
Naura dan Nathan kembali ke Paris menjalani hari-hari kehidupan mereka seperti biasanya, Naura yang begitu sibuk mengurus ketiga anaknya yang sudah sangat aktif.
Sementara Felix ikut bersama Nathan ke kantor, sejak pagi Felix merengek meminta sang ayah untuk ikut membawanya.
Naura yang sudah berhasil menidurkan si kembar, merekatkan tubuhnya di sofa sambil menunggu kedatangan Felix dari sekolah. Wanita itu yahh sedang asik bermain dengan ponselnya terganggu saat bel rumahnya berbunyi.
Naura segera berjalan ke arah depan untuk melihat siapa yang datang, saat membuka pintu Naura begitu terkejut melihat Leona yang sekarang berdiri di hadapannya.
" Leona ," ucap Naura.
" Hallo Naura, lama tidak berjumpa ," balas Leona tersenyum menatap Naura. yah, entah senyum dari Leona mengartikan maksud apa.
" bagaimana kau mengetahui alamat rumah ku dan apa tujuan mu kemari Leona?," Tanya Naura.
" Apakah bisa kau membiarkan masuk terlebih dahulu sebelum memberikan pertanyaan yang begitu banyak pada ku ," ucap Leona, Naura segera mempersilahkan Leona untuk masuk ke dalam.
Leona duduk manis di sofa sambil memandang foto Naura bersama Nathan dan ketiga anak mereka, sungguh terlihat seperti pasnagan impian bagi semua orang.
" Apa tujuan mu kemari Leona ?," Tanya Naura dengan begitu intens.
" Kau tidak berubah yah Naura, baiklah aku akan menjelaskan tujuan ke sini! Aku tidak akan merebut Nathan dari mu karena aku juga akan segera menikah dengan seseorang yang sudah menolong ku dari penyakit kejiwaan yang ku alami ," jelas Leona sambil mengeluarkan sesuatu dari dalam tasnya. sepucuk surat undangan Leona memberikan kepada Naura.
" Aku mengetahui alamat mu dari pihak kepolisian yang menangani kasus kecelakaan pasangan suami istri berserta anak mereka ," terang Leona begitu santai.
Naura terdiam mendengar penjelasan Leona, wanita masih bingung dengan maksud Leona membahas kecelakaan yang terjadi pada malam itu saat mereka pulang setelah menonton konser Opera.
" Anak pasangan suami istri itu adalah anakku Naura," jelas Leona.
Mendengar penuturan Leona Naura mencerna apa yang di maksud Leona, anak apa yang Leona maksud?, Leona mempunyai anak, bagaimana bisa ? Pikir Naura.
" Pasti kamu kaget, aku aku akan menjelaskan pada mu Naura! saat Laura membawaku kembali ke Paris, aku mengalami depresi berat. Namun, saat kondisi ku seperti itu Kaka Tiri ku tega memperkosa ku dengan paksa hingga membuat ku menjadi hamil. " Terang Leona dengan wajah sendu saat menceritakan tentang masa lalunya. Naura masih terdiam seribu bahasa.
" Aku sudah berusaha untuk menggugurkan anak itu tapi tidak bisa hingga aku terpaksa melahirkan anak itu dan membuangnya di tempat panti asuhan! Namun setelah 4 tahun berlalu aku bertemu dengan seseorang yang membuat ku tersadar , lelaki itu menerima semua masa lalu ku Naura. Dia juga menyadarkan ku tentang anak yang aku buang itu ," jelas Leona.
__ADS_1
" Lalu apa yang kau inginkan sekarang ?," Tanya Naura pelan, jantung Naura berdegup kencang semoga apa yang di pikirkan saat ini benar-benar tidak terjadi.
" Aku ingin mengambil anak ku Kembali Naura ," Pinta Leona menatap wajah Naura.
Mendegar permintaan Leona Naura menjadi geram wanita itu berdiri mengepalkan kedua tangannya.
" Anak mu tidak ada di sini Leona," geram Naura, menatap Leona dengan nanar.
" Dia anakku Naura, darah daging ku, dia bukan anak mu ," balas Leona menunjuk foto Felix bersama kedua adiknya.
" Dia anakku Leona, dia darah daging ku, jangan mencoba untuk mengambil Felix dari ku ," pekik Naura.
Leona berjalan mendekat ke arah Naura memegang tangan Naura yang sudah mengeras, wanita itu memasang wajah sendu, kristal bening jatuh begitu saja membahasi pipi indahnya.
"Aku mohon Naura, berikan anak itu padaku, aku menyesal karena telah membuang anakku sendiri! Naura kau seorang ibu, kamu pasti mengerti apa yang sedang aku rasakan saat ini ," ujar Leona, wanita itu mengusap air matanya.
Naura menatap wajah Leona, entah mengapa apa yang Leona ucapkan saat ini terdengar tidak begitu tulus. Apa benar Leona akan menyayangi Felix? Pikir Naura.
"Maaf Leona, aku tidak akan memberikan Felix kepada mu! Yah aku tau perasaan seorang ibu, tapi untuk mu tidak pantas di sebut ibu. Kau tega membuang anakmu begitu saja dan selama 4 tahun ini kau baru mencarinya dan ingin mengambilnya dariku! Aku tidak akan memberikan anakku pada mu semudah itu Leona! ," geram Naura.
Mendegar penuturan Naura, Leona menjadi kesal. Wanita itu geram melayangkan tangannya ke wajah Naura, suara tamparan yang begitu keras menggema di seluruh ruangan.
"Dasar wanita jala**! Berikan anakku, kau tidak punya hak atas diri anakku! Apa kau tau itu, sadarlah wanita sialan!" Teriak Leona, wajah nya kini memerah seketika, nafasnya begitu berat menatap wajah Naura tajam.
Namun, saat perdebatan panjang Leona dan Naura. Suara mobil Nathan masuk ke dalam perkarangan rumah mereka. Felix tergesa-gesa keluar dari mobil untuk memeluk sang bunda.
Di kantor Felix sama sekali tidak senang, tidak ada yang bisa Felix ajak main kecuali hanya bersama Evan yang sangat membosankan.
Sesampainya Felix di dalam bersama Nathan yang mengekor di belakang anakannya, begitu terkejut melihat Leona berada di dalam rumahnya.
" Bunda ," teriak Felix berlari kecil memeluk tubuh Naura.
" Anakku," ucap Leona mendekat ke arah Felix. Namun, dengan cepat Laura menyembunyikan Felix di balik tubuhnya.
__ADS_1
Nathan menatap Leona dengan bingung, saat mendengar Leona memanggil Felix dengan sebutan anakku.
" Dia anakku, anak yang kalian adopsi itu milikku! Aku meminta kepada Naura untuk mengembalikannya pada ku tapi istri sialan mu tidak memberikannya pada ku ," jelas Leona geram menunjuk ke arah Naura.
Sementara Felix masih bingung, anak kecil itu sepertinya takut saat melihat Leona yang membentak ke arah Naura dan Nathan.
"Bunda, felix takut!" Ucap Felix.
Naura segera berbalik dan memeluk tubuh Felix dengan begitu erat. Benar-benar sebuah kenyataan yang sangat Naura tidak terima, harus berpisah dengan Felix. Naura tidak bisa melakukan hal itu.
"Felix, ke kamar ya! Nanti bunda nyusul setelah itu kita main bareng adik twins! Okey," kata Naura mengusap kepala sang anak dengan begitu lembut. Felix mengangguk mengerti dan segera berlari menuju ke dalam kamarnya.
Leona melihat kepergian Felix ingin mengejar sang anak, tapi Nathan menahan tangan Leona dengan tangan kekarnya. Leona begitu kesal menatap kedua pasangan itu penuh dengan kebencian.
"Aku ingin memeluk anakku, lepaskan tangan mu dari ku Nathan ," ucap Leona dengan lantang, Natha melepaskan tangan Leona.
" siapa anak mi Leona ?," tanya Nathan, lelaki belum mengetahui bahwa Leona adalah ibu biologi dari Felix.
"anak lelaki itu, dia anakku darah daging ku!" ...
N & N bersambung....
Jangan lupa untuk:
👍 Like
💬 Komen
❤️ Favorit
🎟️ Vote
🥀,☕ Berikan hadiah jika kalian menyukai novel ini
__ADS_1