Nathan & Naura

Nathan & Naura
N & N part 90


__ADS_3

Malam harinya setelah peperangan panas mereka membuat sepasang suami istri itu harus mandi membersihkan tubuh mereka.


Naura yang sudah selesai membersihkan tubuhnya, mulai mengeringkan rambutnya dengan hairdryer miliknya. Namun saat sedang asik mengeringkan rambut handphone Nathan berdering membuat Naura segera melihat orang yang menelfon handphone Nathan.


Nomor yang tidak di kenali tertera pada ponsel Nathan, membuat Naura mengerutkan keningnya.


" Apa mungkin teman bisnis Nathan ," gumam Naura.


Naura mengetuk pintu kamar mandi Nathan dan mengatakan ponselnya berdering membuat Nathan segera keluar dengan cepat dan mengangkat panggilan telfonnya di dalam kamar mandi.


Naura yang merasa sangat aneh dengan sikap Nathan menjadi bingung.


" Kenapa dia tidak menyuruh ku angkat seperti biasa! Siapa yang menelfonya sampai dia harus lari seperti itu ?," Ucap Naura otaknya mulai berpikir membuat pikiran kini melayang ke arah yang negatif.


" Apa Nathan memiliki simpanan," gumam Naura.


Setelah selesai Nathan mandi saat lelaki itu keluar Naura sudah menunggunya sambil menatapnya dengan sangat tajam.


" Perasaan ku sepertinya tidak enak ," ucap Nathan.


" Siapa yang menelfon mu?, Sampai kau harus berlari keluar kamar mandi seperti tadi ?," Tanya Naura.


" Teman kerja sayang!, Bukan siapa-siapa," jelas Nathan sambil berjalan mengeringkan rambutnya dengan handuk kecil yang ia pakai.


" Terus kenapa kamu lari sampai kaya gitu! Kalau memang teman kerja mu kamu pasti akan menyuruh ku mengangkatnya seperti biasa ," jelas Naura menatap Nathan dengan sinis.


" apa kau curiga pada ku ?," Tanya Nathan.


" Aku tidak curiga tapi kau membuatku curiga sayang ," ucap Naura yang mulai kesal.


" Sudahlah, jangan membahas Maslaah yang tidak penting! ," Ucap Nathan memakai baju kaosnya yang ia ambil di dalam lemari.


" Kau bilang tidak penting!, Itu bagi ku penting Nathan, kamu berlari dari kamar mandi tidak seperti biasa mengangkat panggilan yang tidak di kenal ," terang Naura mulai habis kesabarannya.


" Itu hanya teman rekan kerja ku, kenapa kau sangat curiga!, ," Geram Nathan.


" Kenapa sekarang kau yang marah! Aku hanya bertanya pada mu siapa yang menelfon mu !, Kau menyembunyikan sesuatu dari ku ," ucap Naura.


" Sudahlah! Aku tidak ingin berdebat dengan mu sayang! Ayo tidur ," Natha manarik Naura dalam dekapannya.


" Lepas!, Aku lagi malas dengan mu ," ucap Naura segera pergi dari kamar meninggalkan Nathan.


Nathan mengusap wajahnya dengan kasar dan mengacak rambutnya.


" Kenapa dia menelfon saat yang tidak tepat!, " Gumam Nathan.


Lelaki itu segera beranjak dari tempat tidurnya mencari keberadaan Naura yang ternyata berada di halaman belakang sambil duduk mengusap air matanya.

__ADS_1


" Aku seperti lelaki bajingan saat ini ," lirih Nathan.


Nathan segera berjalan mendekat ke arah Naura dan memeluk istrinya dengan hangat.


" Apa kau tidak dingin berada di luar seperti ini?," Tanya Nathan menatap wajah Naura yang sekarang sedang memalingkan wajahnya.


" Pergilah, aku tidak menyukai mu saat ini ," decak Naura menghempaskan tangan Nathan yang menyentuh pipi Naura.


" Sepertinya istri ku saat ini benar-benar sangat marah karena hanya sebuah panggilan telfon!, Aku harus bagaimana untuk membuatnya tersenyum ," ucap Nathan sambil melirik ke arah Naura yang masih setia marah padanya.


" aku tidak marah!, Aku hanya kesal kau seperti menyembunyikan sesuatu pada ku ," ucap Naura.


" Baiklah aku jujur!, Tadi yang menelfon bukan rekan kerja ku tapi tokoh bunga yang aku pesan untuk merakit bunga yang cantik untuk mu! Tadi dia menelfon untuk menanyakan warna bunga yang akan dia kirim besok ," terang Nathan membuat Naura menatap Nathan dengan tajam.


" Kenapa kau memberitahukan pada ku!, Kau sungguh tidak romantis," ucap Naura kesal.


Mendengar penuturan Naura, Nathan mengusap wajahnya. Kenapa senja serba salah tidak memberitahukannya akan menjadi maslaha besar dan memberitahunya malah di bilang tidak romantis.


" Aku ingin mengejutkan mu tapi sepertinya kemarahan mu membuat ku harus jujur ," ucap Nathan memeluk Naura dengan sangat erat.


Naura ternsyum dan memukul dada Nathan dengan sangat kerasa membuat Natha berpura-pura kesakitan.


" Aw!, Jantung ku ," ucap Nathan memegang dadanya membuat Naura khawatir.


" Maafkan aku sayang ," ucap Naura.


" Sakit sayang!, Kau harus mencium ku di bagian sini untuk menghilangkan rasa sakitnya," ucap Nathan sambil menunjuk ke arah bibirnya.


" Ayolah sayang!, Cium...! Aku mau di cium loh ," rengek Nathan.


" Sayang aku dingin ayo masuk ," ajak Naura segera beranjak dari tempat duduk meninggalkan Nathan sendiri.


" Sayang katanya tadi enggak Dingin kok cepat banget masuknya," teriak Nathan.


" Ayo masuk sayang!, Atau aku mau kunci nih kamu di luar ," ancam Naura.


Nathan yang mendapatkan ancaman-ancaman seperti itu segera berlari masuk ke dan menyusul Naura dan memeluk istrinya dengan sangat erat.


" Jangan mencurigai ku seperti itu lagi!, Aku tidak akan mungkin menduakan mu, kau tau sendiri bagaimana diriku sayang!, Hanya kamu wanita yang membuat ku jatuh cinta hingga berulang kali ," terang Nathan.


Ucap Natha membuat Naura tersipu malu, wahan Naura saat ini benar-benar sangat merah seperti tomat rebus.


" Ayo masuk tuan putri,," Nathan menggendong tubuh Naura dan membawanya di kamar atas mereka.


Sesampainya di kamar Nathan menaruh tubuh Naura dengan pelan di tempat tidur dan ia juga ikut berbaring di samping Naura sambil memeluk istrinya.


Perkelahian kecil dalam rumah tangga pasti ada, namun bagaimana kita menyelesaikan Masalahnya dengan kepala dingin Agara perkelahian itu tidak mandi besar. Mengalah bukan berarti kitabkalah dengan pasangan namun dengan mengalah membuktikan besar cinta kepada pasangan kita.

__ADS_1


" Sayang !," Panggil Naura.


" Iya sayang ku ada apa ?," Tanya Nathan.


" Aku masih takut bayi tabung yang kita buat sudah beberapa kali gagal, dan besok pengulangannya apa akan gagal lagi ," ucap Naura memeluk tubu Nathan.


" Kita berdoa bersama agar besok semua berjalan dengan lancar, jangan menyerah!, Aku selalu ada di samping mu ," ucap Nathan mengusap kepala Naura dan mengecupnya dengan lembut.


" Semoga semua berjalan dengan lancar ," ucap Naura.


Malam itu, cuaca mulai dingin apalagi sudah mulai memasuki akhir tahun cuaca akan menjadi sangat dingin, salju akan turun di negara itu.


Pelan tapi pasti Naura dan Nathan mulai tertidur dengan lelap. Gaya tidur saling memeluk sepertinya sudah menjadi kebiasaan mereka untuk saling menghangatkan satu sama lain.


*****


Esok harinya, cuaca pagi yang cukup dingin dengan terik matahari yang tidak begitu terlalu terik tidak membuat pasangan muda itu berdiam diri di dalam selimut.


Sejak pagi Naura sudah sibuk dengan pekerjaan rumah. Hingga pagi ini wanita itisudah bersiap untuk pergi menuju dokter.


Mereka berdua akan melakukan kembali bayi tabung yang sempat gagal beberapa kali. Naura sangat nervous dan sedikit takut bahwa dia akan gagal lagi.


Namun Nathan tidak berhenti untuk selalu memberikan semangat kepada Naura.


" Ayo jalan ," Natha mengenggam erat tangan Naura dan berjalan keluar rumah.


Mereka meninggalkan kediamannya menggunakan mobil dan melaju denga cepat menuju ke rumah sakit.


Naura sama sekali tidak melepaskan genggaman tangan Nathan sampai menuju ke ruangan dokter kandungan yang bernama Elaine seorang dokter yang sudah menangani Naura atas permintaan dokter Kelly.


" Baiklah nyonya Naura kita akan mulai , semoga kali ini Tuhan berpihak kepada kita ," ucap dokter Elaine dengan sangat ramah.


Naura menatap Nathan, Nathan ternsyum dan mengusap pipi Naura dengan sangat lembut.


" Semuanya akan baik-baik saja ," ucap Nathan.


" Semoga kali ini kau memberikan keajaiban untukku Tuhan ," batin Naura.


N & N bersambung....


Jangan lupa untuk :


👍 Like


💬 Komen


❤️ Favorit

__ADS_1


🎟️ Vote


🥀,☕ Berikan hadiah jika kalian menyukai novel ini


__ADS_2