
Keesokan paginya Naura melakukan ibadah seperti biasanya. setelahnya Naura segera berganti pakaian seragam sekolah. Hari ini Naura ingin pergi lebih pagi dari biasanya untuk menghindar dari Nathan, Naura sama sekali tidak ingin bertemu manusia kutub hari ini.
Setelah berpakaian Naura segera turun ke bawah menuju ke meja makan. Bi Nani yang melihat Naura sudah bersiap sepagi ini sedikit bingung.
"Non, tumben pagi begini sudah bersiap dengan seragam sekolahnya?," tanya bi Nani.
"Bi kenapa panggil non, aku kan udah bilang pada bibi panggil aja Naura jangan non," ucap Naura lembut dengan senyum manisnya.
Naura mengolesi roti setelah itu ia melahap rotinya dengan cepat dan segera menghabiskannya. Naura yang sudah menghabiskan sarapannya segera berpamitan dengan bi Nani untuk berangkat ke sekolah.
Matahari sudah cukup memunculkan dirinya dari kegelapan malam. mama Maya dan papa Darwin baru turun kebawah bersama Nathan yang sudah siap memakai seragam sekolahnya.
"Selamat pagi sayang," sapa mama Maya pada Nathan.
"Pagi ma, " bala Nathan datar.
"Bi Naura belum turun ya?, " tanya mama Maya.
"Non Naura sudah berangkat sekolah sejak tadi pagi, nyonya,"jelas Bi Nani.
"apa dia ada urusan di sekolah, sampai harus pergi pagi seperti itu ," ucap mama Maya bingung.
"Saya juga kurang tau nyonya, non Naura hanya bilang ada urusan di sekolah, " jelas Bi Nani.
"Nathan apa kamu tahu sesuatu,?" tanya mama Maya pada Nathan dan Nathan hanya mengangkat bahunya.
"Dasar anak ini, " ucap mama Maya memukul Nathan dengan pelan.
"Ma, Nathan berangkat dulu, " pamit Nathan setelah menghabiskan sarapan paginya.
"Iya hati-hati di jalan ya sayang dan jangan lupa lihat keadaan Naura apa dia baik-baik saja!," pesan mam Maya.
"Dia sudah besar ma pasti baik-baik saja, " balas Nathan datar segera meninggalkan mama Maya dan papa Darwin.
"Tuh pa anak kamu, " ucap mama Maya kesal.
__ADS_1
"Anak kita ma kan kita yang buatnya bersama, " balas papa Darwin.
Bi Nani yang melihat tingkah nyonya dan tuannya hanya menggeleng kepalanya sambil tertawa kecil.
Sementara di sekolah Naura memandang ke arah luar jendela dari tempat duduknya, tatapan mata yang begitu kosong entah apa yang di pikirkan gadis itu dalam lamunannya.
Berapa lama kemudian semua siswa masuk secara satu-persatu di dalam kelas. saat Nisa menatap Naura yang sudah bergentayangan sepagi ini di mejanya membuat Nisa bingung mendekat ke arah Nisa.
"Ada masalah?, " tanya Nisa duduk di sebelah Naura.
"Nisa!" Naura tersentak saat mendengar kedatangan Nisa di sampingnya.
"Kamu kenapa kaget gitu lihat aku ?," tanya Nisa
"Ah..! enggak kenapa-kenapa, oh ya tadi aku baca di Mading sekolah katanya setelah ulangan semester akan di adakan kemping untuk anak kelas tiga " ucap Naura mencari topik pembahasan
"Oh ya, berarti 3 Minggu lagi dong, wah aku pengen ikut, " balas Nisa.
"Aku juga pengen ikut sebelum masuk ujian kita kan butuh refreshing ," ucap Naura.
"Benar tuh," ucap Nisa.
Hampir berkutat dengan buku pelajaran yang menguras otak selama 8 jam akhirnya semua siswa pulang dengan raut wajah kesenangan. apalagi anak kelas tiga sangat girang saat mengetahui sekolah mengadakan kemping setelah ulangan semester akhir.
Setibanya Naura di rumah ia segera naik ke tangga untuk menuju kamarnya namun langkahnya terhenti saat namanya di panggil oleh suara bariton yang sangat Naura kenali.
"Ada apa Nathan" ucap Naura.
"Sini " ucap Nathan memanggil Naura.
Naura pun dengan langkah berat menuju kearah Nathan sebenarnya saat ini Naura sangat malu karena kejadian semalam namun ia berusaha menutupinya.
"Ada apa " ucap Naura memanyunkan bibirnya.
"Jangan buat bibir mu seperti itu, kamu akan kelihatan jelek " ucap Nathan.
__ADS_1
"Ishh kalau mau menghina lebih baik aku pergi " ucap Naura kesal berbalik namun Nathan menahan tangannya membalikkan badan Naura dan menyentil kening Naura dengan keras.
"Aw....Nathan apa yang kau lakukan " ucap Naura memegang keningnya yang terasa sakit.
"Itu pelajaran buat mu karena telah mencium ku semalam" ucap Nathan datar.
"Jadi kau merasa di rugikan seperti itu " ucap Naura.
"Iya aku sangat merasa di rugikan " ucap Nathan santai.
"Dasar Nathan brengs**, apa kau tau itu juga ciuman pertama ku dan mengapa harus kau yang mengambil nya " ucap Naura kesal memukul Nathan dan segera berlari menuju kamarnya.
"Wah berarti aku yang menciumnya pertama kali " ucap Nathan sambil m menarik sudut bibirnya membentuk sebuah senyuman.
Nathan pun langsung mengejar Naura yang sudah meninggalkannya di bawah sementara itu mama Maya yang mendengar pembicaraan kedua anaknya tersenyum puas.
"Wah sudah ada perkembangan yang bagus" ucap mama Maya.
Sementara papa Darwin yang baru pulang kantor melihat istrinya tersenyum membuat papa Darwin langsung mendekati mama Maya.
"Ma ada apa " tanya papa Darwin.
"Sebentar lagi kita akan dapat cucu pa " ucap mama Maya dengan senyuman sumbringan.
"Cucu" ucap papa Darwin tidak paham.
"Ah papa belum mengerti " ucap mama Maya.
"Papa memang tidak mengerti ma tapi kalau mau buat Ade untuk Nathan papa mengerti loh " ucap papa Darwin langsung menggendong tubuh mama Maya.
"Pa turunkan mama nanti anak-anak lihat loh " ucap mama Maya.
"Enggak apa-apa mereka juga kan udah menikah dan mau buat cucu untuk kita jadi kita tidak boleh kalah dong harus buat adek untuk Nathan" ucap papa Darwin.
"Dasar tua masih aja mesum" ucap mama Maya.
__ADS_1
" Yang penting sama istri sendiri " ucap papa Darwin langsung membawa mama Maya dalam kamar, entah apa yang mereka lakukan hanya mama Maya dan papa Darwin yang tau karena author dilarang masuk juga ke dalam kamar 😂😂.
N & N bersambung....