
Seperti hari Minggu biasanya sebelum Naura dan Nathan pergi ke rumah sakit Nathan menyempatkan diri untuk berjoging sementara Naura menyiapkan makanan untuk Nisa yang akan di bawa di rumah sakit.
Nathan yang baru datang dari joging melihat Naura yang sedang memasak langsung memeluk Naura dari belakang sambil mencium wangi rambut Naura yang sangat Nathan sukai.
" morning," sapa Nathan membuat Naura tersenyum dan membalas ucapan Nathan.
" pagi juga sayang," balas Naura.
" sepertinya enak nih, boleh aku coba ," pinta Nathan dengan cepat Naura mengambil sendok dan menyuapi Nathan.
" hmm sangat enak ," puji Nathan sambil mencium pipi Naura
" sudah mandi sana setelah itu kita ke rumah sakit ," pinta Naura membuat Nathan segera menuju kamar untuk membersihkan dirinya.
mama Maya yang baru keluar kamar mencium bau masakan Naura langsung menuju ke dapur, melihat Naura sudah menata makanan di atas meja di bantu para pelayan di rumah mereka juga.
" masak apa sayang ,? " Tanya mama Maya yang langsung duduk di meja makan.
" Hanya nasi goreng aja ma," balas Naura ikut duduk di hadapan mama Maya.
" sepertinya enak banget, soalnya aromanya sampai Lo di kamar mama ," jelas mama Maya membuat Naura tersipu malu.
" mama bisa aja, jangan terlalu memuji Naura, bisa-bisa kepala Naura bisa besar seperti gajah ma ," kekeh Naura membuat mama Maya tertawa.
" kamu ada-ada saja sayang," balas mama Maya.
" oh iya aku tinggal sebentar ya, panggil Nathan sarapan ," pamit Naura membuat mama Maya menganggukkan kepalanya.
Naura menuju ke kamarnya untuk memanggil Nathan sarapan namun saat Naura masuk ia malah di suguhkan pemandangan indah.
Nathan yang tidak memakai baju hanya memakai celana boxer Samapi paha menampakan perutnya yang kotak-kotak dan kulitnya yang begitu putih dan mulus.
" sungguh pemandangan yang indah di pagi hari ," gumam Naura memandang tubuh suaminya.
Nathan yang menyadari kehadiran Naura segera mendekat ke arah Naura dan menariknya masuk ke dalam kamar dan mengunci pintu kamar mereka.
" Kenapa mantap ku seperti itu," Tanya Nathan mendekatkan wajahnya begitu dekat dengan wajah Naura hingga Naura bisa merasakan hembusan nafas Nathan yang mengenai kulit wajahnya.
" hmm ... itu aku ingin memanggil mu makan ," jelas Naura gugup dengan posisi mereka yang tidak menguntungkan bagi Naura.
" memanggil ku makan atau memanggil ku untuk memakan mu ," bisik Nathan membuat Naura merinding mendengar kalimat Nathan.
Naura pun mendorong tubuh Nathan dan segera memberi jarak antara mereka karena Naura sangat paham dengan suaminya yang super mesum itu.
" aku memanggil mu untuk makan jadi cepatlah bergantian aku menunggu mu di bawah ," terang Naura segera pergi namun dengan cepat Nathan menahan tangan Naura dan membawanya dalam pelukannya.
__ADS_1
" Sebentar saja aku memeluk mu seperti ini , " ucap Nathan pelan memeluk Naura begitu hangat hingga Naura terbuai dalam pelukan Nathan.
Nathan segera melepaskan pelukannya menatap Naura dan mendekatkan wajahnya ke wajah Naura dengan spontan Naura menutup matanya menerima ciuman Nathan yang sudah menempel dengan sempurna di bibir merah Naura.
ciuman yang begitu hangat dengan pelan Nathan mendorong tubuh Naura hingga terpojokkan di tembok lalu menyuruh Naura mengalungkan tangannya di leher Nathan.
ciuman begitu panas saat Naura membuka mulutnya sedikit agar membuat Nathan mengekspor ciumannya di sana ciuman yang begitu lama hingga Nathan melepaskan ciumannya dan menatap Naura.
" kamu semakin hari semakin cantik membuat ku tidak bisa jauh dari mu walau sehari ," ucap Nathan mengusap bibir Naura.
" kau yang semakin tampan Nathan," balas Naura dengan senyumnya yang melengkung di bibir manisnya.
" berganti lah pakaian aku akan menunggu mu di bawah ," pinta Nathan melepaskan pelukannya di tubuh Nathan.
Nathan melepaskan pelukannya namun mata Nathan tertuju pada kalung Naura yang sudah ia pakai.
" kamu memakainya,?" tanya Nathan.
" iya, lagi pengen pake aja, enggak apa kan ," ucap Naura.
" enggak apa sih," balas Nathan.
" kalau begitu aku tunggu kamu di bawah ," pinta Naura segera keluar dari kamar menuju ke ruang makan.
" aku pernah melihat kalung itu, benar-benar sangat tidak asing tapi dimana yah ," batik Nathan.
setelah sarapan Nathan dan Naura berpamitan kepada mama Maya untuk pergi ke rumah sakit mengunjungi Nisa dan mama nah di sana.
Nathan dan Naura segera berangkat menggunakan mobil mewah milik Nathan karena Naura membawa banyak bekal untuk sahabatnya.
namun saat di perjalanan Naura melihat martabak yang membuat nya sangat mengunggah selera, Naura segera menyuruh Nathan untuk memberhentikan mobilnya dan menyuruh Nathan membelikannya martabak.
"yank...aku mau martabak itu belikan yah," pinta Naura dengan manja membuat Nathan segera turun dan membelikan Naura martabak yang pesan.
" ini," Nathan memberikan martabak yang ia beli kepada Naura.
"makasi sayang ," ucap Naura mencium pipi Nathan dan menyantap martabaknya dengan nikmat.
Nathan pun melanjutkan perjalanan mereka di rumah sakit, sesekali Naura menyuapi Nathan yang sedang mengendarai mobil.
" enakkan,?" tanya Naura.
" enak lumayan ," balas Nathan masih fokus menyetir.
hampir memakan waktu 30 menit mereka sampai di rumah sakit dan segera turun sambil membawa bekal yang Naura buat tadi di rumah.
__ADS_1
Nathan dan Naura segera masuk menuju ke ruangan perawatan mama Nisa.
sesampainya di ruangan Naura mendapatkan Adnan yang sedang mencium pipi Nisa membuat Naura terpelongo dengan apa yang di lihatnya.
" astaga ," teriak Naura membuat Adnan kaget dan melepaskannya ciumannya di pipi Nisa.
" apa yang kalian lakukan ," tanya Naura membuat Nisa dan Adnan salah tingkah.
" ada apa ," tanya Axel yang baru datang mendengar teriakan Naura.
" tuh sih bobrok kita cium anak orang," jelas Nathan sambil tersenyum ejek kepada Adnan.
" hahahaha serius... wah.. emaknya lagi sakit sempat-sempatnya juga lo nyosor anak orang ," celetuk Axel membuat Adnan benar-benar malu.
" aku ke toilet sebentar," pamit Adnan segera masuk ke dalam toilet rasanya ia ingin menenggelamkan dirinya di dasar bumi yang paling dalam.
Naura mendekat ke arah Nisa dan membukakan bekal untuknya yang ia buat tadi.
" makan nih tadi aku buatin sekalian dengan mama kamu ," seru Naura membuat nisa menerimanya.
" terimakasih Naura, Tapi mama belum bisa makan ia harus berpuasa untuk menjalani operasinya nanti " jelas Nisa membuat Naura mengangguk mengerti.
" kalau begitu kamu aja yang makan,," ujar Naura membuat Nisa terpelongo melihat makanan sebanyak ini harus di habiskan sendiri.
sementara Adnan yang baru keluar dari toilet langsung mendapatkan tatapan dari Naura, Axel dan Nathan.
" sebaiknya kalian berdua pergi ke kantin rumah sakit, masalah mama kamu nanti kami yang jagain ," jelas Naura membuat Nisa menatap Adnan
Nisa dan Adnan pun pergi ke kantin rumah sakit untuk sarapan sementara Naura, Axel dan Nathan menjaga mama Nisa di ruangannya.
mata Nathan yang fokus sedang berbincang dengan Axel melihat sesuatu dari Axel hingga mengingatkan dirinya tentang kalung yang Naura pake.
" apakah Axel...." batin Nathan menatap Axel.
N & N bersambung
jangan lupa :
👍 like
💬 komentar
❤️ favorit
🎟️ vote
__ADS_1
🥀 berikan hadiah jika kalian menyukai novel ini