
Nathan memandang lekat kalung yang bergelantungan di leher Axel hingga Axel yang melihat tatapan Nathan menjadi sedikit risih.
" Lo perhatikan apa sih, Mandang ke arah gua, gua tau gua cakep ," cetus Axel.
" pede amat ," balas Nathan memalingkan wajahnya ke tempat lain.
" terus ngapain lo menatap gua kaya tadi atau jangan-jangan Lo homo cari yang baru karena Naura kurang ya puasin Lo di atas ranjang," kekeh Axel membuat Nathan langsung memukul kepala Axel.
" tuh ngomong pake filter dikit kalau Nisa tiba-tiba datang gimana, gua mah santai aja sebenernya tapi istri gua belum siap untuk menceritakan kepada Nisa ," jelas Nathan.
" Iya maaf...maaf...! lagian Lo tuh Mandang ke arah gua bikin gua risih tau enggak ," ungkap Axel.
" Stt... Kalian berdua bisa enggak jangan berisik, mama Nisa sedang istirahat ," ucap Maya dengan tajam menata kedua lelaki itu membuat Nathan dan Axel langsung terdiam menatap Naura.
" sepertinya aura tatapannya sudah mengikuti Nat," bisik Axel.
" gua rasa juga gitu," balas Nathan.
tidak lama kemudian Nisa, Adnan dan para perawat masuk ke dalam ruangan untuk segera melakukan tindakan operasi kepada mama Nisa seusai dengan jadwal yang sudah di tentukan.
" permisi mohon maaf untuk semua bisa keluar sebentar," ucap para perawat dengan ramah.
mereka pun keluar dan tinggal Nisa di dalam untuk membantu perawat menyiapkan berbagai perlengkapan mama Nisa sebelum masuk dalam meja operasi.
hampir 20 menit mama Nisa keluar bersama para perawat, segera membawa mama Nisa dengan keranjang dorong untuk membawanya ke ruangan operasi.
Nisa tidak pernah melepaskan genggamannya dari tangan mama Desi, ia selalu mencium dan mengusap kepala Sang mama seakan menyalurkan semangat kepada bidadari yang sudah berjuang melahirkannya ke dunia ini.
sesampainya di pintu operasi mereka segera di cegah masuk dan menunggu di luar.
Nisa tiada henti selalu memanjatkan doa dan berzikir untuk keselamatan mamanya dan Naura yang senantiasa berada di samping Nisa memeluk Nisa untuk menguatkan dia dan meyakinkan bahwa ibunya pasti akan baik-baik saja.
hampir 1 jam lebih mereka menunggu akhirnya para perawat dan dokter keluar dari ruangan operasi membawa mama Desi ke ruang pemulihan.
" bagaimana dok dengan mama saya ," tanya Nisa dengan wajah yang begitu tegang.
" Alhamdulillah ibu kamu baik-baik saja dan operasi berjalan dengan lancar," balas dokter dengan ramah.
membuat Nisa menghela nafasnya dengan lega sambil memeluk Naura dengan erat.
" Alhamdulillah," ucap Nisa sangat bersyukur.
" pak jadi saya bisa menjenguk ibu saya sekarang,?" tanya Nisa.
__ADS_1
" bisa tapi setelah kami memindahkan di ruangan perawatan," balas dokter.
" baiklah dok, terimakasih banyak ," ucap Naura membuat dokter itu hanya tersenyum.
" kalau begitu saya permisi," pamit dokter.
Nisa dan yang lainnya segera menuju ke ruangan perawatan setelah ibunya di bawa ke sana, ibu Nisa masih mati rasa setengah badannya namun ia masih sadar dan melihat Nisa yang sedang menangis memeluk mama Desi.
sungguh mengharukan membuat Naura ikut menangis memeluk Nathan, ia juga sangat ingin merasakan kasih sayang seorang ibu kandung yang tak tau dimana keberadaan nya sekarang.
...****************...
Hampir 2 Minggu setelah kejadian operasi radang usu yang dilakukan mama Nisa, semua biaya operasinya di bayar oleh Nathan, Axel dan Adnan.
akhirnya mereka melakukan aktivitas sekolah sediakala, Naura benar-benar melewati masa SMA yang sangat indah bersama Nathan dan teman-teman yang lainnya.
tidak ada yang berani merendahkan Naura sekarang apalagi Nathan selalu berada di samping Naura setiap saat kecuali saat di dalam kelas karena kelas mereka berbeda.
Hingga tiba penghujung ujian Nasional untuk menentukan kelulusan mereka, semua siswa kelas tiga belajar dengan giat begitupun Naura yang meminta Nathan untuk mengajarnya belajar walau pada akhirnya setelah belajar Nathan meminta jatah untuk dirinya.
sungguh Nathan selalu mencari kesempatan dalam kesempitan untuk merasakan kenikmatan tubuh Naura yang beberapa Minggu ini selalu mengundang hasratnya saat melihat tubuh polos Naura.
malam hari setelah makan malam Naura dan Nathan belajar untuk ujian terkahir yang akan dilakukan esok hari, dengan banyak penjelasan Nathan menjelaskan kepada Naura membuat Naura sedikit mengerti dengan penjelasan yang di ajarkan Nathan.
malam yang hening dan sunyi hanya ditemani hembusan angin yang begitu dingin membuat Naura terbangun mengerjapkan matanya berkali-kali hingga kesadarannya terkumpul.
ia menatap jam di layar ponselnya menunjukkan pukul 1 malam, namun sangat aneh yang di rasakan Naura ia merasa perutnya sangat lapar.
" sayang....yang...ayang...," panggil Naura mencolek pipi Nathan membuat Nathan terbangun.
" hmm... ada apa sayang ,?" tanya Nathan sambil memeluk pinggang Naura dengan mata yang masih setia untuk tertutup.
" aku lapar ...!," rengek Naura sambil memegang perutnya yang sudah berbunyi beberapa kali.
" kamu lapar...,?" tanya Nathan mendongak wajahnya ke atas menatap Naura.
" ia aku benar-benar lapar, ayo ke bawah temani aku cari makan ," ucap Naura manja membuat Nathan langsung bangun dan segera turun dari ranjang mengulurkan tangannya untuk Naura dan segera menuju ke lantai bawah mencari makanan di dapur.
sesampainya di sana Nathan mengecek semua makan ternyata habis dan sudah di berishin para pelayan.
" tidak makanan sayang, besok pagi aja ya ," ucap Nathan namun ampuh membuat Naura langsung menangis.
" hua.....gak ada makanan...hiks..hiks...aku pengen makan ayang, aku benar-benar sangat lapar" tangis Naura membuat Nathan benar-benar bingung melihat sikap Naura yang berbeda.
__ADS_1
Nathan mendekat memeluk Naura sambil mendengarkan istrinya agar tidak menangis lagi.
" sudah ya jangan menangis, kita cari makanan di luar aja," tawar Nathan membuat Naura mendongak wajahnya menatap Nathan sambil tersenyum.
" kalau gitu aku pengen makan nasi kuning yuk kita cari ," ajak Naura membuat Nathan menatap Naura dengan bingung mencari nasi kuning tengah malam apa ada yang menjualnya ,? pikir Nathan.
" nasi kuning adanya pagi sayang, jadi kita tunggu besok aja ya gimana ," ujar Nathan sambil mengusap rambut Naura.
" enggak mau, aku maunya sekarang ya...ya..ya..," tengok Naura membuat Nathan mau tidak mau mengikuti keinginan istrinya.
akhirnya makam itu Nathan dan Naura mencari nasi kuning menggunakan mobil sambil mengelilingi kota metropolitan mencari nasi kuning pada waktu tengah malam seperti ini.
hingga mata Naura tertuju pada satu warung yang masih terbuka, ia menunjuk ke arah sana.
" sayang sana ada yang buka cepetan ke sana ," desak Naura membuat Nathan segera memarkirkan mobilnya depan warung yang ditunjuk Naura.
mereka segera turun dari mobil dan masuk ke dalam warung dan untung saja saat Nathan menanyakan makanan keinginan Naura ia masih menjualnya membuat Naura kegirangan.
Nathan memesan satu porsi untuk Naura dan menunggu pesanan mereka sambil menikmati hembusan angin malam yang mengenai kulit wajah mereka.
tak lama kemudian pesanan mereka datang dengan cepat Naura melahap makanannya dengan nikmat membuat Nathan tersenyum dan mencubit hidung mancung Naura.
" apa kamu senang ,?" tanya Nathan membuat Naura mengangguk dengan cepat.
" aku sangat senang dan nasi kuning di sini benar-benar enak, apa kamu mau rasa ," tawar Naura menyuapkan Nathan sesendok nasi kuning di mulut Nathan.
" apa enak..?" tanya Naura dengan cepat Nathan menganggukkan kepalanya.
" entah apa yang terjadi pada mu saat ini sayang ," batin Nathan menatap Naura yang menikmati makanannya.
bersambung...
jangan lupa :
πlike
π¬ komentar
β€οΈ favorit
ποΈ vote
π₯ berikan hadiah jika kalian menyukai novel ini
__ADS_1