Nathan & Naura

Nathan & Naura
N & N part 37


__ADS_3

Nathan mengambil baju di loker milik Naura den menyuruhnya untuk segera bergantian di toilet, namun keadaan yang membuat Adnan dan Axel pusing Nathan yang notabenenya sedang bucin, saat Naura ingin masuk ke dalam toilet Mengganti pakainya Nathan malah ingin ikut masuk.


yah berabe lah nantinya saat ada siswa cewek masuk ke dalam melihat Nathan di sana dan entah apa juga yang akan di lakukan Nathan di toilet saat Naura ganti baju bisa-bisa Nathan minta jatah di toilet bisa berabe kan jadinya.


" Lo tunggu aja di luar nanti Nisa yang bantuin Naura di dalam ," bisik Adnan namun Nathan tidak mendengar.


" Jangan bikin kita ribet, sejak pagi Lo buat ulah mencium Naura hingga....ah gua malas mengingat hal itu ," jelas Axel membuat Nathan mendengus kesal.


" gua hanya pengen bantu istri gua kenapa sih ," ucap Nathan membuat Axel dan Adnan saling menatap.


" kayaknya nih orang sejak sudah bucin otaknya ke geser ," seru Adnan membuat Axel tertawa mendengar pernyataan Adnan.


" Lo bilang apa tadi," kesal Nathan saat Adnan mengatakan otaknya ke geser.


" yah emang yang Adnan bilang bener, otak Lo ke geser," sambung Axel membuat Nathan menatap kedua sahabatnya dengan kesal.


" apa salahnya gua bantu istri gua ," seru Nathan.


" gak salah hanya saja yang tau status Lo udah nikah hanya kami berdua dan siswa lainnya mana tau, kalau Lo masuk dan bantuin Naura malah nanti satu sekolah heboh Lo dan Naura lagi ea...ea...di dalam sana ," jelas Adnan membuat Nathan menggaruk tengkuk lehernya yang tidak gatal.


" nah baru konek kan kalau udah di jelasin, kepintaran dan analisis Lo sekarang udah menurun bro ," sambung Adnan membuat Nathan menatapnya dengan tajam.


tidak lama perdebatan mereka Nisa dan Naura sudah keluar dari toilet.


" nanti aku cuci jeketnya udah bah Basko ," ucap Naura menatap Nathan.


" kayaknya Nathan kamu gak bisa deh dekat-dekat lagi dengan Naura, solanya sejak dekat sama kamu nih dia sering banget di bully ," jelas' Nisa membuat Nathan menatap Naura.


" gua akan lindungi Naura sekarang, ," ucap Nathan memegang tangan Naura.


" lagian mereka juga gak bisa di pisahkan bebeb Nisa ," sambung Adnan membuat Nisa menatapnya.


" Bebeb....! jangan panggil kaya gitu aku benar-benar gak suka ," ucap Nisa langsung pergi meninggalkan mereka.


" kenapa dia pergi seperti itu, apa aku salah ngomong ,?" tanya Adnan menatap Nathan, Naura dan Axel.


" salah lah kak, Kaka Adnan masa ia bilangin dia Bebeb, sementara status kalian kan gak pacaran," jelas Naura dengan lembut


" istilahnya nih Lo lagi PHP in anak orang ," sambung Axel membuat Adnan berpikir.

__ADS_1


" waduh gua kejar dulu Nisa, jangan sampe dia salah faham sama gua ," Adnan segera berlari menyusul Nisa.


" nanti pulang sekolah pulang bareng ," tawar Nathan membuat Naura menganggukkan kepalanya.


" gua ikutan ya ," sambung Axel.


" boleh nanti Lo duduk di Ban ," ucap Nathan membuat Naura tertawa.


mereka pun masuk ke dalam kelas masing-masing namun sebelum Nathan masuk ke dalam kelasnya ia mengantar Naura menuju kelasnya terlebih dahulu.


...****************...


Satu bulan telah berlalu saat insiden terakhir kali Naura di bully oleh geng fanatik Nathan sekarang mereka sama sekali tidak berani menganggu Naura begitu pula teman-teman kelas Naura mereka tidak ingin berurusan dengan Nathan karena menganggu sang pujaan hatinya.


seperti pagi biasanya Nathan dan Naura berangkat sekolah namun sekarang Nathan menyuruh Naura untuk pergi dengannya menggunakan motor sekalian Nathan ingin berpacaran di atas motor gedenya seperti orang-orang pada umumnya.


Sesampai di sekolah Nathan berjalan bersama Naura dengan bergandengan tangan dan itu bukan lagi hal yang baru untuk di lihat siswa lainnya mereka hanya terdiam melihat Nathan dan Naura semakin lengket kaya tokek dan dinding gak bisa di pisahkan.


" aku masuk ke dalam kelas dulu, belajar yang baik ," ucap Nathan mengusap kepala Naura.


" iya... ya udah sana nanti keburu guru masuk ," Pinta Naura membuat Nathan pergi meninggalkan Naura di dalam kelas.


" Ciee.... jadi iri aku pengen punya pacar juga kaya gitu di perhatiin," ucap Nisa membuat Naura yang mendengarnya hanya menggelengkan kepalanya.


" apaan sih ogah aku sama manusia gak peka kaya dia ," balas Nisa.


" jangan bilang kaya gitu, nanti Lo bucin gimana ," ucap Naura sambil mencolek pipi Nisa.


" mujarab Tuhan enggak amit-amit dah ," ucap Nisa sambil memukul meja untuk menolak bala.


Jam pelajaran pun di mulai dengan tenang dan hening karena dalam kelas Naura sedang berada dalam mode ulangan untung saja malam harinya otak Naura yang pas-pasan sudah di asa oleh Nathan, yah walau Naura tidak memerhatikan penjelasan Nathan dan lebih memilih memandangi wajah tampan suaminya.


hampir 2 jam Naura dan teman-teman kelasnya mengerjakan soal ulangan matematika menyenangkan bukan ? tidak....! aduh slogan yang lagi tenar sekarang.


Bel jam pelajaran pun berganti membuat semua siswa menyetor kertas ulangan mereka dengan cepat, sementara Naura yang sudah mengerjakan ulangan langsung membaringkan kepalanya di atas meja.


" kenapa soalnya semua susah ," ucap Naura melemas.


" enggak tuh lumayan gampang ," sambung Nisa membuat Naura menatap sahabatnya itu.

__ADS_1


" enak yah otak pintar kaya kamu dan Nathan kaya gampang banget gitu ngerjain soalnya," ucap Naura membuat Nisa mengusap kepala Naura.


" ututu....cayang ," seru Nisa sambil mengusap kepala Naura dan mereka pun tertawa bersama.


namun handphone milik Nisa tiba-tiba bunyi membuat Nisa segera mengangkat panggilan telfonnya.


" Hallo dengan siapa ini ,?" tanya Nisa


" Dimana sekarang ," balas Nisa dengan raut wajah yang mulai panik.


....


" aku ke sana Sekarang," ucap Nisa langsung menutup sambungan telfonnya.


" ada apa ," tanya Naura yang sejak tadi penasaran.


" ibu aku masuk rumah sakit, gua harus ke sana sekarang," ucap Nisa mengambil tasnya dan segera keluar dari kelas.


Naura yang mendengar seperti itu juga ikut bersama Nisa, sementara Nathan, Adnan dan Axel saat menuju ke kelas Naura mereka malah melihat Nisa dan Naura ke luar kelas dengan tergesa-gesa.


" kenapa mereka,?" tanya Adnan


" gua kurang tau nyusul aja kali ," jawab Axel membuat mereka menyusul Nisa dan Naura.


sesampainya di sana Nisa dan Naura meminta izin kepada kak satpam untuk keluar namun mereka tidak mendapatkan izin, melihat hal itu ketiga cowok tadi menghampiri Nisa dan Naura.


" ada apa ,?" tanya Nathan.


" ibu Nisa masuk rumah sakit ,".....


N & N bersambung....


jangan lupa :


👍 like


💬 komentar


❤️ favorit

__ADS_1


🎟️ Vote


🥀 berikan hadiah jika kalian menyukai novel ini


__ADS_2