Nathan & Naura

Nathan & Naura
N & N part 13


__ADS_3

keesokan paginya Naura terbangun dari tidurnya namun ia kaget saat tau jasadnya sudah berada di dalam kamar padahal seingatnya semalam ia belajar bersama Nathan.


"apa semalam aku tertidur,?" pikir Naura mengingat kembali memori dalam otaknya, namun saat bersamaan rasa keram di perut Naura membuat sang empu meringis kesakitan, Naura pun segera berjalan dengan cepat menuju kamar mandi dan melihat celananya yang sudah di penuhi dengan dara yang begitu segar.


"ah pantas saja, " gumam Naura dengan lemas, lalu Naura segera mandi dan membersihkan darah haidnya.


setelah mandi Naura pun memakai seragam sekolahnya dan membawa barang keperluan nya saat haid, takutnya di sekolah ia akan kebablasan.


kemudian Naura segera turun ke bawah, mukanya saat ini sangat pucat karena PMS, mama Maya yang melihat hal itu menjadi cemas.


"kamu sakit ,?" tanya mama Maya memegang kepala Naura, Naura pun menggeleng kepalanya dengan cepat.


" biasalah ma perempuan." ucap Naura dengan senyum.


"tapi kamu kelihatan pucat sekali sayang atau kamu nggak usah ke sekolah aja istirahat di rumah. " pinta mama Maya.


"aku tidak apa-apa ma, aku sudah biasa seperti ini, " balas Naura meyakinkan mama Maya.


"baiklah tapi kalau kamu tidak enak badan di sekolah langsung pulang aja ya sayang," pesan mama Maya mengusap kepala Naura.


"iya ma " balas Naura.


Naura pun menyantap makanannya dengan lahap kemudian tak berapa lama Nathan baru datang dan bergabung makan, ia menatap Naura dengan heran karena melihat muka Naura seperti mayat hidup.


"apa kamu sakit,? " tanya Nathan sambil mengolesi selai di rotinya.

__ADS_1


"enggak ." jawab Naura singkat.


kemudian Naura pun meminta izin ke sekolah dan Salim kepada mama Maya sedangkan papa Darwin sudah ke kantor sejak pagi tadi, Nathan pun juga meminta izin ke mama Maya berangkat sekolah dengan caranya sendiri.


sesampainya di sekolah Naura langsung masuk kedalam kelas namun ia tidak menemukan Nisa di kelasnya, akhirnya Naura pun menelfon Nisa namun handphone Nisa tidak di angkat membuat Naura agak sedikit khawatir


"kemana tuh anak tumben dia gak angkat telfon dari aku. " ucap Naura menatap ponselnya namun tak berapa lama orang yang Naura cari pun muncul dan langsung duduk di samping Naura dengan wajah yang lemas.


"Lo tumben terlambat, apa di tempat kerja kamu lembur lagi ,?" tanya Naura berbisik pada Nisa dan di anggukkan oleh Nisa.


Nisa sering mengambil sift malam untuk menambah uang gajinya karena Nisa sangat butuh uang untuk sekarang agar bisa menebus obat untuk sang ibu yang sedang sakit.


Jam pelajaran pun di mulai, di kelas Naura sedang melakukan ujian bahasa Inggris mendadak membuat semua siswa dalam kelas Naura frustasi karena mereka semua belum ada yang sempat belajar.


"astaga aku harus isi apa nih " batin Naura melihat kertas ujiannya ia sangat tidak mengerti bahasa Inggris.


Nathan yang sedang fokus mengerjakan tugas dari gurunya pendapat kan notice pesan dari handphone, Nathan pun membuka handphone dengan sembunyi-sembunyi agar tidak ketahuan oleh guru.


Nathan pun melihat nama Naura yang tertera dan langsung membaca isi pesan Naura, Nathan hanya tersenyum melihat pesan Naura ia mendapatkan ide yang sangat gila.


Nathan pun mengirim pesan Naura kembali, dengan mengerjakan tugas Naura sembarangan karena ingin mengerjai Naura namun karena Naura yang polos dan tidak akan berpikir Nathan akan melakukan hal itu dia mengikuti apa yang di tulis Nathan.


ujian pun selsai semua siswa maju didepan membawa Soal ujian mereka, Naura dengan pede membawa kertas ujiannya.


jam pelajaran bahasa Inggris di dalam kelas Naura belum selesai pak guru pun menyempatkan waktu untuk mengumumkan nilai ujian mereka yang baru saja mereka laksanakan.

__ADS_1


"semoga saja nilai gua bagus " batin Naura berharap.


saat semua siswa sudah terpanggil sisa Naura yang belum membuatnya menjadi bingung, kemudian pak guru memanggil nama Naura dengan mantap Naura membuat Naura menelan salivanya dengan kasar.


"astaga apakah nilai ku sejelek itu " batin Naura


"Naura apakah kamu tidak mengerti selama saya menjelaskan pelajaran saya, kenapa kamu bisa mendapatkan nilai 30 semua teman-teman mu mendapatkan nilai yang bagus " tutur pak guru menyuruh Naura maju dan mengambil kertas ujiannya.


Naura hanya tertunduk malu karena menjadi bahan tertawaan oleh teman-temannya, Naura pun mengambil kertas ujiannya dan segera kembali ke bangkunya.


Nisa menatap Naura bingung biasanya ia akan bertanya pada Nisa namun kali ini Naura lebih memilih bertanya pada Nathan yang sudah berhasil mengerjai Naura.


"apakah Nathan mengerjai ku kalau beneran awas aja dia " batin Naura.


sementara Nathan yang berada dalam kelasnya hanya bisa tertawa terbahak-bahak sampai mengeluaakan air mata di sudut matanya membuat semua siswa dalam kelas hanya bingung menatap Nathan, mereka baru kali ini melihat Nathan yang dingin dan super cuek bisa tertawa lepas seperti itu.


"Axel apa Lo tau kenapa dia bisa tertawa seperti itu,? " bisik Adana pada Axel.


"sepertinya dia sudah kehabisan obat hahahaha." balas Axel sambil tertawa, karena Axel tau kalau Nathan mengerjai Naura saat Axel ikut membaca pesan Naura yang di kirim ke Nathan.


"kalian berdua memang gila, " ucap Adnan. menggelngkan kepalanya menatap Axel dan Nathan.


"aku pengen sekali lihat muka bocah itu, pasti saat ini lucu karena menahan malu " batin Nathan.


N & N bersambung...😂😂😂

__ADS_1


Naura kau terlalu memercayai Nathan 😂😂😂


__ADS_2