axel menatapnya tanpa berkedip, sementara Theo Kaka Dewi merasa bahagia melihat adiknya bisa menikah dengan sahabatnya itu.
Theo menyerahkan Dewi kepada Axel. Axel mengulurkan tangannya dan tentu di sambut Dewi dengan senang hati. Theo kembali berkumpul bersama keluarga setelah mengantar sang adik.
Sebelum duduk Axel memegang kening Dewi membacakan sebuah mantra kepada sang istri setelahnya acek mencium pucuk kepala Dewi begitu lama.
"I love you Dewi ," bisik Axel.
Dewi yang mendapatkan perlakuan seperti menjadi sangat malu. Mereka berdua kembali duduk melakukan rangkaian acara selanjutnya. Setelah mendatangani beberapa berkas dan sesi berfoto kini kedua mempelai itu menyambut para tamu undangan yang datang untuk mendoakan kebahagiaan mereka.
" Dewi" Naura memeluk Dewi yang baru menjadi sah Kaka iparnya itu.
Nisa juga ikut bergabung berpelukan bersama Dewi dan Naura, ketiga wanita itu menangis, entah mengapa mereka merasa kurang mengingat Sonya yang masih berada dalam penjara.
" Selamat ya Dewi, pesan ku di malam pertama, harus terlihat lebih cantik di hadapan kak Axel," bisik Naura sambil tertawa kecil.
Dewi memukul pelan Naura, sungguh wanita itu tidak ada malunya. Sejak tadi itu yang Dewi pikirkan bagaimana malam nanti. Dewi sama sekali belum berpengalaman tentang hak itu sama sekali.
Acara telah di laksanakan hingga malam hari, semua keluarga telah pulang ke rumah mereka masing-masing begitu pula Nathan dan Naura mereka segera pulang ke rumah papa Darwin.
Sementara Axel dan Dewi berada di hotel, di dalam kamar Dewi terduduk diam setelah membersihkan tubuhnya yang begitu gerah sejak tadi memakai pakaian pengantin yang lumayan begitu berat.
__ADS_1
Axel yang masih berada dalam kamar mandi membuat Dewi berpikir apa yang harus dilakukannya, jantung Dewi bekacu begitu cepat saat otaknya mulai traveling ke arah lain.
" Ah ini gara-gara Naura, sejak tadi perkaranya selalu berputar di otak ku," gumam Dewi sambil memukul kepalanya dengan pelan.
Saat ganggang pintu kamar mandi terbuka, Dewi tersentak kaget melihat Axel keluar tanpa menggunakan baju, lelaki itu hanya memakai boxer selutut.
Otot perut Axel terlihat roti sobek yang begitu menggiurkan, Dewi terdiam menatap tubuh Axel. Sementara Axel hanya tertawa kecil melihat istrinya menatap dirinya seperti itu.
"Apa kau ingin menyentuhnya," ucap Axel sambil mencari baju di dalam koper miliknya.
Dewi yang ketahuan oleh Axel menjadi gelagapan, Dewi mencari pandangan lain agar tidak melihat Axel.
Axel yang sudah memakai baju kaos oblong mendekat ke arah Dewi yang duduk di tepi ranjang.
" Apa kamu memikirkan sesuatu, sejak tadi saat di pesta aku melihat mu begitu tidak tenang ," ucap Axel, merapikan beberapa anak rambut Dewi yang menetuki wajah Dewi.
Dewi menjadi salah tingkah saat Axel melakukan hal itu, wanita itu segera berdiri. Namun, tangannya segera di tahan oleh Axel. Lelaki itu berdiri sejajar dengan Dewi walau tubuh Axel tinggi dari tubuh istrinya itu.
Axel mendekat wajahnya dengan begitu pelan hingga hembusan nafas Axel dapat Dewi rasakan, reflek Dewi menutup matanya menikmati sentuhan bibir Axel mengenai bibirnya.
Ciuman yang begitu lama hingga Axel melihat dengan pelan bibir Dewi yang begitu nikmat untuknya.
Dewi membuka mulutnya mengikuti arahan Axel hingga Axel bisa bebas mengeskpor dengan bebas mulutnya.
Ciuman yang lembut berbuah menjadi ganas saat Dewi mengalungkan tangannya di leher Axel, kaki Dewi berpijak pada kaki Axel dan berjinjit seidkit agar bisa setara dengan tubuh Axel.
Axel memegang erat tubuh Dewi agar tidak terjatuh, ciuman yang sangat panas. Tangan Axel tidak tinggal diam lelaki itu mulai meraba ke dalam baju Dewi meramas dua gunung Fuji milik Dewi hingga Dewi meringis.
Sungguh suara Dewi yang begitu seksi di telinga Axel, membuat lelaki itu menjadi lebih liar. Axel menggendong tubuh Dewi hingga menjatuhkannya di atas ranjang.
Posisi Dewi berada tepat di bawah Axel, pria yahh sudah tidak tahan menahan hasratnya menatap Dewi dengan penuh cinta hingga ciuman itu terjadi kembali.
Ciuman yang berubah menjadi ganas, pakaian Dewi seketika robek saat Axel menariknya dengan paksa hingga memperlihatkan tubuh putih Dewi yang begitu mulus.
Axel memindahkan ciumannya ke leher putih Dewi, Dewi yang merasa nikmat meramas rambut Axel dengan begitu kencang hingga ******* Dewi lolos begitu saja dari bibirnya.
Sungguh malam yang begitu indah untuk kdua pasnagan yang akan melebarkan kapalnya melabuhi samudra cinta sejati, pernikahan yang akan membawa mereka ke arti cinta sesungguhnya.
***
__ADS_1
Setelah Seminggu pernikahan Axel dan Dewi, Nathan dnn Naura segera berpamitan untuk kembali ke Paris.
Namun, sebelum itu Naura berkunjung ke makam ibu Dinda bersama anak-anakku, memperkenalkan anak mereka kepada wanita yang hebat rela mempertahankan hidupnya demi kelahiran Naura.
Naura juga tidak melupakan untuk menemui mommy Sarah di penjara, wanita itu seperti tidak ada kata menyerah walau sudah hampir di bunuh oleh mommy Sarah tapi dendam tak melekat pada diri Naura.
Naura menatap wajah mommy Sarah yang sudah duduk di hadapannya, wanita itu melemparkan senyum indahnya ke arah mommy Sarah.
" Mom, Axela pamit pulang ya! Mommy jaga Kesehatan di sini. Walau mommy mungkin tidak menginginkan kehadiran ku di sini tapi tidak membuat menyerah untuk mendapatkan perhatian mommy kembali kepada Axela ," ujar Naura, sebuah benda kristal menetas dengan sempurna di pipi Naura.
Mommy Sarah terdiam menatap Naura yang begitu tulus mengucapkan perkataannya. Hati mommy Sarah tersentuh saat mendengar penuturan Naura.
" Axela sangat menyayangi mommy sampai kapanpun, Axela juga tidak dendam kepada Mommy! I love you mommy Axela yang paling cantik, Axela menyayangi mommy sampai kapanpun ," ucap Naura tersenyum begitu tulus, namun mommy Sarah terdiam, tak terasa air mata mommy Sarah menetes membasahi pipi wanita paru baya itu.
Naura segera berdiri meninggalkan mommy Sarah, namun saat ia hendak melangkah mommy Sarah mengucapkan sesuatu kepada Naura.
" Jagalah kesehatan di sana! Jangan makan seafood terlalu banyak karena itu akan membuat tubuh mu merah," ucap mommy Sarah tersenyum simpul.
Naura berbalik menatap mommy Sarah dengan begitu bahagia, akhirnya perjuangan Naura tidak sia-sia. Naura menganggukkan kepalanya menatap mommy Sarah.
Masa jenguk mommy staahvsudah berkahir, para petugas segera membawa Mommy Sarah kembali ke dalam.
" Mommy, Axela akan menunggu mommy keluar! Axela ingin menghabiskan waktu bersama mommy," ujar Axela melambaikan tangan kepada mommy Sarah.
Sungguh sebuah hari bahagi begitu untuk Naura, bisa mendapatkan perhatian kecil dari mommy Sarah.
" Aku akan menunggu mu mom!," Gumam Naura.
N & N Bersambung....
Jangan lupa untuk:
👍 Like
💬 Komen
❤️ Favorit
🎟️ Vote
__ADS_1
🥀,☕ Berikan hadiah jika kalian menyukai novel ini