Nathan & Naura

Nathan & Naura
N & N part 38


__ADS_3

" Ibu Nisa masuk rumah sakit " jelas Naura.


" pak biarkan kami keluar pak ," Pinta Adnan kepada pak satpam saat Naura mengatakan ibu Nisa sakit.


" pak Nisa mohon ya pak sekali aja," mohon Nisa membuat pak satpam bingung.


" aduh bapak tidak bisa kalau ketahuan kepala sekolah bapak bisa di pecat ," ucap pak satpam membuat mereka bingung dengan cara apalagi supaya mereka bisa keluar.


Tiba-tiba Naura memiliki ide konyol yang terlintas di dalam otak kecilnya, ia langsung melakukanya tanpa berdiskusi dengan teman-temannya.


Bruk......


Naura terjatuh pingsan membuat Nathan dan yang lainnya begitu kaget.


" Naura....Naura .." panggil Nathan sambil menepuk pipi Naura dengan pelan.


Naura membuka matanya sedikit yang mungkin hampir tak terlihat jika di lihat dari jarak jauh dan mengedipkan matanya membuat Nathan dan yang lainnya mengerti.


" aduh Neng nya pingsan yuk langsung bawa ke ruang UKS aja ," saran PAK satpam namun Nathan menolak.


" Pak pacar saya sakit parah pak, kalau sudah pingsan seperti ini dia akan tiba-tiba mengejang terus......bangun lalu pingsan kembali setelah itu dia akan mengeluarkan busa dalam mulutnya pak ," jelas Nathan dengan serius membuat Adnan, Axel dan Nisa menahan tawanya dengan tingkah pasangan suami istri itu walau Nisa belum tau sih kalau Naura sudah menikah.


Naura pun memulai aksinya ia mengejang dengan brutal membuat pak satpam yang melihatnya merasa ngeri.


" Jadi harus gimana Den kalau udah kaya gitu ,? " Tanya pak satpam.


" harus ke rumah sakit,," sambung Adnan.


" pak kalau gak ijinkan kami keluar dan pacar saya kenapa-kenapa bapak harus tanggung jawab kalau saya jadi perjaka tua terus mati arwah saya akan datang ke bapak," ancam Nathan namun ampuh membuat pak satpam mengadu ngeri.


" kalau begitu sok keluar atuh, supaya Neng nya bisa di tangani pak dokter ," ucap pak satpam dan langsung membukakan pintu gerbang.


"eh yang lainnya kenapa ikut keluar ," tanya kak satpam saat Axel, Adnan dan Nisa ikut mengekor di belakang Nathan yang sedang menggendong tubuh Naura.


" keluarga pak kasihan nanti butuh apa-apa di rumah sakit gimana," jelas' Adnan membuat pak satpam mengangguk mengerti.


" yah hati-hati ya, " ucap pak satpam.


" Terimakasih ya pak kami sayang bapak Sarange ," pamit Nisa dengan tangan membentuk hati membuat Adnan yang melihatnya langsung menarik Nisa.


" ayo cepetan," ucap Adnan mereka pun masuk ke dalam mobil Axel yang tadi sempat berlari mengambil mobilnya di parkiran.


Di dalam mobil mereka pun senja tertawa begitu pula Naura ia segera bangun dari pangkuan Nathan.

__ADS_1


" hahahaha akting Lo berdua keren banget apalagi saat Naura mengejang kaya ekor cicak yang putus gitu ," tawa Adnan.


" Nathan & Naura gitu loh ," ucap Naura bangga membuat Nathan mengusap kepala Naura.


baru kali ini Nathan merasa konyol seperti ini gara-gara sering bergaul dengan Naura membuat aura dingin Nathan sedikit berkurang.


" jadi kita ke rumah sakit mana nih ," tanya Axel.


" rumah sakit Mawar Putih, di situ ibu gua di rawat ," jelas' Nisa dengan wajah yang berubah sendu.


" orang tua Lo pasti baik-baik saja," kata Adnan menenangkan Nisa sambil berbalik menatap Nisa yang duduk di belakang bersama Nathan dan Naura.


" kita semua ada untuk kamu Nis, jadi jangan sedih ya ," sambung Naura memeluk sahabatnya yang berada di samping Naura karena posisi Naura berada di tengah antara Nathan dan Nisa.


" terimakasih ya, kalian semua baik banget ," balas Nisa memeluk Naura.


Hampir memakan waktu jam untuk menyusuri kota metropolitan dengan padatnya berbagai macam kendaraan yang menghuni jalan raya yang mereka lintasi.


"yuk turun kita udah sampe " pinta Axel dengan cepat Nisa dan lainnya turun dan berlari mencari ruangan ibu Nisa.


Nisa segera masuk dan menanyakan kepada petugas rumah sakit di tempat ruangan ibunya di rawat.


" Sus, atas nama Ibu Desi di mana ruangannya," tanya Nisa.


" Ruangan ibu Desi di kamar rawat penyakit dalam sebelah kanan ya ," balas petugas tadi dengan ramah.


" Termakasih sus ," ucap Nisa kemudian berlari menuju ke ruangan yang di tunjukkan oleh petugas rumah sakit tadi.


dengan langkah cepat Nisa menemukan tempat ibunya di rawat, ia melihat ibunya dari jendela yang terpasang selang infus di tangannya membuat Nisa sedih sambil mengusap air matanya yang lolos jatuh dari matanya.


" kamu masuk gih sana, jangan pasang wajah sedih seperti itu ," ucap Naura memberikan semangat kepada Nisa.


" huft... terimakasih Naura ," Nisa memeluk Naura dan segera masuk ke dalam ruangan.


Naura dan yang lainnya menunggu Nisa di luar.


" semoga ibu Nisa baik-baik aja ," ucap Naura Khawatir.


" dia gadis yang kuat,," seru Adnan membuat mereka semua menatap ke arah Adnan.


" gua rasa akhir-akhir nih Lo perlakukan Nisa spesial deh," ucap Axel menatap Adnan dengan curiga.


" aku juga curiga nih sama kak Adnan, seperti ada something gitu sama Nisa ," sambung Naura membuat Adnan benar-benar tersudutkan.

__ADS_1


" yah...yah gua jujur... gua suka sama Nisa tapi gua belum berani untuk ungkapin perasaan gua ," jelas Adnan membuat Naura benar-benar histeris menutup mulutnya.


" beneran kak Adnan...," tanya Naura kembali.


" Lo budeg ya ," ucap Adnan kesal ia benar-benar malu terhadap pengakuannya sendiri.


" Lo bilang apa ke istri gua ," ucap Nathan menatap Adnan dengan tajam namun Naura langsung menenangkan amukan Nathan.


" untung sudah ada pawangnya sekarang, kalau gak Lo habis kena pukulan Nathan ," bisik Axel membuat Adnan membayangkan di pukuli Nathan sangat mengerikan.


tak lama perbincangan mereka Nisa pun keluar dari kamar ruangan inap ibunya bersama dokter yang memeriksa keadaan ibu Nisa.


" Jadi giman dok," Tanya Nisa kepada dokter.


" ibu kamu harus segera di operasi dengan cepat Karena radang ususnya semakin memburuk ," ucap dokter dengan wajah sendu.


" baik dok saya mengerti," lirih Nisa membuat Naura memeluk bahu isa untuk menguatkan sahabatnya itu.


" baiklah kalau begitu saya permisi," ucap dokter meninggalkan mereka dan menuju ke kamar pasien selanjutnya.


" ibu kamu harus di operasi,?" tanya Naura dan mendapatkan anggukan dari Nisa.


" kamu setujui atau belum untuk hal itu,?" tanya Adnan.


" Aku belum menyetujui nya karena biaya operasi itu sangat mahal, kalian tau sendiri aku tidak punya uang sebanyak itu ," jawab Nisa lirih sambil mengusap air matanya.


" Tennglah kami ada di sini untuk mu, kami akan membantu kamu sebisa mungkin ," ucap Naura memeluk Nisa dengan erat.


" kami akan membantu mu, jadi jangan merasa sendiri," sambung Adnan mengusap kepala Nisa.


" Terimakasih, aku benar-benar bersyukur punya teman seperti kalian ," jelas Nisa dengan membentuk senyuman manis di wajahnya.


N & N bersambung....


jangan lupa :


👍 like


💬 komentar


❤️ favorit


🎟️ vote

__ADS_1


🥀 berikan hadiah jika kalian menyukai novel ini


__ADS_2