Nathan & Naura

Nathan & Naura
N & N part 20


__ADS_3

"SUAMI ...!" ucap Alex dan Adnan yang baru datang dan begitu kaget saat mendengar pembicaraan Nathan dan Naura.


Naura yang melihat kedatangan Axel dan Adnan langsung tertegun ia bingung ingin menjelaskan apa, Axel dan Adnan pun mendekati ke arah Nathan dan Naura.


"Bisa jelaskan maksud Naura memangil lo suami Nathan,? " tanya Axel menatap Nathan tajam.


"Duduk lah gua akan jelaskan," ucap Nathan santai.


Nathan sudah tidak mengelak dari para sahabatnya itu memang dia juga sudah ada niat ingin memberitahukan ke pada temannya namun waktu saja yang belum tepat.


Nathan pun menjelaskan pernikahan mereka terjadi karena keterpaksaan yang harus memenuhi permintaan mama Maya, Axel dan Adnan mendengarkan dengan baik sementara Naura hanya duduk terdiam di samping Nathan.


"Kalian menikah sudah berapa lama,?" tanya Axel pada Nathan.


"Sudah 3 Minggu ." ucap Nathan santai.


"Apakah kalian bahagia,? " tanya Adnan.


"Yah tentu tidak Lo pikir harus hidup dengan seorang wanita yang Lo gak cintai bisa bahagia ...!" ucap Nathan dingin.


Entah Mengapa ucapan Nathan yang seperti itu membuat hati Naura sangat terasa sesak ia pikir Nathan sudah mau menerimanya dalam hidupnya.


"Apa sih yang aku harapkan " batin Naura.


"Apa lo masih menunggu dia Nat,?" tanya Axel.


"Kita tau Lo masih ada perasaan sama dia kan, " sambung Adnan.


"Gua gak tau. " ucap Nathan datar.


"Aku permisi dulu ya." pamit Naura lalu meninggalkan Nathan dan teman-temannya.


Sementara Axel entah mengapa merasa khawatir dengan Naura, Axel merasa Naura menaruh hati pada Nathan.


"Lo yakin Naura gak suka sama Lo,? " tanya Adnan blakblakan.


"Ya enggaklah Lo tau setiap hari kami berdebat dan tidak pernah Cocok" sahut Nathan mencoba menjawab pertanyaan Axel dengan tegas.

__ADS_1


"Yah walau seperti itu tapi dia tetap ngerawat Lo kan, " ucap Axel sinis.


"Dia hanya ingin balas Budi sama gua karena gua yang menyelamatkan dia," jelas Nathan datar.


"Gua gak tau ya tapi gua hanya saranin aja sama Lo hati-hati dalam bermain api sob." pesan Adnan memukul bahu Nathan dengan pelan.


"Aw...sakit tau, siapa juga yang main api " ucap Nathan menatap Adnan dengan tajam.


Akhirnya setelah perdebatan yang panjang Axel pun membantu Nathan memasangkan alat penyangga di bahunya, Axel sedikit tau tentang kesehatan karena ibunya seorang dokter dan ayahnya seorang CEO perusahaan.


...****************...


Sementara di taman belakang Naura memandang bunga yang berwarna-warni menghiasi taman dan tersenyum, ia pergi ke taman untuk menenangkan dirinya agar perasaannya menjadi lebih baik.


"Bisa aku duduk di sebelah mu,?" tanya seorang pria yang tidak lain adalah Axel.


"Kak Axel ...! " ucap Naura kaget.


"Kenapa kaget begitu apa aku seperti hantu." ucap Axel tersenyum lalu duduk di samping Naura.


"Tidak aku hanya kaget aja kak Axel tiba-tiba datang, kak Adnan dan Nathan di mana,? " tanya Naura.


Naura pun mengangguk kepalanya mengerti, kemudian ia kembali memandang ke arah depan sambil menikmati indahnya bunga yang ada di taman.


"Apa seindah itu bunga yang ada di sini,?" tanya Axel.


"Mereka sangat indah dan sangat di terawat aku suka saat ke sini dan memandang bunga-bunga ini," ucap Naura dengan senyumnya yang mengembang.


"Apa kau suka bunga,? " tanya Axel.


"Yah sangat suka dan sedari tadi kak Axel selalu menanyakan tentang ku seperti orang yang mengintrogasi ku saja. " ucap Naura.


"Yah aku hanya pengen tau tentang dirimu apa salah " jawab Axel santai.


"Tentu tidak." ucap Naura pelan.


"Bolehkah aku berteman dengan mu Naura,?" tanya Axel menatap kearah Naura.

__ADS_1


"Tentu boleh kak, tapi apa Kaka gak malu berteman dengan seorang pembantu,?" tanya Naura berbisik ke arah Axel.


"Tentu tidak, memangnya hubungan pertemanan harus ada persyaratan." balas Axel menatap ke arah Naura.


"Tidak ada persyaratan seperti itu, tapi kadang orang memakai hal itu untuk membuat batasan. " lirih Naura mendundukan pandangan matanya.


"Tapi aku bukan orang seperti mereka, berteman. " tawar Axel menaikan jari kelilingnya.


"Berteman." balas Naura semangat menaikan jari kelilingnya dan mereka pun tertawa bersama


Nathan yang melihat Axel dan Nathan sedang bercanda gurau di balkon kamarnya kebetulan dan melihat Naura bisa tertawa lepas bersama Axel entah mengapa perasaannya saat ini sangat marah, ia sangat tidak suka saat Naura bisa tertawa lepas bersama laki-laki lain, kemudian Nathan kembali masuk ke dalam kamarnya.


Setelah lama bercerita Axel dan Naura segera masuk ke dalam rumah, karena Naura ingin memasak untuk makan malam, Axel pun naik ke atas kamar Nathan.


"Apakah seseru itu bercerita dengan dia,? " tanya Nathan datar.


"Kenapa Lo cemburu " jawab Axel asal.


"Gua gak cemburu hanya sepertinya gua merasa Lo Sekarang berteman dengan kelas rendahan Axel " ucap Nathan tajam membuat wajah Axel memerah saat Nathan mengatakan hal seperti itu.


"Apa yang Lo bilang Nathan, apa Lo gak pikir Lo menghina istri Lo secara tidak Langsung." bentak Axel menatap wajan Nathan.


"Gua gak pernah akui dia istri gua dan ingat gua gak akan mencintai gadis rendahan seperti dia " balas Nathan dingin.


"Lo sangat Bangs** Nathan" geram Axel langsung memukul wajah Nathan.


Adnan yang melihat mereka berantem langsung berdiri dan menghalangi Axel yang sudah sangat marah dan ingin memukul wajah Nathan untuk kedua kalinya.


"Sudah-sudah Lo berdua kaya anak kecil tau gak sih." ujar Adnan melerai perkelahian Axel dan Nathan.


"Gua pulang dulu Lo mau ikut nggak ." pamit Axel dingin dan langsung meninggalkan Nathan yang terluka di sudut bibirnya karena pukulan Axel.


Adnan pun meminta izin kepada Nathan untuk pulang, saat mereka turun dari tangga Naura melihat Axel dan Adnan.


"Kaka mau pulang tidak makan dulu di sini,? " tanya Naura menatap Axel dan Adnan.


"Tidak Naura makasi atas tawarannya nanti lain kali saja ya, kami pulang dulu." pamit Axel dengan lembut lalu pergi meninggalkan Naura.

__ADS_1


"Kenapa kak Axel seperti kelihatan sangat marah, apa mereka berantem" batin Naura.


N & N bersambung...🥰🥰


__ADS_2