Nathan & Naura

Nathan & Naura
N & N part 73


__ADS_3

Hampir 19 jam maskapai penerbangan Laura kini ia sudah menginjakkan kakinya di negeri Paman Sam dengan hati girang ia melangkah membawa kopernya sambil berjalan dengan riang.


Tanpa Laura ketahui dari jarak kiloan meter seseorang sudah menargetkan dan bersiap mengarah kan sniper ke padanya hingga satu letupan senjata lolos mengenai titik pusat jantung Laura.


Doar...! prang...!


Laura tersentak melebarkan matanya merasakan sakit yang begitu luar biasa, hingga tubuhnya ambruk jatuh di aspal dengan aliran darah yang mengalir bak anak sungai membasahi jalanan yang seketika berubah menjadi merah.


" Aaaaa..."


" OH MY GOD,"


" SHE IS DEAT."


" Call 911,"


semua orang berteriak melihat kejadian itu, beberapa orang segera menghubungi nomor darurat di negeri Paman Sam dengan kode nomor 911.


sementara dari kejauhan orang yang menembak Laura dengan senyum menyeringai berhasil melaksanakan tugasnya dengan baik, ia memasang airphone di telinga kanan dan mengatakan misi selsai.


" God Job,!" balas seorang wanita yang tersenyum menyeringai mendengar kematian Laura, ia segera menutup sambungan telfonnya.


" semua bukti sudah aku basmi hingga ke akarnya, setidaknya tidak akan ada orang akan menyangka bahwa aku adalah dalang semuanya," ucap mami berbicara sendiri, ia memang sudah menyusun rencana kematian Laura jika keberadaan Naura di temukan, jika Laura bisa tertangkap maka bisa jadi masalah besar untuknya saat Laura mengungkapkan kebenarannya.


" aku akan turun tangan sendiri untuk membunuh Naura," gumam mami.


*****


Di tempat lain Riko mendapatkan informasi kematian Laura oleh temanya yang berada di Amerika, mereka mengatakan bahwa Laura terkena tembakan hingga menembus jantung nya membuat Laura mati di tempat.


berita yang Riko sampaikan kepada Daddy Reno dan papa Darwin membuat dua lelaki paruh baya itu begitu geram dan sedikit bingung pasal kematian Laura yang mendadak apalagi saat informasi itu mengatakan bahwa Laura terkena tembakan sniper.


" sepertinya kematiannya sudah sangat di rencanakan," terang Daddy Reno


" aku tau siapa dalangnya, mereka menyebutnya mami ," jelas Riko membuat Daddy Reno dan papa Darwin melihat ke arah Riko.


" mami? apakah dia dalang semua rencana ini,?" tanya papa Darwin membuat Riko mengangguk.


" sial! dia sengaja membunuh Laura untuk menghilangkan jejaknya," pekik Daddy Reno dengan telinga putihnya yang kini berubah menjadi merah seketika.


" kamu mengetahui dari siapa,?" tanya papa Darwin.


", aku meletakkan alat penyadap suara di baju Nisa, Nathan sengaja menyuruh ku untuk melakukan hal itu agar kita bisa mendengar pembicaraan mereka ," terang Riko.


" boleh kha kami mendengarkan nya," pinta Daddy Reno. Riko segera mengambil handphone miliknya di saku celana dan mendengarkan rekaman pembicaraan Nisa dan Sonya membuat Daddy Reno dan papa Darwin tercengang mendengar rekaman dari Riko.


" aku sudah mengirimkan kepada Nathan dan segera membebaskan Nisa atas tuduhan yang tidak ia lakukan," jelas Riko.


" baiklah kami percaya pada mu untuk menyelesaikan masalah ini, jangan biarkan mereka menyentuh Naura lagi ," seru Daddy Reno di anggukan oleh papa Darwin.


", baiklah saya mengerti," balas Riki dengan menundukkan kepalanya.


" aku mencurigai satu orang namun untuk saat ini aku belum bisa mengatakannya," batin Riko.

__ADS_1


...****************...


2 Hari telah berlalu namun Naura belum terbangun dari tidur lelapnya, Nathan yang senantiasa selalu berada di samping sang istri tidak Keenan meninggalnya walau sedetik pun.


mama Maya dan Mommy Sarah juga selalu menemani Nathan di rumah sakit secara bergantian, kesedihan turut serta di rasakan oleh Mommy Sarah dan mama Maya mereka seakan kehilangan putri ceria mereka secara bersamaan.


siang itu mama Maya dan Mommy Sarah sedang pergi untuk membeli makanan di kantin rumah sakit sementara Nathan masih di ruangan Naura sambil menatap wajah Naura yang begitu pucat tak ada senyuman yang terlukis di wajahnya.


" cepatlah sadar, agar aku bisa membawa mu ke mana pun tempat yang kak sukai ," tutur Nathan dengan bibir yang bergetar mengusap rambut Naura dan mencium tangannya dengan sangat lembut.


hingga suara ketukan ketukan pintu daru arah belakang Nathan membuatnya berbalik dan melihat Reza yang berdiri di ambang pintu bersama Axel sementara Adnan sedang menjemput Nisa di penjara.


" apa yang lo lakukan di sini ,?" tanya Nathan dengan tajam namun Reza hanya terdiam dan melangkah menuju ke arah Nathan sambil memberikan buah tangan yang ia beli saat di jalan menuju rumah sakit.


" maafkan gua atas tindakan gua selama ini ," ucap Reza tulus yang salah Nathan lihat di balik mata Reza.


" ada sesuatu yang ingin Reza sampaikan pada Lo Nathan, " kata Axel yang membuat suasana sedikit cair setelah beberapa detik tadi mereka hanya terdiam.


" apa yang ingin kau bicarakan,?" tanya Nathan.


" sebelum gua menjelaskan semuanya,gua ingin meminta maaf kepada lo terlebih dahulu karena tidak jujur sejak awal ," Terang Reza namun Nathan hanya mengerutkan keningnya.


" sebenarnya gua tau semua bahwa Laura mengincar Naura selama ini, dia mengajak ku berkerja sama agar bisa mendapatkan Lo dan gua akan mendapatkan Naura " terang Reza membuat rahang Nathan mengeras mendengar kenyataan yang di lontarkan Reza padanya.


" omong kosong apa yang Lo bicarakan," geram Nathan mengepal kedua tangannya.


" gua jujur pada Lo, sebenarnya gua juga ingin mengatakan hal ini namun Laura selalu mengawasi ku sampai mengirimkan Sonya untuk mendekati Naura," jelas Reza.


" gua berusaha mendekati Naura dengan menjelekkan Lo agar Sonya tidak akan curiga ke pada gua ," sambung Reza.


" pukul gua jika itu bisa membuat Lo puas, tapi gua tetap akan jelaskan pada Lo kebenarannya," imbuh Reza.


Axel segera menenangkan Nathan agar bisa mendengarkan kesaksian Reza yang mungkin bisa mendapatkan kunci untuk menyelesaikan kasus ini.


" baiklah, ceritakan semua lada gua tanpa ada satupun yang terlewatkan," pinta Nathan, Reza segera duduk di sofa bersama Nathan dan Axel di ruangan itu.


pangan mata Reza mengarah ke Naura yang sedang terbaring lemah dengan infus yang melekat pada tangannya.


" setelah pernikahan kalian di selenggarakan, dua hari kemudian Laura mengubungi untuk menemuinya di sebuah cafe,.....


flash back on...


Reza duduk di hadapan Laura yang sedang menikmati segelas minuman bersoda yahh sudah ia pesan untuk dirinya sendiri.


" apa yang Lo ingin bicarakan ,?" tanya Reza membuka pembicaraan setelah bosan menonton Laura menghabisi maknanya.


Laura tersenyum menyeringai dan berkata," gua ingin membuat kesepakatan pada mu,!"


" kesepakatan? dalam hal apa gua harus membuat kesepakatan dengan Lo ," tanya Reza menaikan satu alisnya saat mendengar pernyataan dari Laura.


"gua tau Lo suka sama Naura sampai saat ini dan gua juga suka sama Nathan jadi bagaimana kalau kita buat dua orang itu berpisah dengan bantuan mami gua yang ikut berkeja sama, apa kau setuju," jelas Laura.


Reza hanya tersenyum mengejek ke arah Laura mendengar kesepakatan Laura yang terdengar begitu konyol.

__ADS_1


," gua memang suka sama Naura namun gua sadar siapa yang Naura sukai, walau awalnya gua juga ada niat seperti Lo untuk merusak hubungan mereka namun saat gua melihat senyum Naura yang begitu bahagia gua memutuskan untuk mendukung hubungan mereka berdua, gua tidak tega melihat senyum orang yang gua cintai sirna karena perbuatan gua sendiri," terang Reza namun Laura hanya tertawa kecil mendengar ocehan Reza yang begitu panjang kali lebar.


" dam! jangan munafik Lo, lagian gua hanya akan menawarkan sekali untuk Lo dan pikirkan dengan baik-baik tawaran gue ini, Lo bisa hidup dengan Naura selamanya," jelas Laura.


" gua sudah hilang sama Lo, gua akan relakan cinta gua asal Naura bahagia walau hujan dengan gua ," jawab Reza segera beranjak dari duduknya namun saat bersamaan handphone milik Laura berdering membuatnya mengangkat panggilan telfonnya.


" hallo Mami, ," ucap Laura.


......📞


" sepertinya teman gua tidak ikut bergabung, dengan rencana kita mami ," Laura sambil menatap ke arah Reza yang memunggunginya.


.....📞


" dia tidak akan berani berbicara apapun setelah keluar dari sini, aku akan mengancamnya dengan Adik tersayangnya dan keluarganya yang bekerja sama dengan perusahaan orang tua ku ," balas Laura.


.....📞


" baiklah mami, " seketika Laura mematikan telfonnya dan beranjak dari tempat duduknya berjalan mendekat ke arah Reza dan membisikkan sesuatu padanya.


" jangan macam-macam untuk memberitahukan semua kepada Nathan atau adik dan keluarga mu yang akan jadi taruhannya" bisik Laura setelah itu ia berjalan kembali dengan derap langkah sepatu haknya yang seakan menggema di telinga Reza.


Reza mendengar sangat jelas suara yang di sebut mami oleh Laura, Reza mengepal kedua tangannya melihat kelicikan permainan Laura yang begitu mengerikan.


" maafkan aku Naura, kali ini aku tidak menyelamatkan mu," gumam Reza.


flash back on


mendengar cerita Reza membuat Nathan dan Axel saling menatap saat mendengar mami yang ada dalam. cerita Reza.


" apa kau masih sangat hafal dengan suara mami yang di sebut oleh Laura ,?" tanya Nathan lalu Reza membalas dengan menganggukkan kepalanya.


" gua masih ingat dengan jelas suara wanita itu, " ucap Reza.


namun saat mereka sedang mengobrol serius pintu ruangan terbuka menampakkan mama Maya dan Mommy Sarah masuk membawa makanan.


Axel dan Nathan menyambut makanan itu dari tangan orang tua mereka, namun berbeda dengan Reza ia terdiam bak patung, keringat bercucuran membasahi pelipisnya saat mendengar suara yang tak asing di telinganya.


suara yang pernah ia dengar dengan sangat jelas saat Laura berbicara dengan seseorang sebrang telfonnya, Laura memanggilnya dengan sebutan mami.


detak jantung Reza tidak beraturan, matanya melebar dengan sempurna melihat wanita yang sedang tersenyum kepadanya, entah senyuman itu mengisyaratkan makna apa.


" mami " gumam Reza.


N & N bersambung....


jangan lupa untuk :


👍 like


💬 komentar


❤️ favorit

__ADS_1


🎟️ vote


🥀 berikan hadiah jika kalian menyukai novel ini


__ADS_2