
Setelah 2 Minggu atau di sebut dalam dunia medis two week waiting Naura benar-benar sangat berhati-hati dalam beraktivitas.
Nathan melarangnya untuk ke kampus selama program bayi mereka berjalan
selama itu Naura hanya duduk di rumah yang tentu di temani oleh Nathan saat dirinya sudah selesai dari kampus atau tempat kerja.
Besok mereka akan melakukan pengecekan ulang ke rumah sakit untuk memastikan bahwa bayi tabung yang mereka lakukan berhasil menempel pada dinding rahim atau tidak.
Namun, beberapa hari ini Naura merasa beberapa gejala hamil seperti saat dirinya hamil anak pertamanya dulu. bercak darah hingga kerak perut kerap Naura rasakan.
seperti pagi ini Naura sangat mual karena mencium bau yang tidak enak. Entah dari mana bau itu berasal tapi ampuh membuat Naura sangat tidak merasa nyaman dengan kondisinya saat ini.
Nathan membantu Naura mengusap punggungnya dengan pelan sambil memberikan segelas air putih kepada Naura.
" apa kamu baik-baik saja sayang?," tanya Nathan.
" perasaan ku sangat tidak nyaman," balas Naura.
Naura segera memeluk Nathan untuk menyandarkan tubuhnya yang sudah sangat lemah karena memuntahkan semua isi perutnya.
Nathan membantu Naura berjalan menuju sofa untuk membaringkan tubuh istrinya.
" apa kita harus ke dokter?," tanya Nathan.
" tidak usah aku masih kuat! aku hanya pengen makan tapi bingung mau makan apa semua yang ku lihat saat ini tidak ada yang membuat ku berselera," jelas Naura masih setia memeluk tubuh Nathan.
" apa kamu ingin aku masakan Sesuatu?," tawar Nathan.
Naura menatap Nathan setelah mendapatkan tawaran yang tentu membuat Naura senang.
" aku mau, tapi aku enggak bisa bantu ya! aku tunggu kamu di sini ," terang Naura.
Nathan mengusap kepala Naura dan mencium sekilas kening Naura dengan sangat lembut.
" tunggu di sini! aku akan membuat masakan yang enak untuk mu ," ujar Nathan.
lelaki itu segera beranjak dari sofa menuju dapur. Nathan membuka kulkas mereka yang masih terisi penuh dengan berbagai macam bahan masakan.
Nathan segera mengambil daging segar di dalam kulkas untuk membuat sup daging sapi agar Naura bisa tetap sehat untuk menjaga pola makannya saat ini.
Nathan juga tidak lupa membuat salah buah untuk Naura, saat keadaan seperti ini dokter menyarankan mereka untuk terus memakan buah segar.
__ADS_1
Hampir memakan waktu sejam lebih Nathan memasak di dapur akhirnya hasil masakannya selesai. Nathan memanggil Naura di ruangan depan membantu istrinya berdiri dan menuntunnya menuju arah dapur dengan langkah pelan.
Naura ternsyum tipis menatap wajah Nathan saat melihat hidangan yang begitu menggugah seleranya.
" habiskan! aku sudah capeh memasaknya untuk mu," jelas Nathan menatap Naura yang duduk di hadapannya saat ini.
Nathan meneyendokan sup di mangkok dan memberikannya kepada Naura. Naura menatap begitu lahap hingga habis tak tersisa. setelahnya Nathan menyuruh Naura untuk menghabiskan salah buah yang di buat Nathan.
yah tentu Naura menikmati setiap hidangan yang Nathan buat, entah mengapa hanya buatan Nathan yang membuat gairah makan Naura sangat bertambah.
" Alhamdulillah aku sangat kenyang," ucap Naura sambil memegangi perutnya.
" Alhamdulillah! kamu masih rasa mual?," tanya Nathan.
", enggak, hanya tadi aja aku merasa sangat enek mencium bau yang entah dari mana datangnya," jelas Naura.
setelah sarapan pasnagan dua sejoli itu segera menikmati udara segar di taman belakang rumah mereka.
Nathan berbaring di pangkuan Naura sambil mengusap wajah istrinya dengan lembut. Naura sangat merasa geli atas perlakuan Nathan yang sesekali menggelitik lehernya dengan tangan nakal Nathan.
" aku sangat merasa geli, hentikan ," ucap Naura.
" kamu sih imut banget!" ujar Nathan membuat Naura tertawa kecil memukul tubuh Nathan dengan pelan.
" hmm, ada apa ?," tanya Nathan mendongakan wajahnya menatap Naura.
" aku merasa sepertinya kali ini bayi tabung yang kita lakukan berhasil! sejak beberapa hari ini aku merasa tubuh ku sangat lemas," jelas Naura.
" semoga apa yang kamu katakan benar sayang !," balas Nathan.
Nathan segera menunduk kepalanya agar sejajar dengan perut Naura yang masih sangat terlihat rata itu.
" kalau kamu ada di dalam perut bunda, beri tanda kepada kami ya sayang! agar ayah bisa melindungi kalian berdua ," ucap Nathan mengusap perut Naura dan mengecupnya sekilas membuat Naura tersenyum manis .
", love you sayang ," ucap Naura mengecup pipi Nathan sekilas.
" love you too mu wife ," balas Nathan segera berdiri dan menyerang Naura dengan menciumnya seganas mungkin.
...****************...
keesokan harinya Nathan dan Naura menuju rumah sakit, di sana Naura tetap setia memegang tangan Nathan setelah melakukan pemeriksaan darah dan USG serta melakukan tes pack untuk melihat hasil bayi tabung yang mereka lakukan dua Minggu yang lalu.
__ADS_1
Setelah dokter melakukan pemeriksaan, dokter Elaine duduk di hadapan Nathan dan Naura sambil tersenyum manis membuat jantung Naura benar-benar tidak terkontrol saat ini, detak nya berbunyi tak seirama.
" bagaimana dok dengan hasilnya?," tanya Nathan.
" selamat ya kepada nyonya Naura dan Tuan Nathan, doa kalian kali ini di kabulkan oleh Tuhan. embrio di dalam perut nyonya Naura berkembang sangat baik ," terang dokter Elaine membuat Naura sangat bahagia mendengar penuturan dokter Elaine.
" sayang ," Naura memeluk erat tubuh Nathan, entah harus dengan ungkapan apa untuk menggambarkan ekspresi Naura dan Nathan yang begitu bahagia mendapatkan seorang anak setelah setahun perjuangan mereka.
" masih ada kabar baiknya lagi untuk kalian berdua ," sambung dokter Elaine.
" apa itu dok?," tanya Naura.
", selamat bayi kalian kembar, kedua embrio berhasil berkembang dengan baik, kalian sungguh beruntung mendapatkan dua bayi sekaligus," terang dokter Elaine.
sungguh keberkahan tiada tara, buah kesabaran dan cinta mereka selama ini mendapatkan hasil yang begitu manis.
" Tapi untuk nyonya Naura saat ini perlu di ingat kandungan anda saat ini sangat lemah, saya menyarankan untuk tidak melakukan aktivitas yang begitu berat saat semester satu kehamilan anda ," terang dokter Elaine.
" baik dokter terimakasih, " balas Nathan, lelaki itu memeluk erat tubuh Naura dan mencium kening Naura dengan sangat lembut.
mereka berdua segera keluar dari ruangan, Nathan yang mendengar penuturan dokter Elaine untuk menjaga agar Naura tidak mudah capeh dan lelah, lelaki itu menyuruh Evan untuk membelikan kursi roda.
sepanjang perjalanan Nathan tiada henti menggenggam tangan Naura sambil memeluk Naura dalam dekapannya, jangan tanya siapa yang mengendarainya mobil, yah tentu Evan saat ke rumah sakit Nathan menyuruh Evan untuk mengantar mereka.
Sesampainya di rumah Naura segera mengambil telfonnya dan menelfon mama Maya.
Naura bercerita panjang lebar membuat Nathan benar-benar bahagia melihat istrinya begitu sangat bahagia.
" terimakasih Tuhan kau telah memberikan kebahagiaan dalam keluarga ku ," gumam Nathan, lelaki itu segera berjalan sambil memeluk Naura yang sedang asik menelfon dengan mama Maya.
N & N bersambung...
jangan lupa untuk :
👍 like
💬 komentar
❤️ favorit
🎟️ vote
__ADS_1
🥀,☕ berikan hadiah jika kalian menyukai novel ini