
...,~Jika kita ditakdirkan untuk bersama~...
...~maka dimana pun diriku aku akan tetap menunggu mu menjemput ku~...
...~Naura~...
24 sebelum Naura di culik.
setelah dari super market Naura meminta kepada Nathan untuk singgah ke restoran negeri sakura entah mengapa rasanya Naura ingin memakan ikan mentah yang selama mungkin tidak pernah ia memakannya ataupun menyentuh makanan itu.
Nathan segera mengendarai mobilnya mencari restoran negeri sakura yang terbaik di kota metropolitan, hampir memakan waktu untuk menyusuri jalanan mencari makanan yang Naura inginkan dan akhirnya mereka mendapatkannya dan segera turun dari mobil masuk ke dalam restoran itu.
nama restoran yang mereka singgahi di awali dengan nama kucing dala serial kartun kucing dan tikus yang tidak akur dan di sambungkan dengan nama makanan khas Jepang yang sedang di inginkan Naura, restoran itu terletak di sebuah mall dengan banyaknya pengunjung yang ingin mencoba menu di sana.
menu yang tentu akan menggugah selera Naura ia memesan banyak makanan membuat Nathan hanya bisa menggelengkan Kepalanya, tidak menunggu lama hidangan sudah di sajian di meja membuat Naura segera melahap dengan nikmat, ia sesekali juga menyuapi Nathan sambil tersenyum dengan makan yang masih menumpuk di dalam mulutnya.
" makan yang pelan, gak ada yang akan merebutnya dari mu ," ujar Nathan sambil mengusap sudut bibir Naura yahh belepotan.
setelah makan dengan puas mereka pun segera pulang ke rumah, karena malam semakin larut apalagi Nathan yang besok sangat super sibuk dengan kuliahnya setelah itu ia akan ke kantor untuk membantu papa Darwin di sana.
Hampir satu jam akhirnya mereka tiba di kompleks rumah mereka, penjaga rumah Nathan segera membukakan gerbang membuat Nathan segera masuk dan memarkirkan mobilnya dengan dengan baik.
Naura segera turun dengan membawa beberapa belanjaannya dan hampir semua itu adalah makanan ringan serta beberapa coklat, padahal Nathan hanya membuang sekotak coklat namun saat Nathan menggantikannya malah bukan hanya sekotak coklat yang Naura ambil, mulai dari makanan ringan yang berupa dari singkong , tempe dan beberapa bungkus coklat yang ada kacang almond nya di dalam.
" wah aku benar-benar lelah ," ujar Naura sambil menaruh belanjaannya di meja ruang tamu dan menyandarkan badannya di sofa yang begitu empuk membuat ia merasa sangat nyaman.
" mau aku pijitin," tawar Nathan yang langsung duduk di samping Naura.
" boleh, maaf ya merepotkan mu sayangi," ucap Naura.
Nathan mengangkat kaki Naura yang sudah mulai sedikit bengkak karena kehamilannya namun kata dokter Kelly itu tidak akan apa-apa jika bengkaknya masih dalam kapasitas normal.
Nathan dengan talent memijat kaki Naura membuat Naura benar-benar menikmati pijitan Nathan.
" kamu bukan hanya pintar dalam belajar tapi juga pintar dalam hal memijit seperti ini," jelas Naura membuat Nathan tersenyum mendengar ocehan Naura.
" aku juga pintar dalam hal lain," imbuh Nathan membuat Naura serius memandang ke arah suaminya.
" apa tuh sayang ,?" tanya Naura.
" tuh si utun siapa yang buatin, " tunjuk Nathan dengan wajahnya ke arah kerut Naura membuat Naura tertawa kecil.
" bolehlah, " ucap Naura.
Nathan yang masih konsen dengan memijat kaki Naura sementara Naura terus menerus menatap Nathan tiada henti, seakan ia benar-benar menjadi candu jika tidak melihat Nathan sehari saja, entahlah apa yang terjadi dengan Naura.
__ADS_1
" jangan memandang ku seperti itu, aku benar-benar akan memakan mu malam ini ," jelas Nathan segera menyelesaikan pijitannya dan langsung memeluk Naura dari samping.
" pantaslah para Kunti itu semua memuja mu sayang, wajah ini begitu tampan, aku ingin tau bagaimana mama membuat mu sampai setampan ini ," tutur Naura sambil menyentuh wajah Nathan dengan cepat Nathan menangkap tangan Naura dan mengecupnya dengan pelan.
" aku tau, mau mencoba ," ujar Nathan membuat Naura menganggukkan kepalanya.
Nathan dengan cepat menarik tangan Naura untuk membawanya di dalam kamar, bukan seperti dalam novel lain yang akan mengangkat tubuh istrinya, ini adalah kisah Nathan yang hanya seorang lelaki biasa yang terlahir dari keluarga kaya dan wajah yang begitu tampan membuat banyak wanita terpesona.
sesampainya di kamar Nathan mengunci dan menarik tangan Naura hingga jatuh di atas ranjang dengan posisi Nathan mendidih tubuh Naura namun dengan hati-hati jangan sampai si junior Nathan lterkena dampaknya.
" jadi bagaimana kamu menjelaskan pada ku tentang cara mama membuat wajah mu setampan ini ," terang Naura menyentuh wajah Nathan.
" yah seperti kita membuat si untuk sayang, dengan cara olahraga membuka semua pakaian yang kita pakai dan membuat mu dan aku berkeringat kan kenikmatan," ucap Nathan sambil menenggelamkan wajahnya di leher Naura.
Naura yang merasa geli tertawa kecil dan mendorong kepala Nathan menjauh dari lehernya, Naura pun menatap wajah Nathan entah mengapa perasaan Naura seakan ia akan meninggalkan Nathan atau mungkin efek ia menonton video persalinan dan meninggal dunia.
" apa aku boleh bertanya sesuatu pada mu sayang ,?" tanya Naura menatap wajah Nathan dengan serius.
" apa? ," jawab Nathan masih setia dengan menyentuh bagian favoritnya.
" Kalai seandainya aku tidak ada di dunia ini, meninggalkan mu sendiri-" belum selesai Naura menyelesaikan kalimatnya Nathan langsung menutup mulut Naura dengan ciuman sekilas.
" jangan pernah bertanya hal seperti itu, aku tidak ingin mendengarkan nya," jelas Nathan membuat Naura terdiam menatap mata Nathan yang seakan sangat sedih jika membahas tentang kematian.
" semua orang pasti akan mati sayang," jelas Naura.
" jangan pernah mengatakan kau akan pergi dari ku karena aku masih hidup untukmu dan kak juga harus hidupku untukku dan jika Tuhan mengambil mu dari ku maka aku akan meminta Tuhan bawa serta dengan diriku bersama mu," tutur Nathan membuat sudut mata Naura mengalirkan butiran bening, sungguh sedalam itu kha cinta Nathan kepada Naura.
akhirnya malam itu terjadi kembali penyatuan cinta dengan hembusan angin yang begitu tenang dan terangnya bulan mengiringi samudra cinta Nathan dan Naura yang entah akan seperti apa akhirnya.
...****************...
keesokan paginya Nathan segera mengantar Naura ke kampus yang sudah menjadi rutinitas nya, sesampainya di kampus Naura segera turun namun tangannya di tahan oleh Nathan membuat Naura berbalik dan mendapatkan ciuman panas sadari Nathan.
hampir 5 menit ciuman tadi akhirnya berkahir membuat lipstik Naura belepotan.
" ayang, kan jadi belepotan ," protes Naura segera merapikan kembali lipstiknya.
" hahahaha, maaf sayang kamu terlalu cantik hari ini membuat ku tidak tahan untuk tidak menyentuh mu ," bala Nathan tanpa dosa.
" baiklah aku pergi dulu, jangan lupa untuk tidak melirik cewek lain ," ujar Naura.
" iya, ," balas Nathan mengusap kepala Naura.
Naura pun segera turun dari mobil Nathan dan segera masuk ke dalam kampus meninggalkan Nathan sendiri.
__ADS_1
Nathan segera menyalahkan mesin mobilnya meninggalkan kampus Naura untuk menuju ke kampusnya.
seperti biasanya tidak hal aneh atau hal apapun Nathan menjalani hari di kampusnya dengan baik setelahnya Nathan segera menuju ke kantor perusahaan Lala Darwin sambil menyelesaikan beberapa kalian yang belum ia selesaikan.
namun saat sedang fokus, handphone Nathan berdering sebuah notice pesan masuk dari Naura, Nathan segera membuka dan membacanya.
my love wife : aku akan pulang bersama Nisa, jadi kamu tidak perlu menjemput ku !
membaca pesan singkat Naura sedikit mengganjal untuk Nathan karena biasanya istrinya pasti akan selalu mengatakan aku cinta kada mu di akhir pesannya.
" mungkin dia melupakannya," gumam Nathan, ia membalas pesan singkat Naura.
Husband Nathan: baiklah, kalau sudah sampe di rumah segera hubungi aku ! I love you my wife.
Nathan kembali fokus dengan pekerjaannya hingga satu jam telah berlalu handphone milik Nathan berdering menandakan sebuah panggilan, Nathan pikir itu panggilan dari Naura namun saat ia melihat nama di kontaknya bertuliskan Nisa.
Nathan segera mengangkat panggilan dari Nisa.
" hallo Nathan...📞📞 ," ucap nisa di sebrang telfon sana.
" iya.," jawab Nathan.
" apa Naura ada bersama mu,? ....📞📞" tanya Nisa.
" Naura, dia tidak bersama ku, aku sedang lagi ada di kantor dan tadi dia mengirimkan aku SMS katanya akan pulang bersamamu," jawab Nathan dengan jelas.
" astaga," pekik Nisa membuat Nathan yang belum mematikan sambungan telfonnya bertanya.
" ada apa Nisa?," tanya Nathan dengan raut wajah yang begitu kahwatir.
" sepertinya Naura menghilang, kami sudah mencarinya namun tidak menemui Naura...📞📞 ," jelas Nisa dengan suara bergetar.
" Apa! Naura menghilang! "
flash back Off
N & N bersambung....
jangan lupa untuk:
👍 like
💬 komentar
❤️ favorit
__ADS_1
🎟️ vote
🥀 berikan hadiah jika kalian menyukai novel ini