
mendengar cerita Bu Silla membuat ketiga lelaki itu menitihkan air matanya melihat perjuangan Naura untuk hidup kembali seperti sekarang, benar-benar sebuah ujian yang sangat berat yang Tuhan berikan untuk seorang Naura.
" seperti itu lah ceritanya, sampai ia beranjak dewasa Bi Tami teman saya dulu melihat Naura ia terkesima dengan Naura dan meminta Naura untuk ia pelihara karena Bi Tami sama sekali belum memiliki seorang anak ," tutur Dengan jelas Bu Silla menatap ketiga lelaki yang ada di depannya.
" apa Bu Silla juga melihat Naura memiliki kalung seperti ini ,?" Tanya Axel sambil menunjukan kalung yang ia pakai.
Bu Silla memerhatikan kalung yang di tunjuk oleh Axel membuat Bu Silla tersenyum memandang ke arah Axel.
" kalung mu dan milik Naura benar-benar sangat sama," ucap Bu Silla.
Nathan yang ikut melihat kalung milik Axel langsung terbangun ia benar-benar tidak menyangka bahwa Naura akan memiliki saudara kandung dengan seorang Axel sahabatnya sejak dulu.
" apa yang akan kau lakukan selanjutnya Axel, ?" Tanya Adnan memandang ke arah Axel.
" aku akan memberitahukan kepada mommy dan Daddy mereka selama ini masih tetap mencari Axela pasti akan bahagia saat mengetahui semua ini," ucap Axel dengan semangat.
" apa nama aslinya Axela ,?" Tanya Adnan.
" Iya namanya Axela yang artinya karunia dari Tuhan ," jelas Axel menatap ke arah Adnan, sekarang mata Axel mencerminkan sebuah kebahagiaan, matanya berbinar-binar yang tak tau bagaimana ia mengungkapkan rasa bahagianya.
" pantas kalungnya yang ia pakai berinisial A," balas Nathan membuat Axel memandang ke arah Nathan.
" apa kau melihat kalung itu ,?" Tanya Axel membuat Nathan menganggukkan kepalanya.
" kenapa kau tidak memberitahukan ku," ucap Axel.
" aku kira kalungnya kebetulan sama saat memerhatikan kalung milik mu, lagian nih muka kamu enggak sama-sama amat dengan Naura dia lebih cantik," balas Nathan membuat Axel mengerutkan keningnya melihat Nathan.
" dia kan cewek kalau cowok pasti Lo enggak bakalan suka ," balas Axel membuat mereka tertawa kecil dan Bu Silla tersenyum mendengar ocehan mereka bertiga.
" baiklah ..baiklah...sekarang kita pikirkan apakah kita akan memberitahukan Naura sekarang atau kita memberikan dia kejutan,?" tanya Axel menatap ke arah Nathan dan Axel, membuat Axel menatap ke arah Nathan sambil tersenyum membuat Nathan sangat bingung.
" Terimakasih telah menyelamatkan Axela Bu Silla dan aku akan membantu mendonasikan panti asuhan ini untuk mengucapkan terimakasih ku kepada Bu Silla ," ujar Nathan membuat Bu Silla tersenyum.
" terimakasih atas niat baik mu tapi ibu ikhlas merawat Naura seperti anak ibu sendiri," balas Bu Silla dengan tulus.
" kalau begitu aku memberikan donasi anggap saja aku membantu anak-anak di panti ini agar bisa hidup dengan layak ," balas Axel membuat Bu Silla tidak bisa menolak karena entah alasan apalagi yang akan Axel berikan kepada Bu Silla untuk menerima donasi yang di berikan untuk panti ini.
__ADS_1
mereka berempat pun keluar setelah bercerita cukup panjang, sementara Naura yang baru selesai melihat karya Dilla langsung kembali berjalan menuju ke arah Nathan memeluk suaminya dengan erat.
" kenapa meluk gini , gak malu tuh di lihat sama Bu Silla dan yang lain ,?" tanya Nathan namun Naura hanya tersenyum dan tambah memeluk Nathan.
" aku hanya kangen," balas Naura manja membuat Nathan langsung mencubit hidung Naura dengan pelan.
sementara Axel menatap Naura ingin sekali rasanya Axel memeluk adiknya namun ia menahan karena Axel dan Nathan sudah merencanakan sesuatu membuat sebuah kejutan untuk Naura.
" Kaka benar-benar sangat rindu pada mu Axela, ingin rasanya Kaka memeluk mu dan mengatakan kata maaf Kaka tidak bisa menjaga mu dengan baik ," batin Axel sambil mengusap air matanya yang sudah mulai penuh.
Bu Silla tersenyum dengan simpul melihat Naura sekarang benar-benar bahagia mendapatkan suaminya yang begitu mencintainya dan akan mengenal keluarganya setelah pulang dari panti asuhan ini.
" Ya Tuhan terimakasih sudah memberikan segala kebahagiaan untuk Naura setelah Engkau mencobanya dengan ujian yang begitu berat ," batin Bu Silla.
...****************...
malam harinya setelah kepulangan mereka dari panti asuhan membuat Naura sedikit lelah hingga ia tertidur dengan nyenyak di ranjang miliknya setelah Nathan dengan sekuat tenaganya mengangkat tubuh Naura yang semakin berisi karena kehamilannya.
Axel dan Nathan berbicara kepada mama Maya dan papa Darwin tentang maslah Naura dan Axel membuat mama Maya dan papa Darwin begitu kaget dan bahagia kerena Naura akan mengetahui.
" apa Dady dan mommy kamu sudah mengetahui hak itu ,?" Tanya papa Darwin.
" mama sangat senang mendengar kabar ini apalagi Naura pasti sangat bahagia ," sambung mana Maya.
tidak lama mereka bercengkerama ternyata Naura terbangun mencari Nathan tapi ia tidak menemuinya di dalam kamar hingga Naura menangis sambil mencari suaminya itu.
Nathan yang melihat dari lantai bawa melihat Naura menangis langsung berjalan menyusul Naura.
" saat hamil Naura sangat manja kepada Nathan ," ucap mama Maya memandang ke arah Nathan yang sedang menenangkan Naura dan membawanya kembali ke dala kamar.
" tapi aku sangat bersyukur ma, Naura berada di keluarga ini dan menikah dengan Nathan," balas Axel dengan jujur.
" tapi apakah mommy kamu akan senang melihat anaknya sekarang sudah menikah,?" tanya mama Maya.
" aku yakin mommy sangat bahagia apalagi Naura memiliki mertua sebaik mama," tutur Axel dengan tulus.
" kamu terlalu memuji mama, dan mama mau tanya kapan kalian akan memberikan Naura kejutan ,?" tanya mama Maya kembali.
__ADS_1
" 2 hari lagi ma, hari di mana aku dan Axela ehm... maksud ku Naura di lahiran ," ucap Axel membuat mama Maya mengusap kepala Axel.
" kamu bisa memanggilnya dengan sebutan Axela ," jelas mama Maya membuat Axel tersenyum.
" kalau begitu ma, pa Axel pamit pulang ," pamit Axel membuat mama Maya dan papa Darwin mengangguk-anggukkan kepalanya.
" Hati-hati di jalan sayang, jangan balap-balap," pesan mama Maya membuat Axel mengangguk mengerti dan segera pergi meninggalkan kediaman Nathan.
sementara di kamar Nathan mengusap kepala Naura atas permintaan ibu hamil bin ajaib itu, Nathan benar-benar dilarang pergi jauh dari Naura walau hanya menuju ke WC membuat Nathan hanya bisa menggeleng kepalanya.
" apakah aku harus seperti ini terus sayang ,?" tanya Nathan membuat Naura tersenyum.
" iya...! kamu enggak boleh pergi walau selangkah dari ku ," ujar Naura membuat Nathan tersenyum dan mencium pucuk kepala Naura.
" oh iya sayang besok aku ingin mengajak mu ke suatu tempat ," ucap Nathan membuat Naura mendongak kepalanya menatap Nathan.
" mau kemana ,?" tanya Naura.
" membeli cincin pernikahan kita, kan acara kita tinggal 1 Minggu lagi, apa kah lupa ," ucap Nathan menatap Naura.
", oh iya...! baiklah ," balas Naura.
", ayo tidur, aku sudah mulai ngantuk nih ," kata Nathan sambil memeluk erat tubuh Naura.
akhirnya malam yang begitu tenang dengan perlahan membawa Nathan dan Naura masuk ke alam mimpi indah mereka.
N & N bersambung...
jangan lupa untuk :
👍 like
💬 komentar
❤️ favorit
🎟️ vote
__ADS_1
🥀 berikan hadiah jika kalian menyukai novel ini